Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Sosialisasi Masyarakat Tentang Manajemen Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Pada Anak Usia 1- 2 Tahun Firdaus Firdaus; Wesiana Heris Santy; Mustika Chasanatusy Syarifah; Rizki Kardina
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.701 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.829

Abstract

Nutritional status is important in pre-school children because at this time the brain really needs a supply of nutrients in its growth, but many problems arise in the nutritional status of pre-school children. Knowledge of maternal nutrition who cannot choose nutritious food will affect nutritional status which results in many toddlers being malnourished. This Community Service activity is carried out to improve nutrition and understanding of balanced nutrition and improve the status of children aged 1-2 years. Implementation of community service within 3 months. The method used is to increase knowledge to 32 mothers who have children aged 1-2 years, in RT 12 RW 02 Ds. Tebuwung, District. Shaman, Gresik. Knowledge of the use of the lecture method and the improvement of making additional food. The level of knowledge of the respondents can be known by conducting a pretest and posttest in the form of a questionnaire that will be filled out by the respondent. The results of the pretest of mother's knowledge about fulfilling nutritional needs obtained knowledge of 65% less, enough 27%, good 8%, after counseling and demonstration and results after knowledge lack of 0%, enough 15%, good 85%. According to Susilowati et al, 2017 Increased knowledge is accompanied by new behaviors in offering nutritious food for toddlers so that their nutritional status becomes good. Mother's knowledge is the main key to meeting the nutritional needs of children aged 1-2 years. Knowledge-based on understanding can also foster good new behaviors. Counseling and demonstrations are useful to increase the mother's knowledge in meeting needs.
Sosialisasi Program Vaksinasi COVID-19 dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Kerakyatan Selama Pandemi di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan Mustika Chasanatusy S; Firdaus Firdaus; Yurike Septianingrum; Noer Farakhin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.495 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.859

Abstract

Pondok pesantren (ponpes) adalah tempat berkumpulnya banyak orang dimana rentan terjadi penularan penyakit, terutama yang sedang berkembang saat ini, yakni COVID-19. Sampai saat ini tidak ada satupun obat yang dapat menyembuhkan COVID-19. Virus akan selalu ada dalam tubuh, jika bukan kekebalan tubuh sendiri yang melawan dan menghancurkan virus-virus tersebut. Salah satu upaya meningkatkan kekebalan tubuh adalah melalui vaksinasi. Maka dari itu peneliti melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Ponpes tentang program vaksinasi COVID-19 dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Kerakyatan Selama Pandemi di Ponpes Al Hikam Bangkalan. Metode, pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Juni 2021 ini dihadiri oleh 30 peserta dari Ponpes Al Hikam Bangkalan. Kegiatan yang dilakukan berupa webinar sosialisasi tentang program vaksinasi COVID-19 dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Kerakyatan Selama Pandemi di Ponpes Al Hikam Bangkalan. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif untuk melihat respon peserta dengan dilihat dari antusiasme dan pemahaman yang ditangkap peserta. Hasil dan pembahasan, selama pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan bahwa peserta sangat aktif untuk berinteraksi dengan pemateri, dari 30 peserta saat sesi tanya jawab muncul beberapa pertanyaan dari 10 peserta, mulai dari hal sederhana sampai dengan hal-hal yang lebih mendetail mengenai materi. Hal ini membuktikan bahwa antusiasme dan respon peserta mengenai materi sangat tinggi sebanyak 33.3%. Kesimpulan, Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Ponpes tentang program vaksinasi COVID-19 dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Kerakyatan Selama Pandemi di Ponpes Al Hikam Bangkalan yang dapat dilihat dari tingginya antusiasme peserta selama acara berlangsung. Diharapkan hal ini dapat menjadi bekal para santri untuk menyebarkan pengetahuannya kepada masyarakat di sekitar.
Pemberdayaan Kemampuan Keluarga Sebagai Upaya Penanganan Hipertermi Pada Anak Dengan Metode Nonpharmakologi (Tepid Sponge) Wesiana Heris Santy; Firdaus Firdaus; Rahmadaniar AP
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.951 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.888

