Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Beban Kerja dan Pemberdayaan Terhadap Kecerdasan Emosional dan Kelelahan Kerja (Burnout) Pada Mahasiswa Profesi Dokter Gigi di RSGMP UNHAS surya syaputra sabir; Rasjidin Abdullah; Reza Aril Ahri
Journal of Muslim Community Health Vol. 1 No. 1 (2020): OKTOBER-SEPTEMBER (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.365 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v1i1.218

Abstract

Latar belakang: Untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dalam pendidikan kedokteran gigi, penilaian merupakan komponen penting atas pengalaman pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan pemberdayaan terhadap kecerdasan emosional melalui kelelahan kerja (burnout) mahasiswa profesi dokter gigi RSGMP UNHAS. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis jalur (path analysis). Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa profesi dokter gigi yang aktif RSGMP UNHAS sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil: hasil uji regresi beban kerja nilai ρ = 0,049 dimana ρ< 0,05, hasil uji regresi pemberdayaan ρ= 0,000 dimana ρ < 0,05, hasil uji regresi kelelahan kerja ρ value = 0,000 dimana ρ < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa beban kerja, pemberdayaan dan kelelahan kerja mempunyai pengaruh ke kecerdasan emosional mahasiswa profesi dokter gigi RSGMP UNHAS. Kesimpulan: penelitian ini menyarankan perlu inovasi dalam pengaturan siklus departement untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari mahasiswa profesi dokter gigi dan kepada mahasiswa perlu meningkatkan manajemen waktu dan motivasi kerja serta keterampilan sesuai kompetensi yang diterapkan.
Beban Kerja dan Motivasi Melalui Kompetensi Terhadap Penerapan Indikator Keselamatan Pasien pada Perawat UGD, ICU RSI Faisal Makassar 2020 Aksani Taqwim; Reza Aril Ahri; Alfina Baharuddin
Journal of Muslim Community Health Vol. 1 No. 1 (2020): OKTOBER-SEPTEMBER (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.564 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v1i1.221

Abstract

Latar belakang: Keselamatan pasien adalah dasar dari pelayanan kesehatan yang baik. Keselamatan pasien juga menjadi salah satu indikator dalam menilai akreditasi institusi pelayanan kesehatan. Penerapan sasaran keselamatan pasien dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya beban kerja, motivasi, dan kompetensi. Penelitian in bertujuan mengetahui Pengaruh Beban Kerja dan Motivasi Melalui Kompetensi Terhadap Tindakan Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien pada Perawat UGD, ICU RSI Faisal Makassar. Metode: Rancangan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Metode analisis data menggunakan analisis statistik uji analisi path. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan ada pengaruh beban kerja (r:-0,361; p:0,005), motivasi (r:-0,263;p:0,028), dan kompetensi (r:0,359; p:0,005) terhadap tindakan penerapan sasaran keselamatan pasien. Ada pengaruh beban kerja (r:-0,256; p:0,048) dan motivasi (r:0,285; p:0,028) terhadap kompetensi perawat. Motivasi memberikan pengaruh langsung (0,083) dan tidak langsung (0,027) terhadap tindakan penerapan sasaran keselamatan pasien. Kesimpulan: Ada pengaruh beban kerja, motivasi, dan kompetensi terhadap tindakan penerapan sasaran keselamatan pasien. Ada pengaruh beban kerja dan motivasi terhadap kompetensi perawat. Sehingga disarankan kepada pihak yang terkait dalam hal ini manajemen rumah sakit untuk memperhatikan penerapan sasaran keselamatan pasien faktor yang mempengaruhinya termasuk beban kerja dan motivasi perawat.
Pengaruh Penerapan Good Governance terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar Asmarani Harma; Reza Aril Ahri; Jasmin Ambas
Journal of Muslim Community Health Vol. 1 No. 2 (2020): NOVEMBER (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.192 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v1i2.246

