Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami, Pengetahuan Dan Sikap Akseptor KB PUS Terhadap Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir Helisa Layyinatusshyfa; Esitra Herfanda; Fathiyatur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.335

Abstract

Angka penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia masih tergolong rendah, padahal metode ini lebih efektif dalam mencegah kehamilan jangka panjang, banyak akseptor KB PUS yang menghadapi kendala dalam memilih metode kontrasepsi. Beberapa di antaranya disebabkan oleh kurangnya dukungan dari suami, rendahnya tingkat pengetahuan, serta sikap yang kurang mendukung terhadap penggunaan kontrasepsi. Hal ini mengakibatkan rendahnya tingkat partisipasi PUS dalam program KB, yang pada gilirannya dapat memengaruhi keberhasilan program KB secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami, pengetahuan, dan sikap akseptor KB PUS terhadap pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang di wilayah kerja Puskesmas Minggir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 105 responden pasangan usia subur (PUS) yang dipilih secara acak. Variabel independen meliputi dukungan suami, pengetahuan, dan sikap ibu; sedangkan variabel dependen adalah pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Hasil penelitian ini sesuai uji statistik menggunakan chi-square sehingga menunjukkan bahwa mayoritas responden memilih metode non-MKJP (55,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan MKJP (p-value = 0,000; OR = 8,951), pengetahuan ibu dengan pemilihan MKJP (p-value = 0,005; OR = 3,414), serta sikap ibu dengan pemilihan MKJP (p-value = 0,000; OR = 4,741). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan suami, pengetahuan, dan sikap ibu memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi dan konseling kepada pasangan usia subur mengenai MKJP.
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Fitriahadi, Enny; Herfanda, Esitra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2413

Abstract

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, tetapi kondisi stunting akan terlihat setelah anak berusia 2 Tahun. United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) menjelaskan mengenai jumlah balita penderita stuntingpada tahun 2020 meningkat sebesar 26,7 juta jiwa dibandingkan tahun 2000 yang mencapai 20,6 juta . Menurut WHO (2018) di Indonesia terdapat sebesar 37 % anak mengalami stunting. Tujuan penelitian adalah diketahuinya hubungan pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian Stunting di Posyandu Dewi Sartika Tahun 2023. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh subjek dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 7 - 24 bulan sebanyak 109 balita dengan sampel yang digunakan sebanyak 41 responden menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data kuesioner dan lembar observasi. analsis data univariat dan bivariat (chi Square). Hasil diketahui sebagian besar ibu memiliki waktu pemberian MP-ASI yang tidak sesuai dimana perilaku ibu sangat berperan penting dalam pemberian MP-ASI. Hasil analisis di peroleh terdapat hubungan waktu pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p-value 0,000 dan nilai OR 0,45 hal ini diartikan bahwa faktor-faktor pemberian MP-ASI merupakan faktor prefektif. Saran bagi pihak ibu balita agar dapat meningkatkan dan memberikan MP-ASI dengan kualitas yang baik sehingga dapat mencegah stunting pada balita.
Evaluation of Clinical Learning for Undergraduate Midwifery Students and Professional Midwifery Students Nuli Nuryanti Zulala; Siti Istiyati; Esitra Herfanda
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 11 No. 1 (2026): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmik.v11i1.955

Abstract

Background: Exposure to clinical settings reinforces theoretical instruction acquired in the classroom and provides students with authentic professional situations. Through engagement in these clinical activities, midwifery students are encouraged to acquire knowledge through direct involvement by gathering relevant information, conducting analyses, and applying appropriate management strategies for clients encountered during practice. Therefore, a systematic assessment of the clinical learning environment and the instructor’s role is essential for creating a supportive and constructive educational atmosphere. Consequently, the objective of this study is to evaluate the clinical learning practices experienced by undergraduate midwifery students and those enrolled in professional midwifery programs. Method: A total of 159 respondents, consisting of undergraduate midwifery students and professional midwifery education students in the even semester of the 2024/2025 academic year, participated in this survey. Data collection utilized the CLEQ 2.0 instrument, which had previously been translated into Indonesian using the forward-backward translation procedure and had been tested for validity and reliability. This instrument was used to measure several aspects, including case availability, learning motivation, supervisory guidance, and relational interactions between clients and midwives. Result: Analysis of the measurement results showed that the lowest average score was recorded on item number four with an average value of 3.42, while the highest average score was found on item number ten with a value of 4.38. The overall mean score was 4.10. Conclusion: The implementation of clinical learning for undergraduate midwifery students and professional midwives yielded satisfactory results.
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Personal-Hygiene saat Menstruasi pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Miftahunnajah Sleman Yogyakarta Rarania Tilana Wulandari; Intan Mutiara Putri; Esitra Herfanda
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 1 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19, No.1 Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i1.1307

