Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Uji Fungsionalitas Media Pembelajaran Game Platform Berbasis Web pada Materi Eksponen Muhammad Nurihsan Akbar; M. Ikhsan; Cut Morina Zubainur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan efisiensi penyediaan aplikasi pembelajaran matematika perlu dilakukan sehingga terdapat berbagai alternatif dan inovasi baru yang dapat diterapkan sebagai alat untuk mempermudah proses pembelajaran. Salah satunya adalah perancangan Game Platform berbasis web pada materi eksponen. Software yang digunakan dalam pembuatan game ini adalah aplikasi komputer Construct 2. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses perancangan dan hasil pengembangan media pembelajaran Game Platform berbasis web pada materi eksponen yang valid. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Research untuk menghasilkan prototipe media pembelajaran game platform berbasis web pada materi eksponen yang valid. Sumber data penelitian ini adalah hasil validasi dari validator yang dianalisis secara kualitatif. Instrumen pendukung yang digunakan untuk memperoleh data penelitian terdiri dari dua jenis istrumen yaitu lembar observasi awal dan lembar validasi. Hasil analisis tersebut digunakan untuk merancang prototipe Game Platform berbasis web pada materi eksponen yang kemudian akan divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan empat dari lima validasi yang diberikan pada validator menyatakan media ini valid dan layak digunakan serta diuji coba di lapangan dengan revisi dan saran dibagian bentuk game, sedangkan berdasarkan hasil uji fungsionalitasnya, Game Platform berbasis web pada materi eksponen menunjukkan seluruh fungsi menu dan tombol yang ada di dalam aplikasi telah berjalan sesuai dengan fungsinnya. Kata Kunci:     Game Platform, Eksponen, Media Pembelajaran, Construct 2,Validasi.
Pembelajaran Matematika Berdasarkan K-12 Basic Education Curriculum di Technological Institute of the Philippines Senior High School Quezon City, Philippines Ayu Mastura; M. Ikhsan; R. M. Bambang S
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan operasionalisasi dari kurikulum yang memuat rancangan pembelajaran. Pembelajaran mengandung makna perencanaan atau perancangan (desain) yang bertujuan untuk membelajarkan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika di T.I.P Senior High School Quezon City, Philippines berdasarkan K-12 Basic Education Curriculum baik dari segi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (pengamatan), teknik dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh berupa silabus K-12 Basic Education Curriculum, Daily Lesson Log, foto dan video hasil pengamatan serta petikan wawancara dengan guru matematika. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis data Miles dan Hubermen yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, diterapkannya teknik triangulasi dengan teknik triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru matematika di T.I.P Senior High School Quezon City, Philippines membuat perangkat pembelajaran sebelum melaksanakan pembelajaran, namun perangkat pembelajran yang dibuat guru berupa Daily Lesson Log belum termasuk dalam kategori baik, akan tetapi persiapan guru sebelum melaksanakan pembelajaran sudah termasuk dalam kategori baik.. (2) Guru matematika mampu menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dengan menerapkan berbagai prinsip-prinsip belajar dengan baik serta strategi belajar yang bervariasi dan penggunaan media yang relevan dengan materi ajar. (3) Sistem penilaian yang digunakan guru berdasarkan K-12 Basic Education Curriculum yaitu dengan perhitungan: (a) 25% written works (kuis, penugasan dan seatwork; (b) 50% performance task (aktifitas-aktifitas siswa selama pembelajaran dan project); serta (c) 25% hasil ujian berkala. Dengan demikian, untuk menciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan, guru harus mampu memahami dan menerapkan berbagai prinsip-prinsip belajar dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kata Kunci:     Perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian.
Proses berpikir kritis matematis siswa sekolah menengah pertama melalui discovery learning Purnama Mulia Farib; M. Ikhsan; Muhammad Subianto
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.708 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.21396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis matematis dan mengidentifikasi tingkat berpikir kritis matematis siswa yang diberikan pembelajaran discovery pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 orang siswa yang diambil dari 37 siswa kelas VII-E MTsN 3 Aceh Barat yang dipilih berdasarkan kemampuan awal matematikanya. Instrumen penelitian meliputi peneliti, tes berpikir kritis, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari tes berpikir kritis dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aktivitas penyelesaian masalah siswa lebih banyak melakukan proses specializing dan generalizing. Siswa telah mampu mengidentifikasi masalah yang disajikan serta menyusun langkah penyelesaian yang mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun pada proses conjecturing dan convincing, siswa masih perlu dilatih untuk menganalogikan masalah serta menyelesaikan masalah dengan cara yang beragam. Temuan penelitian ini dapat digunakan guru untuk merancang pembelajaran matematika yang melatihkan kemampuan berpikir kritis.The process of mathematical critical thinking of junior high school students through discovery learning AbstractThis study aimed to describe the process of mathematical critical thinking of students who were given discovery learning in mathematics learning. This study was classified as qualitative research. The research subjects were 6 students drawn from 37 students of class VII-E MTsN 3 Aceh Barat, Indonesia, and selected based on their initial mathematical abilities. The research instruments included researchers, critical thinking test, and interview guidelines. The data collection was carried out by giving a critical thinking test conducted after discovery learning and interviewing the research subjects after completing the test. The data in this study were analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that in solving problems, students were more dominant in the process of specializing and generalizing. Students have been able to identify the problem presented and arrange possible steps for solving the problem, but in the process of conjecturing and convincing, students still need to be trained in analogizing problems and solving problems in a variety of ways. The findings of this study could be used by teachers to design mathematics learning that exercises critical thinking skills.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP melalui ELPSA Framework Dessy Amalia; Rahmah Johar; M. Ikhsan
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 4 No 1 (2020): JEP : Jurnal Eksakta Pendidikan
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jep/vol4-iss1/443