Abstract

Latar belakang: Tuntutan masyarakat dewasa ini adalah penyelenggaraan dan penciptaan lembaga-lembaga sektor publik yang good governance. Tata kelola yang baik dapat membuat seluruh stakeholder rumah sakit merasakan keadilan (fairness), transparansi (transparency), kemandirian (independency), akuntabilitas (accountability) dan pertanggungjawaban (responsibility). Pengimplementasian good governance sangat penting untuk memberikan kepuasan kerja pegawai rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Penerapan Good Governance terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar, sampel pada penelitian ini adalah pegawai rumah sakit sebanyak 126 menggunakan metode stratified proportional random sampling. Analisis data dengan uji chisquare, uji regresi sederhana dan analisis uji path. Hasil: Hasil penelitian menununjukkan bahwa good governance berpengaruh terhadap kepuasan kerja p 0,000 < 0,05, good governance berpengaruh terhadap kinerja p 0,019 < 0,05, kinerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja p 0,000 < 0,05, penerapan good governance berpengaruh terhadap kepuasan kerja melalui kinerja p 0,000 < 0,05 dan variabel good governance pada dimensi accountability terhadap kepuasan kerja melalui kinerja p 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh good governance terhadap kepuasan kerja, ada pengaruh good governance terhadap kinerja, ada pengaruh kinerja terhadap kepuasan kerja, ada pengaruh good governance terhadap kepuasan kerja melalui kinerja, good governance pada dimensi accountability paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja melalui kinerja di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2020 Ulfa Mutmainnah; Reza Aril Ahri; Arman
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.918 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v2i1.488

Abstract

Background: Quality of service at the hospital is an important factor in creating patient satisfaction. This study aims to determine the relationship between the quality of health services based on the dimensions of technical competence, effectiveness, comfort, safety, human relations, continuity and timeliness of service to patient satisfaction of Wahidin Sudirohusodo Hospital. Methods: This type of research is a quantitative study using a cross sectional study design. The population in this study were 25,257 respondents. Sampling using proportional sampling, obtained a sample of 123 respondents. Data analysis used univariate and bivariate and multivariate analysis with the chi square test. Results: Based on the results of the study, the variables related to the quality of health services on patient satisfaction of Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar City were effectiveness (p = 0.000), comfort (p = 0.002), safety (p = 0.000), human relations (p = 0.000). ), flexibility (p = 0.006), and timeliness (p = 0.000). Meanwhile, the variable that was not related to the quality of health services on patient satisfaction was technical competence (p = 0.607). And for the variable that most influences patient satisfaction is the relationship between humans with the exp (B) value of 13.058. Conclusion: There is a relationship between service quality (effectiveness, comfort, safety, human relations, flexibility and timeliness) on patient satisfaction of Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar City.
Implementasi Kebijakan Remunerasi Berdasarkan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 Di Rsud Salewangang Maros Fitri Adhicahya; Reza Aril Ahri; Arman
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.628 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v2i1.489

Abstract

Background: Remuneration is a method of motivating someone to improve their performance. Remuneration is a form of positive reinforcement, but if given correctly and wisely it can be a motivational tool. Provisions related to remuneration in regional regulations must be adjusted to Permendagri 79/2018 and the legal basis for BLUD remuneration regulations and procedures for establishing regulations for determining the remuneration of BLUD employees. The general purpose of this study is to determine the implementation of Regulation No. 79 of 2018 concerning Remuneration Policy at Salewangang Maros Regional Hospital. While the specific objective is to determine the implementation of Permendagri No. 79 of 2018 concerning Remuneration Policy at Salewangang Maros Regional Hospital. Method: The research method used is a qualitative research method, namely the research method used to examine the condition of a natural object, (as opposed to an experiment), where the researcher is the key instrument, the data collection technique is done by triangulation (combined), data analysis is inductive, and qualitative research results emphasize meaning rather than generalization. Results: The results showed that the remuneration was regulated by a regional head regulation based on the leader's recommendation (Director of Salewangang Maros Hospital). This is in accordance with Article 24 paragraph (1) Permendagri Number 79 of 2018. Provision of remuneration is in accordance with Permendagri Number 79 of 2018 as outlined in Perbub Maros No. 5 of 2019. Remuneration is given in accordance with the Maros Ministerial Regulation which uses an indexing system. The indexing itself refers to the indicators of remuneration assessment in the Permendagri, although in practice there are those that have not met the requirements (indicators), among others, the provision of services has not taken into account performance achievement indicators (individual performance indicators and unit performance indicators). Conclusion: Based on the results of the research and discussion, the researcher can conclude that: Remuneration is regulated by a regional head regulation based on the leader's recommendation (Director of Salewangang Maros Regional Hospital). This is in accordance with Article 24 paragraph (1) Permendagri Number 79 of 2018. Remuneration is in accordance with Permendagri Number 79 of 2018 as outlined in the Regulation of the Minister of Home Affairs No. 5 of 2019. Remuneration is given in accordance with the Maros Regulation, which uses an indexing system. The indexing itself refers to the indicators of remuneration assessment in the Permendagri, although in practice there are those that have not met the requirements (indicators), among others, the provision of services has not taken into account performance achievement indicators (individual performance indicators and unit performance indicators).
Analisis Perilaku Hidup Bersih Dan sehat (PHBS) pada Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Salewangang Kabupaten Maros Reza Aril Ahri; Burhanuddin; Nurmiati Muchlis
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 2 (2021): APRIL - JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.226 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v2i2.506

