Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Paparan Pornografi Pada Mahasiswa di Kota Pontianak Fitri Fujiana; Triyana Harlia Putri; Tamara Septia Chairunisa; Ridha Sri Rezeki; Dialika Putri Miftazah
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v6i1.27432

Abstract

Terpapar konten pornografi pada usia dewasa muda bukan hal yang tabu, begitu pula pada mahasiswa. Hal tersebut memiliki dampak yang cukup serius jika tidak segera ditangani karena mampu menurunkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Indonesia yang berujung pada terhambatnya Indonesia dalam mencapai bonus demografi tahun 2045. Hal ini dikarenakan terpapar konten pornografi akan meningkatkan kejadian perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan gambaran paparan pornografi pada mahasiswa di kota Pontianak. Penelitian ini mengaplikasikan desain kuantitatif deskriptif yang melibatkan sebanyak 375 mahasiswa di kota Pontianak yang diambil secara snowball dan convenience melalui purposive sampling. Responden kemudian melakukan pengisian kuesioner yang dikembangkan sendiri oleh peneliti melalui google form. Penelitian memperlihatkan sebanyak 88.5% responden (332 responden) mengaku pernah terpapar konten pornografi dari berbagai sumber. Diketahui media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan tiktok menjadi sumber paparan pornografi utama dengan persentase senilai 37.9% (142 responden). Keterpaparan mahasiswa kota Pontianak dengan konten pornografi memiliki angka yang cukup besar yakni 88.5% dengan sumber situs utama dari media sosial. Usia yang mendominasi terpaparnya pornografi berada pada usia milenial yang mayoritas berusia 22 tahun (88 responden). Media sosial yang mengandung pornografi dapat memberikan dampak yang kurang baik pada mahasiswa sehingga perlu menguatkan kegiatan-kegiatan promosi dalam rangka bijak menggunakan media sosial.
KAJIAN LITERATUR: SUNAT PEREMPUAN DITINJAU DARI ASPEK UMUM DAN KESEHATAN Fitri Kurniati; Fitri Fujiana; Uray Fretty Hayati
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2022): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v11i1.2124

Abstract

Background: Female genital mutilation raises pros and cons among the community because of its impact. There are still many parents who perform genital mutilation on their daughters. In addition, some parents choose not to circumcise their daughters. Objective: To analyze the general impact and health impact of female genital mutilation. Methods: a literature review by searching related articles through the Google Scholar database, Researchget and Science Direct. The keywords used in Indonesian are "sunat” and "perempuan" and "dampak" while in English, they are "female" and "genital mutilation" or "circumcision" and "consequences". The search found seven related articles which were then analyzed in a narrative review. Result: Female genital mutilation impacts health, including bleeding, bacterial infection, urinary tract infection, complications during childbirth, tetanus and shock. In addition to health problems, female circumcision is also associated with early marriage. Female circumcision is also called a tradition and an act that violates human rights. Conclusion: All articles reviewed explained that female genital mutilation harms general health and well-being. Female circumcision can harm the woman herself. It is hoped that nurses will provide more comprehensive education to the community regarding the dangers and impacts of female circumcision. Keywords: female circumcision, female genital mutilation, the impact of female genital mutilation
Gambaran Mekanisme Koping Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia Herwanto, Dede; Putri, Triyana Harlia; Neri, Ervina Lili; Fahdi, Faisal Kholid; Fujiana, Fitri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.2.2024.359-370

Abstract

Gangguan jiwa menjadi permasalahan serius di dunia dan mengalami peningkatan signifikan setiap tahun yaitu gangguan jiwa berat skizofrenia. Dalam proses pemulihan penderita skizofrenia dibutuhkan dukungan keluarga dan mekanisme koping yang baik dalam merawat penderita skizofrenia. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran mekanisme koping keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia. Metode Penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan desain survey research melalui pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Dengan jumlah sampel 100 responden terdiri dari anggota keluarga yang merawat penderita skizofrenia dengan pengambilan data menggunakan kuisioner koping Brief COPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang yang menemani penderita skizofrenia adalah laki-laki berusia 46-55 tahun, berpendidikan SMA atau perguruan tinggi, dan bekerja. Jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah berkisar 3-5 orang, dan yang mengantar penderita ke rumah sakit umumnya adalah saudara kandung, anak, atau orang tua pasien. Pasien skizofrenia mayoritas telah menderita lebih dari 5 tahun dengan jenis skizofrenia yang dominan adalah tipe paranoid. Keluarga cenderung menggunakan mekanisme koping adaptif, khususnya strategi problem focused coping (PFC). Kesimpulannya, keluarga menerapkan koping adaptif dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia.
Karakteristik Remaja yang Mengalami Kecemasan di Masa Pubertas Putri, Triyana Harlia; Hany, Felesia Reynita; Fujiana, Fitri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.2.2024.281-290

