Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU PENYEDIAAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN PERIODE FEBRUARI DAN MARET DI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR TAHUN 2020 Friningsih Helen Robinson; Ni Made Diaris; Ni Wayan Deswiniyanti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.217 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu bentuk pelayanan administrasi di rumah sakit adalah pelayanan rekam medis. Rekam medis yang tiba dengan cepat di poliklinik tujuan pasien maka akan dilayani dengan cepat. Data survei pendahuluan menunjukkan adanya keterlambatan waktu tunggu penyediaan rekam medis pasien rawat jalan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik kuantitatif dengan jenis penelitian potong lintang (cross sectional) yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi waktu tunggu penyediaan rekam medis rawat jalan di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik yaitu: analisis univariat, analisis bivariat dengan uji spearman rho, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik dengan pendekatan metode prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap waktu tunggu penyediaan rekam medis pasien rawat jalan yaitu faktor machine (sarana dan prasarana), dan faktor method (SPO), sedangkan varibel yang tidak berpengaruh yaitu faktor man (jumlah petugas, pendidikan, dan masa kerja). Faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap waktu tunggu penyediaan rekam medis adalah faktor machine (sarana dan prasarana) dengan nilai ρ value = 0,012 < 0,05. Oleh karena itu, disarankan pada RSUD Wangaya Kota Denpasar perlu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pada bagian pengambilan dan pendistribusian rekam medis seperti penambahan rak penyimpanan rekam medis, dan menyarankan dan mengarahkan pasien ke pendaftaran online sehingga dapat meminimalisir waktu penyediaan rekam medis pasien rawat jalan, serta RSUD Wangaya Kota Denpasar perlu mengadakan evaluasi secara berkala baik sarana prasarana maupun prosedur SPO sebagai dasar usulan dalam pengambilan keputusan/kebijakan baru.Kata kunci: waktu tunggu, rekam medis, man, machine, dan method.
KARAKTER MORFOLOGI BUNGA ANGGREK DENDROBIUM HIBRIBIDA HASIL PERSILANGAN TETUA ANGGREK SPESIES Dendrobium stratiotes Rchb.f. Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Wayan Deswiniyanti; Ni Made Virginia
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.429 KB)

Abstract

ABSTRAKAnggrek Dendrobium stratiotes Rchb.f. merupakan anggrek spesies Indonesia yang berasal dari Maluku dan Papua . Jenis anggrek ini merupakan jenis yang banyak digunakan sebagai tetua persilangan. Terdapat 169 persilangan yang telah terdaftar pada Royal Horticultura Society, 104 persilangan sebagai tetua jantan dan 65 sebagai tetua betina dan merupakan hasil persilangan interspesifik dan interseksional. Hasil persilangan menunjukan karakter morfologi yang berbeda berdasarkan dari tetua persilangan yang digunakan, namun terdapat beberapa sifat karakter yang selalu muncul pada anggrek hasil persilangan dengan tetua yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mencari sifat karakter morfologi dari anggrek Dendrobium hIbrida hasil persilangan D. stratiotes. Sampel yang digunakan dipilih secara purposive sampling berdasarkan jenis persilangan yaitu sebagai tetua jantan persilangan interspesifik (D. gadjah mada ),persilangan interseksional (D.caesar), persilangan sebagai tetua betina interspesifik (D. salak) dan persilangan interseksional (D.pantai bambang). Pengamatan yang dilakukan yaitu berdasarkan sifat karakter bunga pada sampel anggrek hibridisasi. Hasil menunjukkan pada tetua baik pada persilangan jantan dan betina secara interspesifik karakter yang selalu muncul pada bunga yaitu pada bentuk dan tinggi petal, bentuk sepal dan labellum. Sedangkan pada persilangan tetua jantan dan betina persilangan interseksional sifat karakter morfologi yang muncul yaitu tinggi petal dan bentuk labellum, karakter morfologi warna bunga, lebar sepal dan petal didominasi oleh tetua lainnya ataupun gabungan dari karakter morfologi tetua jantan dan betina.Kata kunci: morfologi, anggrek, dendrobium, dendrogram, D.stratiotes
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JINTEN (Coleus amboinicus L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Staphylococcus epidermidis DAN Propionibacterium acnes Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Kadek Eka Jaya Efendi; Ni Wayan Deswiniyanti; A.A Ayu Permatasari
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.763 KB)

