Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Comparative Analysis of Dairy Farming Management and Business Model Between East Java and West Java, Indonesia Jahroh, Siti; Atmakusuma, Juniar; Harmini; Fadillah, Achmad
Jurnal Manajemen dan Agribisnis Vol. 17 No. 1 (2020): JMA Vol. 17 No. 1, March 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.493 KB) | DOI: 10.17358/jma.17.1.96

Abstract

Milk is an essential commodity because the Government of Indonesia aimed to increase domestic milk production up to 50% by 2020. At the present, domestic milk production in Indonesia is only able to fulfill 20% of national milk demand. East Java and West Java Provinces are the main producers of milk in Indonesia. The objective of this study was to compare dairy farming management and business model between East Java and West Java, Indonesia. This study employed descriptive statistical and quantitative analyses. The dairy farming management questionnaire survey was conducted in May-July 2016 and the dairy business model survey was conducted in October-November 2018. There were no significant differences in dairy farming activities between farmers in Lembang and Malang whereas the average number of lactating cows is 5 and 3 heads, respectively. Farmers received farm gate price of Rp4,622 per liter in Lembang and Rp4,535 per liter in Malang. Based on net return over cash variable cost, farmers in Malang and Lembang earned around 20 percent from the milk price. There were six inclusive business models (IBMs) identified between smallholder farmers, cooperatives, and private companies with different characteristics have been implemented in East Java and West Java. It is suggested that cooperative improves its role in the integrated agribusiness system in order to improve the bargaining position of dairy farmers as well as in terms of cost-efficiency. The strategies and policies should be implemented to support development of sustainable, profitable and smallholder-inclusive dairy supply chains in East Java and West Java. Keywords: inclusive business model, integrated agribusiness system, dairy farming, milk production, net return
Analisis Kinerja Pelayanan Bus Angkutan Umum: (Studi Kasus PT Gunung Harta Transport Solutions) Pramesti, Regita Vianti; Fadillah, Achmad; Zubizaretta, Zaid Dzulkarnain
Composite: Journal of Civil Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/cjce.v3i2.15083

Abstract

PT Gunung Harta Transport Solutions merupakan perusahaan di bidang transportasi umum yang perlu menjaga kualitas layanan demi kepuasan pelanggan. Penelitian ini mengkaji penerapan Peraturan Menteri Perhubungan No. 29 Tahun 2015 serta menganalisis kinerja pelayanan Bus Gunung Harta Executive Class. Kinerja dianalisis berdasarkan persepsi penumpang dengan acuan Standar Pelayanan Minimal dan dievaluasi menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Gunung Harta telah memenuhi 81% parameter standar tersebut, dengan nilai kesesuaian rata-rata 95,64%, mengindikasikan kinerja yang baik. Namun, beberapa aspek masih perlu perbaikan, seperti tanda pengenal bagasi, informasi gangguan keamanan, fasilitas kesehatan, buku panduan penumpang, dan informasi gangguan perjalanan bus. Peningkatan pada atribut layanan yang masih rendah diperlukan agar kesesuaian antara kinerja dan kepentingan dapat mencapai 100%.
Strategi Peningkatan Kota-Desa Layak Huni dan Investasi Bisnis Agro-Maritim Indrawan, R. Dikky; Abdullah, Asaduddin; Fadillah, Achmad; Rakhmat, Asep
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.709-713

Abstract

Strategi peningkatan pembangunan Kota-Desa menjadi layak huni dan investasi agro-maritim yang berkelanjutan membutuhkan dasar acuan dalam menyusun rencana pembangunannya. Kebijakan pemerintah yang terarah dapat dilakukan melalui kriteria kelayakan huni dan kelayakan investasi di sektor agro-maritim secara sistematis, cepat, dan berkesinambungan. Hal ini menjadi dasar dalam pegambilan intervensi dan penggunaan anggaran pemerintah untuk dukungan transformasi Kota-Desa dari tidak layak menjadi layak. Penerapan strategi pembangunan yang tepat akan mampu mentranformasi Kota-Desa ke arah yang lebih modern terintegrasi dengan jaringan bisnis secara vertikal dan horizontal yang berorientasi pada kelayakan hunian dan kelayakan investasi sektor agro-maritim.
Klasifikasi Potensi Penyakit Jantung Menggunakan Algoritma C4.5 Santoso, Muhamad; Al-Akbar, Bilal; Nurjaya, Hilman; Ramadhan, Syaiban Ahmad; Rizky, Naufal Ahmad; Fadillah, Achmad
Jurnal INSAN Journal of Information System Management Innovation Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jinsan.v3i2.3056

Abstract

Dengan tren yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian paling umum di Indonesia dan di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan prediksi penyakit jantung koroner dengan menggunakan metode pohon keputusan dengan algoritma C4.5. Algoritma ini unggul karena mudah digunakan dan dapat digambarkan sebagai pohon keputusan berdasarkan faktor risiko pasien. Usia, jenis kelamin, nyeri dada, tekanan darah sistolik, kadar kolesterol total, denyut jantung maksimal, dan potensi adalah beberapa faktor risiko penting dalam studi ini. Algoritma C4.5 bertujuan untuk membuat model prediktif yang membantu dalam diagnosis dan intervensi dini penyakit jantung koroner dengan memanfaatkan elemen-elemen ini. Hasil model pohon keputusan dapat dikomunikasikan dengan mudah kepada profesional karena sederhana dan dapat dipahami.