Claim Missing Document
Check
Articles

KEKUATAN LENTUR BALOK KOMPOSIT BETON DAN BATA RINGAN TULANGAN BAMBU DENGAN VARIASI TINGGI BATA RINGAN Prasetyo, Ferry Singgih; Dewi, Sri Murni; Simatupang, Roland Martin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.604 KB)

Abstract

Teknologi beton ringan sangat dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, terutama pada gedung-gedung pencakar langit yang menghendaki berat sendiri yang kecil guna meminimalkan daya impact akibat beban gempa. Penelitian kemudian didesain dengan dua variable tinggi bata ringan yaitu 6,5 cm dan 8,5 cm, serta dengan mutu beton rencana 25 MPa. Benda uji memiliki dimensi 200 x 16 x 20 cm, sedangkan bata ringan yang digunakan memiliki dimensi 50 x 8 x 8,5 cm. Dalam proses pengujian, balok diletakkan di atas dua tumpuan sederhana dengan beban terpusat dibagi menjadi dua titik ntuk mendapatkan kapasitas lentur murni. Dialgauge diletakkan di kedua sisi untuk mengetahui lendutan yang terjadi.Berdasarkan pengujian diperoleh tinggi bata ringan 8,5 cm memiliki berat volume yang lebih kecil dibandingkan balok komposit dengan tinggi 6,5 cm. Balok komposit dengan tinggi bata ringan 6,5 cm mampu menahan beban 2476 kg, sedangkan balok komposit dengan tinggi bata ringan 8,5 cm mampu menahan beban 2537 kg. Dengan menggunakan metode conjugate beam dan mengambil beban pada saat kondisi elastis, maka didapatkan tinggi bata ringan 6,5 cm memiliki lenduta 0,858 mm dan tinggi bata ringan 8,5 cm memiliki lendutan 0,972 mm. Balok komposit dengan tinggi bata ringan 6,5 cm, memiliki kekakuan 519,23 kg/mm sedangkan balok komposit dengan tinggi bata ringan 8,5 cm memiliki kekakuan 605,23 kg/mm. Sedangkan berdasarkan pengamatan pola retak, tidak ada pengaruh yang signifikan akibat variasi tinggi bata ringan. Kata kunci: balok, komposit, bata ringan, kuat lentur.
INTERAKSI MUTU BETON DAN RASIO VOLUME BATA RINGAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KOMPOSIT BETON DAN BATA RINGAN ., Claudia; Dewi, Sri Murni; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.876 KB)

Abstract

Inovasi beton terus mengalami perkembangan. Salah satu contohnya inovasi tentang beton ringan. Teknologi beton ringan ini bertujuan untuk memperingan struktur bangunan sehingga dapat meminimalisir efek gempa. Penelitian ini menggabungkan dua bahan yaitu beton dan bata ringan menjadi sebuah elemen struktur balok komposit. Penelitian ini didesain dengan dua variabel bebas yaitu mutu beton dan volume bata ringan. Mutu beton yang digunakan adalah 24,57 MPa dan 29,81 MPa sedangkan variasi bata ringan yang digunakan adalah bata ringan dengan tinggi 8,5 cm dan 6,5 cm. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui interaksi mutu beton dan volume bata ringan terhadap kuat lentur balok komposit. Untuk  mendapatkan hasil pengujian lentur murni maka balok ditempatkan di atas dua tumpuan sederhana dan dibebani dengan beban terpusat. Berdasarkan hasil uji analisis varian dua arah didapatkan hasil F tabel sebesar 5,32 sedangkan F hitung untuk sumber variasi volume bata ringan sebesar 0,017, F hitung untuk sumber variasi mutu beton sebesar 0,035 ,dan F hitung untuk interaksi kedua sumber variasi sebesar 0,317. Meskipun semua hasil F hitung lebih kecil dari F tabel namun jika F hitung antar ketiganya dibandingkan hasilnya adalah F hitung interaksi antara mutu beton dan volume bata ingan terlihat lebih besar. Hal ini menandakan bahwa terdapat interaksi antara mutu beton dan volume bata ringan terhadap kuat lentur balok meskipun kontras tidak terlihat secara signifikan. Kata kunci: balok, komposit, bata ringan, interaksi, kuat lentur
INTERAKSI KEKUATAN LENTUR DAN BERAT VOLUME PELAT BETON RINGAN TUMPUAN TERKEKANG BERTULANGAN BAMBU Robertus, Aristo Yonghy; Dewi, Sri Murni; Simatupang, Roland Martin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.667 KB)

