Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN NUMBER HEAD TOGETHER DI SMP NEGERI 1 LUAHAGUNDRE MANIAMOLO Maria Magdalena Duha
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.428 KB)

Abstract

Kurikulum 2013 menekan pada pelaksanaan pembelajaran yang bersifat aktif. Dari sekian banyak model pembelajaran aktif, beberapa diantaranya adalah model pembelajaran Creative Problem Solving dan model pembelajaran Numbered Head Togeher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Craeative Problem Solving dan model pembelajaran Numbered Head Togeteher. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian Kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Luahagundre Maniamolo. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kelas eksperimen I lebih tinggi dari kelas eksperimen II. Berdasarkan Analisis data diperoleh bahwa thitung tidak terletak pada daerah penerimaan tersebut sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa ada perbandingan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Creative problem solving dan model pembelajaran Numbered Head Together dimana hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Numbered Head Togeteher. Disarankan agar model pembelajaran Creative Problem Solving ini dijadikan sebagai salah satu pilihan model pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN POINT-COUNTERPOINT PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Maria Magdalena Duha
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.3 KB)

Abstract

This study aims to determine the improvement of student learning outcomes in the subjects of Pancasila and Citizenship Education by treading the steep path of human rights enforcement in Indonesia through the application of point-counterpoint learning strategies. The implementation of Classroom Action Research (CAR) was carried out in two cycles. The research subjects were 36 students of class XI-IPS2 SMA Negeri 1 Telukdalam in the academic year 2020/2021. The results showed that students were enthusiastic in conducting debate activities and were able to convey their arguments. The average student learning outcomes in the first cycle was 65.9 with the number of students who completed 15 (fifteen) students with a percentage of 41.7% and 21 (twenty one) students who did not complete with a percentage of 58.3%. In the second cycle as many as 80.8 with the number of students who completed 33 (thirty three) people with a percentage of 91.7% and 3 (three) students who did not complete with a percentage of 8.3%. So it can be concluded that the point-counterpoint learning strategy can improve student learning outcomes on human rights material. Suggestions put forward by researchers are (1) teachers should use point-counterpoint learning strategies in learning activities, (2) students should be able to convey their arguments in learning activities so that learning outcomes can be achieved in accordance with research objectives.
PEMBAGIAN HARTA WARISAN PADA MASYARAKAT NIAS DITINJAU DARI SUDUT HUKUM ADAT Laka Dodo Laia; Magdalenamaria Duha
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.228 KB)

Abstract

Masalah warisan bukan hal yang baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak mengherankan bila masalah ini selalu dibicarakan banyak orang, baik di pedesaan maupun di kota besar. Faktanya banyak kasus perebutan harta warisan oleh sesama ahli waris yang sudah sampai di pengadilan bahkan telah diputus oleh pengadilan. Dilihat dari sistem pewarisan di Indonesia antara kelompok masyarakat yang satu daerah dengan masyarakat daerah lainnya tidak sama. Perbedaan ini muncul karena sistem pembagian warisan menurut kaedah hukum adat berkaitan erat dengan sistem kekeluargaan yang berlaku pada masing-masing kelompok masyarakat itu sendiri. Hukum waris di Indonesia didasarkan pada KUHPerdata, Hukum Islam dan Hukum Adat. Menurut Prof. Dr. R. Soepomo, S.H. ada tiga macam sistem pewarisan di Indonesia yaitu : Pertalian darah menurut garis bapak (patrilinial), Pertalian darah menurut garis ibu (matrilinial), dan Pertalian darah menurut garis kebapak-ibuan (parental); Oleh karena dalam jurnal ini peneliti mengangkat judul “Pembagian Harta Warisan Pada Masyarakat Nias Ditinjau Dari Sudut Hukum Adat”. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah jenis penelitian hukum sosiologis atau empiris dengan metode pendekatan Undang-Undang, ilmu Hukum, Sosial dan Budaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan bahan hukum sekunder yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan menarik kesimpulan dilakukan dengan metode deduktif. Berdasarkan pembahasan, analisis dan temuan peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa pembagian harta warisan pada masyarakat Nias didasarkan pada pertalian darah menurut garis bapak (patrilinial). Adapun saran yaitu pembagian harta warisan seyogianya dilakukan secara musyawarah mufakat berdasarkan porsi hak masing-masing.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS VIII SMP NEGERI LUAHAGUDRE MANIAMOLO TAHUN PELAJARAN 2025 Duha, Maria Magdalena
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan seluruh rakyat. Dalam mencapai mutu pendidikan yang baik, maka sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dituntut untuk melaksanakan proses pembelajaran secara optimal dalam mempersiapkan siswa yang berprestasi. Permasalahan penelitian ini adalah siswa kurang melibatkan diri secara aktif selama kegiatan pembelajaran, siswa kurang berani untuk mengajukan pertanyaan dan menyampaikan gagasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan selama dua siklus. Hasil penelitian bahwa persentase hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama 50% dan pertemuan kedua 63,1% sedangkan pada siklus II pertemuan pertama 76,9% dan pertemuan kedua 87,1%. Persentase aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama 52,8% dan pertemuan kedua 69,4% sedangkan pada siklus II pertemuan pertama 80,6% dan pertemuan kedua 88,9%. Hasil belajar pada siklus I dengan rata-rata 59,3 dan meningkat pada siklus II 75,3 dengan persentase ketuntasan 90%. Maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran probing prompting mampu mengemukakan pendapat atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan guru (peneliti), berusaha merumuskan jawaban melalui diskusi kecil bersama dengan siswa lain. Saran yang diajukan peneliti adalah hendaknya guru menerapkan model pembelajaran probing prompting dalam kegiatan pembelajaran karena menuntut siswa untuk berani menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan hendaknya siswa berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam merumuskan jawaban sehingga memiliki pengetahuan, kemampuan serta keterampilan untuk membangun pengetahuannya secara mandiri.