Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Produk "Si Jae" di Banjar Tebuana, Desa Taro, Gianyar Sari, Ni Kadek Yunita; Nursini, Ni Wayan; Sri Endah K, Natalia; Deswiniyanti, Ni Wayan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.664 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.38107

Abstract

Peningkatan permintaan Jahe di masa pandemi tidak berdampak signifikan pada petani di Banjar Tebuana, berdasarkan fakta di lapangan menunjukkan harga rimpang jahe segar di kelompok petani Banjar Tebuana masih lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional dan modern. Selain itu bentuk rimpang segar memiliki resiko degradasi mutu akibat penyimpanan yang akan semakin menurunkan nilai jualnya. Peluang untuk melakukan kegiatan pascapanen dengan pengembangan produk olahan jahe menjadi suatu produk belum pernah dilakukan. Terkait dengan hal tersebut Mitra mengalami permasalahan antara lain:1)Mitra belum pernah melakukan pengembangan produk dari rimpang jahe segar menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi alat yang dimiliki oleh mitra; 2)Mitra belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan proses pembuatan produk simplisia jahe secara higienis dan sanitasi; 3)Mitra menyatakan bahwa mereka memerlukan pendampingan untuk mendapatkan konsep brand dan desain kemasan dari produk yang dihasilkan. Solusi yang ditawarkan sesuai dengan permasalahan mitra, yaitu: 1)Sosialisasi pengembangan produk Si Jae dan pengadaan alat perajang, pengering dan penepung 2) Pelatihan dan pendampingan proses pembuatan produk simplisia jahe dengan menerapkan konsep higienis dan sanitasi; 3) Pendampingan label dan kemasan produk. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah: Penyuluhan, Pelatihan dan Pendampingan terkait permasalahan yang dihadapi mitra. Hasil yang diperoleh dari PKM yaitu Dari hasil kegiatan program kemitraan masyarakat di Banjar Tebuana, Desa Taro dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1)Wawasan mitra tentang simplisia jahe menjadi 100% tahu tentang simplisia jahe pada post-test; Mitra memiliki aset alat perajang, pengering dan penepung dan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan alat tersebut; 2)Mitra memiliki keterampilan dalam membuat simplisia jahe rajang dan bubuk dengan menerapkan prinsip higiene sanitasi; 3)Produk simplisia yang dihasilkan memiliki merek dagang Si Jae dan memiliki kemasan pouch dan botol untuk penjualan; 4)Mitra memiliki keterampilan dalam melakukan pelabelan dan pengemasan produk.
PENDAMPINGAN PEMASARAN ONLINE DAN MANAJEMEN KEUANGAN UMKM TAS ROTAN DAN BAMBU DI DESA DANGIN PURI DENPASAR Deswiniyanti, Ni Wayan; Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Wayan Rosiana; I Gusti Ngurah Manik Nugraha; Emanuel Maramba Hamu; Ni Made Intan Prawita Dewi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.57979

Abstract

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki seni anyaman adalah Pulau Bali. Bali merupakan salah satu pusat destinasi wisata yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan asing, terdapat berbagai kerajinan, hiasan dan souvenir. Putu Sosiawan merupakan pemilik usaha UMKM tas rotan dan bambu yang telah berjalan selama 6 tahun. Permasalahan yang dihadapi dengan adanya covid-19 tamu asing di Bali mengalami penurunan, maka penjualan kerajinan bambu terutama tas mengalami penurunan secara drastis. Usaha kerajinan bambu ini sangat bergantung pada kunjungan adanya tamu asing di Bali, karena kurangnya melakukan promosi kerajinannya secara online dengan optimal dan pencatatan pembukuan masih secara manual. Solusi dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim PKM yaitu pertama pembuatan website berbasis database yang mendata seluruh produk yang kan dipasarkan dan mempromosikan produk kerajinan dan media penjualan website, kedua yaitu kegiatan pendampingan pengelolaan website, Ketiga pendampingan cara pembukuan keuangan yang benar dan agar memiliki pencatatan keuangan.
BREEDING OF LOCAL GARLIC (Allium sativum L.) VARIETIES USING THE CHEMICAL MUTAGEN SODIUM AZIDE Elok Faiqotus Zahro; Ni Wayan Deswiniyanti; Ni Kadek Dwipayani Lestari; Anak Agung Ayu Putri Permatasari; Ni Kadek Yunita Sari
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 15 No. 1 (2025): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrimeta.v15i1.12596

