Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Azolla pinnata pada Ransum terhadap Pertambahan Bobot Itik Mojosari Jantan dan Analisis Usaha Ridho Aka Qomarizzaman; Mohamad Amin; Abdul Gofur; Agus Dharmawan
Jurnal Ilmu Hayat Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v1i22017p52-60

Abstract

Meat is food source of animal protein could be consumed to fill up food needs. Duck is poultry commodity that has the potential to fill up meat needs. Duck farming needs more capital cost in buying feedstuff. Farmer should provide alternative feed to minimize cost of production. Alternative feed ingredients could be given for example Azolla pinnata. Azolla pinnata is a weed grows in aquatic areas for example lakes, swamps and ponds cultivated. The aim of this research are 1) to find out difference treatments of Azolla pinnata addition to the weight of male Mojosari ducks, and 2) the effective addition of Azolla pinnata. This research is experimental research using 5 treatments (without addition of Azolla pinnata, addition of Azolla pinnata 5%, 10%, 15% and 20%) with replication 5 times each repetition. Data collection was done by calculating body weight gain, Feed Consumption Rate (FCR) and analysis of business.  The result of this research is the addition of Azolla pinnata on ration influencing the increase of duck weight of male Mojosari and the addition of Azolla pinnata 20% most effective and can be applied for male Mojosari duck.
Studi Komparasi Keanekaragaman Serangga Tanah (Epifauna) di Lahan Bekas Kebakaran, Transisi, dan Lahan Tidak Terbakar Taman Nasional Baluran Silmy Kaffah; Suhadi Suhadi; Agus Dharmawan
Jurnal Ilmu Hayat Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v3i12019p1-12

Abstract

Serangga tanah merupakan salah satu bagian dari ekosistem hutan. Kehadiran serangga tanah dalam ekosistem hutan berperan dalam proses dekomposisi. Semakin tinggi keanekaragaman serangga tanah, maka semakin besar pula peranannya bagi ekosistem hutan. Kehadiran serangga tanah dapat berkurang dikarenakan oleh beberapa gangguan salah satunya kebakaran hutan. Kebakaran hutan menyebabkan dampak seperti berkurangnya keanekaragaman hayati. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membandingkan keanekaragaman serangga tanah (epifauna) berdasarkan perbedaan lahan yaitu lahan bekas kebakaran, lahan transisi, dan lahan tidak terbakar pada salah satu kawasan Taman Nasional Baluran. Penentuan lokasi plot sampling dilakukan dengan metode line transek berdasarkan kemiringan lahan pada lokasi tersebut. Setiap lahan masing-masing terdapat enam line transek. Setiap 10 meter dalam garis transek dipasang Pitfall trap sehingga terpasang 120 plot. Serangga tanah yang terjebak kemudian akan diidentifikasi menggunakan bantuan mikroskop komputer dan dicocokkan dengan buku identifikasi serangga. Serangga tanah yang telah teridentifikasi dihitung jumlah individu per-plot dan dianalisis dengan menghitung indeks keanekaragaman (H’), indeks kemerataan (E), indeks kekayaan (R), dan indeks nilai penting (INP) yang selanjutnya dilakukan analisis ANAVA menggunakan bantuan program pengolah data. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai H’, E, dan R serangga tanah pada setiap lahan berbeda tetapi tidak berbeda pada tiap kemiringan. Nilai INP tertinggi pada ketiga lahan di miliki oleh Oecophylla smaragdina.
Efek Penambahan Bungkil Kedelai pada Pakan terhadap Pertambahan Berat Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Dania Merit Novitasari; Agus Dharmawan; Abdul Gofur
Jurnal Ilmu Hayat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v7i12023p18-26

