Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti) Fadli Dirga Subardi; Muhamad Yusa; Lita Darmayanti
SAINSTEK Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i1.9

Abstract

Lahan gambut merupakan tanah yang memiliki kandungan organik tinggi hasil pembusukan tanaman. Parameter karakteristik utama lahan gambut adalah kadar air, berat volume, berat jenis, kadar abu, dan kadar serat. Provinsi Riau memiliki 3,867 juta hektar lahan gambut termasuk Kabupaten Kepulauan Meranti yang sebagian besar merupakan lahan gambut. Pengujian laboratorium terhadap sifat fisik gambut membutuhkan waktu dan biaya yang mahal. Secara umum resistivitas listrik suatu material dipengaruhi oleh karakteristik fisiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara nilai resistivitas gambut dengan sifat fisiknya. Penelitian ini dilakukan dengan mengebor lahan gambut dengan interval 50 sentimeter dengan alat bor gambut tipe Rusia. Uji resistivitas dilakukan di lapangan pada soil box yang berisi sampel gambut. Sampel tanah gambut kemudian ditimbang di lapangan untuk ditentukan berat basahnya kemudian diambil untuk pengujian laboratorium lebih lanjut. Disimpulkan bahwa tipe lahan gambut yang dominan di Kabupaten Kepulauan Meranti adalah lahan gambut hemic. Hasil statistik dari penelitian ini menunjukkan korelasi yang sangat rendah antara nilai resistivitas gambut dengan sifat fisiknya, hal ini menunjukkan bahwa lahan gambut sangat heterogen
Studi Kuat Geser Lahan Gambut dengan Uji Geolistrik dan Alat Dokenbo Dian Paramita; Muhamad Yusa; Lita Darmayanti
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya zaman dan meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan penggunaan lahan marginal seperti lahan gambut tidak dapat di hindari. Lahan gambut memiliki karakteristik kepadatan rendah dan konsistensi lunak-sangat lunak. Penentuan kekuatan geser gambut baik di laboratorium maupun di lapangan tidak mudah, alat yang biasa digunakan di lapangan seperti sondir dan SPT memiliki bobot alat berat dan rentang pengukuran yang terlalu besar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode untuk menentukan kekuatan geser dari nilai resistivitas. Penelitian ini menggunakan alat dokenbo portabel dan uji resistivitas. Pengujian dilakukan di Meranti, daerah yang sebagian besar terdiri dari lahan gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rentang nilai resistivitas gambut dominan yang diperoleh adalah 61-70 ohm.m dengan rentang nilai resistivitas 6,7-140 ohm.m. Rentang nilai penetrasi gambut yang dominan adalah 401-500 kN/m2 dengan rentang nilai penetrasi 125-1800 kN/m2. Rentang kohesi gambut yang dominan adalah 0,1-0,5 kN/m2 dengan rentang nilai kohesi 0,1-6,5 kN/m2. Rentang nilai sudut geser dalam gambut dominan adalah 13p-20o dengan rentang nilai sudut geser dalam 13,76o-50,2o. Hubungan dilakukan antara resistivitas dan penetrasi, resistivitas dan kohesi, resistivitas dan sudut geser. Penelitian ini menghasilkan hubungan statistik paling tinggi terjadi pada hubungan resistivitas dan kohesi sebesar R2 = 0,1788.
Analisis Kebutuhan Air Irigasi DAS Batang Arau Kota Padang (Studi Kasus : DAS Batang Arau Kota Padang) Marta Yudha Ozman; Manyuk Fauzi; Lita Darmayanti
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan air irigasi secara keseluruhan perlu diketahui karena merupakan salah satu tahap penting yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan sistem irigasi. Berdasarkan hal tersebut, maksud penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan air irigasi dengan tujuan mendapatkan prediksi nilai kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum pada daerah studi dalam hal ini Daerah Irigasi DAS Batang Arau Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Luas daerah irigasinya seluas 1.425 Ha. Sumber air irigasinya berasal dari Sungai Batang Arau. Faktor-faktor untuk menentukan kebutuhan air irigasi antara lain penyiapan lahan, penggunaan konsumtif, perkolasi dan rembesan, pergantian lapisan air dan curah hujan efektif. Perhitungan dilakukan dengan cara konsep KP-01 dimulai dari periode kedua November menggunakan pola tanam padi-padi-bera. Perhitungan manual (konsep KP-01) kebutuhan air maksimun didapat sebesar 2,14 m3/dt terjadi pada periode kedua Desember dan kebutuhan minimum didapat sebesar 0,59 m3/dt terjadi pada periode pertama bulan Maret.
Analisis Biaya Operasional Kendaraan Angkutan Sekolah Di Kota Pekanbaru Roma Dearni; Ari Sandhyavitri; Lita Darmayanti
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.150

