Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

METODELOGI MAQASHID AL-SYARI’AH JASSER AUDA SEBAGAI PENDEKATAN BARU SISTEM HUKUM ISLAM Dedisyah Putra; Asrul Hamid; Martua Nasution
AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35673/as-hki.v4i1.2427

Abstract

AbstractMaqasid al-Sharia is one of the discourses in the study of fiqh thought, both traditional and contemporary. However, in its development experienced various challenges and problems that surround it. Some of the problems that arise are that ushul fiqh is considered too textual and ignores the purpose of the text. Thus, it makes the purpose of making sharia laws or decisions not in accordance with the context. In this case, Jasser Auda tries to make an effort to criticize this issue. On the other hand, there are some weaknesses in the maqasid theory which does not provide details on certain chapters or problems. So that these conditions are considered unable to provide detailed answers to certain problems. Therefore, in this study, attempts to re-construct and make improvements with various approaches and methodologies initiated by Jasser Auda. Qualitative research methods are used in this study to examine various literatures related to the data that support this research, especially related to the renewal methodology carried out by Jasser Auda in analyzing maqasid al-shariah. This study found that in fact the perspective of the old maqasid concept to the new maqasid, that is, if you look at the classical paradigm, it lies in efforts to protect and guard or preserve. Meanwhile, if you look at the contemporary paradigm, it focuses more on the development and right side.Keywords: Islamic Law; Jasser Auda; Methodology; Maqasid al-Shariah. 
PENGUATAN PEMAHAMAN TERKAIT HARMONINASI ANTARA PRINSIP SYARIAH DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI Asrul Hamid
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objektif. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk memberikan edukasi penguatan pemahaman masyarakat terkait harmonisasi antara prinsip syariah dan kearifan lokal dalam pengembangan ekonomi. Material and Metode. Metode yang digunakan dengan ceramah dan diskusi tanya jawab diikuti dengan sharing berbagi pengalaman diantara para peserta tentang usaha yang dilakukan. Hasil. Hasil dari Pengabdian ini adanya trend positif peningkatan pemahaman terkait harmonisasi antara prinsip syariah dan kearifan lokal, hal ini terlihat dari peningkatan pra sosialisasi dan pasca sosialisasi. Kesimpulan. Kegiatan sosialisasi ini mendapat respon positif dari peserta, sehingga diharapkan dengan mengharmonisasikan prinsip syariah dan kearifan lokal menjadi landasan ideal dalam pengembangan ekonomi.
Pemenuhan Nafkah Keluarga dengan Bekerja di Bank Konvensional: Suatu Pendekatan Maqashid Syariah Asrul Hamid; Dedisyah Putra
El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Vol 2, No 1 (2019): El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ujhk.v2i1.7640

Abstract

Studi ini membahas tentang hukum bekerja pada  Bank Konvensional sebagai upaya pemenuhan nafkah keluarga ditinjau dari pendekatan maqashid syariah. Pada satu sisi dalam memenuhi nafkah keluarga, terkadang seseorang bekerja di bank konvensional, akan tetapi praktik dalam perbankan konvensional tidak terlepas dari riba yang diharamkan dalam Islam, sementara nafkah keluarga harus dipenuhi demi menjaga eksistensi kehidupan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada dasarnya bekerja di Bank Konvensional hukumnya adalah diharamkan akan tetapi ketika keadaan terpaksa untuk memenuhi nafkah keluarga dan kemaslahatan untuk menjaga eksistensi kehidupan agar tidak terancam, maka hukumnya makruh dengan syarat tetap berupaya mencari pekerjaan lain yang dibolehkan Islam.
The Existence of New Direction in Islamic Law Reform Based on The Construction of Ibnu Qayyim al-Jauziyah’s Thought Asrul Hamid; Dedisyah Putra
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.924 KB) | DOI: 10.31958/juris.v20i2.3290

Abstract

This study examines the Islamic legal thought of Ibn Qayyim al-Jauziyyah in carrying out legal istinbath. Ibn Qayyim al-Jauziyyah is a figure who lived in the XIII century, during which various religious aberrations emerged. The circumstances he was facing significantly influenced some of the ijtihad that he put forward. Therefore, he was well-recognized as a reformer among other scholars of Hanbali school. This research is a character study with a descriptive method using a benefit approach (maqashid al-syariah). The results of this study are about the invitation of Ibn Qayyim al-Jauziyyah to freely exercise ijtihad but in accordance with the Maqashid al-Shari'ah corridor, that is by upholding the principle of maslahah. Because of this, Ibn Qayyim al-Jauziyyah argued that ijtihad can develop according to the times, and the law at his time needed to be more relevant in dealing with and overcoming various circumstances that brought about novel and more complicated problems. This thought emerged as a reaction to the opinion among Muslims who assumed that the door of ijtihad had been closed.
Peran Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Bisnis Syariah di Kota Padang Sidimpuan Jannus Tambunan; Resi Atna Sari Siregar; Khairul Bahri Nasution; Asrul Hamid
Iqtishodiyah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/iqtishodiyah.v8i2.827

