Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis melalui Pendekatan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada Materi Logika Siswa SMAN 7 Aceh Barat Daya Ikhwanuddin Ikhwanuddin; M. Ikhsan; Rahmah Johar
Jurnal Peluang Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.085 KB) | DOI: 10.24815/jp.v7i1.13520

Abstract

Rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa SMA merupakan salah satu masalah utama dalam pendidikan matematika. Untuk itu perlu adanya suatu pendekatan pembelajaran matematika yang tepat dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa, salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan ini adalah pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Adapun tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa SMA yang diajarkan dengan Pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Hipotesis dalam penelitian ini adalah peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa SMA yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik daripada yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian ini eksperimen dengan dua kelompok sampel serta menggunakan pretest dan postest. Kelompok eksprimen memperoleh perlakuan berupa pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning sedangkan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 7 Aceh Barat Daya. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X1sebagai kelas eksperimen, dan kelas X2sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa masing-masing kelas sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa tes bentuk uraian utuk mengukur peningkatan kemampuan penalaran matematis. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS. Hasil yang diperoleh yaitu peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa SMA yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik daripada yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional.
Meningkatkan Kemampuan Representasi dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Pendekatan Problem Posing dalam Pembelajaran Matematika Subarianto Subarianto; M. Ikhsan; Said Munzir
Jurnal Peluang Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.73 KB) | DOI: 10.24815/jp.v7i1.13516

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. kemampuan representasi dan kemampuan pemecahan masalah termuat pada kemampuan standar menurut Depdiknas dan NCTM dan merupakan kemampuan penting yang harus ditingkatkan oleh siswa. kemampuan representasi matematis diperlukan siswa untuk menemukan dan membuat solusi atau cara berfikir dalam mengkomunikasikan gagasan matematis dari yang sifatnya abstrak menuju konkret. Proses berfikir dalam pemecahan masalah memerlukan kemampuan mengorganisasikan strategi. Untuk meningkatkan kedua kemampuan matematis ini perlu adanya pembaharuan Pendekatan mengajar. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang ditawarkan yaitu pendekatan problem posing. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas X pada SMA Negeri Unggul Harapan Persada Kabupaten Aceh Barat Daya, dengan sampel dua kelas. Berdasarkanhasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang menggunakan pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang menggunakan pendekatan  konvensional (0,005 0,05); (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang  menggunakan pendekatan  problem posing lebih baik daripada siswa yangmenggunakan pembelajaran konvensional (0,026 0,05); (3) terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan kemampuan representasi matematis yang menggunakan pendekatan  problem posing dengan menggunakan pendekatan  konvensional ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa [tinggi (0,145 0,05), sedang (0,001 0,05), rendah (0,035 0,05)]; (4) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang  menggunakan pendekatan pembalajaran problem posing dan siswa yang menggunakan pendekatan konvensional ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa [tinggi (0,000 0,05), sedang (0,000 0,05), rendah (0,392 0,05)]
Pengaruh Pendekatan Problem Posing terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Kecemasan Siswa SMP Murhamah Amri; M. Ikhsan; Saminan Saminan
Jurnal Peluang Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.328 KB) | DOI: 10.24815/jp.v7i1.13737

Abstract

The result of PISA and TIMSS showed that students' mathematics abilities Indonesia is still low, including the ability to think creatively. The ability to think creatively influenced by psychological factors, one of them is anxiety. The efforts that teachers can do to improve creative thinking and coping with anxiety is applying problem posing approach. The problem posing approach can make students creative in issuing ideas to create questions and resolve them through three forms of cognitive activity, namely: presolution posing, within solution posing and posing post solution, then it ramble positive anxiety of students in learning. This study aims to determine the increase in the mathematics creative thinking ability and changes anxiety in learning by using problem posing approach. The study uses a quantitative approach to the type of experimental design pretest-posttest control group. The collecting data by using mathematics creative thinking ability tests and questionnaires anxiety. The data were analyzed using t-test and Two Way Anova. The results showed that the overall increase in the mathematical creative thinking ability of students taught through problem posing approach better than students taught through conventional learning. The same is also happened for students with medium and low KAM. As for students with high KAM increase creative thinking abilities of students taught through problem posing approach is no better than students taught through conventional learning. The results also show that there is no interaction between the learning and human factors to improving the students' ability to think creatively. In addition, overall there is a decrease both anxiety in students being taught by problem posing as well as conventional, as the decrease of anxiety in intention is the decrease of anxiety with ideal criteria. The decrease anxiety in students taught with problem posing better than conventional students. It also happens to students with high and medium.
PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Muhammad Yani; M. Ikhsan; Marwan Marwan
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jpm.10.1.3278.43-57

