Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Global trend of research and development in education in the pandemic era: A systematic literature review H. Husamah; Hadi Suwono; Hadi Nur; Agus Dharmawan
Research and Development in Education (RaDEn) Vol. 2 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.865 KB) | DOI: 10.22219/raden.v2i2.23224

Abstract

Research and Development (R&D) has urgency in education, especially during a pandemic because it describes solutions and innovations. The purpose of this systematic literature review (SLR) was to analyze the global trend of research and development in education in the pandemic era. We used the word “research and development education” in the disbursement menu in the SCOPUS database, and after applying the inclusion and exclusion criteria using the PRISMA technique, we found 15 suitable articles. There is an increasing trend of research on R&D in the last three years, where the peak of publication occurs in 2021 and decreases in 2022. More articles are published by authors from Europe. Articles are dominated by international collaborations. The R&D article is related to sustainable development and is closely related to educational innovation, especially at the university level. Based on the co-citation data presented by VOSviewer, there is a relationship between R&D and COVID-19. It can be concluded that R&D in education gets special place and attention from researchers in the world.
Identifikasi Kandungan Kadmium (Cd) di Dalam Tanaman Area Bekas Terbakar di Taman Nasional Baluran Tasafima Tesari; Suhadi Suhadi; Agus Dharmawan
SPIZAETUS: JURNAL BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI Vol 4, No 1 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i1.119

Abstract

Baluran, sebagai Taman Nasional yang memiliki fungsi melindungi seluruh kehidupan ekologis (termasuk spesies dan ekosistem pendukungnya) menghadapi permasalahan kebakaran hutan setiap tahunnya. Sementara itu menurut penelitian sebelumnya, peristiwa akibat kebakaran hutan menyebabkan tanah bekas lokasi kebaran memiliki kandungan logam berat yang dapat terserap oleh akar tanaman, dan dapat membahayakan fauna yang terlindungi. Salah satu logam berat yang terkandung yaitu Kadmium (Cd) pada tanah kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi kandungan logam berat Kadmium (Cd) pada tumbuhan di area terbakar berdasarkan perbedaam waktu terjadinya kebakaran. Adapun waktu terjadinya kebakaran dalam penelitian ini yakni, kebakaran di bulan Juni, Juli dan Agustus Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Penelitian ini diawali dengan tahap observasi lapangan, dilanjutkan dengan analisis vegetasi tumbuhan di lokasi terbakar dengan menentukan INP tertinggi, pengambilan sampel data tumbuhan, identifikasi spesimen tumbuhan, dilanjutkan dengan analisis tumbuhan yang dikonsumsi satwa, kemudian yang terakhir dilakukan pengujian logam berat Kadmium yang terkandung. Berdasarkan hasil penelitian kandungan logam berat kadmium pada E. ruderalis merupakan kandungan kadmium tertinggi pada area terbakar pada bulan Juni, sedangkan kandungan kadmium tertinggi pada I. cylindrica merupakan kandungan kadmium tertinggi pada area terbakar pada bulan Juli.
The Correlation Between Digital Literacy and Collaboration Skill with Environmental Literacy of Class X Students of SMAN 2 Malang Nurjannah Nurjannah; Mimien Henie Irawati Al Muhdhar; Agus Dharmawan; Ruchimah Achmad; Laily Asfany
BIOEDUKASI Vol 21 No. 3 (2023)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v21i3.40187

Abstract

Digital literacy (X1) and collaboration skills (X2) related to environmental literacy (Y) are the superior characteristics to use digital and to work together in solving various environmental issues. This study aims to determine the relationship between X1 and X2 with Y class X students at SMAN 2 Malang. The research uses a quantitative approach with descriptive research types and linear regression tests. The sample used was class X LMT-1 Biology with 33 students consisting of students majoring in Social Sciences and Languages. The instruments used were the X1 questionnaire, the X2 questionnaire, and the Y questionnaire. The results of the study showed that then correlation coefficient values X1Y, X2Y, X1X2, X1X2Y respectively 0.125: 0.401; 0.593; 1.119. From the overall results of the data analysis, it was found that digital literacy and environmental literacy have a very weak correlation. Collaboration skills and environmental literacy are sufficiently correlated. Digital literacy and collaboration skills have a strong correlation. Digital literacy and collaboration skills provide a perfect or very strong correlation to environmental literacy.
Distribution and Habitat Characteristics of the Green Tree Frog (Rhacophorus reinwardtii Schlegel, 1840) in East Java. Mochammad Yordan Adi Pratama; Fatchur Rohman; Agus Dharmawan; Vivi Novianti; Sri Rahayu Lestar
Berkala Ilmiah Biologi Vol 14 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bib.v14i3.9349