Abstract

ABSTRAKJerawat merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada remaja hingga dewasayang disebabkan oleh bakteri. Salah satu bakteri yang menyebabkan jerawat adalahStaphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Adanya sifat resinten bakteripenyebab jerawat pada antibiotic, maka diperlukan bahan alami untuk mengurangi infeksijerawat yang ditimbulkan oleh bakteri penyebab jerawat, salah satunya yaitu daun jinten(Coleus amboinicus L.). Daun jinten mengandung berbagai jenis antioksidan seperti saponin,flavonoida, polivenol dan minyak atsiri yang mampu sebagai metabolit sekunder antibakteri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun jinten dapatmenghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnesserta pada konsentrasi berapakah yang lebih efisien menghambat bakteri Staphylococcusepidermidis dan Propionibacterium acnes. Rancangan penelitian yang digunakan yaituRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan dua kontrol. Perlakuan diulangsebanyak 3 kali dengan berbagai konsentrasi 50%, 70%, 90%, kontrol (-) menggunakanetanol 70% dan kontrol (+) menggunakan salep antibiotik enbatic dengan kandunganneomycin sulfate dan bacitracin zinc. Hasilnya diketahui bahwa pada bakteri Staphylococcusepidermidis diperoleh diameter zona hambat pada 50% 4,0 mm, 70% 4,0 mm dan 90% 4,1mm. Pada bakteri Propionibacterium acnes diperoleh diameter zona hambat padakonsentrasi 50% 2,8 mm, 70% 4,3 mm dan 90% 4,8 mm.Kata kunci: antijerawat, daun Jinten, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis,zona hambat.
EKSTRAKSI DNA DAUN DAN BIJI JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DENGAN METODE DOYLE DAN DOYLE (1990) Ni Wayan Deswiniyanti; Ida Ayu Astarini
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.477 KB)

Abstract

ABSTRAKJarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan salah satu tanaman sebagai sumber biodiesel yang memiliki beragam aksesi. Cara untuk membedakan masing – masing aksesi dapat dilihat berdasarkan dari ciri morfologinya atau berdasarkan marka DNA. DNA dapat diekstraksi dari seluruh bagian tanaman. Pada penelitian ini DNA diekstrak dari sampel daun dan biji jarak pagar dengan menggunakan metode Doyle dan Doyle (1990). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dan hasil ekstraksi DNA dari berbagai jenis sampel dari bagian tanaman jarak pagar antara lain biji (J1), daun segar (J2), daun yang telah disimpan dalam lemari es suhu 40 C (J3), daun muda (J4) dan daun tua (J5) yang telah dibekukan pada suhu -800 C selama 1 minggu. Ekstraksi DNA menggunakan buffer ekstraksi dengan komposisi 2% CTAB (Cetyltrimethyl Ammonium Bromide), 100 mM Tris/HCl, pH 8, 1.4 M NaCl, 20 mM EDTA, pH 8.0, 1% polyvinylpyrrolidone (PVP)-40, 2% mercaptoethanol dan elektroforesis menggunakan gel agarosa 0,8% dalam larutan TAE 0,5X. Hasil ekstraksi pada semua sampel J1, J2, J3, J4 dan J5 dapat menunjukkan pita DNA sehingga sampel untuk ekstraksi DNA dapat menggunakan salah satu jenis bahan ekstrak dari berbagai sampel biji dan daun dengan atau tanpa perlakuan penyimpanan untuk penelitian marka DNA aksesi tanaman jarak pagar.Kata kunci: Ekstraksi, DNA, Doyle dan Doyle (1990), Jarak pagar, Biodiesel.ABSTRACTJarak Pagar (Jatropha curcas L.) is one of the plants as a source of biodiesel that has various accessions. The ways to distinguish each accession can be seen based on morphological characteristics or based on DNA markers. DNA can be extracted from all parts of the plant. In this study DNA was extracted from Jatropha curcas L. leaves and seeds samples using the Doyle and Doyle (1990) method. The aims of this study is to determine the methods and results of DNA extraction from various types of samples from J. curcas L. plant parts including seeds (J1), fresh leaves (J2), leaves that have been stored in a refrigerator at a temperature of 40 C (J3), young leaves (J4 ) and old leaves (J5) which have been frozen at -800 C for 1 week. DNA extraction using an extraction buffer with a composition of 2% CTAB (Cetyltrimethyl Ammonium Bromide), 100 mM Tris / HCl, pH 8, 1.4 M NaCl, 20 mM EDTA, pH 8.0, 1% polyvinylpyrrolidone (PVP) -40, 2% mercaptoethanol and electrophoresis using 0.8% agarose gel in 0.5X TAE solution. Extraction results on all samples J1, J2, J3, J4 and J5 can show DNA bands so that samples for DNA extraction can use one type of extract material from various seed and leaf samples with or without storage treatment for research on Jatropha plant accession DNA markers.Keywords: Extraction, DNA, Doyle and Doyle (1990), Jatropha curcas L., Biodiesel.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KUALITAS TAS ROTAN DAN BAMBU PADA UMKM TAS ROTAN DAN BAMBU DI DESA DANGIN PURI DENPASAR Ni Wayan Deswiniyanti; Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Wayan Rosiana; I Gusti Ngurah Manik Nugraha
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.984 KB)