Abstract

Kontribusi massa pelat yang cukup besar dalam suatu struktur perlu dikurangi, yaitu dengan menggunakan teknologi beton ringan dimana komposisi material baja tarik digantikan dengan tulangan bambu. Beton ringan memiliki modulus Elastisitas (E) kecil sehingga defleksinya lebih besar dari beton konvensional, maka untuk memperkaku struktur dilakukan pengekangan pada tumpuannya. Percobaan dilakukan dengan dua jenis spesimen, yaitu pelat beton ringan satu arah dengan rasio tulangan minimum (ρmin) dan 0,5 rasio tulangan maksimum (0,5 ρmaks). Ukuran benda uji 100x80x5 cm, perbandingan komposisi beton 1:3:1 dengan kuat tekan 32 MPa. Penelitian dilakukan dengan memberikan beban terpusat pada tengah bentang bertahap hingga pelat runtuh. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah berat volume pelat, beban maksimum (Pu) dan lendutan (Δ) yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji pelat dengan 0,5 ρmaks mampu menahan beban lebih besar daripada ρmin. Pelat dengan 0,5 ρmaks memiliki lendutan dan berat jenis yang lebih kecil dan kekakuan yang lebih besar dibanding pelat dengan ρmin. Pelat dengan tumpuan terkekang memiliki keandalan yang lebih dalam menahan beban vertikal dibanding tanpa kekangan. Diperoleh selisih beban vertikal maksimum (Pu) lebih dari  25% dan pada kondisi elastis terdapat selisih lendutan (Δ) sebesar 25%. Kata kunci: Pelat, Tulangan Bambu, Berat Jenis, Beban Maksimum, Kekakuan.
PERBANDINGAN KUAT LENTUR SATU ARAH PELAT BETON TULANGAN BAMBU DENGAN PELAT BETON TULANGAN BAMBU ISI STYROFOAM Fauzi, Rifqi Eka; Dewi, Sri Murni; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1581.715 KB)