Abstract

The IUCN Red List classifies the green tree frog (Rhacophorus reinwardtii) as a frog that is Least Concern. One study that has never been carried out in Indonesia concerns the spatial distribution of the green tree frog based on Geographic Information System (GIS) applications and the habitat characteristics in East Java. It is vital to map the spatial distribution of the green tree frog in East Java and identify its habitat characteristics because the amphibian diversity surveys that have been conducted so far are the only ones available. This study is quantitative descriptive in design, with studies of pertinent literature as supporting sources. Cruising and the Visual Encounter Survey (VES) method are the techniques employed. A Geographic Information System (GIS) application is utilized in the computational method to create a spatial distribution analysis by gathering information on the locations of interactions with green tree frogs. Based on findings from studies conducted in the Bromo Tengger Semeru National Park Area (TNBTS), the Tancak Kembar Waterfall Area in Bondowoso Regency, and the Ironggolo Waterfall Area in Kediri Regency, there are 16 green tree frog meeting points recorded on the iNaturalist application for the Our Reptile Amphibian Observation Movement (GO-ARK) project and 3 points from the outcomes of field observations. In East Java, environmental factors such as altitude, slope, rainfall, NDVI, land cover, and proximity to rivers have a significant impact on how green tree frogs are distributed spatially. Although green tree frogs in East Java frequently forsake water bodies and choose to live in high-level plant types, they also frequently occupy a variety of water bodies. The green tree frogs discovered at the research location are categorized as favoring continuous habitats with boundaries for colony development.
Profil Gaya Hidup Bebas Sampah Masyarakat Pesisir Kabupaten Malang Yunita Rakhmawati; Agus Dharmawan; Indra Kurniawan Saputra; Mardiana Lelitawati; Nur'aini Kartikasari; Nadila Sekar Zahida; Teguh Yuwono; Muhamad Syaikhu Alam
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi gaya hidup bebas sampah (zero waste) masyarakat pesisir Kabupaten Malang saat dilakukan publikasi hasil penelitian pemanfaatan tulang ikan sebagai bahan tambahan makanan. Fokus utama penelitian ini adalah mengetahui kehidupan dan bagaimana masyarakat menghadapi gaya hidup bebas sampah, serta menemukan solusi dalam mendukung terwujudnya gaya hidup bebas sampah. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Terdapat 52 orang (28 laki-laki dan 24 perempuan) di atas 18 tahun, yang terpilih secara acak, berpartisipasi dalam survei gaya hidup bebas sampah. Berdasarkan responden survei, semua partisipan (100%) menyatakan pentingnya gaya hidup bebas sampah. Namun, terdapat 10% dari partisipan yang mengaku belum menerapkan gaya hidup bebas atau “minim” sampah. Alasannya tersebar masing-masing 20% menyatakan bahwa mereka tidak menyadari bahwa aksinya dapat mengubah apa pun; gaya hidup bebas sampah merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan; kurang fasilitas pendukung; dan menghabiskan lebih banyak waktu dan biaya. Bagi masyarakat yang sudah berpartisipasi, mengungkap tantangan terbesar (28%) yang dihadapi dalam menjalani gaya hidup bebas atau “minim” sampah adalah banyaknya barang-barang yang termasuk kedalam kebutuhan pokok dikemas secara berlebihan (menggunakan banyak plastik), disusul oleh kurangnya motivasi (21%) dan memakan lebih banyak waktu (19%). Dalam menghadapi tantangan tersebut, hampir setengah partisipan menyatakan bahwa dengan adanya panduan rinci untuk gaya hidup bebas sampah serta dibangunnya lebih banyak fasilitas pendukung dapat menjadi solusi.Kata Kunci: limbah tulang ikan, zero waste, masyarakat
Absorption of Heavy Metal Mercury (Hg) in Long Bean (Vigna unguiculata L. Walp) with Variation of Planting Period and Planting Medium Anggy ulul Ningtyas; Suhadi Suhadi; Agus Dharmawan
Jurnal Ilmu Hayat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v5i22021p80-89