Abstract

Deman jika tidak diatasi dengan tepat dapat berdampak buruk bagi anak yaitu mengakibatkan dehidrasi dan kejang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada keluargakhususnya ibu meningkatkan pemahaman dan ketrampilan upaya pencegahan hipertermi pada anak dengan metode nonpharmakologi (tepid Sponge). Ibu yang diberi penyuluhan di tiga wilayah berbeda berjumlah 23. Penyuluhan dilakukan dengan mengunjungi keluagga yang mmepunyai anak balita dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Penyuluhan dilakukan dnegan menggunakan media video dan leatflet tentang cara menurunkan hipertemni/demam pada anak dengan metode tepid sponge. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 minggu yaitu mulai tanggal 5 – 12 Pebruari 2021. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pre dan post tes menggunakan kuesioner. Dari 23 ibu didapatkan 10 (43%) pengetahuan masih kurang dan setelah diberi penyuluhan tingal 1(0,04%) yang masih kurang dan 22 (95%) ibu mempunyai pengetahuan baik dan sangat baik tentang pemahaman dan ketrampilan upaya pencegahan hipertermi pada anak dengan metode nonpharmakologi (tepid Sponge). Diharapkan pada kegiatan selanjutnya ibu mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara mandiri saat anakanya mengalami deman dirumah sehingga tidak sampai terjadi komplikasi yang tidak diharapkan.
Hubungan Orang Tua dengan Picky Eater pada Anak Pra Sekolah Lintang Aulia Mauludi; Firdaus Firdaus; Siti Nur Hasina
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1480

Abstract

Masalah picky eater  yang terjadi  pada anak usia pra sekolah disebabkan oleh kebiasaan pilih-pilih makanan. Pola asuh orangtua merupakan faktor yang mempengaruhi kebiasaan pilih-pilih makanan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola asuh dengan picky eater pada anak prasekolah di PPT Anggrek 3 Kelurahan Siwalankerto Surabaya. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi orangtua yang memiliki anak usia 3-5 tahun sebanyak 60 responden. Besar sampel 52 responden dengan metode probability sampling teknik proportionate stratified random sampling. Variabel independent pola asuh orangtua dan variabel dependent adalah picky eater pada anak. Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner, hasil uji coba validitas dari 12 pertanyaan mengenai pola asuh didapatkan hasil 0,346-0,732 sehingga seluruh item dinyatakan valid. Sedangkan dari nilai cronbach’ alpha = 0,850 sehingga dinyatakan instrumen tersebut reliabel, sedangkan pada picky eater hasil uji coba validitas dari 14 pertanyaan didapatkan hasil 0,306 – 0,683 sehingga seluruh aitem dinyatakan valid. Sedangkan dari nilai reliabilitas kuesioner didapatkan bahwa nilai hasil cronbach’s alpha = 0,647 sehingga dinyatakan instrumen tersebut reliabel. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa dari 52 responden sebagian besar (63,5%) orangtua dengan pola asuh demokratis dan sebagian besar (67,3%) anak non picky eater. Hasil uji statistik Chi Square pada variabel pola asuh didapatkan nilai p-value 0,04 < 0,05, maka artinya ada hubungan pola asuh orangtua dengan picky eater pada anak usia pra sekolah di PPT Anggrek 3 Kelurahan Siwalankerto Kota Surabaya.  Simpulan penelitian ini adalah semakin baik pola asuh orangtua anak tidak mengalami picky eater.
Analisis Perilaku Kesehatan Remaja terhadap Faktor yang Mempengaruhinya Rahmadaniar Aditya Putri; Nurul Kamariyah; Firdaus Firdaus; Siti Nur Hasina; Iis Noventi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1573