Abstract

Background: Health promotion has a very relevant meaning and meaning. The definition of health promotion is the process of empowering or empowering the community to maintain, improve and protect their health through increasing awareness, willingness and ability, as well as developing a healthy environment.This study aims to analyze the clean and healthy life behavior of health workers at Salewangang Regional General Hospital, Maros Regency. Method: This study uses quantitative methods with a total sample of 100. Statistically, the level of knowledge allocated has a significant and positive effect on the clean and healthy life behavior of health workers at the Salewangang Regional General Hospital, Maros Regency. Results: The value of the regression coefficient is 0.274, -0.011 infrastructure, 0.042 attitude, 1.114 hospital policy. This shows that an increase in knowledge, infrastructure, attitudes, hospital policies by 1% will increase the behavior of clean living on average by 27.4%, meanwhile, infrastructure has no significant effect.
Analisis Kinerja Pegawai Rumah Sakit Pada Pengelolaan Keuangan Sejak Penerapan Blud Di RSUD Salewangang Kabupaten Maros Reza Aril Ahri; Samsuar Samsuar; Nurmiati Muchlis
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 2 (2021): APRIL - JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.705 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v2i2.508

Abstract

Background: Based on the results of the survey, while conducting the research, there were some obstacles during the research, which were caused when doing the research, there were some informants who were not willing to be interviewed and there were informants who were not there when doing the research. However, of the 5 people who became informants had provided in-depth information about the performance of employees in the financial division of the Salewangang Regional Hospital, Maros district. This study aims to analyze the performance of hospital employees in financial management since the implementation of BLUD in Salewangang Hospital, Maros Regency. Methods: As for this type of research, it is qualitative, this research was conducted at Salewangang Maros Hospital for 1 month.The informants in this study were 5 informants. Results: of the study showed that from the 5 key informants, information was found that employee performance was influenced by salary.
Hubungan Determinan Perilaku terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi Di Puskesmas Triana Amaliah Jayanti; H. M. Tahir Abdullah; Nurmiati Muchlis; A. Rizki Amelia AP; Reza Aril Ahri; Samsualam Samsualam
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4 (2021): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proporsi masalah kesehatan gigi di Indonesia cukup tinggi. Hal ini dikarenakan perilaku masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi masih buruk. Hasil RISKESDAS tahun 2018 menunjukkan proporsi masalah gigi dan mulut sebesar 57,6%. Berdasarkan laporan data bulanan Puskesmas Kapasa, jumlah kunjungan di poli gigi masih kurang, kunjungan pasien pada tahun 2020 sebanyak 625 pasien, kunjungan rata – rata hanya 1 – 2 pasien perhari. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif, dengan metode pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kapasa Makassar sebanyak 96 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Kapasa (26,0%). Hasil analisis hubungan menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,020), persepsi (p=0,001), sikap (p=0,016), tingkat pendidikan (p=0,010), kepemilikan jaminan kesehatan (0,022), dukungan keluarga (p=0,043), perceived need (p=0,011) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi. Sedangkan tidak ada hubungan antara informasi kesehatan (p=0,109), fasilitas kesehatan (p=0,051), dukungan petugas kesehatan (p=0,435) dengan pemanfaatan pelayanan keseahtan gigi. Hasil analisis pengaruh bersama-sama menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,029), persepsi (p=0,015), tingkat pendidikan (p=0,002), kepemilikan jaminan kesehatan (p=0,007), dukungan keluarga (p=0,005) berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi. Kesimpulan: kepemilikan jaminan kesehatan paling dominan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Kapasa dengan nilai B +2,881. Nilai B bernilai positif artinya bila memiliki jaminan kesehatan, maka akan meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Kapasa. Nilai Exp (B) 17,835 yang berarti memiliki jaminan kesehatan akan mengakibatkan orang memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas 17,835 kali lebih besar daripada bila tidak memiliki jaminan kesehatan.
PELATIHAN ZERO ACCIDENT MELALUI EDUKASI BERBASIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA PADA IBU PKK DESA SANROBONE KEC. SANROBONE KAB. TAKALAR Ikhram Hardi S; Arni Rizqiani Rusydi; Haeruddin Haeruddin; Reza Aril Ahri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9951

