Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

POSYANDU BALITA DI MASA PANDEMI COVID-19 Evi Wahyuntari; Esitra Herfanda
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i1.367

Abstract

Latar belakang: Pandemi Covid-19 berdanpak terhadap seluruh aspek termasuk dalam pelayanan posyandu yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Pelayanan posyandu perlu melakukan inovasi untuk penyesuaian baru. Tujuan: pelatihan inovasi pelayanan posyandu di masa pandemic seperti pelaksanana posyandu tatap muka, konsultasi melalui media sosial. Permasalahan: yang dihadapi mitra adalah berdasarkan identifikasi jumlah balita di Posyandu Jinten 5 b sebanyak 20 balita dimana selama masa pandemi tidak dapat melakukan pemeriksaan tumbuh dan kembang sehingga tidak diketahui tumbuh kembang balita. Metode : diberikan penyuluhan terkait covid-19 dan pelaksanaan posyandu masa pandemic, pemanfaatan media sosial dan dan pelayanan kesehatan. Hasil:. Terdapat 5 kader yang megikuti sosialisasi, WAG sebagai media informasi dan pelaksanaan pelayanan posyandu telah dilakukan sesuai dengan protocol kesehatnd an door to door selama PKKM Darurat Jawa-Bali. Simpulan: Pelayanan Posyandu memegang peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita sehinga inovasi media sosial selama masa panndemi sangat membantu dalam hal penyampaian informasi kesehatan ibu dan anak.
Efektivitas Pemberian Edukasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Di Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Gamping Puspitasari, Arum Dea; Esitra Herfanda; Evi Wahyuntari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.446

Abstract

Kurangnya edukasi tentang kesehatan reproduksi pada remaja berdampak pada rendahnya pengetahuan tentang cara menjaga kebersihan organ reproduksi, yanh dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Remaja membutuhkan pemahaman yang tepat untuk menjaga personal hygiene, terutama saat pubertas. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian edukasi kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja kelas VII di SMP Muhammadiyah 2 Gamping. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-eksperimental dengan desain pretest-posstest one geoup dengan populasi kelas VII berjumlah 102 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media Power Point. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dalam penelitian ini setelah dilakukan uji statistic menggunakan Wilcoxon pada pengetahuan laki-laki dan perempuan menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 atau <0,05 yang dapat diartikan bahwa ada pengaruh efektivitas pemberian edukasi kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja di kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Gamping.
Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggulan Kulon Progo Ayu Anggraini; Luluk Rosida; Esitra Herfanda
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.500

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah keadaan di mana ukuran atau tinggi anak-anak tidak selaras dengan norma umurnya. Hal ini mencerminkan adanya gangguan dalam pertumbuhan fisik anak (Pertiwi et al., 2025). Salah satu faktor risiko terjadinya stuntingadalah berat badan lahir rendah, yaitu berat bayi ≤ 2.500 gram saat lahir, serta panjang badan lahir, yaitu panjang bayi ≤ 47 cm. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir terhadap kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Nanggulan Kulon Progo. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control, melibatkan populasi 887 balita. Sampel terdiri dari 45 kasus dan 45 kontrol, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui buku KIA/KMS dan Rekam medis. Hasil : Dari 90 sampel, 45 Balita (50%) mengalami stunting, sedangkan 45 (50%) tidak stunting. Jumlah balita berat badan lahir 17 (18,9%) dan panjang badan lahir 34 (37,8%). Analisis statistik menggunakan Chi-square menunjukkan p-value 0.000, yang menunjukan adanya hubungan signifikan antara berat badan lahir, panjang badan lahir, dan kejadian stunting. Kesimpulan : Terdapat hubungan berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting di Puskesmas Nanggulan Kulon Progo.
Pengaruh Pemberian Video Dukasi Sadari Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswi Dalam Melakukan Praktik Sadari Intan Wahyu Anggraini; Esitra Herfanda; Elika Puspitasari
Indonesian Health Issue Vol. 4 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v4i2.126

