Claim Missing Document
Check
Articles

INTERAKSI ANTARA SERAT BAMBU DENGAN KOMPOSISI SEMEN DAN AGREGAT KASAR BATU APUNG TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAMBU Hamzah, Muhammad; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.886 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi bahan yang sedang populer adalah beton ringan dan beton serat. Beton ringan sendiri adalah beton yang mempunyai berat isi lebih kecil dibandingkan beton normal. Sedangkan beton serat ialah beton yang diberikan material serat baik itu alami maupun buatan. Sehingga, dari kombinasi beton ringan dan beton serat diharapkan mampu menambah kuat tarik dan kuat tekan beton serta megurangi berat volume itu sendiri. Pada eksperimen ini, dibuat 12 benda uji balok dengan dimensi 160 x 20 x 15 cm dan 8 buah benda uji pull-out dengan ukuran 27 x 25 x 15 cm. Benda uji dirancang dengan menggunakan rancangan setengah faktorial varian dua arah yang terdiri dari pengaruh penambahan serat bambu (40gr dan 150 gr tiap volume benda uji), komposisi semen dan agregat (1:2:1 dan 1:2,5:1,5), dan rasio tulangan (1% dan 1,5%). Pengujian balok diletakkan pada 2 tumpuan sederhana. Dari hasil pengujian,komposisi balok yang memiliki serat bambu rendah (40gr) akan menahan beban maksimum lebih besar, lendutan yang terjadi lebih besar, dan kekakuannya lebih kecil dibandingkan dengan kadar serat bambu tinggi. Sedangkan untuk komposisi balok dengan perbandingan semen, pasir, dan agregat 1:2:1 akan menahan beban maksimum lebih kecil, lendutan yang dihasilkan lebih kecil, dan kekakuannya lebih besar daripada komposisi semen dan agregat 1:2,5:1,5. Tetapi, jika dilihat dari pola retaknya, beban maksimum yang besar memiliki jumlah pola retak yang banyak. Sedangkan jika dilihat dari analisa statistik anova dan regresi, maka interaksi itu ada namun tidak signifikan. Kata kunci : serat bambu, komposisi, kuat lentur, balok, tulangan bambu.
PENGARUH RASIO TULANGAN BAMBU TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAMBU DENGAN CAMPURAN SERAT BAMBU DAN AGREGAT KASAR BATU APUNG Faizal, Muhammad; Dewi, Sri Murni; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.914 KB)

Abstract

Rumah tahan gempa memiliki berat sendiri yang ringan karena berat sendiri sangat berpengaruh terhadap gaya gempa. Peneliti berinovasi dengan menggunakan batu apung sebagai agregat kasar, menggunakan bambu sebagai tulangan, dan menambahkan serat bambu pada campuran beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh rasio tulangan bambu pada balok bertulang bambu dengan campuran serat bambu dan agregat kasar batu apung ditinjau dari kuat lentur balok. Penelitian ini menggunakan 12 benda uji balok beton. Penambahan serat bambu 40 dan 150 gr, komposisi semen dan agregat 1:2:1 dan 1:2,5:1,5, rasio tulangan 1% dan 1,5%. Rancangan benda uji menggunakan rancangan faktorial sebagian. Uji analisis varian satu arah digunakan dalam menentukan apakah rasio tulangan bambu berpengaruh terhadap kuat lentur balok beton bertulang bambu dengan campuran serat bambu dan agregat kasar batu apung. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis varian satu arah (anova), menunjukkan adanya peningkatan dengan tingkat kepercayaan 61% (a=39%) maka rasio tulangan memiliki pengaruh terhadapkuat lentur benda uji balok, namun tidak signifikan. Agar suatu perlakuan dapat dikatakan memberikan pengaruh yang nyata maka nilai tingkat kepercayaan 95% (a=5%). Kata kunci: Batu apung, rasio tulangan, kuat lentur, lendutan, kekakuan
PENGARUH VARIASI SEMEN PASIR AGREGAT SERTA VARIASI PENAMBAHAN SERAT BAMBU PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN Najida, Izza Abhan; Dewi, Sri Murni; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.816 KB)

