Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effectiveness of Using Pre-Screening Questionnaires to Improve Mother's Knowledge and Skills in Implementing Early Detection of Early Childhood Development Ningsih Jaya; Ambo Dalle; Bahtiar Bahtiar
Journal of Global Pharma Technology Volume 12 Issue 09 (2020) Sept. 2020
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.128 KB)

Abstract

Early childhood development can be detected through developmental pre-screening, with the aim of detecting early developmental disorders. The research objective was to analyze the effectiveness of the use of pre-screening questionnaires to improve the knowledge and skills of mothers in detecting early childhood development. The design of this study was a pre test - post test, involving 60 mothers of children under five. Observations were made before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that there was an increase in maternal knowledge and skills after being given the intervention. Thus, it can be concluded that the use of developmental pre-screening questionnaires is effective in increasing the knowledge and skills of mothers under five in early detection of child development. Keywords: Child Development, Child Development Pre-Screening Questionnaire, Knowledge, Skills
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DIET UNTUK MENGONTROL TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR: Implementation Of Health Education On Dietary Management To Control Blood Pressure Among Patients With Hypertension At Labuang Baji Regional General Hospital, Makassar Ambo Dalle; Junaidi; Rauf Harmiady; Sudirman; Wulan Andriani
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2267

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling umum di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini secara global, karena berkontribusi secara signifikan terhadap risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan komplikasi kesehatan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran implementasi pendidikan kesehatan tentang diet dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Labuang Baji Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus deskriptif yang bertujuan untuk memberikan deskripsi suatu kasus tertentu dan menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Jumlah subyek kasus dalam penelitian ini adalah 3 pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil wawancara sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan data bahwa 1 orang pasien mengatakan mengetahui tentang diet hipertensi dan 2 orang pasien mengatakan tidak mengetahui tentang diet hipertensi sedangkan dari hasil wawancara dan setelah pemberian pendidikan kesehatan didapatkan hasil bahwa ketiga responden mengetahui tentang diet hipertensi yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Kesimpulan bahwa sebelum dilakukannya pendidikan kesehatan terdapat dua responden yang tidak mengetahui tentang diet hipertensi, kemungkinan disebabkan oleh karena kedua responden tersebut baru beberapa bulan terakhir mengetahui kalau dirinya mengalami hipertensi dan baru pertama kali datang berobat di Rumah Sakit Labuang Baji, sehingga pemahaman tentang diet hipertensi masih relatif kurang, yang berbeda dengan informan kedua yang telah lama mengalami hipertensi dan berulangkali datang berobat.  Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, pengetahuan ketiga responden menjadi meningkat yang awalnya tidak/kurang tahu menjadi tahu, termasuk informan kedua yang mengakui bahwa setelah diberikan edukasi maka pengetahuan tentang diet hipertensi menjadi semakin bertambah
IMPLEMENTASI SENAM TERA PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI – KASSI: Implementation Of Tera Exercises To Reduce Blood Pressure In Hypertensive Elderly In Kassi – Kassi Community Health Center Working Area Rauf Harmiady; Baharuddin; Ambo Dalle; Tegar Dwiyan Syah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit hipertensi yang bisa terjadi komplikasi pada lansia yang memiliki riwayat hipertensi, kondisi ini berdampak pada sekitar 25% lansia dan berperan dalam serangan jantung, stroke, bahkan kematian pada dirinya. Hipertensi pada lansia dapat diobati dengan berbagai metode, baik berupa famakologis maupun non farmakologis salah satunya adalah terapi senam tera. Tujuan penelitan diketahuinya implementasi senam tera terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kassi – Kassi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus bersifat studi kasus observasi. Informan pada studi kasus ini adalah 2 lansia yang teridentifikasi hipertensi. Senam ini dilakukan selama 4 kali pertemuan selama 4 hari berturut- turut dengan 2 responden, setiap responden 2 kali pertemuan dengan durasi waktu senam 5 – 8 menit. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa deskritif dasar. Hasil implementasi setelah dilakukan senam tera pada kedua responden menujukkan bahwa adanya penurunan tekanan darah setelah dilakukannya senam, maka dapat disimpulkan bahwa senam tera efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Diharapkan bagi lansia yang mengalami hipertensi dapat menggunakan terapi non farmakologi seperti melakukan senam tera secara rutin untuk hasil yang maksimal. Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Senam Tera
IMPLIKASI TEMUAN TOXOPLASMA GONDII PADA PEMELIHARA KUCING LOKAL TERHADAP PERAN PERAWAT DALAM PENCEGAHAN ZOONOSIS DI MASYARAKAT: Implications of Toxoplasma gondii Findings Among Local Cat Owners for the Role of Nurses in Community Zoonosis Prevention Nur Laela Alyidrus; Andi Aridhasari Sudirman; Andi Sudirman; Rugayyah Alyidrus; Ambo Dalle
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1760