Abstract

ABSTRAKPutu Sosiawan merupakan pemilik usaha UMKM tas rotan dan bambu yang telah berjalan selama 6 tahun. Permasalahan yang dihadapi yaitu kurangnya pengetahuan tentang meningkatkan nilai kualitas produk, metode pengemasan untuk meningkatkan kualitas tas rotan dan bambu yang dipasarkan, penyimpanan hasil kerajinan dengan metode yang tepat agar tidak mudah rusak atau berjamur. Solusi dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim PKM yaitu pertama pendampingan pembaruan tas yang telah rusak, kedua pendampingan pengaplikasian antijamur pada produk, ketiga pengembangan kemasan produk dan silica gel agar tidak mudah berjamur dan rusak, keempat pendampingan prosedur penyimpanan produk dan pengadaan penyimpanan yang sesuai untuk produk didalam gudang. Metode evaluasi dengan persentase peningkatan kualitas produk, nilai jual dan kuisioner kebermanfaatan kegiatan. Evaluasi dari kegiatan ini yaitu adanya pengurangan jumlah tas yang rusak (42,8%), peningkatan ketahanan produk terhadap jamur sebanyak 100%, peningkatan nilai jual (15%) produk tas rotan dan bambu, memiliki prosedur pengemasan dan penyimpanan produk yang baik untuk menjaga kualitas produk dan nilai kuisioner kebermanfaatan sebesar 100%. Manfaat tambahan dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan jumlah tas rotan dan bambu yang dikirim memenuhi standar ekspor.Kata kunci: Tas, Rotan, Bambu, Ekspor, Pengrajin
PENDAMPINGAN PETANI ANGGREK DI DESA BATURITI, TABANAN - BALI Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Wayan Deswiniyanti
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.291 KB)