Abstract

Potensi bahaya di lingkungan rumah tangga sangat banyak yang di dalamnya mencakup bahaya faktor fisika, kimia, biologi, ergonomi dan psikologi. Beberapa bahaya potensial di rumah tangga seperti penerangan di ruangan yang belum memenuhi syarat kesehatan, mengangkat dan memindahkan benda melebihi beban yang dipersyaratkan serta posisi kerja yang tidak ergonomis, terdapat serangga dan bakteri pada area tertentu di dalam rumah, penggunaan bahan-bahan kimia dalam rumah tangga, hubungan yang kurang harmonis antar penghuni, dan masih banyak bahaya potensial yang terdapat dalam rumah tangga. Keberadaan faktor bahaya tersebut dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan penghuni rumah. Berbagai kemungkinan risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi di lingkungan rumah tangga adalah kelelahan mata saat membaca atau menulis akibat penerangan yang kurang baik, keluhan Musculoskeletal Disorder (MSDs) akibat mengangkat dan memindahkan benda, luka atau bahkan kematian akibat gigitan serangga atau binatang berbisa. Selain itu, risiko lainnya adalah keracunan atau korban meninggal dunia akibat kesalahan prosedur dalam penggunaan bahan kimia, alergi kulit dan penyakit asma akibat debu di rumah, luka atau patah tulang akibat perselisihan antar penghuni rumah, dan risiko lainnya. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kecelakaan dan keselamatan kerja di lingkungan rumah tangga dan meningkatkan skill masyarakat dalam mengantisipasi kecelakaan dan keselamatan kerja di lingkungan rumah tangga. Berdasarkan permasalahan mitra yang telah diuraikan, maka solusi yang kami tawarkan adalah membangun pengetahuan dan image masyarakat tentang pentingnya mengetahui kecelakaan dan keselamatan kerja di lingkungan rumah tangga dan Memiliki skill dalam mengantisipasi kecelakaan dan keselamatan kerja di lingkungan rumah tangga. Kegiatan PkM ini berfokus pada nilai keilmuan yaitu ilmu kesehatan dan keselamatan kerja serta dilandasi oleh ilmu kesehatan masyarakat. Tahapan dalam mencari solusi dari permasalahan mitra adalah observasi dan pengumpulan data untuk bahan kajian permasalahan mitra di lapangan, Penentuan prioritas masalah mitra dan pemilihan mitra pengabdian masyarakat, diskusi dan wawancara penentuan solusi dan kegiatan yang disepakati dengan mitra, penandatanganan surat persetujuan mitra untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, hasil dari pre dan post tes diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 9,38 %. Hal ini menandakan bahwa tingkat antusiasme masyarakat mengenai materi yang dipaparkan adalah cukup baik. Setelah kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, ibu-ibu PKK juga diharapkan dapat senantiasa menerapkan keamanan dan keselamatan kerja di lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari tim pengabdi kepada ketua PKK Desa Sanrobone Kab. Takalar dan juga dilakukan foto bersama.
The Effect of Organizational Citizenship Behavior (OCB) on Job Satisfaction in Bulukunyi Health Center and Bontokassi Health Center Employees of Takalar Regency Badriani Badaruddin; Muhammad Khidri Alwi; Sumiaty Sumiaty; Andi Muhammad Multazam; Yusriani Yusriani; Reza Aril Ahri
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.959 KB)

Abstract

Participants in this research were all temporary staff members working at either the Bulukunyi Health Center or the Bontokassi Health Center in the Takalar Regency. Analysis of the data using the technique of partial least squares (PLS). The majority of interviewees are female, have worked for less than five years, and have a college degree. There is a substantial favorable influence of Organizational Citizenship Behavior (OCB) on Job Satisfaction in both of the Puskesmas (p = 0.000). The results of this study lead us to the conclusion that employees working at the Bulukunyi Health Center and the Bontokassi Health Center in Takalar Regency are affected by the organizational citizenship behavior, also known as OCB..