Abstract

Budidaya kelinci merupakan usaha yang berpeluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha pokok maupun sampingan. Hal ini karena kelinci dapat menjadi ternak alternatif penghasil daging dengan protein yang tinggi. Namun peternak kelinci seringkali mengalami kerugian produksi akibat mahalnya harga pakan sehingga diperlukan manajemen pakan melalui pemanfaatan limbah sebagai komponen pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan bungkil kedelai pada pakan terhadap pertambahan berat kelinci serta komposisi pakan yang ideal. Penelitian eksperimental disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu kontrol (P0) berupa Susu Pap (SP), bungkil kedelai 8% (P1), bungkil kedelai 10% (P2), dan bungkil kedelai 12% (P3) dengan empat ulangan. Data dianalisis menggunakan One Way Anova dengan Uji Lanjut Post Hoc Duncan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pertambahan berat kelinci pada empat perlakuan penambahan bungkil kedelai pada pakan. Hasil analisis statistik pertambahan berat kelinci pada P0, P1, dan P2 tidak berbeda nyata sedangkan P3 menunjukkan pertambahan berat terendah. Perlakuan P2 memiliki nilai konversi pakan terendah. Dengan demikian perlakuan P2 merupakan komposisi pakan yang ideal untuk menaikkan berat kelinci
Perbedaan Daya Tetas Kista Artemia salina akibat Pemberian Variasi Dosis Pakan Tepung Kepala Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Mita Larasati; Agus Dharmawan; Sofia Ery Rahayu; Sulisetijono Sulisetijono
Jurnal Ilmu Hayat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v3i22019p45-51

Abstract

Artemia salina merupakan pakan alami yang banyak dibutuhkan pada proses budidaya ikan, udang dan kepiting yang berekonomi tinggi. Artemia salina memerlukan pakan yang mengandung protein tinggi untuk meningkatkan nilai nutrisi dan kualitas kista yang dihasilkan ditinjau dari daya tetas kista. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan daya tetas kista Artemia salina akibat pemberian variasi dosis pakan tepung kepala udang Vannamei. Jenis penelitian merupakan eksperimen menggunakan RAL dengan 4 taraf dosis perlakuan (0,015 g; 0,030 g; 0,045 g; 0,060 g) dan 6 ulangan. Kualitas media kultur (pH, DO, suhu dan salinitas) dikondisikan sama dan terkontrol sesuai kebutuhan hidup Artemia salina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan daya tetas kista Artemia salina akibat pemberian variasi dosis pakan tepung kepala udang Vannamei. Pemberian dosis perlakuan menyebabkan peningkatan rerata daya tetas kista dari sebelum pemberian perlakuan (77,5±2,0 %). Rerata daya tetas kista tertinggi dihasilkan oleh dosis 0,030 g (88,5±1,6 %) diikuti dengan dosis 0,015 g (84,8±1,0 %); dosis 0,045 g (83,4±1,0 %); dan dosis 0,060 g (81,4±1,0 %).
Uji Perbedaan Formulasi Pakan Terhadap Pertumbuhan Larva Kumbang Beras (Tenebrio molitor L.) Pramesti Dwi Rhumana; Agus Dharmawan; Sofia Ery Rahayu
Jurnal Ilmu Hayat Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v1i22017p61-75

Abstract

Pada budidaya ulat hongkong (larva T. molitor) belum diketahui adanya formulasi pakan yang efektif untuk mengoptimalkan hasil produksi (optimalisasi pertumbuhan larva). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pemberian formulasi pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan (panjang dan biomassa) serta mengetahui formulasi pakan yang paling efektif untuk pertumbuhan larva T. molitor. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan (3 jenis formulasi pakan) dan dilakukan sebanyak 10 kali ulangan. Formulasi 1 terdiri dari kombinasi ampas tahu, pollard, dan sayuran, formulasi 2 terdiri dari kombinasi ampas tahu, konsentrat pakan ayam broiler, dan sayuran, sedangkan formulasi 3 terdiri dari tepung jagung, dedak padi, pollard, ampas tahu, tepung ikan dan sayuran yang diberikan pada larva T. molitor berumur 40 hari dan diteliti hingga umur 60 hari. Data yang didapatkan berupa data hasil pengukuran biomassa dan panjang larva T. molitor, serta data faktor abiotik (suhu dan kelembaban udara). Data biomassa dan panjang larva dianalisis dengan uji ANOVA RAL faktorial yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, formulasi pakan yang paling efektif menghasilkan pertumbuhan (biomassa dan panjang) larva T. molitor tertinggi yaitu formulasi pakan 3 yang hasilnya berbeda nyata dengan formulasi 1 dan 2. Berdasarkan hasil uji lanjut, perbedaan efek pemberian formulasi pakan terhadap pertumbuhan dapat dilihat secara nyata pada hari ke-20.
Pencemaran Mikroplastik di Waduk Sengguruh: Analisis Kebutuhan Pengembangan E-module Berbasis PBL Syarif, Eka Aghnia; Dharmawan, Agus; Sueb, Sueb
Jurnal Pendidikan Sains Vol 10, No 1: March 2022
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v10i1.15845