Abstract

ABSTRAKBudidaya anggrek yang selama ini dikenal sebagai bagian dari hobi tanaman hias, merupakanprospek yang cukup menguntungkan, harga relatif stabil dan peminatnya hampir di segala usia.Hal inilah yang menjadikan salah satu mitra kami mengoptimalkan kualitas perawatan padatanaman anggreknya. Kebun anggrek yang dikelola oleh Bapak Gede Ardika (41 tahun) berdiritahun 2016 di Desa Baturiti Tabanan Bali yang sekarang ini memiliki 3 pegawai, kebun yangdikelola terdiri dari 2 jenis kebun anggrek yaitu untuk pembibitan anggrek spesies dan anggrekhibridisasi. Kendala utama yang dihadapi oleh petani anggrek di Desa Baturiti Tabanan yaitukurangnya pengetahuan di bidang aklimatisasi pembibitan anggrek dari hasil kultur jaringananggrek hibridisasi, kurangnya pengetahuan tentang teknik pembuatan dan pengemasan pupukorganik cair siap jual. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini yaitu pelatihan danpendampingan metode aklilmatisasi pembibitan anggrek hasil kultur jaringan dan pendampinganpembuatan produk pupuk organik cair untuk budidaya anggrek. Hasil evaluasi kegiatan yaituadanya pre-test dan post-test serta hasil produk setelah kegiatan. Hasil post-test kegiatanmenunjukan hasil adanya 25% peningkatan pengetahuan di bidang budidaya aklimatisasi danpembuatan pupuk organik, sedangkan untuk produk yakni pembibitan hasil kultur jaringanmemiliki persentase hidup 90% setelah masa tanam aklimatisasi dan adanya pemanfaatan pupukorganik cair untuk budidaya anggrek.Kata kunci: Anggrek, aklimatisasi, petani, kultur jaringan
Pendampingan Petani Gula Aren di Desa Karyasari Kabupaten Tabanan Ni Wayan Deswiniyanti; Putu Chris Susanto; Ni Ketut Martini
Paradharma (Jurnal Aplikasi IPTEK) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Paradharma
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.752 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v1i2.324

Abstract

ABSTRAKDesa Karyasari Tabanan memiliki dua kelompok tani yang mengolah nira menjadi gula arenyaitu kelompok Tani Bunut Kuning dan Kelompok Tani Mutiara Merah. Kedua mitra masihterkendala dalam teknik dan inovasi proses produksi gula aren karena masih produksi 100% secara konvensional, hygiene sanitasi tempat produksi masih kurang, belum memiliki merekdagang dan kemasan, belum paham tentang pengajuan PIRT, belum memiliki manajemen usahayang sistematis dan belum profesional. Pelaksanaan program IbM Gula Aren di Desa KaryasariKabupaten Tabanan telah berjalan sesuai rencana dan tujuan awal yaitu memberikan pelatihanatau pendampingan atau sesuai solusi yang telah ditawarkan mengenai produksi gula aren padatdalam bentuk gula aren mini serta gula semut atau dalam bentuk serbuk, pelatihan pengemasanproduk serta membuat design label untuk produk gula aren, memberikan pelatihan mengenaihygiene sanitasi dan mekanisme pengajuan nomor P-IRT ke Dinas Kesehatan serta telahmelakukan uji proksimat dan uji bakteri/mikroorganisme di Laboratorium Universitas Udayana.Kata Kunci : Gula aren, gula semut, Karyasari Tabanan, Inovasi produk, PIRTABSTRACTKaryasari Tabanan village have two groups of farmers who process liquid of palm sugar intopalm sugar product, that are Bunut Kuning and Merah Mutiara Farmer Group. Both partnersare still constrained in the techniques and innovations of the process of producing palm sugarbecause it is still 100% conventional production, sanitation hygiene where the production isstill lacking, Has no trademark, packaging and information how to apply PIRT license, does nothave a systematic and professional business management. Implementation of programcommunity service of production Sugar Palm in Karyasari Village Tabanan Regency has beenrun according to the plan and the initial goal is to provide training or mentoring for solutionsoffered about the production of palm sugar in the form solid of palm sugar mini and in the formof powder, product packaging training and designing a label for palm sugar products,providing training on sanitation hygiene and mechanisms for submitting P-IRT numbers to theHealth Office and conducting proximate and bacterial / microorganism tests at the UdayanaUniversity Laboratory.Key Words : Palm sugar, Palm sugar powder, Karyasari Tabanan, Product innovation, PIRT
Pendampingan Pemasaran Kain Tenun Songket Kelompok Tenun Songket Cagcag Jembrana Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Wayan Deswiniyanti; Nyoman Ngurah Adisanjaya; I Wayan Rosiana; I Made Murna; Gerson Feoh; I Gusti Manik Nugraha
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 1 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v7i1.2517