Abstract

One type of cancer that most often affects women and is the cause of death worldwide is breast cancer. According to data from GLOBOCAN (2020) new cases of cancer in Indonesia reached 68,858 cases (16.6%) ofatotalof 396,914 newcasesin Indonesia. Lackof knowledge isoneof the factors for women to do early detection of breast cancer. Efforts to increase knowledge of adolescent girls are one of them through SADARI counseling. Breast self-examination (SADARI) aims to determine the presence or absence of lumps in a woman's breast. The purpose of this study was to determine the effect of providing educational video SADARI through video media on the level of knowledge of adolescent girls at SMAN 1 Pengasih Kulon Progo. This study used a pre-experiment method and used a one group pretest- postest approach. The population was 131 female students with 63young women in class XI used as samples selected using stratified random sampling technique. Data obtained through the distribution of questionnaires to respondents were then processed using the Wilcoxon test. This study has the results of the majority there is an increase in knowledge before being given intervention through SADARI video media with a majority of 29 respondents (46.03%) and after being given intervention as many as 37 respondents (58.73%). The results of the Wilcoxon test obtained a significant value of 0.000(p <0.05) which means Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is an effect of providing health education using SADARI video media on the level of knowledge of adolescent girls at SMAN 1 Pengasih Kulon Progo. Suggestion: It is expected that the school is able to collaborate with the nearest health service to provide counselingon breastself-examination (SADARI) to all female students at SMA N 1 Pengasih Kulon Progo.
Pelatihan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah (Na) dalam mencegah stunting pendekatan komprehensif Esitra Herfanda; Herlin Fitriani Kurniawati; Wahyuntari, Evi; Agung Nugroho; 5Indah Gita Cahyani; Ratu Zilan Fitri
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4378

Abstract

Faktor penyebab stunting salah satunya adalah anemia dan kekurangan energi kronis pada masa remaja Upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan kader mallaui pelatihan dengan mitra Nasyiatul Aisyiyah (NA) Cabang Kraton) dengan  Tujuan pemberdayaan kader kesehatan NA dalam pencegahan stunting dengan pendekatan komprehensif. Community Development Methods, dengan sasaran adalah remaja di PCNA Kraton.  Melibatkan 18 kader NA dengan metode pelatihan diskusi interaktif dan juga simulasi/ demonstrasi pengukuran atropometri dan kadar Hb. Hasil pelaksanaan didapatkan peningkatan pengetahuan dari 18 peserta serta tersedia kader disetiap ranting Aisyiyah Cabang Kraton dalam upaya pencegahan stunting. Saran  dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya dipendampingan dan pengutan peran peer educator remaja berkontribusi dalam penurunan stunting.
IbM Pembentukan Kader Kesehatan Remaja Di Wilayah Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah Patran, Tegal, Klisat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Moyudan Suryaningsih, Endang Koni; Astuti, Tri Wahyuning Puji; Herfanda, Esitra
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase remaja adalah fase penting dalam sebuah fase kehidupan. Sebab pada fase ini remaja memiliki tugas dan tanggungjawab dalam mempersiapkan diri pada fase berikutnya. Namun pada kenyataannya, remaja seringkali mengalami permasalahan yang dapat menyebabkan kegagalan dalam emgemban tugas dan tanggungjawabanya. Kenakalan di masyarakat sering terjadi pada usia remaja. Fenomena pergaulan bebas, aborsi yang tidak aman pada usia remaja, kehamilan yang tidak diinginkan, dan pernikahan dini merupakan contoh kenakalan yang terjadi pada remaja. NA ranting Patran, Tegal, dan Klisat merupakan perkumpulan remaja ‘Aisyiyah yang belum memiliki kader kesehatan bagi remaja. Sedangkan telah ditemukan bberapa kasus di daerah tersebut adanya remaja yang menikah di usia dini dikarenakan kehamilan yang tidak diinginkan. Sehingga perlu adanya pembentukan kader kesehatan bagi remaja agar dapat menjadi penyampai informasi terkait kesehatan reproduksi bagi remaja setempat dnegan pendekatan yang terstruktur dan sistematis. Luaran dari pengabdian masyarakat ini diharapkan terbentuknya kader kesehatan reproduksi bagi remaja serta tersusunnya program kerja dari para kader kesehatan tersebut.
Pendampingan Ibu Hamil Di Lokus Stunting Wilayah Yogyakarta Syagata, Anindhita; Fayakun Nur Rohmah; Esitra Herfanda; Dittasari Putriana; Teti Anggita Safitri
ABDIMAS Madani Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v5i1.112

