Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Uji Cemaran Mikrooba Dalam Sediaan Yang Distribusi Oleh PT Karya Pak Oles Tokcer Hasanah, Nina Huawatun; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Deswiniyanti, Ni Wayan; Sari, Ni Kadek Yunita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2938

Abstract

Balsam merupakan salah satu bentuk sediaan setengah padat yang digunakan sebagai obat luar. Balsam tersebut memiliki indikasi untuk meredakan nyeri pada sendi dengan memberikan sensasi hangat dan juga bisa menjadi aromaterapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya cemaran mikroba berupa bakteri dan kapang khamir pada sediaan balsam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan sampel berupa balsam bokashi yang diproduksi PT. Karya Pak Oles Tokcer. Data di analisis dengan deskritif kuantitatif dan dibandingkan dengan standar cemaran angka lempeng total (ALT) dan angka kapang/khamir (AKK) yang sesuai dengan peraturan BPOM No 32 tahun 2019. Hasil Angka Lempeng Total (ALT) pada produk topikal (Balsam Bokashi) menunjukan nilai pada pengenceran 101 diperoleh hasil sebesar 4 x 102, pengenceran 102 sebesar 3 x 102, pengenceran 103 sebesar 2 x 102 dan hasil Angka Kapang Khamir (AKK) pada produk topikal (Balsam Bokashi) pada pengenceran 101 diperoleh hasil sebesar 1 x 101, pengenceran 102 sebesar < x 101, pengenceran 103 sebesar, < x 101. Jadi perdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai angka lempeng total (ALT) dan angka kapang/kamir (AKK) memenuhi standar yang di tetapkan berdasarkan braturan BPOM No.32 tahun 2019.
PKM Hidroponik Kelompok Guru dan Siswa SMK N 1 Petang, Badung Sari, Ni Kadek Yunita; Permatasari, Anak Agung Ayu; Deswiniyanti, Ni Wayan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.932 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.953

Abstract

ABSTRAKHidroponik merupakan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrisi. Sejauh ini siswa di SMK N 1 Petang hanya melakukan praktek Produksi dan budidaya tanaman konvensional dengan menggunakan media tanah. Praktek budidaya pertanian dengan metode hidroponik di sekolah ini belum pernah dilakukan karena guru produktif masih mengambangkan sistem pertanian konvensional, selain itu karena terbatasnya alat dan bahan dan sempitnya lahan praktek yang dimiliki. Mitra belum mengetahui konsep dasar hidroponik dan belum memiliki keterampilan bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Solusi yang ditawarkan yaitu penyuluhan tentang konsep dasar hidroponik dan pelatihan pendampingan bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Hasil PKM menunjukkan mitra mengetahui dan memahami konsep dasar hidroponik dan memiliki keterampilan bercocok tanam dengan teknik hidroponik NFT.Kata Kunci : hidroponik, budidaya, pertanian, SMKN 1 PetangABSTRACTHydroponics is the cultivation of agriculture without the use of soil media but use water containing nutrient solution. So far students in SMK N 1 Evening only perform production practices and conventional cultivation using soil media. Agricultural cultivation practices with hydroponic methods in this school has never done since the teacher is productive agricultural systems mengambangkan still conventional, moreover because of the limited tools and materials and the narrowness of the practice of land owned. The partners haven't learned the basic concept of hydroponics and don't yet have the skills to farm with hydroponic techniques. Solutions that are offered, namely the extension of the basic concept of hydroponics and training accompaniment to farm with hydroponic techniques. The results showed partners knowing and understand the basic concept hydroponics and have the skills to farm with NFT hydroponic techniques.Keywords: hydroponics, cultivation, agriculture, SMKN 1 Petang
Strategi Pemasaran Untuk Peningkatan Penjualan Produk Kosmetik Herbal di desa Bitera Gianyar Bali Deswiniyanti, Ni Wayan; Endah, Naftalia Sri; Putra, I Made Wisnu Adhi
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 9 No. 1 (2025): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v9i1.4227