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang terdiri dari campuran semen, agregat halus, agregat kasar, dan air. Beton memiliki kerugian salah satunya berat sendiri dari beton yang besar. Pengurangan masa jenis beton adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi berat sendiri beton konvensional salahsatunyadengan menggunakan batuapung (pumice) untukmenggantikanbatupecah. Kerugian lain dari beton konvensional yaitu kuat tarik yang rendah sehingga mudah retak. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir keretakan pada beton akibat adanya gaya yang bekerja salah satunya yaitu dengan menambahkan serat pada campuran beton ringan. Pada penelitian ini, dengandilakukanpeninjauanterhadap perbandingan semen, pasir, dan batu apung yang beragam (yaitu :1:1,9:0,75;1:2:0,75; dan 1:2,1:0,75) serta prosentase serat bambu yang beragam (1%, 1,2%, dan 1,4% dari berat semen)akan diteliti bagaimana pengaruhnya terhadap kuat tekan beton ringan. Dari hasilpenelitianinididapatkanhasilkuattekan yang menunjukkanbahwapenambahanseratbambumeningkatkankuattekannamuntidaksignifikan. Padaperbandingan 1:2,1:0,75 prosentasepeningkatankuattekandarikandunganseratbambu 1% ke 1,2% sebesar 2,84%.Sedangkanprosentasepeningkatankuattekandarikandunganseratbambu 1,2% ke 1,4%, sebesar 3,13%. Sementarapadaperbandingan 1:1,9:0,75 prosentasepeningkatankuatdarikandunganseratbambu 1% ke 1,2% sebesar 8,77%. Sedangkanprosentasepeningkatankuatdarikandunganseratbambu 1,2% ke 1,4% sebesar 7,74%. Namunpadaperbandingan 1:2:0,75 terjadipenurunankuattekanpadapenambahanserat 1,4%, halinidikarenakanpadasaatpengecorandenganserat 1,4% nilaislump yang diperolehlebihtinggidaripadasaatpengecorandenganserat 1% dan 1,2%.Sementarapadavariasiperbandingansemen:pasir:agregatterdapatpengaruhterhadapkuattekannya, meskipunpadaperbandingan 1:2:0,75 terdapatpenurunankuattekan yang disebabkankarenakesalahanteknispadasaat proses pengecoran. Kata-kata kunci :seratbambu, perbandingansemen:pasir:agregat, kuattekanbetonringan.
PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BERTULANGAN BAMBU DENGAN KAIT Setiawan, Ronny; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.335 KB)

Abstract

Penggunaan bambu sebagai pengganti tulangan baja pada balok beton bertulang telah banyak digunakan pada saat ini. Bambu memiliki kekuatan tarik yang tinggi mendekati kekuatan tarik baja, namun bambu juga memiliki kelemahan yaitu bambu memiliki sifat higroskopis yang tinggi sehingga berpengaruh pada lemahnya kuat lekat bambu dengan beton. Berdasarkan kelemahan bambu tersebut maka pada penelitian ini dilakukan perbaikan pada kuat lekat bambu dengan cara pemberian cat dan juga penambahan kait pada tulangan bambu.Pada Penelitian ini benda uji berupa balok beton dengan ukuran panjang 160 cm, lebar 18 cm, dan tinggi 28 cm. Benda uji balok diuji untuk mendapatkan kuat lentur, sedangkan untuk mendapatkan tegangan lekat, dilakukan pengujian pull out terhadap tulangan bambu. Variasi pada penelitian ini yaitu mutu beton 20 Mpa dan 30 Mpa, Jarak kait 6 cm dan 12 cm, rasio tulangan 0,8 % dan 1,6 %, sedangkan jenis kait menggunakan bambu petung dan kayu kamper. Hasil dari percobaan ini yang dilakukan dengan menggunakan metode analisa varian (anova) diperoleh nilai F tabel= F0,005; 1; 23= 4,3. Karena nilai F hitung > F tabel (44,415> 4,3), maka H0 ditolak. Sehingga terdapat pengaruh signifikan variasi rasio tulangan terhadap kuat lentur balok bertulangan bambu dengan kait.Berdasarkan uji hipotesis menggunakan metode analisa regresi, persamaan yang didapatkan yaitu Y = 2671,875 X + 3391,6667. Nilai koefisien regresi yang positif menunjukkan bahwa rasio tulangan 1,6 % menghasilkan Pmaks yang lebih besar dibandingkan dengan rasio tulangan 0,8 %. Rasio tulangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kuat lentur balok beton bertulangan bambu dengan kait.   Kata kunci: beton, bambu, kait, rasio tulangan, pull out, kuat lentur
PENGARUH JARAK KAIT TERHADAP BALOK BERTULANGAN BAMBU DENGAN KAIT Putri, Nanda Kartika; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.568 KB)