Abstract

Abstract: The aim of this study was to determine the plastics contamination in Sengguruh Reservoir e-module based on problem-based learning requirements for senior high school students. This research is a qualitative dan quantitative study using questionnaires were given to biology teacher and 30 students of SMAN 1 Gondanglegi, in September 2021. The data were analyzed using descriptive analysis. The results indicates that 73.3% of students experienced constrains to understand environmental change material because the teaching materials don’t contain contextual problems. 83.3% of students wanted the environmental issues e-module as a teaching materials. Based on the results, it’s necessary to develop a plastics contamination in Sengguruh Reservoir e-module based on Problem-based Learning in the environmental issues to support learning activities.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan siswa SMA terhadap e-module pencemaran mikroplastik di Waduk Sengguruh berbasis Problem-based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan menyebarkan angket kepada guru biologi dan 30 orang siswa SMAN 1 Gondanglegi, pada September 2021. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,3% siswa terkendala memahami materi perubahan lingkungan karena bahan ajar belum memuat permasalahan kontekstual. 83.3% siswa menginginkan bahan ajar berbentuk e-module terkait isu lingkungan sekitar. Berdasarkan temuan tersebut, perlu dikembangkan e-module pencemaran mikroplastik di Waduk Sengguruh berbasis Problem-based Learning pada materi perubahan lingkungan untuk menunjang pembelajaran.
Modifikasi dan Uji Kinerja Mesin Perajang Singkong Tipe Pisau Horizontal Soekarno, Siswoyo; Tampatty, Jovansa; Dharmawan, Agus
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 2 (2025): Volume No. 18, No. 2, Oktober 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i2.26615

Abstract

Abstrak.Singkong atau ubi kayu (Manihot utilissima) merupakan tanaman palawija yang produksinya cukup tinggi. Salah satu olahan singkong yang banyak diminati masyarakat yaitu keripik singkong. Salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas dalam proses perajangan adalah menggunakan mesin perajang singkong. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi dan menguji mesin perajang singkong tipe pisau horizontal. Penelitian ini menggunakan tiga pengujian yaitu uji fungsional, uji kinerja dan uji ergonomi pada mesin perajang singkong. Mesin perajang dengan dimensi keseluruhan 60 x 33 x 55 memiliki 6 komponen utama (a) hopper-in, (b) pisau perajang, (c) transmisi, (d) motor penggerak, (e) lubang pengeluaran Hasil perajangan memiliki ketebalan rata-rata 1,15 mm. Kapasitas perajangan mesin 16,72 kg/jam. Besar kehilangan bahan selama proses adalah 3,9 %. Hasil uji ergonomi pada tiga kriteria kemudahan, keamanan dan kenyaman dalam pengoperasian menghasilkan nilai rata-rata indeks 3,9 atau dapat dikatakan baik (B).Modification and Performance Test of Cassava Chopping Machine with a Horizontal-type BladeAbstract.Cassava (Manihot utilissima) is a secondary crop with high production. Fried cassava chips are one of the processed products of cassava, which have great demand for consumption. The utilization of a chopping machine is crucial to increase productivity during processing. This study aims to modify and conduct performance testing of a chopper machine with a horizontal knife. This study used three categories of testing, namely functional, performance, and ergonomics tests. The chopper machine has an overall dimension of 60x33x55 cm3 and six main components: (a) hopper-in, (b) chopper blade, (c) transmission unit, (d) electric-driven motor, (e) outlet, and (f) main frame. The chopping results had an average thickness of 1.15 mm, and the chopping capacity was 16.72 kg/hour. The amount of material loss during the process was 3.9%. The results of the ergonomics test had an average index value of 3.9, or categorized as good (B).