Abstract

The amalgamation technique of Sekotong gold mining produces heavy metal pollution in agricultural areas. The purpose in this study to find the effect of mine soil variations on growing media on growth and absorption of mercury in long bean (V. unguiculata L. Walp). This experimental study uses RCBD with a mixture of katel soil and mine soil media A (100% katel soil), B (80%: 20%), C (60%: 40%), D (40%: 60%) and E (20%: 80%) and 5 replications. Data collection on growth of stem height and number of leaves every week while the absorption of mercury every 1, 2, 3 and 4 months of planting. Data analyzed with One Way Anova test, Mann Whitney test and T-test. Results of analysis showed effect of variation in planting media on stems height and number of leaves from highest to lowest is media A, B, C were significantly different, followed D and E not significantly different. Mercury absorption of media A and C roots, stems, leaves, fruits 1 and 4 months of planting significantly different, not significantly different from root 2 months of planting and roots, stems and fruits 3 months of planting. Total absorption of mercury media A and C was significantly different.
Studi Pendahuluan Pertumbuhan Fitoplankton pada Budidaya Lele Afrika (Clarias gariepinus) Strain Masamo menggunakan Sistem Bioflok Padat Tebar Benih Manzilatul Rochmah; Agus Dharmawan; Suhadi Suhadi
Jurnal Ilmu Hayat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v1i12017p28-34

Abstract

Budidaya lele sistem bioflok merupakan suatu sistem budidaya ikan lele yang memanfaatkan hasil limbah budidaya menjadi pakan alami. Sistem budidaya ini diperlukan pakan tambahan dari luar. Pakan tambahan tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kualitas air dan pertumbuhan fitoplankton pada kolam budidaya lele sistem bioflok. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan fitoplankton yang terdapat pada kolam budidaya lele (Clarias gariepinus) strain Masamo sistem bioflok padat tebar benih, serta mendeskripsikan faktor abiotik yang berkorelasi terhadap jumlah fitoplankton pada kolam budidaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Seluruh jenis fitoplankton yang terjaring oleh jaring plankton yang berukuran 200 mesh/inchi di ketiga kolam budidaya digunakan sebagai sampel. Faktor fisika kimia yang diukur meliputi pH, oksigen terlarut (DO), suhu, dan kekeruhan (turbiditas). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 jenis fitoplankton yang ditemukan di ketiga kolam yang tergolong dalam divisi Chlorophyta dan Bacillariophyta. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pertumbuhan fitoplankton selama 8 minggu pengambilan sampel di semua kolam. Faktor fisika kimia yang terukur berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan fitoplankton pada kolam budidaya lele sistem bioflok
Fermentasi Ampas Sagu dan Limbah Keju (Whey) sebagai Tambahan Sumber Protein dalam Formulasi Pakan Buatan Pabrik untuk Peningkatan Bobot Ayam Broiler Muhammad Shoumul Misbah; Agus Dharmawan; Nuning Wulandari
Jurnal Ilmu Hayat Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v2i22018p74-83