Abstract

Pubertas merupakan tahapan perkembangan dari proses kematangan individu menuju dewasa yang dilalui secara alamiah menimbulkan respon berbeda-beda oleh remaja.  Kecemasan merupakan  salah satu respon yang muncul dalam menghadapi pubertas.  Studi ini memiliki tujuan mengidentifikasi karakteristik remaja yang mengalami kecemasan di masa pubertas. Studi ini merupakan jenis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Adapun populasi dalam studi ini sebanyak 309 remaja putri, teknik sampling yang digunakan yaitu probability sampling jenis stratified random sampling dengan jumlah sampel yang diambil adalah 174 remaja putri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner generalized anxiety disorder dengan 7 item pernyataan (GAD-7) yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Temuan utama dalam studi ini adalah remaja yang berusia 14 tahun lebih banyak mengalami kecemasan 91 (52,3%) dan kelas 9 mengalami kecemasan sebanyak 78(44,8%), suku melayu paling banyak mengalami kecemasan 66(37,9), agama islam lebih banyak mengalami kecemasan 123(50,7%), remaja tidak mengikuti ekskul memiliki kecenderungan merasakan cemas sebanyak 116(66,7%). Secara keseluruhan remaja mengalami kecemasan umum dengan level kecemasan ringan hingga berat. Hanya 38 (21,8) remaja putri yang tidak mengalami kecemasan. Bedasarkan item pernyataan kuesioner GAD-7 hampir setiap hari remaja mayoritas (37%) menjadi mudah jengkel atau marah.  Remaja memiliki kecenderungan mengalami kecemasan dari level ringan hingga berat dalam menghadapi awal pubertas.
FAKTOR-FAKTOR YAN MEMENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN Hayati, Arini; Fujiana, Fitri; ., Murtilita
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i1.41847

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi kronis yang muncul sebagai akibat dari keadaan kurang gizi yang berlangsung cukup lama. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kejadian stunting secara langsung dipengaruhi oleh penyakit infeksi dan kurangnya asupan gizi secara kualitas maupun kuantitas. Adapun faktor secara tidak langsung yaitu dari faktor sosial ekonomi, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, ASI eksklusif, status imunisasi, jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan serta pola asuh yang kurang memadai.Tujuan : Melihat hubungan sosial ekonomi dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil : : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sosial ekonomi (p=0,041), riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,002) dengan kejadian stunting.Kesimpulan : Adanya hubungan antara sosial ekonomi dan riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting.Kata Kunci : Sosial ekonomi, ASI eksklusif, Stunting.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STRES PADA REMAJA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI SMP NEGERI 3 SUNGAI RAYA Azalia, Dora Hestia; Putri, Triyana Harlia; Fujiana, Fitri
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v3i2.52076

Abstract

Latar Belakang: Selama pandemi Covid-19 79,9% anak mengalami stres yang diakibatkan oleh sistem pembelajaran berani. Stres tidak bisa dihilangkan atau dihindari, siapa pun bisa mengalaminya dan tanpa persiapan pada masa remaja. Pada usia remaja biasanya masih banyak yang mengalami ketidakadekuatan dalam mengontrol perubahan emosionalnya. Stres pada remaja disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya keluarga yaitu pola asuh orang tua. Saat ini, peran orang tua menjadi hal utama dalam menciptakan kesuksesan bagi anaknya, karena dalam kehidupan sehari-hari orang tua yang membimbing banyak orang, membina, dan mendidik anaknya. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan stratified random sampling dengan sampel sebanyak 264 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online yang terdiri atas pola asuh orang tua yang diukur dengan Parental Bonding Instrument (PBI) dan stres yang diukur dengan Educational Stress Scale For Adolescents (ESSA). Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square . Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa pola asuh paling banyak yang diterima responden dari orang tuanya adalah pola asuh demokratis yaitu 118 responden (61,1%). Dan stres yang dialami responden tertinggi adalah stres rendah sebanyak 109 responden (41,3%).Hasil uji statistik didapatkan nilai Asimtotik signifikansi (2-sisi) Pearson Chi-Square sebesar 0,002 dimana lebih kecil dibandingkan taraf signifikansi yang digunakan sebesar 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan stres pada remaja selama pandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Sungai Raya. Kesimpulan: Orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang tepat sesuai dengan kondisinya, sehingga remaja dapat terhindar dari stres
PENGALAMAN IBU MENGASUH ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL ., Diana Maulydia; ., Fitri Fujiana; ., Murtilita
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i1.42013

