Claim Missing Document
Check
Articles

Kandungan Timbal, Debu di Udara dan Daun Tanaman Peneduh di Kota Semarang Lilianto, Gandhung Herdha; Dewi, Nur Kusuma; Tri Martuti, Nana Kariada
Life Science Vol 7 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Gas buang kendaraan bermotor merupakan sumber utama timbal yang mencemari udara. Beberapa jalan protokol di Kota Semarang ditanami tanaman peneduh yang berfungsi untuk menjerap polutan yang ada di udara. Akumulasi timbal pada daun tanaman lebih banyak terdapat pada tanaman yang tumbuh di pinggir jalan besar yang padat kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan timbal, debu dan mengetahui struktur mikroanatomi stomata daun tanaman peneduh di Kota Semarang. Pengambilan sampel debu dan penentuan kandungan debu di udara dilakukan berdasarkan SNI 19-7119.3-2005 sedangkan penentuan kandungan timbal di udara dilakukan berdasarkan SNI 6989.8:2009. Sampel daun diambil pada bagian yang sudah tua, menghadap ke jalan raya dan terdapat pada ketinggian 2-5 meter dari permukaan jalan dengan metode random sampling. Menganalisis kandungan timbal di daun dengan menggunakan metode SNI 19-2896-1992. Analisa kandungan debu di daun menggunakan metode pengurangan berat. Penetapan kadar timbal pada tanah dilakukan berdasarkan SNI 06-6992.3-2004. Hasil penelitian menunjukkan hasil, pencemaran udara mempunyai hubungan terhadap akumulasi zat pencemar dalam daun tanaman peneduh. Semakin tinggi kandungan zat pencemar di udara, semakin banyak pula akumulasinya pada daun tanaman peneduh. Semarang city is the capital of Central Java province. Motor vehicle exhaust is a major source of lead that pollute the air. Some of the main streets in the city of Semarang planted shade plant that serves to adsorb the pollutants in the air. Accumulation of lead in plant leaves is more prevalent in plants that grow in large roadside dense motor vehicle. This study aimed to analyze the content of lead, dust and to know the structure of the leaf stomata mikroanatomi shade plant in Semarang. Sampling of dust and determination of dust content in the air is done by SNI 19-7119.3-2005 whereas the determination of the lead content in conducted by ISO 6989.8: 2009. Leaf samples were taken at the old, facing the highway and are at a height of 2-5 meters from the road surface by the method of random sampling. Analyze the lead content in the leaves by using methods SNI 19-2896-1992. Analysis of the dust content in the leaves using the method of weight reduction. Determination of lead content in the soil is done by SNI 06-6992.3-2004. The results showed the result, air pollution has been associated with the accumulation of contaminants in plant leaves shade. The higher the content of pollutants in the air, the more accumulation on plant leaves shade.
Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Ikan di Sungai Lamat Kabupaten Magelang Arkianti, Nisa; Dewi, Nur Kusuma; Tri Martuti, Nana Kariada
Life Science Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v8i1.29998