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan proses berpikir dan menganalisis kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan pengukuran Polya ditinjau dari Adversity Quotient (AQ). Penelitian ini merupakan penelitian deskirptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah siswa dari kelas IX SMP N 1 Banda Aceh tediri dari tiga siswa. Pemilihan subjek penelitian menggunakan metode purposive sampling dan berdasarkan tingkatan AQ (climber, camper, dan quitter) dan komunikasi (lisan dan tertulis). Pengumpulan data menggunakan wawancara berbasis tugas, dan triangulasi untuk mengecek validitas data. Data dianalisis menggunakan konsep dari Miles dan Huberman: yaitu tahap pengurangan data, presentasi data, dan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa: (1) Proses berpikir dari subjek climber yaitu secara asimilasi dalam memahami, merencanakan penyelesaian, .serta mengecek kembali; (2) Subjek camper juga berpikir secara asimilasi pada tahap memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan mengecek kembali; (3) subjek quitter berpikir secara akomodasi dalam memahami masalah dan menyelesaikan masalah.  DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jpm.10.1.3278.42-57
Penerapan Pendekatan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Perkalian Sarniyati Yusmanita; M. Ikhsan; Cut Morina Zubainur
Jurnal Elemen Vol 4, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v4i1.469

Abstract

This research was conducted to know the activity, learning result, and student's response to learning using Realistic Mathematics Education (RME) approach on multiplication counting material. This research is a Classroom Action Research which carried out three cycles. The subjects were 33 fourth grade students of SD Negeri 46 Banda Aceh. Data collection was done by using formative test of student learning result, student activity observation sheet, and student response questionnaire. The results showed that the expected student activity in the learning process was improved by using RME approach on multiplication counting material in class IV SD Negeri 46 Banda Aceh. There are 40% of active student activity, the second cycle is 80% active student activity, and in 100% cycle 100% active student activity. Furthermore there is also an increase in the ability of student counting operations multiplication in each cycle. The cycle-I is 33.3% complete, the II-cycle is 63.6% complete, and the III-cycle is 96.97% complete. Student response is also very positive on the learning by using PMR approach on the material of multiplication operation in class IV SD Negeri 46 Banda Aceh.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Nia Farnika; M. Ikhsan; Hizir Sofyan
Jurnal Elemen Vol 1, No 2 (2015): July
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v1i2.146