Abstract

Latar Belakang : Orang tua dan keluarga berperan penting dalam merawat anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Pengalaman orang tua dibutuhkan dalam memberikan pendidikan seksual dan keputusan pendidikan kepada anak korban kekerasan seksual. Pendidikan ini penting dilakukan sebagai peringatan maupun pencegahan kekerasan seksual. Tujuan : Mengeksplorasi keberlangsungan pendidikan anak korban kekerasan seksual Metode : Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan metode wawancara in-depth interview dengan pendekatan fenomenologi transenden. Penelitian dilakukan dengan 5 orang partisipan yang memiliki anak usia 9 tahun hingga 15 tahun. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan metode wawancara. Pernyataan partisipan dicatat dengan menggunakan perekam suara, dan kemudian ditranskripkan, ditafsirkan, dan dianalisa menggunakan metode wawancara in-depth interview. Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan tidak semua orang tua memberikan pendidikan seksual dengan baik. Orang tua telah menerapkan pendidikan agama sejak kecil. Empat dari lima orang tua tetap melanjutkan pendidikan anaknya pasca kekerasan seksual. Kesimpulan : Pola asuh orang tua dan pendidikan mempengaruhi proses pemulihan kekerasan seksual. Hampir semua orang tua melanjutkan pendidikan anaknya. Dibutuhkannya dukungan sosial yang baik agar anak merasa disayangi,dicintai dan dihargai orang lain. Kata Kunci : Kekerasan Seksual, Pendidikan, Pola Asuh
PENGALAMAN PEREMPUAN DALAM MENJALANKAN MASA MENOPAUSE DI KABUPATEN KUBU RAYA : STUDI FENOMENOLOGI Lestari, Yuta Indah; Ligita, Titan; Fujiana, Fitri
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 3, No 1 (2021): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v3i1.48628

Abstract

Menopause merupakan fase normal yang dialami perempuan yang tidak bisa dihindari yang mengakibatkan perempuan mengalami perubahan fisik, psikologi, sosial maupun seksualitas membuat perempuan memaknai menopause dengan berbagai pandangan yang berbeda. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara semistruktur in-depth interview menggunakan pendekatan fenomenologi dan metode purposive sampling. Wawancara dilakukan kepada 6 partisipan dengan latar belakang tiga suku yang berbeda yang telah menjalani masa menopause 2 sampai 4 tahun. Pernyataan partisipan direkam dengan perekam suara kemudian ditranskripkan, dikodekan, ditafsirkan, dan dikategorikan sampai menghasilkan beberapa tema. Hasil : Penelitian ini menghasilkan 4 tema. Tema yang akan dijelaskan dalam artikel ini adalah tema pertama yaitu "perubahan kompleks yang dihadapi perempuan menopause". Kesimpulan : Masa menopause bukanlah masa yang mudah untuk dilewati semua perempuan karena terjadi banyak perubahan yang dirasakan perempuan secara fisik, psikologis, sosial dan seksual. Strategi yang dilakukan tiap perempuan dalam menghadapi perubahan ini juga berbeda tergantung lingkungan dan budaya yang dimiliki perempuan. Namun, perubahan tersebut dapat dilewati dengan lebih baik bila lingkungan sekitar perempuan menopause seperti suami, keluarga, dan teman dapat menerima, dan menunjukan dukungan yang dibutuhkan. Kata Kunci : Menopause, Pengalaman, Studi Fenomenologi
The Relationship of Parenting Patterns to Temper Tantrum Behavior in Pre-School Age Children (3-6 Years) in Suka Damai Hamlet, Segedong District Fujiana, Fitri; Sari, Laila; Murtilita
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnr.v1i1.2