Abstract

Beton ringan merupakan inovasi bahan yang memiliki potensi untuk dikembangkan, bambu dapat digunakan tulangan beton menggantikan baja dan lebih ringan, pemberian styrofoam pada elemen struktur mampu mengurangi berat sendiri struktur, kemudian mecuatkan gagasan tentang plat beton tulangan bambu isi styrofoam. Penelitian ini menggunakan pelat beton tulangan bambu isi styrofoam sebanyak 3 buah yang akan dibandingkan kuat lenturnya dengan pelat beton tulangan bambu tanpa styrofoam. Dimensi pelat yang digunakan 800x400x10 mm, dimensi tulangan memanjang 6x6 mm dan panjang 750 mm, dimensi tulangan melintang 6x6 mm dan panjang 350 mm, dan dimensi styrofoam 750x350x10 mm. Setelah usia 28 hari, dilakukan uji lentur plat satu arah dengan beban garis di tengah bentang. Plat beton tulangan bambu isi styrofoam menurunkan Pu 15,6% dibandingkan plat tanpa styrofoam, namun beratnya berkurang 9,72%. Pelat beton bertulangan bambu isi styrofoam memiliki lendutan lebih besar 77 % dari pelat yang tidak menggunakan styrofoam pada kondisi retak pertama, sedangkan pada kondisi runtuh pelat isi  styrofoam mengalami penambahan lendutan sebesar 16 % dibandinkan pelat tanpa styrofoam.Pteoritis plat beton tulangan bambu didapatkan sebesar 394,09 kg, sedangkan pada uji laboratorium di dapatkan Pu sbesar 650 kg. Kata kunci:plat beton, tulangan bambu, styrofoam, kuat lentur.
PENGARUH LETAK BUKAAN PADA BEBAN RUNTUH DINDING BATA TERKEKANG (Confined Masonry) YANG DIBEBANI SECARA SIKLIK LATERAL Narayana, Jalu; Dewi, Sri Murni; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi gempa bumi di Indonesia diperkuat dengan adanya data geogfrafis yang menunjukan bahwa wilayah Indonesia mempertemukan lempeng Indo-Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Gaya gempa bertransformasi menjadi gaya lateral pada struktur bangunan. Bata merah adalah bahan bangunan yang umum digunakan sebagai pembentuk dinding rumah tinggal masyarakat Indonesia. Pada penelitian ini, dilakukan analisa berkaitan dengan adanya letak lubang/bukaan terhadap kapasitas runtuh dinding terkekangdengan memberikan beban siklik lateral dengan deformasi sebesar ∆ dan dianggap runtuh jika drift mencapai 1% dari tingginya. Dinding yang diuji adalah dinding model dengan ukuran 120 cm × 120 cm × 4 cm, dan ukuran bukaan adalah 36 cm × 80 cm, terdiri dari 2 Dinding A (tanpa bukaan), 3 Dinding B (bukaan tengah) dan 3 Dinding C (bukaan tepi). Dari percobaan menunjukan kapasitas runtuh Dinding A memiliki nilai tertinngi, kemudian Dinding C, dan Dinding B memiliki nilai terendah. Pola retak yang terjadi pada Dinding A menunjukan kegagalan geser saja, akan tetapi pada Dinding B dan C menunjukan keruntuhan kombinasi geser-tarik. Kata kunci: Gempa, lubang/bukaan, beban siklik lateral, kapasitas runtuh, pola retak  
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAMBU DAN PELAPISAN BATU APUNG TERHADAP KUAT LENTUR BETON RINGAN Alista, Fenty Putri; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.564 KB)

Abstract

Penelitian tentang beton terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Salah satunya adalah penelitian tentang beton ringan. Beton ringan sangat banyak dikembangkan karena manfaatnya yang dapat mengurangi berat sendiri suatu bangunan, sehingga efek gempa terhadap bangunan dapat diminimalisir. Salah satu cara membuat beton ringan adalah dengan mengganti agregat kasar dengan batu apung. Pada penelitian ini digunakan dua variabel bebas yaitu variasi penambahan serat bambu dan pelapisan batu apung. Variasi penambahan serat bambu yang digunakan yaitu 0%, 1%, 1.2%, dan 1.4% terhadap berat semen sedangkan batu apung yang digunakan adalah batu apung tanpa pelapisan dan batu apung dengan pelapisan. Benda uji yang digunakan memiliki dimensi 15 x 15 x 60 cm untuk selanjutnya dilakukan pengujian lentur dengan beban dua titik di 1/3 bentang tengah. Berdasarkan hasil analisis varian satu arah, didapatkan Fhitung 0.490 dan Ftabel 3.24 untuk pengaruh variasi penambahan serat pada beton tanpa pelapisan. Sedangkan pada pengaruh variasi penambahan serat dengan pelapisan didapatkan Fhitung sebesar 2.492 dan Ftabel 3.24. Pada pengujian t yang berguna untuk mengetahui pengaruh pelapisan batu apung pada beton ringan didapatkan nilai Thitung sebesar -0.479 untuk variasi serat bambu 0%, 1.121 untuk variasi serat bambu sebesar 1%, -2.05 untuk variasi serat bambu sebesar 1.2%, dan -0.957 untuk variasi serat bambu sebesar 1.4% dengan Ttabel sebesar +/-2.306. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil analisis varian dan uji t, penambahan serat bambu dan dan pelapisan batu apung masih belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kuat lentur beton ringan. Namun jika dilihat dari kuat lentur rata-rata, kuat lentur pada beton ringan baik tanpa pelapisan maupun dengan pelapisan mengalami kenaikan sairing dengan penambahan serat.   Kata kunci: beton ringan, batu apung, pelapisan, serat bambu, kuat lentur
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAMBU DAN PELAPISAN BATU APUNG TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN Abadiah, Yuli Nur; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.469 KB)

