Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Uncovering learning poverty in mathematics classrooms: Linking learning gaps, instructional practices, and teacher professional learning through SUPER-LS program and slow pedagogy Fitriati, Fitriati; Novita, Rita; Hidayat, Arif; Khairunnisak, Cut
Journal on Mathematics Education Vol. 17 No. 1 (2026): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.v17i1.pp115-134

Abstract

Mathematics learning poverty remains a pressing challenge in Indonesia, where a substantial proportion of students fail to attain curriculum-level conceptual understanding. Although national and international large-scale assessments have documented the scope of this problem, comparatively little research has examined how mathematics learning poverty manifests at the classroom level in terms of students’ conceptual thinking, instructional practices, and teachers’ professional learning needs. Addressing this gap, the present study conducts a classroom-based needs analysis to investigate mathematics learning poverty and to explore how a school–university partnership mediated through lesson study (SUPER-LS), informed by principles of slow pedagogy, may offer a context-sensitive response. A convergent mixed-methods design was employed. Quantitative data were collected through diagnostic assessments administered to 336 Grade 8 students, while qualitative data were obtained from structured observations of 12 mathematics lessons and semi-structured interviews with six mathematics teachers. Quantitative results indicate substantial conceptual deficits (M = 32.57 out of 100, SD = 17.45), particularly in fractions and algebraic expressions. Analysis of student responses reveals systematic misconceptions and fragile conceptual understanding rather than random error. Classroom observations further show predominantly teacher-centered and fast-paced instructional practices, with limited opportunities for student questioning, reasoning, and reflective engagement. Teacher interviews highlight a strong commitment to improving student understanding, alongside constraints related to instructional time, workload, and examination pressures. Taken together, these findings demonstrate that mathematics learning poverty emerges from the interaction of student-level misconceptions, instructional practices, and structural conditions. The study provides an empirical foundation for designing diagnostic-informed professional learning. Within this context, SUPER-LS and slow pedagogy function as context-responsive frameworks to support deeper mathematical learning, collaborative teacher inquiry, and more reflective instructional practices aimed at mitigating mathematics learning poverty.
Pelatihan Guru Dalam Merancang Proyek Asam Kana yang Terintegrasi dengan Pembelajaran Matematika Cut Yuni; Dewi Annisa; Dwi Fadhiliani; Cut Khairunnisak; Ayu Mastura
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2265

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan konteks budaya lokal. Metode yang digunakan mengadopsi pendekatan praktik langsung, meliputi penyusunan perangkat ajar, simulasi pembelajaran, serta pendampingan dalam implementasi di kelas. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa integrasi Project-Based Learning (PjBL) dengan proyek Asam Kana mampu menjembatani konsep matematika yang abstrak dengan pengalaman nyata siswa melalui aktivitas menghitung rasio bahan, mengukur takaran, menganalisis hasil produksi, dan memecahkan masalah kontekstual. Pelatihan ini juga menghasilkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran seperti RPP, LKPD, dan instrumen evaluasi yang inovatif dan sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Secara keseluruhan, implementasi proyek Asam Kana berdampak positif terhadap aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa serta memperkuat identitas budaya lokal dalam proses pembelajaran. Temuan ini merekomendasikan pengembangan pelatihan serupa pada sekolah lain serta penelitian lanjutan mengenai efektivitas jangka panjang pembelajaran berbasis budaya dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
SCHOOL TYPE AS A PREDICTOR OF STUDENTS’ STATISTICAL LITERACY: CONTROLLING FOR GENDER AND PARENTAL EDUCATION Elizar Elizar; Benidiktus Tanujaya; Jeinne Mumu; Cut Khairunnisak; Dwi Fadhiliani; Dewi Annisa
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 8 No. 1 (2026): ALGORITMA: Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v8i1.51214

Abstract

Abstract In today’s data-driven era, the rapid growth of big data has made encounters with data unavoidable for everyone, including students. Therefore, preparing students with adequate statistical literacy has become increasingly important. This study employed a quantitative non-experimental design using an ex post facto approach. It examined and compared students' statistical literacy across three types of schools in Aceh, Indonesia. More specifically, the study investigated whether school type predicted students' statistical literacy after controlling for gender and parental education. Data were collected through a statistical literacy test and a brief demographic questionnaire covering gender and parental educational background. The data were analyzed using hierarchical multiple regression and Tukey HSD post hoc analysis. The findings showed that gender and parental education did not significantly influence students' statistical literacy, whereas school type did. These results suggest that different school environments may offer distinct learning experiences and opportunities for statistical reasoning and data literacy. Abstrak Di era berbasis data saat ini, pertumbuhan big data yang semakin pesat membuat setiap individu, termasuk siswa, tidak dapat terlepas dari paparan data dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mempersiapkan siswa dengan kemampuan literasi statistik yang memadai menjadi semakin penting. Penelitian ini menerapkan desain penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan ex post facto. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan literasi statistik siswa pada tiga jenis sekolah di Aceh. Secara khusus, penelitian ini meneliti apakah jenis sekolah memprediksi literasi statistik siswa setelah mengontrol gender dan pendidikan orang tua. Data dikumpulkan melalui tes literasi statistik dan kuesioner singkat terkait gender serta latar belakang pendidikan orang tua. Data dianalisis menggunakan hierarchical multiple regression dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender dan pendidikan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi statistik siswa, sedangkan jenis sekolah menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan sekolah yang berbeda dapat memberikan pengalaman belajar dan kesempatan yang berbeda pula dalam mengembangkan kemampuan penalaran statistik dan literasi data siswa.
Analisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP: Studi penyelesaian masalah bentuk aljabar Intan Kemala Sari; Cut Khairunnisak
Cakrawala Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/cakrawala.v4i1.2977

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan matematis yang diamanatkan dapat berkembang melalui proses belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dilihat melalui kemampuan menyelesaikan masalah Bentuk Aljabar. Penelitian ini dilakukan terhadap 69 siswa SMP Kelas VII di tiga kabupaten di Provinsi Aceh dengan menggunakan metode kualitatif dalam tiga bentuk instrumen penelitian yaitu angket persepsi kemampuan siswa, soal tes, dan wawancara. Dari penelitian ini didapat hasil angket menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik, namun berdasarkan soal tes dan wawancara diketahui kemampuan pemecahan masalah siswa berada pada kategori cukup atau sedang. Siswa cenderung tidak memeriksa kembali hasil jawabannya karena tidak membuat persiapan rencana penyelesaian masalah dengan baik. Subjek penelitian merupakan subjek masa transisi antara Pendidikan Dasar ke Pendidikan Menengah sehingga pembentukan kemampuan pemecahan masalah belum dapat terbentuk secara stabil dan maksimal. Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengembangan kemampuan pemecahan masalah karena menjadi penting dalam keberhasilan belajar.