Abstract

Temper tantrum merupakan perilaku tidak menyenangkan yang ditunjukkan oleh anak, bersifat agresif dan parah serta tidak sesuai dengan situasi disebabkan karena anak merasa frustasi atas keadaan yang tidak dikehendakinya. Mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua terhadap perilaku temper tantrum pada anak usia pra-sekolah di Dusun Suka Damai Kecamatan Segedong. Desain cross sectional dengan jenis penelitian korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel sebanyak 59 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang terdiri atas pola asuh orang tua diukur dengan Parenting Styles and Dimensions Quistionaire Short Version (PSDQ) dan perilaku temper tantrum diukur menggunakan kuisioner temper tantrum. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi atau p=0,000 > α (0,05) sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua terhadap perilaku temper tantrum pada anak usia pra-sekolah (3-6 tahun) di Dusun Suka Damai Kecamatan Segedong. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,548 yang diintrepetasikan bahwa kekuatan hubungan pada taraf sedang. Orang tua sebaiknya dapat menerapkan pola asuh yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi dalam mengasuh anak. Hendaknya orang tua dapat berlaku dengan perhatian, lemah lembut, mendengarkan anak namun tetap dengan melakukan kontrol yang sesuai sehingga dapat berpengaruh secara positif pula pada perkembangan emosional anak
Mekanisme Koping dalam Menghadapi Menarche pada Santriwati Harlia Putri, Triyana; Rahmah, Nurul Wafda Marpunir; Fujiana, Fitri
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i1.892

Abstract

Pubertas pertama dialami oleh santriwati di lingkungan pondok pesantren yang ditandai dengan terjadinya menarche. Terdapat berbagai respon yang dideskripsikan melalui sebuah mekanisme koping pada santriwati yang mengalami menarche terutama di lingkungan pondok pesantren. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana gambaran mekanisme koping dalam menghadapi menarche pada santriwati. Pendekatan cross sectional telah digunakan dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling dengan populasi berjumlah 252 orang dan didapatkan subjek sebanyak 70 orang santriwati sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner strategi koping Brief Cope.  Dari total 70 santriwati yang berkontribusi dalam penelitian ini, santriwati menggunakan dua mekanisme koping termasuk PFC 66(±4,14) dan EFC 64 (±10,11), meskipun demikian, dengan rata-rata terbanyak koping yang digunakan yakni koping religion 2,15(±1,227), koping emotional support 1,47 (±1,230), acceptance 1,43(±0,194), serta self distraction 1,91(±1,211). Koping yang tidak pernah digunakan adalah substance.
Co-Authors ., Diana Maulydia ., Murtilita Adiningsih, Berthy Sri Utami Afra, Aurelia Agustina Arundina Triharja Tejoyuwono, Agustina Arundina Triharja Arina Nurfianti Arisanti Yulianda, Nita Aurelia Afra Azalia, Dora Hestia Desriani Lestari Dialika Putri Miftazah Dialika Putri Miptaza Dias, Maria Frani Ayu Andari Dinda Maharani Dini Tryastuti Djoko Priyono Djoko Priyono Dzul Fadly Ervina Lili Neri Evy, Fannia Faisal Khalid Fahdi Faisal Kholid Fahdi Fannia Evy Fauzan, Suhaimi Fitri Kurniati Fradianto, Ikbal Gabby Novikadarti Rahmah Handayani, Utari Hany, Felesia Reynita Hartini Hartini Hasan, Tuty Barokah Hayati, Arini Herman Herman Herwanto, Dede Ichsan Budiharto Ike, Ike Imami Nur Rachmawati Islamiati, Asih Khalid Fahdi, Faisal Laila Sari Laila Sari Lestari, Yuta Indah M. Ali Maulana Maulana, M. Ali Mei Christin Mita Mita Mita Mita Mita, Mita Muhammad Asroruddin, Muhammad Murtilita Murtilita Murtilita Murtilita Murtilita, Murtilita Mutiara Rizaldi Nadya Eulalia Nadya Eulalia Nadya Eulalia Nakavita, Injhar Tiar Nanda Herlia Neni Kurnia Hastari Nita Arisanti Yulianda Nurmainah Nurmainah Nurul Wafda Marpunir Rahmah Pondaag, Vinka Theresia Putri Andriani Rahmah, Nurul Wafda Marpunir Ridha Sri Rezeki Saleha, Nurmukaromatis Sari Eka Pratiwi Selviani, Selviani Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati Shania Ghina Sabila Siska Rafhina Dewi Siti Oktaviani Sofila, Sofila Sukarni Sukarni Tafwidhah, Yuyun Tamara Septia Chairunisa Tamara Septia Chairunisa Tamara Septia Chairunisa Tamara Septia Chairunisa Tamara Septia Chairunnisa Tengku Riza Zarzani N Titan Ligita Tri Wahyudi Triyana Harlia Putri Uray Fretty Hayati Vinka Theresia Pondaag Virgilius Phasacola Tiko Kafaso Virgilius Phasacola Tiko Kafaso Virgilius Phasacola Tiko Kafaso Wiwik Windarti Yulanda, Nita Arisanti Yunita Eriska Yuyun Tafhwidah