Abstract

Beton merupaka bahan konstruksi yang paling banyak dipakai di Indonesia, namun bahan penyusunyang pakai semakin terbatas. Dengan adanya perkembanganteknologi material, khususnya teknologi beton, muncul ide untukmemanfaatkan material organik sebagai bahan penyusun. Batu Apung merupakan bagian dari agregat alami yang memiliki berat jenis 1600 kg/m3.Pelapisan dilakukan dengan menggunakan lem beton dan pasir. Pada penelitian ini, objek yang diamati yaitu, Silinder beton agregat kasar batu apung tanpa pelapisan dan Silinder beton agregat kasar batu apung dengan pelapisan. Kedua jenis silinder beton tersebut masing-masing ditambahkan serat bambu sebesar 0%, 1%, 1,2%, dan 1,4%. Masing - masing silinder uji tiap prosentase penambahan serat dikedua jenis beton menggunakan 5 benda uji. Diameter silinder 15 cm dan tinggi silinder 30 cm. Uji tekan dilakukan setelah silinder beton berumur 28 hari Hasil kuat tekan beton ringan tanpa pelapisan batu apung mengalami kenaikan nilai kuat tekan dengan penambahan serat bambu dari 0%, 1%, 1,2% dari berat semen, tetapi nilai kuat tekan menurun ketika serat bambu ditambahkan sebesar 1,4 % dari berat semen. Hasil kuat tekan beton ringan dengan pelapisan batu apung mengalami penurunan nilai kuat tekan dari penambahan serat sebesar 0% ke 1%, hal ini disebabkan karena faktor nilai slump yang rendah pada penambahan serat 0% dan nilai slump tinggi pada penambahan serat sebesar 1%. Nilai kuat tekan pada penambahan serat 1% ke 1,2% mengalami kenaikan. Untuk nilai kuat tekan dengan penambahan serat 1,2% ke 1,4% mengalami penurunan. Sama seperti hasil sebelumnya faktor yang mempengaruhi juga sama, yaitu faktor penambahan air untuk mencapai nilai slump tertentu. Kata kunci: beton ringan, batu apung, pelapisan batu apung, serat bambu, kuat tekan
INTERAKSI RASIO TULANGAN DAN MUTU BETON TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BERTULANGAN BAMBU DENGAN KAIT Muttaqin, Abdillah; Dewi, Sri Murni; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.089 KB)

Abstract

Penggunaan beton bertulang di masyarakat semakin meningkat untuk konstruksi, dengan hanya menggunakan tulangan baja sebagai satu-satunya bahan tulangan pada beton bertulang diperlukan alternatif pengganti tulangan baja.Inovasi yang diperlukan adalah tulangan yang murah, dapat diperbarui, dan mudah didapat salah satunya yaitu bambu. Bambu sendiri memiliki kekurangan yaitu bersifat higroskopis,cara yang coba digunakan untuk mengatasi kekurangan pada sifat bambu yaitu dengan pelapisan pada tulangan bambu dan ditambahkannya pengait agar mengurangi sifat higroskopis dan meningkatkan tegangan lekat.Pada penelitian ini digunakan 24 benda uji balok dan 16 benda uji pull-out untuk mengamati interaksi rasio tulangan dan mutu beton terhadap kuat lentur balok. Rasio tulangan yang digunakan pada penelitian ini 0,8% dan 1,6%, sedangkan mutu beton yang digunakan 20MPa dan 30 MPa. Berdasarkan hasil metode anova didapatkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara rasio tulangan dengan mutu beton terhadap kuat lentur balok bertulangan bambu dengan kait dimana didapat nilai f hitung lebih kecil dari f tabel dengan tingkat ketidakpastian sebesar 5% dan dengan analisis kontras perbandingan beban maksimum didapatkan hasil yang berbanding lurus dengan metode anova dimana nilai presentase interaksi antara mutu beton dengan rasio tulangan hanya sebesar 1,06 %. Analisis kontrasperbandingan lendutan didapat nilai presentase interaksi antara mutu beton dengan rasio tulangan sebesar 12,25%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa interaksi mutu beton dan rasio tulangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kuat lentur balok  bertulangan bambu dengan kait. Kata kunci: tulangan bambu dengan kait, rasio tulangan, mutu beton, kuat lentur
INTERAKSI JENIS KAIT DAN JARAK ANTAR KAIT TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU DENGAN PENGAIT Ridho, Achmad Ali; Dewi, Sri Murni; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.652 KB)

