Widiyono .
Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Sains, Teknologi Dan Kesehatan, Universitas Sahid Surakarta, Indonesia

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA TROMBOL KECAMATAN MONDOKAN Ersa Lutfiah Nur Ashari; atik aryani; Widiyono Widiyono
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 18 No 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama pada anak-anak. Rendahnya pengetahuan dan sikap orang tua turut berkontribusi terhadap tingginya kasus DBD. Penyakit ini dapat dicegah melalui 3M Plus, salah satunya dengan penyebaran informasi melalui pendidikan kesehatan menggunakan media video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap orang tua dalam pencegahan DBD di Desa Trombol, Kecamatan Mondokan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 45 orang tua yang dipilih melalui teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pendidikan kesehatan melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan (p = 0,004) dan sikap (p = 0,001) orang tua. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua dalam upaya pencegahan DBD di Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS PADA LANSIA DI WILAYAH KELURAHAN GAYAMDOMPO nursetyoputri_111002; Widiyono Widiyono; Anik Suwarni
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 18 No 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak terjadi pada lansia dan berisiko menyebabkan penurunan kualitas hidup, kecacatan, bahkan kematian akibat patah tulang. Kelompok lanjut usia (lansia) sangat beresiko menderita osteoporosis, sehingga apabila lansia mengalami patah tulang kejadiannya selalu dikaitkan dengan osteoporosis. Pencegahan osteoporosis sejak dini sangat penting, terutama melalui peran keluarga sebagai sistem pendukung utama bagi lansia. Keluarga menjadi salah satu pilihan lansia untuk tinggal karena merupakan tempat yang sesuai untuk lansia. Meningkatnya kejadian osteoporosis menuntut keluarga untuk berperan membantu pencegahan osteoporosis terutama pada lansia. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis gambaran dukungan keluarga dalam pencegahan osteoporosis pada lansia di wilayah Kelurahan Gayamdompo. Jenis penelitian ini adalah korelasi (correlational research). Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 57 responden.Instrument penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas distribusi dukungan keluarga lansia sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 30 responden (52,6%), Diharapkan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang osteoporosis
Hubungan Stres Akademik dengan Kualitas Tidur pada Remaja Kelas IX Muhammad Syahrul Gunawan; Fajar Alam Putra; Widiyono Widiyono
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1476

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, remaja dihadapkan pada berbagai tuntutan akademik seperti beban belajar, ujian, serta ekspektasi dari lingkungan sekolah dan keluarga yang dapat memicu stres akademik. Tingginya tingkat stres akademik diketahui berdampak pada pola dan kualitas tidur remaja, yang selanjutnya dapat memengaruhi fungsi kognitif serta kondisi kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan kualitas tidur pada remaja kelas IX di SMP Negeri 1 Jaten, Karanganyar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX sebanyak 262 siswa, dengan sampel sebanyak 72 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified sampling. Pengukuran stres akademik dilakukan menggunakan kuesioner Educational Stress Scale for Adolescence (ESSA), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Instrumen ESSA dan PSQI sudah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Kendall’s Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres akademik kategori sedang (55,6%) dan memiliki kualitas tidur yang tidak baik (48,6%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,352, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan dengan arah positif antara stres akademik dan kualitas tidur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami remaja, maka semakin buruk kualitas tidur mereka.
PENGARUH TERAPI GUIDED IMAGERY DALAM PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR Rantiningsih Sumarni; Anik Suwarni; Widiyono Widiyono; Arta Akmalia
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1431

Abstract

Latar Belakang: Nyeri post operasi fraktur merupakan masalah umum yang dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penanganan nyeri tidak hanya dapat dilakukan secara farmakologis, tetapi juga melalui pendekatan nonfarmakologis seperti terapi guided imagery. Terapi ini bertujuan untuk membantu pasien mencapai relaksasi melalui visualisasi mental positif, sehingga dapat menurunkan persepsi terhadap nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pascaoperasi fraktur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen dengan  rancangan one  group pre-post test.  Sampel 30 pasien post operasi fraktur di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro pada bulan Mei sampai Juni 2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditentukan. Instrumen yang digunakan kuesioner skala nyeri untuk mengukur intensitas nyeri, skala nyeri diukur menggunakan skala numerik (VAS) sebelum dan setelah intervensi serta lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilxocon test. Hasil: Hasil analisis data menggunakan wilcoxon test diperoleh nilai p hitung 0,00 < 0,05 terdapat pengaruh terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi fraktur. Saran: Diharapkan intervensi guide imagery ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer dalam manajemen nyeri post operasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Guided imagery,  Skala Nyeri, Post operasi, Fraktur
Implementation Barries and Service Outcome of Telehealth Information in the Health Services: A Systematic Review Widiyono Widiyono; Sri Huning Anwariningsih; Atik Aryani; Ranti Ningsih Sumarni
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i2.982