Abstract

Kearifan lokal adalah kebijaksanaan setempat atau kearifan setempat atau dapat juga dimaknai sebagai ide-ide setempat yang bersifat bijaksana, bermuatan nilai yang baik, penuh kebijaksanaan, yang diikuti dan tertanam dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran kearifan lokal Kota Padang Sidimpuan terhadap Pengembangan Bisnis Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yang bersifat deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada pelaku usaha, masyarakat, tokoh adat dan pemerintah, data tersebut kemudian dianalisis dan menghasilkan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Kearifan lokal Kota padang sidimpuan sangat berperan dalam mengembangkan bisnis syariah yang sesuai tuntunan agama islam, dimana pelaku usaha dan konsumen saling menjaga, saling menghormati, saling menghargai, saling peduli, saling tolong menolong ini tercermin dari melekatnya nilai adat budaya dalam diri masyarakat. Kearifan lokal ini tidak berfokus pada pencantuman kata “syariah” yang melekat pada merek dagang atau merek usaha, akan tetapi lebih kepada muatan kegiatan/aktivitas bisnis yang bernilai syariah, ramah tamah, tutur kata yang sopan dan santun, jujur, ketertiban dan keamanan kegiatan ekonomi.
Peran Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Bisnis Syariah di Kota Padang Sidimpuan Jannus Tambunan; Resi Atna Sari Siregar; Khairul Bahri Nasution; Asrul Hamid
Iqtishodiyah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/iqtishodiyah.v8i2.827

Abstract

Kearifan lokal adalah kebijaksanaan setempat atau kearifan setempat atau dapat juga dimaknai sebagai ide-ide setempat yang bersifat bijaksana, bermuatan nilai yang baik, penuh kebijaksanaan, yang diikuti dan tertanam dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran kearifan lokal Kota Padang Sidimpuan terhadap Pengembangan Bisnis Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yang bersifat deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada pelaku usaha, masyarakat, tokoh adat dan pemerintah, data tersebut kemudian dianalisis dan menghasilkan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Kearifan lokal Kota padang sidimpuan sangat berperan dalam mengembangkan bisnis syariah yang sesuai tuntunan agama islam, dimana pelaku usaha dan konsumen saling menjaga, saling menghormati, saling menghargai, saling peduli, saling tolong menolong ini tercermin dari melekatnya nilai adat budaya dalam diri masyarakat. Kearifan lokal ini tidak berfokus pada pencantuman kata “syariah” yang melekat pada merek dagang atau merek usaha, akan tetapi lebih kepada muatan kegiatan/aktivitas bisnis yang bernilai syariah, ramah tamah, tutur kata yang sopan dan santun, jujur, ketertiban dan keamanan kegiatan ekonomi.
THE TRADITION OF THE PRACTICE OF MONEY LOANS WITH GUARANTEE OF RICE HARVEST IN THE TANGGA BOSI COMMUNITY: ANALYSIS OF MAQASHID SHARIA Asrul Hamid; Resi Atna Sari Siregar; Filda Elisa Nasution
Ijtihad Vol. 16 No. 2 (2022): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.759 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v16i2.7702

Abstract

The concept of borrowing and borrowing (al-qardh) in Islam is an approach to tabarru' to Allah with the aim of getting His pleasure. This is a form of concern for fellow human beings, especially for people who are struggling with life's difficulties, so that the loans given are able to ease the burden of life for those who are in trouble. Loans in Islam must be separated from commercial or profit-oriented elements, because it is a pure contract of mutual assistance as a form of devotion to Allah Swt. As for the tradition of the Tangga Bosi community, Siabu District, Mandailing Natal Regency, North Sumatra, that when the rice planting season arrives, the majority of people who are farmers will borrow money from rice mill traders to provide capital for cultivating rice fields and also for daily needs with guaranteed yields. When the rice is harvested, it must be sold to the merchant who provided the loan at a price determined by the merchant. The results of the study concluded that the practice of borrowing and borrowing carried out by the Tangga Bosi community with the concept they agreed upon was not in accordance with Islamic teachings because of the taking of benefits or profits on one side, then guaranteeing the rice yields which could not be guaranteed to be successful or not (gharar). However, if you are in a state of urgency or emergency after all efforts have been made but no solution is found, then this kind of lending practice is allowed because it is feared that without this loan cultivation of rice fields will not work and will bring greater mafsadat so that it interferes with the five main elements of the goal shari'ah is established (maqashid shari'ah).
PRAKTIK KHIYAR PADA JUAL BELI TIKET TRANSPORTASI DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH DI KAB. MANDAILING NATAL Asrul Hamid
Mu’amalah : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 2 No 1 (2023): Mu'amalah : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/muamalah.v2i1.7033