Abstract

Penggunaan balok beton bertulangan bambu dalam dunia konstruksi masih banyak menimbulkan keraguan. Keraguan timbul karena lekatan antara bambu dan semen kurang baik, selain itu bambu sangat higroskopis, sedang kandungan air pada bambu sangat mempengaruhi kembang susut, yang lebih lanjut akan mempengaruhi lekatan antara bambu dan beton. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan diatas, maka pada penilitian ini dilakukan penambahan kait pada balok beton bertulangan bambu. Material yang digunakan sebagai kait bervariasi yaitu menggunakan bambu petung dan menggunakan kayu kamper sebagai jenis kait yang lain. Pada penelitian ini objek yang diamati yaitu, benda uji berupa balok dengan dimensi 18 x 28 x 160 cm. Balok Beton bertulangan bambu yang diberi pengait dengan jenis dan jarak yang telah ditetapkan. Balok diuji untuk mendapatkan kuat lentur, sedangkan tulangan bambu dengan pengait diuji pull-out untuk mendapatkan hasil tegangan lekat. Tulangan yang digunakan menggunakan bambu jenis petung, sedangkan jarak antar kait ditetapkan sebesar 6 cm dan 12 cm, dengan jenis kaitnya yaitu bambu petung itu sendiri serta kayu kamper. Selain variasi tentang jenis dan jarak kait, percobaan ini juga menggunakan variasi mutu beton yaitu 20 MPa dan 30 MPa serta variasi rasio tulangan 0,8% dan 1,6%. Karena banyaknya variasi yang digunakan, percobaan ini menggunakan metode statistik setengah faktorial dengan tujuan untuk memangkas jumlah benda uji yang akan dibuat. Hasil dari percobaan ini menggunakan metode tabel ANOVA diperoleh perhitungan Fhitung sebesar 0,015 dengan level of significance (α) = 0,05 diperoleh nilai Ftabel= F0,005; 3; 23= 4,35. Karena nilai Fhitung< Ftabel (0,015 < 4,35), maka H0 diterima dan H1 ditolak . Sehingga tidak terdapat pengaruh signifikan interaksi jarak kait dengan jenis kait terhadap kuat lentur balok bertulangan bambu dengan kait.   Kata kunci: beton bertulang bambu, kait, pull-out, kuat lekat, kuat lentur
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAMBU TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BERTULANG BAMBU DENGAN AGREGAT KASAR BATU PUMICE Aji Wijaya, Dwi Prasetyo; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.976 KB)