Abstract

Stunting is a nutritional problem in Indonesia, and there are 10 stunting loci in Sleman Regency, Yogyakarta, one of which is Sendangmulyo Village. Early stunting develops in the womb, so the nutritional status of pregnant women is important to pay attention to. Pregnant women who have a chronic lack of energy have a higher risk of giving birth to malnourished children. The stunting rate is still high, and stakeholders focus on handling children, even though it can also be seen in nutrition during pregnancy. The goal of this community service is to provide education to increase knowledge and to monitor and assist pregnant women with their nutrition and health. A total of seven pregnant women became respondents to this activity and were accompanied for one month in September 2022. Prior to the mentoring, nutrition education was provided on August 9, 2022. The result of the educational activity was an increase in knowledge among the respondents; for example, only two pregnant women received nutrition education and managed their diets well. From both, there was an improvement in nutritional consumption and food variety.
Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Program Posbindu bagi Remaja dan Kader di Desa Pucanganom, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Kristiana, Dita; Herfanda, Esitra; Musoli, Musoli
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2361

Abstract

 Masalah dalam manajemen Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) adalah dukungan sumber daya. Kurangnya kapasitas kader remaja yang masih rendah dalam program Posbindu. Peran Posbindu perlu dioptimalkan untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja. Belum pernah dilakukan pemeriksaan hemoglobin warga Desa Srumbung. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih remaja dalam manajemen program posbindu. Metode pengabdian masyarakat ini dengan persiapan, pelaksanaan pelatihan manajemen program posbindu yang sudah terlaksana pada Sabtu, 2 Agustus 2025 jam 15 di Rumah Belajar Masyarakat Desa Pucanganom yang diikuti oleh 26  remaja dan kader. Pendampingan Posbindu dilakukan pada Sabtu, 6 September dan 6 Desember 2025 di Posyandu Melati Dusun Nglampu dan Sabtu, 13 September 2025 jam 08. 00 WIB, Posbindu Nusa Indah Dusun Sudimoro dilanjutkan pengawasan dan evaluasi. Hasilnya ada peningkatan kategori sangat baik dari 3 menjadi 5, kategori cukup dari 3 menjadi 5 remaja dan kader terkait dengan penyakit tidak menular, meningkatnya peran remaja dalam posbindu, hasil pemeriksaan hemoglobin di Posbindu Melati Dusun Nglampu pada 23 warga khususnya remaja, hasilnya semua normal. Hasil pemeriksaan hemoglobin di Posbindu Sudimoro dari  16 warga, ada 3 warga hemoglobin rendah. Hasil pengabdian masyarakat ini semoga dapat meningkatkan sumber daya remaja dalam kegiatan posbindu.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene Menstruasi Pada Siswi SMK N 2 Pengasih Kulon Progo Erlina Dewi Anggita; Esitra Herfanda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.261

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase transisipenting, baik secara biologis, psikologis, maupun sosial, sehinggamemiliki kebutuhan khusus dalam aspek kesehatan, terutamakesehatan reproduksi. Salah satu isu yang sering dihadapi remajaputri adalah kurangnya pengetahuan mengenai personal hygienesaat menstruasi. Minimnya edukasi yang tepat dan menarikmembuat remaja cenderung mengabaikan pentingnya perilaku higienis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pendidikan kesehatan dengan video terhadap tingkatpengetahuan personal hygiene menstruasi pada siswi di SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo. Metode yang digunakan adalahpenelitian kuantitatif dengan desain Pre-Experiment One Group Pre-test and Post-test. Sampel penelitian sebanyak 55 respondensiswi di SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo dipilih berdasarkankriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pretest danposttest sebelum dan setelah intervensi pendidikan kesehatanmenggunakan video. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secarastatistik antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensipendidikan kesehatan menggunakan media video (Z = −4.686b; p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasisvideo berpengaruh positif terhadap tingkat pengetahuan personal hygiene menstruasi pada siswi di SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo. Dengan demikian, media video terbukti efektif dalammeningkatkan tingkat pengetahuan personal hygiene menstruasipada siswi di SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Sikap Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon II Katrin Septia Rini; Esitra Herfanda; Evi Wahyuntari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.306

Abstract

ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI dari lahir sampai umur 6 bulan tanpa makanan tambahan sehingga merangsang produksi untuk mencukupi kebutuhan bayi serta bisa terhindar dari penyakit. Menurut Dinkes Bantul cakupan ASI Eksklusif Di Puskesmas Sewon II sebesar 65,7%. Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu terhadap sikap pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon II, serta menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Intrumen penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemberian ASI eksklusif dengan metode accidental sampling. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil mempunyai pengetahuan baik (89,4%) dan pengetahuan cukup (10,6%). Adapun ibu hamil yang mempunyai sikap mendukung (85,1%) dan sikap tidak mendukung (14,9%). Uji statistik yang digunakan untuk mengalisis hubungan antar variabel menggunakan uji chi-square dengan hasil analisis menunjukkan pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,000) dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon II. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap sikap pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon II.