Abstract

Bambu merupakan pilihan alternatif sebagai pengganti tulangan baja, karena bambu merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui, tumbuh cepat, mudah ditanam, murah, serta memiliki kuat tarik tinggi. Namun,kelemahan bambu sebagai tulangan adalah memiliki lekatan yang kurang baik dengan beton jika dibandingkan dengan tulangan baja. Runtuh akibat penggunaan tulangan bambu yang terjadi,merupakan runtuh akibat selip bukan akibat bambu mencapai tegangan leleh.Salah satu modifikasi untuk mengatasi kelemahan bambu tersebut adalah dengan menambahkan kait. Untuk meningkatkan kuat lekat dan kuat lentur penggunaan tulangan bambu yang signifikan diperlukannya penelitian lebih lanjut tentang hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan kait, seperti jarak kait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak kait terhadap kuat lekat bambu dan pengaruhnya terhadap kuat lentur pada balok bertulangan bambu dengan kait. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian pull out dan pengujian lentur balok beton. Kata kunci :balok beton bertulangan bambu dengan kait, jarak kait, kuat lekat,  kuat lentur
PENGARUH JENIS KAIT TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BERTULANGAN BAMBU DENGAN PENGAIT Chiquita, Theadeira; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.003 KB)

Abstract

Beton merupakan campuran dari air, semen, agregat kasar, agregat halus, dan campuran tambahan lainnya. Beton memiliki kelebihan yaitu nilai kuat tekan yang tinggi, namun nilai kuat tarik beton cukup lemah. Untuk mengimbangi kekurangan tersebut, beton ditambahkan tulangan sebagai penahan tarik. Tulangan yang sering digunakan adalah baja, namun diperlukan pengganti baja karena ketersediaan baja makin menipis. Bambu merupakan sumber alam yang mudah didapat kan memiliki kuat tarik yang hampir sama dengan baja, namun bambu memiliki kuat lekat yang lemah dengan beton. Untuk mengatasi hal tersebut, ditambahkan kait pada tulangan beton agar kuat lekat tulangan bambu meningkat. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis kait yaitu Bambu Petung dan Kayu Kamper dengan benda uji sebanyak 24 balok dan 16 pull out. Dari hasil uji statistika metode anova didapat bahwa variasi jenis kait belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kuat lentur balok (f hitung 0,327 < f tabel 4,45) dan kuat lekat tulangan bambu (f hitung 0,371 < f tabel 4,6). Pada hasil uji metode analisis faktor dan uji T didapat bahwa kayu kamper dapat menahan beban maksimum lebih besar dibandingkan dengan bambu. Kata kunci: tulangan bambu, jenis kait, kuat lentur, kuat lekat
PENGARUH MUTU BETON TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU DENGAN KAIT AmbarPratiwi, Isma Arum; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.134 KB)