Abstract

Lead (Pb) is a heavy metal that is toxic to humans found in nature, including in the waters of the Lamat River. Fish is one bioindicator of the level of heavy metal pollution that occurs in the waters. This study aims (1) to determine the concentration of Pb in water in the Lamat River and (2) to determine the accumulation of Pb heavy metals in fish on the Lamat River in Magelang Regency. This study is an observational analytic study with a qualitative approach. The sampling technique is purposive sampling. The environmental parameters measured are temperature, pH, DO, BOD, COD, and current. The lead content (Pb) in water and fish was measured using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that temperature, pH, DO, BOD, COD, and currents were still within the proper range for fish life. The level of heavy metal lead (Pb) contained in the water at the three stations was not detected. While the Pb content in fish on the River between 0.3807-0.7268 µg/g. Conclusion; water in Sungai Lamat does not exceed the SNI quality standard of 0, 01 mg/L, while the Pb concentration in fish in Sungai Lamat has exceeded the SNI quality standard, which is 0.3 µg/g. That way, it is not recommended to consume fish that are on the Lamat River. Timbal (Pb) merupakan logam berat yang bersifat toksik bagi manusia yang terdapat di alam, termasuk di perairan Sungai Lamat. Ikan merupakan satu satu bioindikator tingkat pencemaran logam berat yang terjadi di dalam perairan. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui konsentrasi Pb pada air di Sungai Lamat dan (2) mengetahui akumulasi logam berat Pb pada ikan di Sungai Lamat Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Parameter lingkungan yang diukur adalah suhu, pH, DO, BOD, COD dan arus. Kandungan timbal (Pb) pada air dan ikan diukur menggunakan Atomyc Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, pH, DO, BOD, COD dan arus masih berada dalam kisaran yang layak bagi kehidupan ikan. Kadar logam berat timbal (Pb) yang terkandung dalam air pada ketiga stasiun tidak terdeteksi alat. Sedangkan kandungan Pb pada ikan di Sungai antara 0,3807-0,7268 µg/g. Kesimpulan; air di Sungai Lamat tidak melebihi baku mutu SNI yang sebesar 0, 01 mg/L, sedangkan konsentrasi Pb pada ikan di Sungai Lamat telah melebihi baku mutu SNI yaitu 0,3 µg/g. Dengan begitu, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi ikan yang berada di Sungai Lamat.
PKM Perumahan Green Village, Kelurahan Ngijo, Gunungpati dalam Pertanian Perkotaan Dewi, Nur Kusuma; Tri Martuti, Nana Kariada; Hadiyanti, Lutfia Nur; Solichin, Solichin
Life Science Vol 9 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v9i1.47139

Abstract

Urban agriculture is a part of agriculture that produces, processes and markets agricultural products, especially meeting the daily demands of urban consumers. The purpose of this community service activity is to provide training and urban agricultural assistance for the Green Village community, to support the urban agricultural program being developed by the Semarang City Government and UNNES conservation. Community service activities were carried out at the Green Village Housing, Ngijo Village, Gunungpati District, Semarang, in May-August 2019. The problem solving of community service activities was carried out using a group-based and comprehensive approach method. Meanwhile, to overcome the priority issues faced is carried out by: Training and assistance to grow vegetables that are good and environmentally friendly, provision of seeds and plants that support urban agriculture, and provision of urban agricultural infrastructure. In accordance with the objectives to be achieved, the service activities are as expected. The success in achieving the objectives is shown as follows: coordination is carried out to equalize perceptions of the activities to be carried out. To further increase the capacity of the community in carrying out urban agriculture in their area, training and practice are provided on: planting various types of vegetables. In addition, partners are given various types of vegetable seeds that are easy to breed and cultivate. The conclusions of the activity are: increasing the knowledge and skills of community service partners on how to grow vegetables that are good and environmentally friendly, the availability of seeds and vegetable plants that support the implementation of urban agricultural activities in the community service partner's area, community service partners have carried out urban agricultural sarpras innovations in their areas properly and correctly Pertanian Perkotaan merupakan bagian dari pertanian yang memproduksi, memproses, dan memasarkan produk pertanian, terutama memenuhi permintaan harian konsumen di dalam perkotaan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ialah melakukan pelatihan dan pendampingan pertanian perkotaan bagi masyarakat Green Village, untuk mendukung program pertanian perkotaan yang sedang dikembangkan oleh Pemkot Semarang dan konservasi UNNES. Kegiatan pengabdian dilakukan di Perumahan Green Village, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Semarang, pada Bulan Mei- Agustus 2019. Adapun pemecahan masalah dari kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pendekatan berbasis kelompok dan komprehensif. Sedangkan untuk mengatasi persoalan prioritas yang dihadapi dilakukan dengan: Pelatihan dan Pendampingan menanam sayuran yang baik dan ramah lingkungan, penyediaan bibit dan tanaman yang mendukung pertanian perkotaan, serta penyediaan sarpras pertanian perkotaan. Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, maka kegiatan pengabdian telah sesuai dengan yang diharapkan. Keberhasilan pencapaian tujuan ditunjukkan sebagai berikut: koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan yang akan dilakukan. Untuk lebih meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pertanian perkotaan di wilayahnya, diberikan pelatihan dan praktek tentang: penanaman berbagai jenis sayuran. Disamping itu kepada mitra diberikan berbagai jenis bibit sayuran yang mudah dikembang biakan dan dibudidayakan. Simpulan kegiatan ialah: meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra pengabdian tentang cara menanam sayuran yang baik dan ramah lingkungan, tersedianya bibit dan tanaman sayuran yang mendukung terselenggaranya kegiatan pertanian perkotaan di wilayah mitra pengabdian, mitra pengabdian telah melakukan inovasi sarpras pertanian perkotaan di wilayahnya dengan baik dan benar
KONSEP GREEN ECONOMIC MELALUI PENYEDIAAN PEWARNA ALAMI BATIK DARI TANAMAN MANGROVE Dewi, Nur Kusuma; TM, Nana Kariada; Febriana, Fidia
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 14, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v14i2.8966