Abstract

The demand for garlic in Indonesia continues to rise annually; however, the market remains dominated by imported garlic due to its larger bulb size compared to local varieties. One approach to improving the quality of local garlic is through mutation breeding using chemical mutagens such as sodium azide. This study aimed to evaluate the effects of sodium azide on morphological traits, stomatal index, and chlorophyll a and b content in local garlic (Allium sativum L.). The experiment was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with a single treatment factor, sodium azide concentrations of 0.1%, 0.2%, 0.3%, and 0.4%. Observations revealed that the 0.4% concentration produced the best performance in plant height (24.20 cm), number of leaves (3.40), leaf length (22.10 cm), and leaf width (2.60 cm). The highest stomatal index (0.35) was also observed at this concentration. In contrast, the longest root length (2.320 cm) and highest fresh weight (0.8040 g) were found at the 0.3% concentration. The highest chlorophyll a and b content was recorded at the 0.1% concentration. These findings indicate that sodium azide induces significant variation in plant traits. Therefore, chemical mutagenesis is recommended as a promising breeding strategy to develop superior and competitive local garlic varieties.
In Vitro Propagation of Lily (Lilium longiflorum Thunb.) with Growth Regulators BAP and NAA Deswiniyanti, Ni Wayan; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Astarini, Ida Ayu; Hardini, Yunita
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.11.2.131-139

Abstract

Tanaman lili (Lilium longiflorum Thunb.) merupakan tanaman hias dan bunga potong. Permintaan bunga potong lili sangat menjanjikan tetapi ketersediaan bibit masih terbatas. Penelitian ini terdiri dari perkecambahan biji lili secara in vitro pada media ½ Murashige & Skoog (MS), multiplikasi bagian eksplan pangkal dan ujung tunas pada berbagai perlakuan media MS kombinasi ZPT BAP dan NAA. Tujuannya untuk mendapatkan kombinasi media yang tepat dan mengetahui persentase tertinggi bagian eksplan yang mampu tumbuh tunas, akar dan kalus. Kombinasi media MS dengan BAP dan NAA yaitu (a) kontrol 0:0 mg L-1, (b) 0:0.1 mg L-1, (c) 0:1 mg L-1, (d) 0.1:0 mg L-1, (e) 0.1:0.1 mg L-1, (f) 0.1:1 mg L-1, (g) 1:0 mg L-1, (h) 0.1:1 mg L-1, (i) 1;1 mg L-1. Penelitian ini disusun dalam RAL faktorial dua faktor yaitu kombinasi pemberian BAP dan NAA, multiplikasi eksplan bagian pangkal dan ujung tunas. Biji lili mampu berkecambah sebanyak 58%. Media c dan i yang mampu menginduksi eksplan untuk tumbuh tunas, akar dan kalus. Media c mampu menginduksi tunas, akar dan kalus, media i mampu menginduksi akar dan kalus. Persentase respon pertumbuhan eksplan bagian pangkal tunas yaitu pertumbuhan tunas 11.1% dan akar 13.3%, sedangkan eksplan bagian ujung tunas menunjukkan pertumbuhan akar 6.7% tanpa pertumbuhan tunas. Pertumbuhan kalus menunjukkan hasil yang sama pada eksplan pangkal dan ujung tunas yaitu 4.4%.
Uji Cemaran Mikrooba Dalam Sediaan Yang Distribusi Oleh PT Karya Pak Oles Tokcer Hasanah, Nina Huawatun; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Deswiniyanti, Ni Wayan; Sari, Ni Kadek Yunita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2938

Abstract

Balsam merupakan salah satu bentuk sediaan setengah padat yang digunakan sebagai obat luar. Balsam tersebut memiliki indikasi untuk meredakan nyeri pada sendi dengan memberikan sensasi hangat dan juga bisa menjadi aromaterapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya cemaran mikroba berupa bakteri dan kapang khamir pada sediaan balsam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan sampel berupa balsam bokashi yang diproduksi PT. Karya Pak Oles Tokcer. Data di analisis dengan deskritif kuantitatif dan dibandingkan dengan standar cemaran angka lempeng total (ALT) dan angka kapang/khamir (AKK) yang sesuai dengan peraturan BPOM No 32 tahun 2019. Hasil Angka Lempeng Total (ALT) pada produk topikal (Balsam Bokashi) menunjukan nilai pada pengenceran 101 diperoleh hasil sebesar 4 x 102, pengenceran 102 sebesar 3 x 102, pengenceran 103 sebesar 2 x 102 dan hasil Angka Kapang Khamir (AKK) pada produk topikal (Balsam Bokashi) pada pengenceran 101 diperoleh hasil sebesar 1 x 101, pengenceran 102 sebesar < x 101, pengenceran 103 sebesar, < x 101. Jadi perdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai angka lempeng total (ALT) dan angka kapang/kamir (AKK) memenuhi standar yang di tetapkan berdasarkan braturan BPOM No.32 tahun 2019.
PKM Hidroponik Kelompok Guru dan Siswa SMK N 1 Petang, Badung Sari, Ni Kadek Yunita; Permatasari, Anak Agung Ayu; Deswiniyanti, Ni Wayan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.932 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.953