Abstract

Beton ringan adalah teknologi bahan kontruksi yang banyak digunakan dalam bidang teknik sipil karena memiliki keunggulan yaitu berat jenisnya yang ringan dan batu pumice adalah salah satu material penyusun beton ringan. Perlu adanya tulangan untuk mengatasi kuat tarik yang lemah pada beton. Penggunaan tulangan bambu adalah salah satu alternatif pengganti tulangan baja. Penambahan serat bambu juga dapat membantu mengatasi retak-retak dini pada beton. Penelitian dilakukan dengan menggunakan setengah faktorial dengan empat jenis benda uji dengan ukuran 160x15x20cm yaitu A1B2C2, A2B2C1, A2B1C2 dan A1B1C1. Dimana A1 dan A= adalah kadar serat bambu sebesar 40 gr dan 150 gr,  B1 dan B2 adalah perbandingan semen dan agregat sebesar 1:2:1 dan 1:2,5:1,5, serta C1 dan C2 yaitu rasio tulangan bambu 1% dan 1,5%. Selain itu dibuat dua buah balok kontrol sebagai pembanding yaitu beton pumice tanpa serat dan beton normal. Percobaan dilakukan dengan cara memberikan beban terpusat pada tengah bentang sampai balok mengalami keruntuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat dapat menambah kuat lentur balok. Dan kadar optimum penambahan serat adalah sebesar 40 gr. Balok dengan penambahan serat memiliki lendutan yang lebih kecil dan kekakuan yang lebih besar dibandingkan dengan beton pumice yang tidak ditambahkan serat. Kata kunci : balok, serat, beban maksimum, komposisi, tulangan bambu  
Co-Authors ., Claudia Abadiah, Yuli Nur Achfas Zacoeb Adinda Maharani, Ghea Nabila Afrizal, Danny Zuan Agostinho Francisco Pinto, Agostinho Francisco Ahmad Fitri Sujatmiko, Ahmad Fitri Aji Wijaya, Dwi Prasetyo Alangnabil, Muhammad Alfianto, Alif Alhadad, Muhammad Alista, Fenty Putri Alwafi Pujiraharjo AmbarPratiwi, Isma Arum Anderson, Jordi Anggara Putra, Dyorizky Imaduddin Anggara, Rizal Tri Anugrah, Ahmad Yuri Aprillinda, Sylvia Ari Wibowo Aulia, Rahmi Bestari, Afif Zuhair Carina Riando, Shabrina Bella Chiquita, Theadeira Christin Remayanti Christin Remayanti N Christin Remayanti N. Desinta Nur Lailasari, Desinta Nur Dessanda, Ryan Radya Desy Setyowulan Devi Nuralinah Devi Nurlinah, Devi Dini, Hanita Nurilina Dwi Putra, Bagus Ginanjar Dwijo Wibowo, Christoforus Aditya Eva Arifi Faizal, Muhammad Fathurrohman, Muhammad Fauzi, Rifqi Eka Hamzah, Muhammad Hendro Suseno Herdianto, Muhammad Irfan Imran Jamaran Indra Waluyohadi, Indra Indradi Wijatmiko Insani, Muhammad Hanif Iqbal, Faishal Kamilah, Fauziyah Khalis, Adli Khamal Barlev Ruslie Khusnul Prianto, Khusnul Kurniawan, Ari Tri Kurniawan, Fajri Lilya Susanti Mahendra, Muhammad Reza Maulana, Farhana Irvan Maulidianto, Mohammad Irvan Ming Narto Wijaya Morrida, Adam Akbar Mufika, Neyla Rohmah Muttaqin, Abdillah Najida, Izza Abhan Narayana, Jalu Nawawi, Imam Novriadi, Ilham Nugroho, Bagus Prasetyo Nugroho, Mahening Desantoro Nugroho, Rahadian Dwi NUR HAFIDHI, MUHAMMAD MUSYFIQ Pambudi, Aji Kukuh Pangestu, Rizki Ayu Paramita, Riezka Prilly Permana, Muhamad Hilman Prasetyo, Ferry Singgih Prastyo, Roni Dwi Prayoga, Yopi Adi Purwaningsih, Anis Puspitasari, Linda Andita Putri, Nanda Kartika Rachman, Muhammad Arif Ramadhani, Candra Kurniawan Ramadhani Ridho, Achmad Ali Robertus, Aristo Yonghy Roland Martin Simatupang S, Rinaldi S.Utami, Putri Dewanti Sani, Firzi Maulana Saputra, Bagus Arista Sasmita, Mochamad Hadi Setiawan, Ronny Shoufika, Alifinia Sitanggang, Gilbert Siti Nurlina Sugeng P. Budio Susanti, Lilya Susanti Taffareld, Muhammad Firhand Tedy Wonlele Tennyson, Albany W., Ming Narto Wicaksono, Ananta Dzaky Widya A, Erwin Wisnumurti Wisnumurti . Wresniwira, Sastria Yanuar, Lucky