Abstract

Tanaman mangrove memiliki manfaat secara ekologis sebagai pencegah abrasi dan mampu meningkatkan kualitas lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya keanekaragaman hayati.Selain fungsi ekologis, mangrove juga memiliki manfaat secara ekonomi. Salah satu manfaat mangrove adalah untuk proses pewarnaannya, batik memakai bahan dasar tumbuh-tumbuhan.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan cara budidaya membuat pewarna alami batik dari tanaman mangrove kepada para anggota Camar dan Merah Delima dan warga Tambakrejo guna meningkatkan pendapatan.Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan, pelatihan dan bantuan alat membuat pewarna alami batik serta alat membatik.Setelah mendapatkan bekal teori yang cukup dan melihat langsung peragaan dari tim pelaksanan kegiatan pengabdian, mulai dilakukan pelatihan/praktek cara-cara melakukan pembuatan pewarna alami batik dari mangrove yang baik dan benar. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan, dapat diambil kesimpulan, bahwa peserta pengabdian telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan pewarna alami untuk batik berbahan baku mangrove yang dilakukan dengan baik dan benar. Peserta pengabdian memiliki pengetahuan tentang membuat pearna batik dari mangrove yang ada di lingkungan tempat tinggalnya di Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang
Pelatihan Kerajinan Eceng Gondok di Kecamatan Banyubiru untuk Menumbuhkan Wirausaha Baru Ning Setiati; Amin Retnoningsih; Nur Kusuma Dewi
Journal of Dedicators Community Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.412 KB) | DOI: 10.34001/jdc.v4i1.972

Abstract

The aim of community service carried out by KKN students in Kebondowo Village and Demakan Village, Banyubiru District, located around Rawapening, is 1) to provide easy use of water hyacinth; 2) provide practical skills in the use of social media for marketing; 3) reduce the skill level of the skill briefing. The methods used in completing the objectives are 1) training in material assistance, 2) practical assistance to finishing, 3) business analysis and marketing. The results of these mentoring activities are: 1) increased workforce capable of making handicrafts from water hyacinth in a number of forms; 2) product marketing at the Rawa Pening lake attraction, Bukit Cinta and provincial level bazaar and expo events; also 3) helps businesses make social media also join in and fill content with product images. Overall, the outputs from this service were obtained and strived to be owned, strived to be independent, production, and consultation with UNNES.
METALLOTHIONEIN PADA HATI IKAN SEBAGAI BIOMARKER PENCEMARAN KADMIUM (Cd) DI PERAIRAN KALIGARANG SEMARANG (Metallothionein in The Fish Liver as Biomarker of Cadmium (Cd) Pollution in Kaligarang River Semarang) Nur Kusuma Dewi; Purwanto Purwanto; Henna Rya Sunoko
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 21, No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18557