Abstract

Adolescents have problems related to genital hygiene, namely poor behavior or habits associated with maintaining the cleanliness of reproductive organs. Personal hygiene knowledge is vital during adolescent menstruation because it influences behavior in caring for reproductive health during menstruation. The purpose of this study is to evaluate the association between knowledge and personal hygiene behavior in adolescent girls during menstruation. This is quantitative study using a cross-sectional approach. The total sampling strategy was used to select 44 young women for this study. A questionnaire is being used to collect data in this study. The Fisher exact test was employed to analyze the data in this study. According to the findings of the study, 23 teenagers (52.3%) had adequate understanding of personal hygiene during menstruation. Personal hygiene habits among teenage females during menstruation was good for 41 of them (93.2%). The P-value for the analysis was 0.001 (0.05), demonstrating a link between knowledge and personal hygiene behavior. Conclusion : Good knowledge has been proven to cause good personal hygiene behavior in adolescents. Suggestion : Miftahunnajah Yogyakarta Islamic Boarding School can routinely provide information related to personal hygiene so that young women have good knowledge and personal hygiene behavior.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN SIKAP STIMULASI TUMBUHKEMBANG PADA ANAK BALITA Mutia Arin Agustin; Esitra Herfanda
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.403

Abstract

Toddlerhood is a golden period that requires optimal growth and development stimulation. However, child development disorders in Indonesia still reach around 18% and SDIDTK coverage is only 70.8%, so maternal knowledge is an important factor in shaping attitudes towards stimulating children's growth and development. The purpose of this study was to analyze the relationship between maternal knowledge levels and attitudes towards stimulating growth and development in toddlers at ABA Jetis IV Kindergarten. The method used in this study was an analytical quantitative design using a cross-sectional approach. The sample consisted of 47 mothers with children aged 1-5 years, selected using simple random sampling. Data were collected using a validated knowledge and attitude questionnaire and analyzed using the Spearman Rank test (α < 0.05). The results showed that 87.2% of mothers had a good level of knowledge, with 61.7% showing a good attitude toward stimulation. The Spearman Rank correlation test indicated a significant relationship between the mothers' level of knowledge and their attitude towards stimulation of growth and development of 0.007 (p<0.05) with a correlation coefficient (0.385), which means that there is a relationship between the mothers' level of knowledge and their attitude towards stimulating the growth and development of toddlers at ABA Jetis IV Kindergarten with a low degree of relationship. The suggestion for future researchers is to expand the sample size and add other variables that may potentially influence children's growth and development stimulation attitudes.
PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP PENGETAHUAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA DI SMP NEGERI 1 GODEAN Hanifa Salsabila Putu Yahya; Esitra Herfanda
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.405

Abstract

Anemia remains a public health problem among adolescent girls, including in Sleman Regency, with a prevalence of 14.43% in 2024, despite the coverage of Iron Supplement Tablet (IST) consumption reaching 95.03%. This condition indicates that the high coverage of IST distribution has not been fully accompanied by adequate knowledge among adolescent girls regarding correct and appropriate IST consumption practices. Therefore, more effective and engaging health education efforts are needed to improve adolescent girls’ understanding of IST consumption as an early preventive measure against anemia. This study aims to determine the effect of flashcard-based education on knowledge of IST consumption among adolescent girls at SMP Negeri (State Junior High School) 1 Godean. This study employed a quantitative method with a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 43 eighth-grade female students selected through simple random sampling technique. Data were collected using a knowledge questionnaire administered before and after the flashcard-based educational intervention. The results showed an increase in adolescent girls’ knowledge levels following the intervention. A significant difference in knowledge was observed before and after the education, with a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating that flashcard-based education had a significant effect on knowledge of Iron Supplement Tablet consumption. In conclusion, flashcard media can be utilized as an alternative health education tool in schools to support anemia prevention efforts from adolescence.
Edukasi Sadari Efektif Meningkatkan Tingkat Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Perempuan Usia Di Atas 30 Tahun Suci Ramadhoani; Esitra Herfanda; Ellyda Rizki Wijihati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1544

Abstract

Pada perempuan yang berusia lebih dari 30 tahun, perubahan pada jaringan payudara menjadi semakin rumitkarena pengaruh hormon, faktor-faktor reproduksi, dan pola hidup. Hal ini berakibat pada meningkatnya risikoperempuan di kelompok usia tersebut terhadap masalah payudara, termasuk di antaranya kanker payudara. Salahsatu metode deteksi dini yang dapat dilakukan oleh wanita sendiri adalah pemeriksaan payudara sendiri(SADARI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi sadari terhadap kemampuandeteksi dini kanker payudara pada perempuan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan pendekatankuasi eksperimen menggunakan desain one group pretest–posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhperempuan usia &gt;30 tahun yang berdomisili di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, KabupatenBantul, yang memenuhi kriteria penelitian. Total sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Metodepengambilan sampel yang diterapkan adalah Total Sampling. Intrumen penelitian ini menggunakan booklet dankuesioner pengetahuan. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai asymp. Sig (2-tailed) 0,025 &lt; 0,05 yang berarti ada pengaruhedukasi pemeriksaan SADARI terhadap tingkat pengetahuan perempuan. Hasil Mean Rank pre-test dan post-testadalah 3,00. Disarankan agar edukasi SADARI dilakukan secara rutin dan berkelanjutan oleh tenaga kesehatanmelalui kegiatan penyuluhan di masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan perempuandalam melakukan deteksi dini kanker payudara.