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia cendrung menjadikan ayam sebagai sumber protein hewani. Kondisi ini memicu berkembangnya usaha berternak ayam. Dalam usaha berternak ayam kendala yang dihadapi adalah masalah tingginya harga pakan. Hampir 70% biaya budidaya ayam terserap pada biaya pakan. Untuk itu diperlukan alternatif untuk mencari formulasi pakan yang proteinnya disubtitusi dari material yang harganya relatif rendah. Salah satunya adalah ampas sagu dan limbah keju (Whey). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuantitatif bertujuan untuk mengetahui campuran fermentasi ampas sagu dan limbah keju sebagai tambahan sumber protein dalam formulasi pakan buatan pabrik terhadap pertambahan bobot ayam broiler dan untuk mengetahui kelayakan nilai R/C ratio. Desain penelitian menggunakan RAL 4 perlakuan 6 ulangan. Kelompok ayam uji yang digunakan adalah ayam broiler strain Cobb dari PT. Wonokoyo Group Unisex dengan variasi perlakuan konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%. Hasil dari penelitian ini adalah tidak berbeda nyata antara perlakuan dengan taraf signifikansi 5%, sehingga penambahan pakan buatan dengan konsentrasi 5%,10% dan 15% memiliki kualitas yang sama optimal dengan pakan pabrik tanpa tambahan pakan buatan. Feed Convertion Ratio atau disebut FCR pada penelitian ini bisa dikatakan tidak optimal karena tidak sesuai dengan bobot akhir ayam saat penimbangan terakhir. Hasil data pada penelitian ini pada konsentrasi 0% atau control paling optimal dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya 5%, 10% dan 15%. Dikarenakan harga limbah pakan subtitusi ampas sagu dan limbah keju (Whey) relatif murah sehingga didapatkan hasil R/C ratio >1 maka penelitian perlakuan pakan subtitusi (limbah sagu dan whey) layak untuk dilakukan. Peneliti mendapatkan untung hampir 50%, sehingga proyek penelitian ini siap untuk di aplikasikan dimasyarakat Karena telah memberikan keuntungan yang cukup besar kepada peternak.
Uji Ekstrak Buah Maja (Aegle marmelos) terhadap Mortalitas dan Penghambatan Makan Spodoptera litura Anisa Fariantika; Sofia Ery Rahayu; Agus Dharmawan
Jurnal Ilmu Hayat Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v3i12019p31-37

Abstract

Spodoptera litura merupakan hama pertanian yang menyerang berbagai tanaman karena bersifat polifag. Pengendalian ulat pemakan daun oleh petani masih bergantung dengan insektisida sintetik. Tanaman maja (Aegle marmelos) berpotensi sebagai biopestisida karena mengandung senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai insektisida.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah maja terhadap mortalitas dan daya hambat makan S. litura. Uji eksperimental dirancang menggunakan pola RAK dengan variasi konsentrasi 0 µl/ml , 200 µl/ml , 400 µl/ml, dan 600 µl/ml yang dilakukan dalam 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah maja konsentrasi 600 µl/ml dan lama pendedahan 96 jam mempunyai LC50-96 jam dan efek daya hambat makan S.litura paling tinggi dibanding perlakuan lainnya.
Efek Penambahan Ampas Tebu pada Pakan terhadap Pertambahan Berat Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Alifa Aulia Ainayya; Agus Dharmawan; Abdul Gofur
Jurnal Ilmu Hayat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v7i12023p10-17

Abstract

Kelinci merupakan hewan yang dapat dibudidayakan untuk dimanfaatkan dagingnya. Namun biaya pakan ternak kelinci dapat menghabiskan 60-70% dari biaya produksi. Bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai komponen alternatif pakan adalah ampas tebu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penambahan ampas tebu pada pakan terhadap pertambahan berat kelinci serta komposisi pakan yang ideal untuk pertambahan berat kelinci. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu kontrol (P0), ampas tebu 13% (P1), ampas tebu 16% (P2), dan ampas tebu 19% (P3) dengan empat ulangan. Analisis data menggunakan One Way Anova dengan Uji Lanjut Post Hoc Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ampas tebu dengan beberapa konsentrasi memiliki rerata yang berbeda secara nyata. Perlakuan pemberian ampas tebu 13% (P1) memberikan hasil pertambahan berat kelinci tertinggi dengan nilai konversi terendah setelah perlakuan kontrol (P0) yaitu sebesar 3,6 sehingga menjadi komposisi pakan yang ideal untuk pertambahan berat kelinci.