Abstract

Background: Digital transformation in the field of health services is increasingly experiencing novelty that can support the services provided to the community Telehealth technology in the form of telemedicine is an effort to use information technology that can help patients, health workers and health institutions to share information easily, quickly and safely. Research related to telehealth (remote healthcare services) is crucial to optimize the potential of technology in healthcare systems, especially after the COVID-19 pandemic, which has accelerated digital adoption. In addition to the many benefits, telehealth programs must be faced with the readiness of human resources, financing, facilities and infrastructure as well as clear legal aspects. Aims: The purpose of this literature review is to describe the use of telemedicine in the health profession in improving professional health services. Methods: The research design uses Literature Review, based on a summary of several studies related to the research topic Telehealth approach used was a literature review. Articles on the use of Telehealth technology were searched using topics and keywords related to "Telehealth", "Telemedicine", "Health Service" and "effectiveness". Relevant research was searched using the Boelean formula and filtered for articles published between 2019 and 2025, including PUBMED, CINAHL, and Google Scholar. "Telehealth", "Telemedicine", "Health Service" and "effectiveness". Then from the results of the literature search, the journal is open access, full article, accessible, and downloadable. The author obtained 8 articles that fit the inclusion criteria used in this method, namely: articles using English and Indonesian. Results: Based on the articles collected, the use of Telehealth programs can increase the effectiveness of health services. However, telehealth also has disadvantages, namely the dependence on a stable internet connection and high device capabilities (technological literacy). In addition, health workers cannot perform the direct examinations necessary for an accurate diagnosis. Conclusion:. The use of telehealth needs to be further developed and researched, to determine the frequency and efficiency of its utilization, in order to support health services, especially in the field of palliative care
Pengaruh emotional freedom technique (eft) terhadap tingkat kecemasan pasien dengan hemodialisis Ryan Aditya Kumara; Sutrisno; Widiyono Widiyono
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1330

Abstract

outside the body. This action can cause psychological and physical stress that interferes with the neurological system, including; disorientation, tremors and decreased concentration and anxiety. Anxiety can have an impact on behavior such as withdrawing from the environment, difficulty focusing on activities, difficulty eating, irritability, low control of anger emotions, sensitivity, difficulty sleeping. One way to reduce anxiety is to do emotional freedom technique (EFT). Non-invasive action to balance the body's natural meridian energy when symptoms of physical and emotional decline occur. Purpose: To determine the effect of EFT therapy on anxiety levels in patients with chronic kidney failure with hemodialisis. Method: The type of research is pre-experimental with one group pretest-posttest design. The population in this study were patients undergoing hemodialisis in the ICU Rooms. The research sample used was 27 respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon signed rank test. Results: The study showed that anxiety before and after the EFT intervention decreased with median score 22 before intervention and 15 after interventiio. The results of the Wilcoxon signed rank test obtained a p value of 0.001 Conclusion: There is an effect of emotional freedom technique on anxiety in patients undergoing hemodialisis. Keywords: Anxiety; Chronic Kidney Disease; Emotional Freedom Technique; Hemodialisis; Paliative.   Pendahuluan: Hemodialisis merupakan proses pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan diluar tubuh.  Tindakan ini dapat menimbulkan stres psikologis dan fisik yang mengganggu sistem neurologi antara lain; diorientasi, tremor dan penurunan konsentrasi dan kecemasan. Cemas dapat berdampak pada perilaku seperti menarik diri dari lingkungan, sulit fokus dalam beraktifitas, susah makan, mudah tersinggung, rendahnya pengendalian emosi amarah, sensitive, susah tidur. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan yaitu melakukan emotional freedom technique (EFT). Tindakan non invasive untuk menyeimbangkan energi meridian alam tubuh ketika terjadi gejala-gejala kemunduran fisik dan emosional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi EFT terhadap tingkat kecemasan pada pasien Gagal ginjal kronik dengan Hemodialisis. Metode: Jenis penelitian adalah pre eksperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodilisis di Ruang ICU. Sampel penelitian yang digunakan adalah 27 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil: Penelitian menunjukkan kecemasan sebelum dan setelah intervensi EFT mengalami penurunan dengan nilai median sebelum intervensi 22 dan setelah intervensi 15. Hasil uji dengan Wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p: 0.001 Simpulan: Ada pengaruh emotional freedom technique terhadap kecemasan pada pasien yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Emotional Freedom Technique; Gagal Ginjal Kronik; Hemodialisis; Kecemasan; Paliatif.
Mengatasi Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Dalam Menyusun Tugas Akhir Dengan Pemberian Terapi Relaksasi Butterfly Hug Widiyono Widiyono; Etty Eriyanti; Ni'mah Mufidah
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v8i1.184