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan baik fisiologis dan psikologis terjadi sangat cepat di usia remaja. Selama periode ini, remaja memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan menyukai tantangan serta petualangan tanpa mempertimbangkan dan memahami dampak atau resiko khususnya terhadap kesehatannya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Tujuan penelitian adalah menganalisis perilaku-perilaku kesehatan yang meliputi merokok, penggunaan miras, seksual dan reproduksi serta mencari faktor yang mempengaruhinya. Populasi dalam penelitian ini seluruh remaja yang tinggal di lingkungan RW V Tambak Sawah Waru Sidoarjo. Teknik sampling menggunakan simple random sampling sebesar 96 responden. Sumber data diambil melalui pengisian kuesioner oleh responden yang divalidasi terdiri dari bagian-bagian yang mencakup latar belakang pribadi (karakteristik individu dan karakteristik orang tua), aktivitas sosial, pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan (kesehatan reproduksi, merokok, penggunaan alkohol). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat, analisis univariat bertujuan untuk menggambarkan setiap variabel yang diteliti. Uji statistik dengan menggunakan Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku remaja. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang kuat antara perilaku merokok dan perilaku kesehatan reproduksi (nilai p 0,005). Konsumsi miras tidak signifikan terkait dengan perilaku kesehatan reproduksi (nilai p 0,270). ada hubungan yang signifikan antara konsumsi miras dan perilaku merokok di kalangan remaja dengan nilai p 0,001. Penting untuk meningkatkan kesadaran remaja, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan perilaku remaja yang tidak sehat, dan mempertimbangkan semua faktor. Guru, orang tua, teman, sumber informasi, dan media lainnya semuanya dapat berperan penting dalam membantu remaja belajar lebih banyak.
PSIKO PARENTING DAN PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM SELF CONTROL : HIPNOTERAPI DALAM UPAYA MENCEGAH KECANDUAN GAME Rahmadaniar Aditya Putri; Nurul Kamariyah; Firdaus Firdaus; Wesiana Heris Santy; Siti Nur Hasina; Hafid Algristian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18704

Abstract

Salah satu program yang paling diminati oleh kalangan remaja saat ini adalah media game online. Seseorang yang terikat pada kebiasaan yang sangat kuat dan tidak bisa lepas untuk bermain game online dapat dikatakan bahwa orang tersebut telah Kecanduan game online, yang ditandai dengan adanya dorongan untuk melakukan secara terus menerus yang disertai penarikan diri, ketidak mampuan mengatur waktu, mempunyai masalah dengan pengaruh interpersonal dan kesehatan. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mendorong terwujudnya kesehatan mental dan pola asuh yang baik dari orang tua kepada anaknya melalui pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah dan mengatasi apabila terjadi kecanduan game.  Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah RW 03 Kelurahan Kebonsari Kota Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan mengggunakan pendekatan partisipatif dengan cara ceramah, diskusi, curah pendapat serta demonstrasi langsung untuk meningkatkan pengetahuan kader, remaja, dan orang tua mengenai upaya preventif untuk mencegah kecanduan game. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023 dan diikuti oleh 45 peserta. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang ditunjukkan dengan hasil pretest 15,5% meningkat menjadi 91,1% disertai dengan meningkatnya ketrampilan yang baik dimana peserta dapat mempraktekkan dan mengaplikasikan tindakan hipnoterapi sebagai self control dan sebagian besar peserta mampu memberikan penyuluhan terhadap para remaja di lingkungan sekitar dan sekolah, sehingga diharapakan menjadi support system bagi para remaja dalam menjaga status kesehatan di daerah binaanya.  
Hubungan Picky Eater dan Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi pada Anak Pra Sekolah Elly Fitriyah; Firdaus Firdaus
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1346