Abstract

The mathematical communication ability of students is still low. One effort that can be done is to implement Experiences, Language, Pictures, Symbols, Application (ELPSA) framework. The pur pose of this research was to determine students' mathematical communication skills through the application of the ELPSA framework. This research is a descriptive quantitative research. The sub jects were Year 8 students of one of Junior High School in Banda Aceh which consisted of 24 students. Data collection is done through stdeunts worksheet and mathematical communication tests. Data ana lysis was performed by calculating the score of students' mathematical communication in groups and individually using percentage techniques. The results of this research are the mathematical com munication abilities of students in groups during learning with the implementation of ELPSA framework producing high average score. Whereas students' mathematical communication skills after the implementation of the ELPSA framework showed 75% of students met the minimal criteria.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA DI SMP Tuti Asmiati; M. ikhsan; Muhammad Subianto
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.555 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.1036

Abstract

Learning to use the assisted PBL model Geogebra software can be used by teachers in learning as well as full of the requirements of 2013. However, the availability of Problem Based Learning software-assisted tools Geogebra software for system of two-variable linear equations material because the teacher has never been implemented. learning as expected. So it is necessary to develop a learning tool Problem Based Learning Software Geogebra assisted for system of two-variable linear equations material material. This research is intended to produce a mathematics learning tool with Geogebra assisted Problem Based Learning model that is valid, practical and effective. The research development model in this research is the development model of Plomp (2013) which consists of three stages, namely (1) initial investigation phase, (2) phase. The experimental subjects in this study were students of grade VIII MTsN Model Banda Aceh. Data completion method is done through expert validation sheet, learning result test, and student obsevation sheet. Validation results by available experts. Practical criteria are met based on the observer's assessment of the implementation of the learning has a good category and the average student activity shows very good criteria. The effectiveness criteria are met based on the results of group work on student worksheet, and the value of student learning outcomes is above the minimal completeness criteria. This study produced a product in the form of a learning device material for two-variable linear equation systems assisted by geogebra software for students of class VIII MTsN that are valid and practical and effective. Abstrak Pembelajaran berbasis pemecahan masalah dengan bantuan teknologi informasi sangat ditekankan dalam Kurikulum 2013. Pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan Software geogebra dapat digunakan guru dalam pembelajaran serta memenuhi syarat kurikulum 2013. Namun, belum tersedianya perangkat pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Software geogebra untuk materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel menyebabkan guru belum melaksanakan pembelajaran seperti yang diharapkan. Maka perlu dikembangkan sebuah perangkat pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Software Geogebra untuk materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Geogebra yang valid, praktis dan efektif. Model penelitian pengembangan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Plomp (2013) yang terdiri atas tiga fase, yaitu (1) fase investigasi awal, (2) fase rancangan, dan (3) fase penilaian. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN Model Banda Aceh. Metode pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, tes hasil belajar, dan lembar obsevasi siswa. Hasil validasi oleh ahli diperoleh bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Kriteria kepraktisan terpenuhi berdasarkan hasil penilaian pengamat terhadap keterlaksanaan pembelajaran memiliki kategori baik dan rata-rata aktivitas siswa menunjukkan kriteria sangat baik. Kriteria kefektifan terpenuhi berdasarkan nilai hasil kerja kelompok` pada Lembar Kerja Peserta Didik, dan nilai tes hasil belajar siswa berada di atas Kriteria Ketutasan Minimal. Penelitian ini menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran materi sistem persamaan linear dua variabel yang berbantuan software geogebra untuk siswa MTsN kelas VIII yang valid dan praktis dan efektif. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, Software Geogebra
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER Afnan Afnan; M. Ikhsan; M. Duskri
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.365 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.1037