Abstract

Skripsi merupakan elemen penting dalam pendidikan tinggi dan mencerminkan integritas mahasiswameningkatkan minat nursepreneurship mahasiswa keperawatan menjadi seorang dalam menerapkan pengetahuan studi. Namun, penyusunan skripsi oleh mahasiswa tingkat akhir seringkali dihadapi dengan berbagai masalah, terutama tingkat kecemasan yang tinggi. Kecemasan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental. Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada mahasiswa tingkat akhir yang mengatasi kecemasan selama penyusunan skripsi dengan menggunakan terapi butterfly hug, sebuah teknik stimulasi bilateral sederhana yang dikembangkan untuk meningkatkan rasa tenang. Hasil Self Reporting Questionnaire (SRQ) 20 dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dari 45 mahasiswa terdapat 5 siswa yang membutuhkan tenaga kesehatan terdekat untuk berkonsultasi karena menjawab “ya” lebih dari 6 pertanyaan. Selain itu, seluruh responden (100%) dapat mengikuti teknik relaksasi butterfly hug yang telah diperagakan dengan sangat baik. Mahasiswa diharapkan lebih mudah mengatasi ketakutan yang dihadapinya dan meningkatkan kualitas pengalaman belajarnya untuk menyelesaikan tugas akhir.
Pengaruh Terapi Storytelling Menggunakan Boneka Tangan Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Selama Hospitalisasi Di Ruang Pandawa RSU Diponegoro Dua Satu Klaten Putri Sulistyowati; Sutrisno Sutrisno; Widiyono Widiyono
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12422

Abstract

Hospitalization is an experience that can trigger anxiety in children due to an unfamiliar environment, medical procedures, and separation from family. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce anxiety is storytelling therapy using hand puppets. To determine the effect of storytelling therapy using hand puppets on children's anxiety levels during hospitalization in the Pandawa Ward at Diponegoro Dua Satu Klaten General Hospital. This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 30 respondents, comprising 15 children in the intervention group and 15 children in the control group. Anxiety levels were measured before and after the intervention. Data analysis involved a paired t-test for pretest and posttest scores within both the intervention and control groups, and an independent t-test to compare the effects between the intervention and control groups' posttest scores. The results showed a significant decrease in anxiety levels in both the intervention and control groups (p<0.001). The independent t-test results indicated a significant difference in anxiety levels between the two groups following the intervention (p=0.009); thus, storytelling therapy using hand puppets proved more effective in reducing children's anxiety levels during hospitalization compared to other play therapies. Storytelling therapy using hand puppets influences the reduction of children's anxiety levels during hospitalization and is more effective than other play therapies. This intervention can be utilized as a form of atraumatic play therapy in pediatric nursing care.
Pengaruh Terapi Bekam Kering Berbasis Elektrik terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Talang Kecamatan Bayat Klaten Dewi Asih; Atik Aryani; Widiyono Widiyono
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12467

Abstract

Hypertension is a serious, incurable health condition. Patients with high blood pressure require lifelong treatment to control their blood pressure and prevent significant increases. One non-pharmacological therapy for lowering blood pressure is electric-based dry cupping therapy. To determine the effect of electric-based dry cupping therapy on blood pressure in hypertensive patients in Talang Village of Bayat District in Klaten. This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The sample included 37 respondents selected through purposive sampling. Data collection used blood pressure measurement forms, and data analysis used a paired t-test. The researcher administered electronic cupping therapy for 15 minutes, then measured blood pressure and recorded the results on an observation sheet. The study found mean pre-test values of 157 mmHg (systolic) and 88 mmHg (diastolic), and mean post-test values of 150 mmHg (systolic) and 84 mmHg (diastolic). Bivariate analysis yielded a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating that electric-based dry cupping therapy lowers blood pressure in hypertensive patients. Health education using video media has an effect on patients experiencing preoperative anxiety.