Abstract

Kelompok tenun songket cagcag Yastiti Rupa berasal dari Desa Sangkar Agung KabupatenJembrana. Kelompo tenun ini sudah berdiri sejak tahun 2008 yang diketuai oleh Ibu NengahSulasih. Kelompok ini terdiri dari 12 orang penenenun yang aktif menenun berdasarkanpesanan. Dalam 1 bulan 1 orang penenun dapat menyelesaikan 2-3 kain pesanan. Namunterdapat kendala dalam hal pemasaran yaitu penjualan terbatas dengan hanya menunggupesanan datang atau langsung menjual kepada tengkulak. Untuk meningkatkan omzet penjualanmaka dilakukan pendampingan dalam hal pemasaran. Dimana kegiatan pendampingan ini terdiridari 3 kegiatan yaitu 1) Sosialisasi kegiatan pemasaran online dengan media sosial dan carapenggunaannnya 2) Pemasaran dengan katalog penjualan 3) Pemasaran dengan bekerjasamadengan artshop untuk menunjang keberlanjutan usaha 4)Evaluasi. Luaran dari kegiatan ini yaitu1) ada peningkatan omzet penjualan sebesar 44% 2) Terjalinnya kerjasama antara penenundengan artshop 3) memiliki media sosial 4) Publikasi dalam jurnal ber-ISSN.
Edukasi Dampak Penggunaan Gadget bagi Kesehatan Anak di LKSA Widhya Asih Badung I Wayan Widi Karsana; Rai Riska Resty Wasita; Agus Donny Susanto; Nyoman Ngurah Adi Sanjaya; Bambang Hadi Kartiko; I Gusti Ngurah Manik Nugraha; Ni Wayan Deswiniyanti; Wayan Nurata; Putu Okta Wijayanti; Made Dewi Sariyani
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Mei : ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v2i3.671

Abstract

In the current digital era, gadget use has become an inseparable part of everyday life, including among children. However, excessive use of gadgets can have a significant impact on children's health. This service activity aims to provide education regarding the negative impact of gadget use on children's health. Excessive use of gadgets can cause mental health and physical health problems, including disturbances in body posture and vision problems due to exposure to blue light which can affect their growth and development. Results The pre-test carried out before the educational activity resulted in only 27.5% understanding the impact of using gadgets on health, while the test carried out after the education resulted in 77.5% understanding the impact of gadgets on health. This shows an increase in understanding of 50% after it was carried out. education regarding the impact of gadget use on children's health.
Pendampingan Petani Anggrek Dalam Mengembangkan Metode Kultur Jaringan dan Aklimatisasi Bibit Anggrek Di Desa Petiga Tabanan Bali Deswiniyanti, Ni Wayan; Lestari, Ni Kadek Dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.392 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.32585

Abstract

Prospek pengembangan  budidaya dan pembibitan anggrek merupakan peluang usaha yang menjanjikan karena harga tanaman anggrek tetap stabil bahkan cenderung meningkat. Peluang inilah yang dilihat oleh mitra petani anggrek Bapak I Gusti Agung Gde Chandra Putra di Desa Petiga Tabanan Bali. Kendala utama yang dihadapi oleh mitra yaitu kurang pengetahuan tentang metode kultur jaringan terutama dalam perbanyakan menggunakan eksplan vegetatif, sarana dan prasarana yang masih kurang, hingga kegagalan aklimatisasi anggrek yang masih cukup tinggi. Beberapa solusi diberikan untuk menjawab permasalahan yaitu dengan metode pelatihan dan pendampingan metode kultur jaringan yang dapat diaplikasikan dalam mengurangi jumlah kontaminasi dan mencegah pencoklatan pada eksplan. Pelatihan dan pendampingan aklimatisasi bibit anggrek dilaksanakan dengan metode kompoting serta proses sterilisasi media kompot. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman mitra petani sebesar 60% terkait kultur jaringan tanaman dan aklimatisasi anggrek dari hasil tes yang dilakukan sebelum dan setelah pendampingan.