Abstract

Creative thinking is one kind of thinking (thinking) that directs getting insight (insight) recently, a new approach, a new perspective, or a new way of resolving problems. In addition to creative thinking ability factor, factor of independence is also very important in developing the students ' ability. Independence study is an effort being made to do the learning process independently on the basis urge myself to understand a problem at hand. One of the efforts to cultivate creative thinking ability and independence student learning is done through the application of the learning model Treffinger. The purpose of this study was to describe the ability of the creative thinking and independence of learning through the application of the learning model Treffinger. This research uses qualitative descriptive method. The subject of this study, namely six grade VII-5 MTsN Tungkop Aceh Besar. Research instrument is the interview conducted researchers based on a test of the ability of creative thinking. An examination of the validity data is done by triangulation of the time. Data analysis is conducted through several stages of data reduction, i.e., the presentation of data, and the withdrawal conclusion. The research results obtained that; (1) the ability of the creative thinking of students through the learning progression treffinger's model. The results obtained from the selected students to six, four students are able to measure indicators of creative thinking. (2) Independence of learning of students in solving problems through learning model Treffinger, has fully met the criteria students almost entirely standalone learning. Abstrak Berpikir kreatif merupakan salah satu jenis berpikir (thinking) yang mengarahkan diperolehnya wawasan (insight) baru, pendekatan baru, perspektif baru, atau cara baru dalam menyelesaikan masalah. Disamping faktor kemampuan berpikir kreatif, faktor kemandirian juga sangat penting dalam mengembangkan kemampuan siswa. Kemandirian belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk melakukan proses pembelajaran secara mandiri atas dasar dorongan diri sendiri untuk memahami suatu permasalahan yang dihadapi. Salah satu upaya untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar siswa dilakukan melalui penerapan model pembelajaran Treffinger. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar melalui penerapan model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu enam siswa kelas VII-5 MTsN Tungkop Aceh Besar. Instrumen penelitian adalah wawancara yang dilakukan peneliti berdasarkan tes kemampuan berpikir kreatif. Pemeriksaan validitas data dilakukan dengan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yakni, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa; (1) kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran treffinger mengalami perkembangan. Hasil yang diperoleh dari ke enam siswa yang dipilih, empat siswa mampu mengukur indikator berpikir kreatif. (2) Kemandirian belajar siswa dalam menyelesaikan masalah melalui model pembelajaran Treffinger, secara kesuluruhan hampir seluruhnya siswa memenuhi kriteria kemandirian belajar. Kata Kunci : Treffinger, Kemampuan Berpikir Kreatif, Kemandirian Belajar
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DAN TIPE JIGSAW TERHADAP PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP Asnawi Asnawi; M. Ikhsan; Hajidin Hajidin
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.254 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.1039