Abstract

Beton bertulangmerupakan material konstruksi yang digunakan dalam hampir semua bangunan. Tulangan yang digunakanpadabetonberfungsiuntukmenahantegangantarik.Satu alternatif tulangan untuk beton yang jumlahnya akan selalu terbaharui adalah bambu. Meskipun bambu memilliki tegangan tarik yang tinggi namun tegangan lekat antara beton dan tulangan bambu masih rendah sehingga kapasitas beban yang dapat ditahan oleh beton bertulangan bambu masih rendah. Maka padapenelitianinitulangan bambu diberikaituntuk meningkatkan kapasitas beban maksimum. Penelitian ini membahas tentang pengaruh mutu beton terhadap kuat lentur balok beton bertulangan bambu dengan kait.Variasimutubeton yang dibuatadalah 20 MPadan 30 MPa. Benda uji pull out berukuran  cmsebanyak 16 buahuntuk menguji kuat lekat tulangan bambu dengan kait dan balok berukuran  cmsebanyak 24 buah untuk menguji kuat lentur balok. penelitian ini menggunakan metode analisis varian multi ragam (anova) rancangan setengah faktorial untuk menghemat tenaga, biaya dan waktu.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kuat lekat beton bertulangan bambu dengan kait untuk mutu beton rendah sebesar 0,383 MPa, sedangkan untuk mutu beton tinggi sebesar 0,379 MPa. Uji statistik dengan metode anova menunjukkan pengaruh mutu beton terhadap kuat lekat belum dapat terlihat. Beban maksimum rata-rata balok untuk mutu beton rendah sebesar 7016,67 kg dan untuk mutu beton tinggi adalah 6187,5 kg. Uji statistik dengan metode anova rancangan setengah faktorial menunjukkan terdapat pengaruh antara mutu beton dan kuat lentur.   Kata kunci: Tulangan bambu dengan kait, mutu beton, kuat lekat, kuat lentur, analisis varian multi ragam (anova) rancangan setengah faktorial
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN DAN AGREGAT KASAR BATU APUNG TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAMBU DENGAN CAMPURAN SERAT BAMBU Nugroho, Mahening Desantoro; Dewi, Sri Murni; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.738 KB)

Abstract

Perkembangan Ilmu dalam bidang Kontruksi pada masa sekarang di indonesia begitu pesat .salah satu teknologi beton yang berkembang dalam usaha pembuatan rumah tahan gempa adalah penggunaan beton ringan.Mengingat bahwa Sumber daya Alam yang sudah mulai susah di daur ulang mulai  dikembangkan tulangan pengganti baja dengan menggunakan Bambu sebagai tulangan ,adapun pemanfaatan limbah bambu seperti penggunaan Serat bambu sebagai filler pada beton.Tugas akhir ini membahas mengenai Pengaruh Komposisi Semen dan Agregat kasar Batu Apung Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Bambu dengan Campuran Serat Bambu. Dalam penelitian ini elemen yang digunakan adalah balok berukuran 20 cm x 15 cm x 160 cm .Penentuan komposisi semen dan agregat pada penelitian ini menjadi pembahasan dalam pengujian balok.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total 12 benda uji dengan 4 rancangan benda uji. Benda uji dibuat berdasarkan perhitungan sampel dengan percobaan faktorial sebagian.masing masing benda uji yaitu serat bambu 40 gram komposisi semen agregat 1:2:1 rasio tulangan 1% , serat bambu 40 gram komposisi semen dan agregat 1:2,5:1,5 rasio tulangan 1,5%, serat bambu 150 gram komposisi semen dan agregat 1:2:1 rasio tulangan 1,5% dan serat bambu 150 gram komposisi semen dan agregat 1:2,5:1,5 rasio tulangan 1% .Hasil pengujian menunjukan bahwa  kekakuan  komposisi tinggi 1:2:1 lebih kaku dan kuat menahan beban sehingga lendutan yang didapatkan lebih kecil dibandingkan dengan komposisi 1:2,5:1,5.Namun pada penelitian ini mengalami perbedaan antara uji coba dengan teori yang ada . Salah satu penyebabnya  adalah ketidak kompak nya antara bambu dan beton, sehingga daya lekat bambu terhadap beton kurang.Pada perhitungan statistik uji anova satu arah diketahui bahwa belum ada pengaruh komposisi semen dan agregat pada beton bertulang bambu dengan serat.   Kata kunci:Balok,Beton, Lendutan, Kekakuan, kuat lentur .
ANALISIS KUAT GESER STRUKTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN LUBANG HOLLOW CORE PADA TENGAH PENAMPANG BALOK Pambudi, Aji Kukuh; Dewi, Sri Murni; Simatupang, Roland Martin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.06 KB)