Abstract

Masalah gizi yang dialami anak prasekolah disebabkan oleh kebiasaan pilih-pilih makan. Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang juga mempengaruhi status gizi anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan picky eater dan pengetahuan ibu dengan status gizi anak prasekolah di PPT Anggrek 3 Kelurahan Siwalankerto Surabaya. Sebuah studi kualitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 52 ibu dengan anak usia 3-5 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diuji validitas dengan skor 0,306 hingga 0,683 dan uji reliabilitas diuji dengan skor Cronbach alpha = 0,647, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil uji statistik chi-square untuk variabel picky eater dengan status gizi didapatkan p-value sebesar 0,000, dan hasil uji rank Spearman untuk variabel pengetahuan ibu dengan status gizi didapatkan p-value sebesar 0,019. Hal ini berarti ada hubungan antara picky eater dan pengetahuan ibu dengan status gizi pada anak prasekolah di PPT Anggrek 3 Kelurahan Siwalankerto Kota Surabaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan ibu dan anak tidak mengalami picky eater maka semakin baik status gizinya. Saran yang diberikan diharapkan dapat membantu ibu menambah pengetahuan tentang pemberian makanan bergizi pada anaknya.  
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENINGKATAN KESEHATAN PENANGANAN DAN PENCEGAHAN ANAK DBD Firdaus Firdaus; Wesiana Heris Santy; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Annif Munjidah; Mery Susanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.179

Abstract

Demam berdarah dapat menyerang semua golongan umur. Proporsi kasus ini berdasarkan umur di Indonesia menunjukkan bahwa DBD paling banyak terjadi pada anak usia sekolah yaitu pada usia 5-14 tahun. Keberhasilan penatalaksanaan DBD terletak pada kemampuan mendeteksi secara dini fase kritis dan penanganan yang cepat dan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kader kesehatan terhadap pencegahan penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti serta penanganan secara cepat dan tepat bagi penderita demam berdarah dengue. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan penyuluhan pencegahan penyebaran nyamuk dan infeksi virus dengue serta demontrasi 3M (menutup, menguras, mengubur) dan proses pembutan spray anti nyamuk dari batang serai. Tingkat pengetahuan dari peserta dilihat dari hasil post test dan pre test penyebaran kuesioner. Hasil pre test pengetahuan kader kesehatan tentang pencegahan dan penanganan demam berdarah dengue pada anak-anak didapatkan sebagian kecil (26,64%) kader memiliki pengetahuan sangat kurang dan kurang serta hampir setengahnya (46,62%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi didapatkan hasil post test pengetahuan kader kesehatan seluruhnya (100%) memiliki pengetahuan sangat baik. Penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan terkait penceghaan dan penanganan secara cepat dan tepat terhadap kasus demam berdarah dengue yang banyak menimpa anak-anak.
EDUKASI GIZI SEIMBANG SAAT RAMADAN DI ANGGOTA ISNU SURABAYA Viera Nu'riza Pratiwi; Firdaus Firdaus
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8410

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan penganut Muslim terbanyak di dunia dengan jumlah ratusan juta penduduk yang menjalankan ibadah Ramadan, yaitu berpantang makan dan minum sejak matahari terbit hingga terbenam. Virus Corona teridentifikasi pada tahun 2019 dan mengalami peningkatan jumlah penderita terinfeksi hingga ke seluruh dunia. Hal ini mempengaruhi banyak aspek termasuk kebiasaan masyarakat di segala bidang. Pandemi COVID-19 menimbulkan masalah lain terkait dengan gaya hidup dimasa puasa Ramadan. Perubahan kebiasaan makan terjadi selama pandemi COVID 19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk edukasi terkait pemenuhan gizi seimbang dalam menjalankan puasa Ramadan di masa COVID 19 dengan tetap dalam kondisi sehat.  Hasil kegiatan menunjukkan evaluasi sebelum dan sesudah pemberian materi yang mengalami peningkatan secara signifikan (p<0,05). Secara umum, peserta kegiatan memiliki kemampuan mudah dalam menerima dan memahami materi yang diberikan. Peningkatan pengetahuan ini didukung dengan karakteristik peserta yang mayoritas berusia produktif dan tingkat pendidikan yang tinggi sehingga berhubungan dengan kemampuan peserta dalam menerima dan memahami informasi.