Abstract

ABSTRACT Background: Toxoplasmosis is a zoonotic disease caused by Toxoplasma gondii, with cats (Felis catus) serving as the definitive host. The parasite spreads through millions of oocysts shed in feline feces, which can survive in the environment for weeks. In Indonesia, the prevalence of toxoplasmosis remains high, especially in Makassar, where human seropositivity reaches 60%. Despite this, awareness of toxoplasmosis remains low, even though the infection can cause serious complications such as congenital toxoplasmosis, miscarriage, and encephalitis. Methods: This study used a descriptive observational design with secondary data from PCR testing for Toxoplasma gondii in blood samples of local cat owners in Antang Raya, Makassar. Characteristics assessed included age, gender, number of cats owned, duration of ownership, and hygiene practices. Results: The findings showed that 38.5% of respondents tested positive for Toxoplasma gondii, with the highest exposure occurring in the productive age group (16–30 years). The study also found that infection occurred regardless of routine hygiene practices, highlighting that animal hygiene alone is insufficient to prevent transmission. Conclusion:These results emphasize the strategic role of nurses in zoonotic disease prevention, particularly through community-based health education, early detection, environmental sanitation promotion, and reproductive health advocacy. Strengthening the role of nurses in preventive efforts is essential to reduce the risk of toxoplasmosis transmission and its impact on public health, especially among women of reproductive age. Keywords: Toxoplasma gondii, zoonosis, cat owners, nursing, prevention  ABSTRAK Latar Belakang: Toxoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan oleh parasit Toxoplasma gondii dan sering kali tidak disadari masyarakat karena gejalanya bersifat asimptomatik. Kucing lokal (Felis catus) sebagai hospes definitif memiliki peran besar dalam penyebaran ookista yang dapat mencemari lingkungan. Prevalensi toxoplasmosis di Indonesia tergolong tinggi, termasuk di Makassar yang mencapai 60%. Infeksi ini berpotensi berdampak serius terhadap kesehatan reproduksi, kehamilan, serta meningkatkan risiko gangguan sistem saraf, sehingga diperlukan upaya pencegahan berbasis keperawatan komunitas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional berdasarkan data sekunder hasil deteksi Toxoplasma gondii menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) pada darah pemelihara kucing lokal di Kecamatan Manggala, Makassar. Karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, jumlah dan lama memelihara kucing, serta kebiasaan perawatan hewan. Hasil: Sebanyak 38,5% responden terdeteksi positif Toxoplasma gondii, dengan kelompok usia produktif (16–30 tahun) menunjukkan proporsi paparan tertinggi. Ditemukan bahwa infeksi tetap terjadi meskipun sebagian partisipan rutin menjaga kebersihan hewan, yang menunjukkan perlunya upaya pencegahan lebih menyeluruh. Kesimpulan: Tingginya angka infeksi Toxoplasma gondii pada pemelihara kucing lokal menunjukkan pentingnya intervensi pencegahan berbasis keperawatan. Perawat berperan strategis sebagai penyuluh kesehatan, fasilitator deteksi dini, promotor sanitasi lingkungan, dan advokat kesehatan reproduksi guna menekan penyebaran zoonosis di masyarakat. Kata kunci: Toxoplasma gondii, zoonosis, pemelihara kucing, peran perawat, pencegahan