Abstract

Balok yang dilubangi dan diberi styrofoam akan memiliki berat yang lebih ringan. Maka dari itu penelitian ini berfungsi untuk mendapatkan balok yang memiliki berat  yang  lebih  ringan  dari  yang  sewajarnya  yaitu  dengan  cara  memberi perlakuan  terhadap balok yang dilubangi secara horizontal pada badan  balok. Pengujian dilakukan untuk mencari beban maksimum yang dapat diterima oleh balok. Untuk mengukur berat sendiri digunakan timbangan berkapasitas maksimal 300 kg. Kemudian load shell berfungsi untuk mengetahui beban  maksimum  yang  terjadi.  Balok  beton  bertulang  normal  sebagai  balok kontrol memiliki berat volume sebesar 2038,7 kg/m3 dan mampu menahan beban maksimum   rata – rata sebesar   5725 kg. Pada balok beton bertulang dengan lubang  hollow core ukuran 5 x 10 x 60 cm memiliki berat volume sebesar 2000 kg/m3  dan mampu menahan beban   maksimum sebesar   rata – rata 5475   kg dengan persentase pengurangan pada berat volume terhadap balok kontrol sebesar 1,9 % dan persentase pengurangan kekuatan geser   sebesar 4,37 %. Pada balok beton bertulang dengan lubang hollow  core ukuran 7 x 10 x 60 cm dan 9 x 10 x 60 cm yang memiliki berat volume rata – rata masing-masing sebesar 1922,4 kg/m3  dan   1911,5 kg/m3. Balok ini mampu menahan beban maksimum   rata – rata sebesar 4800 kg untuk balok dengan lubang hollow core ukuran 7 x 10 x 60 cm dan 4850 kg untuk balok dengan  lubang hollow core ukuran 9 x 10 x 60 cm. Persentase pengurangan berat volume terhadap balok kontrol masing - masing sebesar  5,7% dan  6,2% . Untuk persentase pengurangan  kekuatan geser masing – masing sebesar 16,16% dan 15,28%. Dengan demikian dapat dilihat bahwa pengaruh pengurangan volume beton pada balok beton bertulang dengan lubang hollow core dapat mengurangi kekuatan balok untuk menahan kuat geser yang terjadi. Kata kunci : kuat geser, Lubang Hollow Core, balok
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAMBU TERHADAP KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT TULANGAN BAMBU AGEGAT BATU BATA Paramita, Riezka Prilly; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.932 KB)