Abstract

ABSTRAKPenanda dini pencemaran kadmium  di sungai Kaligarang perlu diketahui sebagai alat monitoring pencemaran logam berat,  mengingat sungai Kaligarang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat kota Semarang. Ikan yang hidup di Kaligarang diambil sampelnya secara random. Sampel diambil hatinya, untuk diperiksa ada tidaknya metallothionein pengikat Cd, menggunakan  HPLC. Sebagai kontrol diambil sampel ikan secara  random, dari perairan yang tidak tercemar yakni dari Balai Benih Ikan Air Tawar. Sampel  dianalisis sama seperti sampel ikan dari sungai Kaligarang. Hasil analisis  HPLC sampel dari Kaligarang  dibandingkan dengan sampel ikan dari Balai Benih Ikan untuk menentukan ada tidaknya metallothionein pengikat Cd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hati ikan yang hidup di Kaligarang didapatkan metallothionein-Cd, sedangkan ikan yang hidup di Balai Benih Air Tawar tidak ditemukan metallothionein-Cd. Hal ini menunjukkan bahwa ikan dari balai Benih tidak mengakumulasikan Cd, sedang ikan dari Kaligarang mengkumulasikan Cd. Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil AAS sampel air sungai Kaligarang mengandung Cd dan sampel air  Balai Benih ikan tidak mengandung Cd.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metallothionein-Cd merupakan Biomarker pencemaran Cd di Kaligarang. Biomarker metallothionein yang ditemukan dapat digunakan sebagai alat deteksi dini dalam monitoring pencemaran Cd  di perairan. ABSTRACTEarly markers of cadmium pollution in the river Kaligarang need to know as heavy metal pollution monitoring tool, given the river Kaligarang used to meet the needs of drinking water for the city of Semarang.  Fish lived in Kaligarang were collected randomly as sample. The liver of the fish were taken and examined for the presence of Cd-binding metallothionein, using HPLC. As the control, fish were collected randomly from unpolluted water, i.e. from Freshwater Fish Hatchery, Ungaran. These samples were analyzed using the same method with the samples taken from Kaligarang. HPLC result of Kaligarang samples was compared with HPLC result of unpolluted samples to determine the presence of Cd-binding metallothionein. The result is metallothionein-Cd was present in fish taken from Kaligarang, whereas fish from unpolluted waters did not contain metallothionein-Cd. This means that fish from Freshwater Fish Hatchery, Ungaran did not accumulated Cd, whereas fish from Kaligarang accumulated Cd. This was supported by the result from AAS; water samples from Kaligarang contained Cd and water samples from Freshwater Fish Hatchery, Ungaran did not contain Cd. It was concluded that the presence of Metallothionein-Cd  may be considered as biomarker of Cd pollution in Kaligarang. Metallothionein biomarker found may be used as monitoring tool for Cd  pollution in aquatic. 
Pengembangan Budidaya Sayuran Organic dalam Mendukung Makanan Sehat Café Pucuke Kendal Nur Kusuma Dewi; Intan Zainafree; Sri Ngabekti; Wahid Aksin Budi NS
Jurnal Puruhita Vol 4 No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan lahan-lahan tersebut disamping mencukupi kebutuhan dapur café, juga dapat menghijaukan lingkungan café yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Budidaya sayuran organic, menjadi daya tarik pengunjung café dan tentunya lebih segar dan sehat karena dipanen secara langsung. Tujuan dari kegiatan ini ialah: Pengembangan Budidaya Sayuran Organik dalam Mendukung Makanan Sehat Café Pucuke Kendal mencakup aspek: pelatihan budidaya sayuran organic yang baik dan benar, fasilitasi peralatan dan bahan pertanian organik, serta produksi sayuran organic yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Café Pucuke Kendal, dilakukan dengan beberapa metode kelompok, komprehensif dan potensi local. Dengan adanya ketiga metode tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak terhadap KT Wana Berkah Lestari yang menjadi mitra binaan, baik berupa aspek Pendidikan lingkungan, produksi. Serta fasilitasi program. Sesuai dengan tujuan kegiatan, maka hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ialah: Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kepada mitra pengabdian dalam pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya sayuran organic, telah tersedianya sarana prasarana dalam pengembangan sayuran organic di lingkungan Café Pucuke Kendal; dan adanya budidaya sayuran organic di lingkungan café, sehingga dapat memenuhi kebutuhan café akan sayuran yang mendukung olahan menu makanan Café Pucuke Kendal.
Biosorption of Heavy Metal Pollution by Enterobacter agglomerans Nur Kusuma Dewi; Ibnul Mubarok; Ari Yuniastuti
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 11, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v11i2.20471