Abstract

Usaha mikro Alam Jaya Herbal berada di daerah Desa Bitera Kabupaten Gianyar Provinsi Bali dengan jarak lebih kurang 33 km dari Kampus Universitas Dhyana Pura. Pemilik usaha ini adalah Ibu Novi Yanti yang memiliki keinginan untuk memanfaatkan tanaman sekitar agar dapat dimanfaatkan untuk produk kesehatan dan kosmetik yang organik, alami dan aman untuk digunakan sehari-hari. Alam Jaya Herbal sudah memproduksi beberapa produk diantaranya 1)Minyak kemiri Kirana murni 100%; 2) Minyak Kalpataru herbal; 3) Linglang herbal oil untuk bayi dan anak-anak; 4) Komorebi shampoo; 5) Komorebi kondisioner; 6) Kiredaun face and body soap; 7) Kirara Herbal Anti Lice shampoo (anti kutu); 8) Kenempilo hand & body lotion. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi usaha ini antara lain kemasan produk yang kurang menarik sehingga penjualan masih kurang, sulitnya mendapatkan supplier botol kemasan, strategi pemasaran penjualan produk yang masih terbatas. Telah dilakukan pendampingan terkait solusi yang ditawarkan yaitu semua produk sudah memiliki desain kemasan produk yang baru dan menarik, telah disediakan supplier botol kemasan, serta sudah memiliki katalog cetak maupun digital sebagai alat pemasaran. Penjualan produk pada bulan Juli 2019 belum sepenuhnya menggunakan desain yang baru, sedangkan bulan Agustus dan September 2019 sudah 100% menggunakan desain kemasan yang baru. Sehingga dari data dapat dilihat peningkatan penjualan produk masing-masing produk mencapai 20-50%. Luaran pada kegiatan ini adalah seminar nasional, submit artikel pada jurnal ber ISSN serta publikasi pada media online youtube. Disarankan untuk dapat melanjutkan kegiatan pengabdian fokus pada pengurusan ijin masing-masing produk, karena baru hanya satu produk yang sudah memiliki ijin UMOT yaitu minyak kemiri. Perlu diadakan pelatihan untuk destilasi minyak dengan destilator serta pengembangan penjualan produk melaui website.
Analisis Manajemen Rekam Medis Dalam Pelaksanaan Alih Media Rekam Medis Rawat Inap Di Rumah Sakit Mata Ramata Dola Bili, Maria adensiani Chentia; Wasita, Rai Riska Resty; Ni Wayan Deswiniyanti
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i2.414

Abstract

Rumah Sakit Mata Ramata sudah menerapkan rekam medis elektronik sejak tahun 2023 hingga saat ini masih dalam proses alih media dari konvensional ke elektronik menggunakan bantuan alat scan dengan tujuan untuk mempermudah dan membantu dalam melakukan proses alih media. Namun dalam perjalanannya masih terdapat tantangan-tangan yang mempengaruhi proses alih media berkas rekam medis rawat inap. Rumah Sakit Mata Ramata perlu menambah petugas rekam medis demi kelancaran pelaksanaan alih media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik nonprobability sampling yang melibatkan seluruh petugas rekam medis yang berjumlah 4 orang. Dari 63.000 berkas rekam medis rawat inap yang ada, terdapat 29.009 berkas rekam medis rawat inap yang sudah dialih mediakan dari periode tahun 2023 hingga september tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian unsur manajemen 4M yakni Man, Method, Machine dan Material sangat berperan penting dalam pelaksanaan alih media. Namun, masih terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan alih media berkas rekam medis seperti kekurangan tenaga rekam medis sehingga harus dicarikan tenaga tambagan dari luar rumah sakit, kekurangan alat scan, berkas rekam medis yang sangat banyak, mesin yang tidak berfungsi dengan baik, dan banyak rekam medis yang berisi stepler. Pelaksanaan alih media berkas rekam medis dilakukan tanpa adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) namun tidak menghambat kinerja para petugas medis rekam medis.
Analisis Manajemen Rekam Medis Dalam Pelaksanaan Alih Media Rekam Medis Rawat Inap Di Rumah Sakit Mata Ramata Maria adensiani Chentia Dola Bili; Rai Riska Resty Wasita; Ni Wayan Deswiniyanti
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i2.414

Abstract

Rumah Sakit Mata Ramata sudah menerapkan rekam medis elektronik sejak tahun 2023 hingga saat ini masih dalam proses alih media dari konvensional ke elektronik menggunakan bantuan alat scan dengan tujuan untuk mempermudah dan membantu dalam melakukan proses alih media. Namun dalam perjalanannya masih terdapat tantangan-tangan yang mempengaruhi proses alih media berkas rekam medis rawat inap. Rumah Sakit Mata Ramata perlu menambah petugas rekam medis demi kelancaran pelaksanaan alih media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik nonprobability sampling yang melibatkan seluruh petugas rekam medis yang berjumlah 4 orang. Dari 63.000 berkas rekam medis rawat inap yang ada, terdapat 29.009 berkas rekam medis rawat inap yang sudah dialih mediakan dari periode tahun 2023 hingga september tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian unsur manajemen 4M yakni Man, Method, Machine dan Material sangat berperan penting dalam pelaksanaan alih media. Namun, masih terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan alih media berkas rekam medis seperti kekurangan tenaga rekam medis sehingga harus dicarikan tenaga tambagan dari luar rumah sakit, kekurangan alat scan, berkas rekam medis yang sangat banyak, mesin yang tidak berfungsi dengan baik, dan banyak rekam medis yang berisi stepler. Pelaksanaan alih media berkas rekam medis dilakukan tanpa adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) namun tidak menghambat kinerja para petugas medis rekam medis.