Abstract

ABSTRAKHidroponik merupakan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrisi. Sejauh ini siswa di SMK N 1 Petang hanya melakukan praktek Produksi dan budidaya tanaman konvensional dengan menggunakan media tanah. Praktek budidaya pertanian dengan metode hidroponik di sekolah ini belum pernah dilakukan karena guru produktif masih mengambangkan sistem pertanian konvensional, selain itu karena terbatasnya alat dan bahan dan sempitnya lahan praktek yang dimiliki. Mitra belum mengetahui konsep dasar hidroponik dan belum memiliki keterampilan bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Solusi yang ditawarkan yaitu penyuluhan tentang konsep dasar hidroponik dan pelatihan pendampingan bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Hasil PKM menunjukkan mitra mengetahui dan memahami konsep dasar hidroponik dan memiliki keterampilan bercocok tanam dengan teknik hidroponik NFT.Kata Kunci : hidroponik, budidaya, pertanian, SMKN 1 PetangABSTRACTHydroponics is the cultivation of agriculture without the use of soil media but use water containing nutrient solution. So far students in SMK N 1 Evening only perform production practices and conventional cultivation using soil media. Agricultural cultivation practices with hydroponic methods in this school has never done since the teacher is productive agricultural systems mengambangkan still conventional, moreover because of the limited tools and materials and the narrowness of the practice of land owned. The partners haven't learned the basic concept of hydroponics and don't yet have the skills to farm with hydroponic techniques. Solutions that are offered, namely the extension of the basic concept of hydroponics and training accompaniment to farm with hydroponic techniques. The results showed partners knowing and understand the basic concept hydroponics and have the skills to farm with NFT hydroponic techniques.Keywords: hydroponics, cultivation, agriculture, SMKN 1 Petang
Strategi Pemasaran Untuk Peningkatan Penjualan Produk Kosmetik Herbal di desa Bitera Gianyar Bali Deswiniyanti, Ni Wayan; Endah, Naftalia Sri; Adhi, I Made Wisnu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 9 No. 1 (2025): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v9i1.4227

Abstract

Usaha mikro Alam Jaya Herbal berada di daerah Desa Bitera Kabupaten Gianyar Provinsi Bali dengan jarak lebih kurang 33 km dari Kampus Universitas Dhyana Pura. Pemilik usaha ini adalah Ibu Novi Yanti yang memiliki keinginan untuk memanfaatkan tanaman sekitar agar dapat dimanfaatkan untuk produk kesehatan dan kosmetik yang organik, alami dan aman untuk digunakan sehari-hari. Alam Jaya Herbal sudah memproduksi beberapa produk diantaranya 1)Minyak kemiri Kirana murni 100%; 2) Minyak Kalpataru herbal; 3) Linglang herbal oil untuk bayi dan anak-anak; 4) Komorebi shampoo; 5) Komorebi kondisioner; 6) Kiredaun face and body soap; 7) Kirara Herbal Anti Lice shampoo (anti kutu); 8) Kenempilo hand & body lotion. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi usaha ini antara lain kemasan produk yang kurang menarik sehingga penjualan masih kurang, sulitnya mendapatkan supplier botol kemasan, strategi pemasaran penjualan produk yang masih terbatas. Telah dilakukan pendampingan terkait solusi yang ditawarkan yaitu semua produk sudah memiliki desain kemasan produk yang baru dan menarik, telah disediakan supplier botol kemasan, serta sudah memiliki katalog cetak maupun digital sebagai alat pemasaran. Penjualan produk pada bulan Juli 2019 belum sepenuhnya menggunakan desain yang baru, sedangkan bulan Agustus dan September 2019 sudah 100% menggunakan desain kemasan yang baru. Sehingga dari data dapat dilihat peningkatan penjualan produk masing-masing produk mencapai 20-50%. Luaran pada kegiatan ini adalah seminar nasional, submit artikel pada jurnal ber ISSN serta publikasi pada media online youtube. Disarankan untuk dapat melanjutkan kegiatan pengabdian fokus pada pengurusan ijin masing-masing produk, karena baru hanya satu produk yang sudah memiliki ijin UMOT yaitu minyak kemiri. Perlu diadakan pelatihan untuk destilasi minyak dengan destilator serta pengembangan penjualan produk melaui website.