Abstract

Biosorption is a new waste treatment technology that can eliminate toxic heavy metals. Biosorption can be considered as an environmentally friendly alternative technology to treat industrial liquid waste that is economically proper to use. One of them is biosorption that utilizes the microorganisms’ absorption ability, especially bacteria that can absorb heavy metals in waters, such as Enterobacter agglomerans. This research aimed to determine the ability of E. agglomerans in reducing heavy metals pollution in local river. The research employed the measurement of the effect of lead (Pb) to E. agglomerans growth using Optical Density (OD) at wavelength 600 nm. The colony numbers were calculated using a standard curve. While the ability of E. agglomerans to reduce heavy metals concentration in liquid media was measured using AAS with a wavelength of 240 nm. The results showed that lead affected the growth of E. agglomerans. The OD value has a negative relationship with the concentration level of Pb. The ODs were decreased from 2.867 to 1.242, using Pb level from 0 ppm to 20 ppm. Therefore, it proved that E. agglomerans could reduce heavy metals concentration in local river in Central Java Province. This research was the first report on E. agglomerans activity on heavy metal in contaminated water. This result can be used as a reference for industrial sites near the river to treat their wastewater before discharging it to the river body to preserve its water purity.
Development of Biodiversity Booklet in Demak Regency as a Supplement of Teaching Material Nur Cahya Anggita Maharani; Nur Kusuma Dewi
Journal of Biology Education Vol. 13 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biology is a subject that is closely related to living things and their environment. Biology learning especially on biodiversity material, must be relevant to the lives of students, therefore it is needed to develop teaching materials based on the local potential to maximize learning processes and learning outcomes. This research aims to analyze biodiversity in Demak Regency, analyze feasibility and readability, and measure the increase of student learning outcomes when using biodiversity booklet in Demak Regency as a supplement of teaching material. This research was conducted at SMA Negeri 3 Demak in the odd semester of 2022/2023. The research uses Research and Development (RnD) type. To analyze the increase in cognitive learning outcomes using the One-Group-Pretest-Posttest-Design, to analyze psychomotor and affective learning outcomes using the One-Shot Case Study. The subjects to collect readability data are 15 students of class X-10 taken by purposive sampling technique and the subjects to collect learning outcomes data are students of class X-8. The results showed that gene-level diversity was found in water apple or Syzygium aqueum (Burm. f.) Alston and starfruit or Averrhoa carambola L. varieties, species diversity of mangrove that was found are 20 mangrove species, and have been found 9 types of ecosystem-level diversity. Booklet validity based on material expert’s judgment was 83,33%, 85,42% from media experts, and 88,88% from biology teacher, with "very feasible" category. The readability booklet by students got a percentage of 98,21% with “very good” criteria. The result of cognitive learning outcomes shows that the classical completeness reached 100% and based on the N-gain test, 94,44% of students got "medium to high" criteria. Psychomotor learning outcomes were obtained from exploration activities, 88,89% of students got "good to excellent" criteria and 11,11% of students got "sufficient" criteria. Affective learning outcomes were obtained from a questionnaire of conservation attitudes, 36,11% of students got "good to excellent" criteria, 47,22% of students got "sufficient" criteria, and 16,67% of students got "poor" criteria. The conclusion of this research is the development of biodiversity booklet in Demak Regency as a supplement of teaching materials is proven to be feasible to use, well readable, and effective to increase learning outcomes of students in class X Senior High School on biodiversity material.  
KESESUAIAN IKLIM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN THE CLIMATE SUITABILITY FOR PLANT'S GROWTH Dewi, Nur Kusuma
MEDIAGRO Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.111 KB) | DOI: 10.31942/mediagro.v1i2.898