Abstract

Kuda-kuda merupakan struktur rangka batang yang terdiri dari batang tekan dan tarik. Umumnya material yang digunakan sebagai bahan penyusun kuda-kuda berupa baja, kayu, dan beton bertulang. Namun, beton bertulang sebagai bahan penyusun kuda-kuda belum banyak dikembangkan serta dimanfaatkan secara maksimal dikarenakan kekurangan beton bertulang yaitu berat sendiri yang menyulitkan pada saat pemasangan di lapangan. Pada penelitian ini percobaan dilakukan pada kuda-kuda dengan agregat kasar batu bata serta mengganti tulangan dengan tulangan bambu untuk membuat kuda-kuda lebih ringan dengan kekuatan yang relatif sama. Adapun variasi dalam percobaan ini adalah kuda-kuda beton komposit tulangan bambu dengan serat (tipe BS)  dan tanpa serat (tipe B). Penambahan serat sebanyak 1,5% berat semen dilakukan untuk memperkuat kuda-kuda yang dilihat dari pola retak sebagai respon terhadap beban vertikal yang diberikan. Benda uji berbentuk setengah kuda-kuda dengan bentang 150 cm, tumpuan sendi-rol, dan sudut 35o sebanyak 3 buah masing-masing variasi dan sebuah kuda-kuda agregat batu kerikil normal (tipe N) sebagai benda uji kontrol. Hasil pengujian didapatkan kuda-kuda tipe BS memiliki rata-rata berat sendiri sebesar 84,15 kg dengan rata-rata beban maksimum 3766,67 kg.  Kuda-kuda tipe B memiliki rata-rata berat sendiri 84,78 kg dengan rata-rata beban maksimum 3016,67 kg. Sementara kuda-kuda tipe N memliki berat sendiri 97,8 kg dengan beban maksimum 3700 kg. Pola retak yang terjadi pada tipe BS terjadi secara bertahap dan banyak, sementara pada tipe B retak terjadi secara tiba-tiba dan sedikit sehingga keruntuhan terjadi lebih cepat dibanding tipe BS. Hal ini menunjukkan bahwa agregat batu bata dan tulangan bambu  dengan serat dapat menjadi agregat kasar dan tulangan pengganti dengan kekuatan yang hampir sama dengan beton normal walaupun tidak memiliki perbedaan berat sendiri yang signifikan dengan beton normal.
Co-Authors ., Claudia Abadiah, Yuli Nur Achfas Zacoeb Adinda Maharani, Ghea Nabila Afrizal, Danny Zuan Agostinho Francisco Pinto, Agostinho Francisco Ahmad Fitri Sujatmiko, Ahmad Fitri Aji Wijaya, Dwi Prasetyo Alangnabil, Muhammad Alfianto, Alif Alhadad, Muhammad Alista, Fenty Putri Alwafi Pujiraharjo AmbarPratiwi, Isma Arum Anderson, Jordi Anggara Putra, Dyorizky Imaduddin Anggara, Rizal Tri Anugrah, Ahmad Yuri Aprillinda, Sylvia Ari Wibowo Aulia, Rahmi Bestari, Afif Zuhair Carina Riando, Shabrina Bella Chiquita, Theadeira Christin Remayanti Christin Remayanti N Christin Remayanti N. Desinta Nur Lailasari, Desinta Nur Dessanda, Ryan Radya Desy Setyowulan Devi Nuralinah Devi Nurlinah, Devi Dini, Hanita Nurilina Dwi Putra, Bagus Ginanjar Dwijo Wibowo, Christoforus Aditya Eva Arifi Faizal, Muhammad Fathurrohman, Muhammad Fauzi, Rifqi Eka Hamzah, Muhammad Hendro Suseno Herdianto, Muhammad Irfan Imran Jamaran Indra Waluyohadi, Indra Indradi Wijatmiko Insani, Muhammad Hanif Iqbal, Faishal Kamilah, Fauziyah Khalis, Adli Khamal Barlev Ruslie Khusnul Prianto, Khusnul Kurniawan, Ari Tri Kurniawan, Fajri Lilya Susanti Mahendra, Muhammad Reza Maulana, Farhana Irvan Maulidianto, Mohammad Irvan Ming Narto Wijaya Morrida, Adam Akbar Mufika, Neyla Rohmah Muttaqin, Abdillah Najida, Izza Abhan Narayana, Jalu Nawawi, Imam Novriadi, Ilham Nugroho, Bagus Prasetyo Nugroho, Mahening Desantoro Nugroho, Rahadian Dwi NUR HAFIDHI, MUHAMMAD MUSYFIQ Pambudi, Aji Kukuh Pangestu, Rizki Ayu Paramita, Riezka Prilly Permana, Muhamad Hilman Prasetyo, Ferry Singgih Prastyo, Roni Dwi Prayoga, Yopi Adi Purwaningsih, Anis Puspitasari, Linda Andita Putri, Nanda Kartika Rachman, Muhammad Arif Ramadhani, Candra Kurniawan Ramadhani Ridho, Achmad Ali Robertus, Aristo Yonghy Roland Martin Simatupang S, Rinaldi S.Utami, Putri Dewanti Sani, Firzi Maulana Saputra, Bagus Arista Sasmita, Mochamad Hadi Setiawan, Ronny Shoufika, Alifinia Sitanggang, Gilbert Siti Nurlina Sugeng P. Budio Susanti, Lilya Susanti Taffareld, Muhammad Firhand Tedy Wonlele Tennyson, Albany W., Ming Narto Wicaksono, Ananta Dzaky Widya A, Erwin Wisnumurti Wisnumurti . Wresniwira, Sastria Yanuar, Lucky