Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work life balance terhadap kualitas kerja pegawai pada tenaga kependidikan non-struktural di Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan desain korelasional melalui survei kuesioner. Work life balance diukur melalui lima dimensi, yaitu personal life interference with work (PLIW), personal life enhancement to work (PLEW), work enhancement to personal life (WEPL), time balance, dan satisfaction balance, sedangkan kualitas kerja menggambarkan efektivitas pegawai dalam menyelesaikan tugas serta layanan kerja. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja pegawai (t = 9,735; p 0,001) dengan koefisien regresi sebesar 0,792. Nilai R² sebesar 0,659 menunjukkan bahwa 65,9% variasi kualitas kerja dapat dijelaskan oleh work life balance, sedangkan 34,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan kerja yang lebih fleksibel dan berorientasi kesejahteraan untuk meningkatkan kualitas layanan administrasi perguruan tinggi.