Abstract

This  studies  purposed  to  analyze  climate  classification which  is used  in  Indonesia  commonly  and  the  suitability  each  climate  type  for plant's  growth.  The  climate classification  can  be  made  by  using  only  one  climate  substance  or  more. The prominent  classifications in Indonesia are Schimdt ± Ferguson  system  and  Oldeman  system.  Schmidt ± Ferguson  classification  system  appropiate  to  wooded  plant / plantation  and  forest  growth,  while  Oldeman  system  appropiate  to  seasonal  plants   like  rice  or  dry  season  crops.  The  suitable  climate  is  one  of  the  optimal  production  determined   factors. Keywords  :  Schimdt = Ferguson,  Oldeman  ,  Wooded   plants,  Seasonal plants
Co-Authors Abdul Jabbar Aji Purwinarko, Aji Amin Retnoningsih Andin Irsadi Andin Vita Amalia Ari Yuniastuti Arkianti, Nisa Asyrofahnti, Novita Asyrofahnti, Novita Bambang Priyono budiati, Septima Raras Dewi Liesnoor, Dewi Dyah Rini Indriyanti Dzulhikam, Muhammad Endang Susilaningsih Enni Suwarsi Rahayu Erlin Winarni, Erlin Fidia Febriana, Fidia H.B., F. Putut Martin H.B., F. Putut Martin Hasyimia, Umi Salmah Al Henna Rya Sunoko Henna Rya Sunoko Ibnul Mubarok Ibnul Mubarok Intan Zainafree Isnaeni, Lili Astuti Khair, Amar Sharaf Eldin Kurniahtunnisa Kurniahtunnisa Lilianto, Gandhung Herdha Lina Herlina Lutfia Nur Hadiyanti, Lutfia Nur M. Agus Prayitno, M. Agus Margareta Rahayuningsih Martien Herna Susanti Melati, Inaya Sari Moch. Samsul Arifin Muhammad Abdullah Mulyati Mulyati Murbangun Nuswowati Mutiatari, Dhita Pracisca Nana Kariada Trimartuti Nanik Wijayati Ning Setiati Nugrahaningsih, WH Nur Cahya Anggita Maharani Nur Rahayu Utami Nurhafizah Nurhafizah Pahlevy, Alif Reza Praninda Sekar Pambayun, Praninda Sekar Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri, Rizki Budiyono Queena Lupita, Queena Rahayu, Enny Suwarsi Resti Fitriati Rizqie Arini, Fitria Zahra Rizqiyah, Iffatur Rizqiyah, Nur Itsna Rossi Prabowo Saiful Ridlo Saputri, Luthfi Hanum Sari, Dini Muthia Sari, Dini Muthia Shabrina, Kenya Luthfia Nur Siswanti Siswanti Siti Alimah Solichin Solichin Somantri, Dadang Sri Mulyani Endang Susilowati, Sri Mulyani Endang Sri Ngabekti Sulistiyanti, Sulistiyanti Suniah, Suniah Talitha Widiatningrum Tirtasari, Ni Luh Tri Prayitno Wibowo, Tri Prayitno Trisdihar, Ansa Ikrar Tyas Agung Pribadi, Tyas Agung Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wahid Aksin Budi NS Wardani, Destia Ayu Kusuma Wasil Hidayah, Wasil Zumroh, Nur Zumroh, Nur