Abstract

Khiyar ditetapkan dalam ajaran Islam sebagai bentuk hak opsi yang diberikan oleh penjual kepada pembeli untuk melanjutkan ataupun membatalkan transaksi dalam jual beli dengan tujuan agar timbul keridhoan sehingga tercipta rasa kepuasan di antara kedua belah pihak dan tidak terjadi perselisihan di kemudian hari. Terkadang pembeli merasa tidak puas terhadap barang yang diperjual belikan disebabkan adanya masalah yang tidak diketahui sebelumnya sehingga mengharuskan pembeli membatalkan pembelian yang dilakukan sebelumnya, seperti halnya yang terjadi dalam jual beli tiket transportasi di Kab. Mandailing Natal. Penelitian ini merupakan field research dengan pendekatan deskriptif analitis yaitu menggambarkan fenomena yang terjadi kemudian dianalisis sehingga didapatkan hasil dari penelitian tersebut. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktik khiyar dalam jual beli tiket transportasi di Kab. Mandailing Natal tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip ajaran Islam, meskipun di dalam tiket sudah ditetapkan ketentuan khiyar tentang pembatalan tiket, namun ketentuannya belum sesuai dengan konsep muamalah dan ketentuannya tidak disampaikan kepada pembeli tiket ketika terjadi transaksi jual beli.
Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu sebagai Pilar Toleransi Beragama pada Masyarakat Tapanuli Selatan Asrul Hamid; Syaipuddin Ritonga; Andri Muda Nst
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i1.74809

Abstract

Kearifan lokal Dalihan Na Tolu bukan hanya sekedar sistem kekerabatan melainkan juga merupakan pilar yang dijadikan pedoman oleh masyarakat Tapanuli Selatan dalam mewujudkan nilai-nilai toleransi beragama dalam berbagai kegiatan horja siriaon (pesta) dan siluluton (musibah). Dalihan Na Tolu dijadikan sebagai pengerat rasa persaudaraan meskipun berbeda etnis ataupun agama. Penelitian ini bertujuan menguraikan implementasi kearifan lokal dalam membentuk nilai toleransi pada masyarakat Tapanuli Selatan yang dikenal dengan multi etnis dan agama. Penelitian ini merupakan field research yang bersifat deskriptif analitis dengan menggambarkan dengan tepat kondisi, sifat dan gejala sosial dalam masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah antropologi budaya dengan model deskriptif etnografi. Pengumpulan data digunakan menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dengan menggali nilai-nilai kearifan lokal Dalihan Na Tolu dalam bentuk kualitas (deskriptif) bukan dengan angka. Hasil penelitian didapatkan bahwa implementasi Dalihan Na Tolu sangat efektif dalam mewujudkan toleransi beragama dengan mengedepankan nilai filosofis Dalihan Na Tolu yaitu Hombar do Adat Dohot Ibadat (berdampingan adat dengan ibadat) dengan mendasarkan holong (kasih sayang) sehingga tidak ada masyarakat yang merasa diabaikan dan dikesampingkan. Toleransi beragama yang didasarkan pada kearifan lokal Dalihan Na Tolu sudah berlangsung turun-temurun sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan sosial yang terus berubah.
Dekonstruksi Spekulasi Hukum: Kajian terhadap Wasiat Beda Agama dari Sudut Pandang Hukum Islam Asrul Hamid; Lailan Nahari; Zuhdi Hsb; Raja Ritonga; Andri Muda Nst
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol 5 No 1 (2024): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v5i1.1349

Abstract

This study aims to find out the will law of different religions according to Islamic law so that it can be used as a comprehensive reference in solving the problems of will law of different religions. This research is a descriptive literature research that describes matters relating to testaments of different religions by tracing the literature according to the research theme. Sources of data used are journals, books and research results. The analytical method uses qualitative analysis and is then analyzed comprehensively in finding research results. The results of this study indicate that although there are differences of opinion among scholars regarding the will of different religions, if you look at the Qur'an there are no verses that prohibit inheritance from different religions. A testament to different religions must be seen as a form of helping fellow human beings as a form of human brotherhood regardless of their belief background.