Abstract

Up to now the mathematical ability of students is still relatively low. It is characterized from the low mathematics learning outcomes. Low ability students' mathematical understanding and abilities among students' mathematical problem solving so we need a model of learning that can improve both the mathematical ability. Team Assisted Individualization (TAI) is one type of cooperative learning is expected to increase both these capabilities. This type combines the advantages of cooperative learning and individual learning. This study aims to assess about increasing the understanding and solving mathematical problems high school students with TAI type of cooperative learning model. This study was an experiment that was true experimental research with a quantitative approach. Design research is pretest-posttest control group design. The population in this study was all tenth grade students in the academic year 2013/2014. The sample in this study was two classes, class X1 (control group) and class X2 (experiment group). Data collection was using the test. Data analysis was conducted to gain a score normalized using ANOVA. The results showed that: 1) increased understanding of the mathematical ability of students who obtained using TAI type of cooperative learning model better than students which gained overall in terms of conventional learning and student level (high, medium and low), 2) there was no interaction between learning model and student level (high, medium, and low) to increase the capability of understanding, 3) improving students' mathematical problem solving ability the learning gained by using TAI type of cooperative learning model better than students who received conventional learning was reviewed overall and student level (high, medium and low), and 4) there was interaction between the learning model and student level (high, medium, and low ) to increase problem-solving ability.
Uji Fungsionalitas Media Pembelajaran Game Platform Berbasis Web pada Materi Eksponen Muhammad Nurihsan Akbar; M. Ikhsan; Cut Morina Zubainur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan efisiensi penyediaan aplikasi pembelajaran matematika perlu dilakukan sehingga terdapat berbagai alternatif dan inovasi baru yang dapat diterapkan sebagai alat untuk mempermudah proses pembelajaran. Salah satunya adalah perancangan Game Platform berbasis web pada materi eksponen. Software yang digunakan dalam pembuatan game ini adalah aplikasi komputer Construct 2. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses perancangan dan hasil pengembangan media pembelajaran Game Platform berbasis web pada materi eksponen yang valid. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Research untuk menghasilkan prototipe media pembelajaran game platform berbasis web pada materi eksponen yang valid. Sumber data penelitian ini adalah hasil validasi dari validator yang dianalisis secara kualitatif. Instrumen pendukung yang digunakan untuk memperoleh data penelitian terdiri dari dua jenis istrumen yaitu lembar observasi awal dan lembar validasi. Hasil analisis tersebut digunakan untuk merancang prototipe Game Platform berbasis web pada materi eksponen yang kemudian akan divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan empat dari lima validasi yang diberikan pada validator menyatakan media ini valid dan layak digunakan serta diuji coba di lapangan dengan revisi dan saran dibagian bentuk game, sedangkan berdasarkan hasil uji fungsionalitasnya, Game Platform berbasis web pada materi eksponen menunjukkan seluruh fungsi menu dan tombol yang ada di dalam aplikasi telah berjalan sesuai dengan fungsinnya. Kata Kunci:     Game Platform, Eksponen, Media Pembelajaran, Construct 2,Validasi.
Pembelajaran Matematika Berdasarkan K-12 Basic Education Curriculum di Technological Institute of the Philippines Senior High School Quezon City, Philippines Ayu Mastura; M. Ikhsan; R. M. Bambang S
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan operasionalisasi dari kurikulum yang memuat rancangan pembelajaran. Pembelajaran mengandung makna perencanaan atau perancangan (desain) yang bertujuan untuk membelajarkan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika di T.I.P Senior High School Quezon City, Philippines berdasarkan K-12 Basic Education Curriculum baik dari segi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (pengamatan), teknik dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh berupa silabus K-12 Basic Education Curriculum, Daily Lesson Log, foto dan video hasil pengamatan serta petikan wawancara dengan guru matematika. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis data Miles dan Hubermen yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, diterapkannya teknik triangulasi dengan teknik triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru matematika di T.I.P Senior High School Quezon City, Philippines membuat perangkat pembelajaran sebelum melaksanakan pembelajaran, namun perangkat pembelajran yang dibuat guru berupa Daily Lesson Log belum termasuk dalam kategori baik, akan tetapi persiapan guru sebelum melaksanakan pembelajaran sudah termasuk dalam kategori baik.. (2) Guru matematika mampu menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dengan menerapkan berbagai prinsip-prinsip belajar dengan baik serta strategi belajar yang bervariasi dan penggunaan media yang relevan dengan materi ajar. (3) Sistem penilaian yang digunakan guru berdasarkan K-12 Basic Education Curriculum yaitu dengan perhitungan: (a) 25% written works (kuis, penugasan dan seatwork; (b) 50% performance task (aktifitas-aktifitas siswa selama pembelajaran dan project); serta (c) 25% hasil ujian berkala. Dengan demikian, untuk menciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan, guru harus mampu memahami dan menerapkan berbagai prinsip-prinsip belajar dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kata Kunci:     Perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian.
Proses berpikir kritis matematis siswa sekolah menengah pertama melalui discovery learning Purnama Mulia Farib; M. Ikhsan; Muhammad Subianto
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.708 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.21396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis matematis dan mengidentifikasi tingkat berpikir kritis matematis siswa yang diberikan pembelajaran discovery pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 orang siswa yang diambil dari 37 siswa kelas VII-E MTsN 3 Aceh Barat yang dipilih berdasarkan kemampuan awal matematikanya. Instrumen penelitian meliputi peneliti, tes berpikir kritis, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari tes berpikir kritis dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aktivitas penyelesaian masalah siswa lebih banyak melakukan proses specializing dan generalizing. Siswa telah mampu mengidentifikasi masalah yang disajikan serta menyusun langkah penyelesaian yang mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun pada proses conjecturing dan convincing, siswa masih perlu dilatih untuk menganalogikan masalah serta menyelesaikan masalah dengan cara yang beragam. Temuan penelitian ini dapat digunakan guru untuk merancang pembelajaran matematika yang melatihkan kemampuan berpikir kritis.The process of mathematical critical thinking of junior high school students through discovery learning AbstractThis study aimed to describe the process of mathematical critical thinking of students who were given discovery learning in mathematics learning. This study was classified as qualitative research. The research subjects were 6 students drawn from 37 students of class VII-E MTsN 3 Aceh Barat, Indonesia, and selected based on their initial mathematical abilities. The research instruments included researchers, critical thinking test, and interview guidelines. The data collection was carried out by giving a critical thinking test conducted after discovery learning and interviewing the research subjects after completing the test. The data in this study were analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that in solving problems, students were more dominant in the process of specializing and generalizing. Students have been able to identify the problem presented and arrange possible steps for solving the problem, but in the process of conjecturing and convincing, students still need to be trained in analogizing problems and solving problems in a variety of ways. The findings of this study could be used by teachers to design mathematics learning that exercises critical thinking skills.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP melalui ELPSA Framework Dessy Amalia; Rahmah Johar; M. Ikhsan
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 4 No 1 (2020): JEP : Jurnal Eksakta Pendidikan
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jep/vol4-iss1/443

Abstract

The mathematical communication ability of students is still low. One effort that can be done is to implement Experiences, Language, Pictures, Symbols, Application (ELPSA) framework. The pur pose of this research was to determine students' mathematical communication skills through the application of the ELPSA framework. This research is a descriptive quantitative research. The sub jects were Year 8 students of one of Junior High School in Banda Aceh which consisted of 24 students. Data collection is done through stdeunts worksheet and mathematical communication tests. Data ana lysis was performed by calculating the score of students' mathematical communication in groups and individually using percentage techniques. The results of this research are the mathematical com munication abilities of students in groups during learning with the implementation of ELPSA framework producing high average score. Whereas students' mathematical communication skills after the implementation of the ELPSA framework showed 75% of students met the minimal criteria.