Abstract

Innovative and fun learning models place students at the center of learning including the STAD type cooperative learning model and the Jigsaw type cooperative learning model. Learning using the cooperative model type STAD and Jigsaw is considered capable of improving student achievement through group discussion and investigation through various sources used by students. The purpose of this study was to determine differences in learning achievement between students who were taught with the Jigsaw Type Cooperative Learning Model and students who were taught with the STAD Type Cooperative Learning Model on Statistics material. This research is an experimental research design with a Pretest-Posttest Control Design Group. The population in this study were all eighth grade students of SMP Negeri 1 Trienggadeng even semester 2016/2017 academic year. While the sample is a portion of the population taken using the Random Sampling technique taken by 2 classes, namely Class VIII-3 and Class VIII-5. Class VIII-3 for the Jigsaw learning model and Class VIII-5 for the STAD learning model. The instrument used to obtain research data in the form of student achievement tests and student motivation questionnaires. The statistical test used to analyze data on differences in learning achievement and student motivation questionnaires is the t-test. The results showed that there were differences in learning achievement and motivation between students who were taught with the Jigsaw type cooperative learning model and students who were taught with the STAD type cooperative learning model. Abstrak Model pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan menempatkan siswa sebagai pusat belajar diantaranya adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe STAD dan Jigsaw dinilai mampu meningkatkan prestasi belajar siswa melalui diskusi kelompok dan investigasi melalui berbagai sumber yang digunakan siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan siswa yang diajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada materi Statistik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Grup Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Trienggadeng semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Sedangkan sampelnya adalah sebagian dari populasi yang diambil dengan menggunakan teknik Random Sampling yang diambil 2 kelas yaitu Kelas VIII-3 dan Kelas VIII-5. Kelas VIII-3 untuk model pembelajaran Jigsaw dan kelas VIII-5 untuk model pembelajaran STAD. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data penelitian berupa tes prestasi belajar dan angket motivasi siswa. Uji statistik yang digunakan untuk mengalisis data perbedaan prestasi belajar dan angket motivasi siswa adalah Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar dan motivasi antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kata Kunci: Pembelajaran Jigsaw, Pembelajaran STAD, Prestasi Belajar, Motivasi
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Geogebra pada Materi Persamaan Garis Singgung Kurva terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Arie Kurniawan; M. Ikhsan; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan belajar matematika peserta didik adalah daya serap pada pembelajaran matematika. Untuk meningkatkan daya serap peserta didik dibutuhkan model pembelajaran yang tepat seperti PBL Agar suasana pembelajaran lebih dinamis diperlukan media pembelajaran salah satu adalah aplikasi geogebra yang dipadukan dalam model PBL. Geogebra merupakan aplikasi matematika yang dapat menyelesaikan masalah mengenai kalkulus, geometri, aljabar dan statistika. Tujuan dari riset ini yaitu mengetahui pengaruh model PBL berbantuan geogebra  terhadap hasil belajar peserta didik pada materi persamaan garis singgung kurva. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan jenis penelitian true experimental design melalui control group pre-test post-test. Populasi peneltian yaitu seluruh peserta didik kelas XI di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Sampel Penelitian diambil secara acak. Instrumen penelitian berupa soal tes berbentuk uraian yang terdiri atas pre-test dan post-test. Hasil analisis data pre-test disimpulkan bahwa pemahaman awal kedua kelas sama. Analisis data post-test kedua kelas memakai uji -t karena berdistribusi normal serta homogen. Hasil pengolahan nilai post-test diperoleh  dan dengan taraf signifikan serta dk = 33, sehingga maka  diterima. Kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh model PBL berbantuan Geogebra pada materi persamaan garis singgung kurva di kelas XI SMA Negeri 12 Banda Aceh. Kata Kunci:    Problem Based Learning, Geogebra, Persamaan Garis Singgung Kurva, Hasil Belajar.
IMPROVING MATHEMATICAL UNDERSTANDING THROUGH ACTION, PROCESS, OBJECT AND SCHEMA BASED DISCOVERY LEARNING MODEL Handa Maya Sari; M. Ikhsan; Usman
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 3 No. 3 (2023): October (October-December)
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v3i3.2519

Abstract

Learning that does not encourage students to learn in building knowledge results in weak mathematical understanding skills. The strategy that is expected to foster mathematical understanding skills is through the APOS-based discovery learning model. The purpose of this study was to determine the increase in mathematical understanding skills after receiving learning using the APOS-based discovery learning model, and to determine the interaction between learning and student levels on improving mathematical understanding skills. This study uses a quantitative approach with a pre-test and post-test control group design. The population of this study was grade VIII students of MTsN 1 Aceh Selatan by taking a sample of two classes consisting of an experimental class and a control class. The selection of samples in the study was carried out by random sampling. The instrument used in this study was a mathematical understanding ability test. The data analysis technique in this study used the ANOVA test. Based on the results of the study, it was found that there was a difference in improving students' mathematical understanding skills taught through the application of the APOS-based discovery learning model with conventional learning. Furthermore, the results of this study also identified that there was no interaction between learning and student levels on improving mathematical understanding skills. Therefore, teachers are expected to be able to expand the application of the discovery learning model to other materials without having to look at the background of the students' ability levels because this discovery learning model is suitable for application to all levels of students.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pembuktian Menggunakan Model Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Geometri Siswa Sekolah Menengah Atas Lia Hamimi; M. Ikhsan; Zainal Abidin
Didaktik Matematika Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v5i1.10124

Abstract

Mathematical proof is one aspect that must be considered in learning mathematics in school. One of the obstacles that students experience on geometry is the difficulty of constructing proof. The specific learning materials are not available yet. To achieve that goal required a learning materials for teaching mathematical proof using Guided Inquiry model. This research is a developmental research using ADDIE model consisting of five stages, namely Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation stage. The experimental subjects in this study were one class of students at year 12 at one of senior high school at Banda Aceh. Based on the results obtained that the learning materials consisting of lesson plan, students worksheet, handout, and test are categorized as valid, practical, and effective. The recommandation of this study is learning materials can be implemented for teaching mathematical proof in senior high school.