Abstract

Pertambahan penduduk di Kota Pekanbaru yang semakin meningkat menimbulkan banyak kemacetan dibeberapa titik daerah. Salah satu titik rawan kemacetan berada pada daerah kawasan pendidikan. Kemacetan terjadi dikarenakan adanya proses antar jemput anak sekolah. Pemerintah sudah mengatasi kemacetan dengan menyediakan alat tranportasi umum yaitu bus trans metro Pekanbaru, namun hal ini belum sepenuhnya dapat mengatasi kemacetan khususnya dalam kasus antar jemput anak sekolah. Butuh rute khusus dan ketersediaan fasilitas yang sesuai dengan kenyaman, keselamatan serta ketepatan waktu bagi pelajar. Maka perlu dilakukan analisis perhitungan biaya operasional kendaraan angkutan sekolah untuk mengetahui kelayakan secara ekonomi dalam perencanaan angkutan sekolah. Hasil penelitian pada perhitungan biaya operasional kendaraan dapat menentukan tarif pada setiap rute. Besar tarif berdasarkan perhitungan BOK pada setiap rute adalah pada rute 1 sebesar Rp.7.000, rute 2 sebesar Rp.7.100, rute 3 sebesar Rp. 5.600, rute 4 sebesar Rp. 9.800, rute 5 sebesar Rp. 7.100 dan rute 6 sebesar Rp. 9.400. Nilai tarif berdasarkan BOK yang didapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk memberi subsidi penuh atau setengah dalam perencanaan angkutan sekolah di Kota Pekanbaru.
Analisis Indeks Kekeringan Meteorologis dan Karakteristik Kebakaran Lahan Gambut Kabupaten Tanjung Jabung Timur Febiola, Ollga; Sutikno, Sigit; Darmayanti, Lita
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Jambi merupakan Provinsi dengan lahan gambut terluas ketiga di Pulau Sumatera. Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur erat kaitannya dengan faktor meteorologi yaitu minimnya jumlah curah hujan sebagai sumber alat pemadam kebakaran. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang akan dikorelasikan dengan kondisi kekeringan dengan metode Indeks Presipitasi Terstandarisasi atau Standardized Precipitation Index (SPI) dikembangkan oleh McKee et al (1993). Analisis karakteristik kebakaran lahan gambut menggunakan sebaran hotspot (tingkat kepercayaan > 60%) dengan menggunakan citra Landsat dan pola yang terbentuk sebagai indikasi areal luasan kebakaran yang diakibatkan oleh data titik panas dalam kurun waktu 8 tahun (2013-2020). Hasil analisis karakteristik kebakaran seperti luas area bekas terbakar, durasi kebakaran dan laju kebakaran yang terjadi di setiap tahun. Data analisis hotspot dilakukan tumpang tindih dengab teknik on-off layering terhadap citra Landsat yang sebelumnya dilakukan komposit band untuk proses digitasi polygon menggunakan GIS (Geographic Information System). Karakteristik kebakaran Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam kurun waktu selama 8 tahun sejak tahun 2013 sampai tahun 2020 dengan jumlah luas area terbakar 151.815 Ha dengan durasi kebakaran selama 261 hari dan laju kebakaran 6381.762 ha/hari. Selama kurun waktu 8 tahun luas area terbakar terbesar terjadi pada tahun 2019 dengan luas 75.042 Ha yang terjadi kebakaran berturut turut pada bulan Agustus, September, dan Oktober dan indeks kekeringan dengan nilai SPI minimum -2,5809 pada tahun 2019 bulan Oktober dengan klasifikasi amat sangat kering. Hubungan antara kondisi kekeringan dan kejadian kebakaran di Kabupaten Tanjung Jabung Timur menunjukkan bahwa kejadian kebakaran (hotspot) rentan bertmbah seiring dengan kejadian kekeringan
Karakteristik Spasial dan Temporal Kebakaran Lahan Gambut di Kabupaten Rokan Hilir Irpan, Apdani; Sutikno, Sigit; Darmayanti, Lita
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.202

Abstract

Kebakaran di lahan gambut sulit diamati karena dapat menyebar melalui biomassa di atas tanah serta gambut di bawah permukaan. Karakteristik spasial dan temporal kebakaran lahan yang meliputi jumlah hotspot, luas area kebakaran, durasi kebakaran, dan laju kebakaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik kebakaran tersebut dan korelasinya di wilayah kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini menggunakan data citra satelit MODIS untuk mengetahui sebaran titik api (hotspot) dengan confidence level >60%, citra satelit Landsat 7 dan 8 untuk analisis luasan kebakaran, didukung dengan peta wilayah adminstrasi serta peta Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) di kabupaten Rokan Hilir. Panjang data yang digunakan terhitung dari tahun 2013 sampai dengan 2020. Analisis karakteristik spasial dan temporal kebakaran lahan gambut memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Untuk memverifikasi adanya kebakaran, data hotspot yang diperoleh ditumpangsusunkan dengan data citra satelit landsat yang telah di composite menggunakan aplikasi ArcGis. Luas area terbakar dapat dihitung dengan melakukan digitasi berbentuk poligon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, secara temporal kejadian kebakaran terbanyak terjadi pada tahun 2013 dengan hotspot sebanyak 3.361. Data hotspot dominan terjadi di wilayah yang memiliki KHG. Secara spasial kecamatan yang paling banyak hotspot adalah Kecamatan Tanah Putih dengan hotspot sejumlah 1.493. Luasan terbakar tertinggi terjadi pada tahun 2013 seluas 83.200,41 Ha. Hubungan antara luas area kebakaran terhadap jumlah hotspot dan durasi kebakaran memiliki hubungan yang kuat dengan masing-masing nilai koefisien korelasi, R2 = 0,6295 dan R2 = 0,6375. Hubungan antara luas area kebakaran terhadap laju kebakaran mimiliki hubungan yang cukup dengan nilai koefisien korelasi, R2 = 0,4277.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adawiyah, Rodiah Rabi’ah Al Adrianto Ahmad Alex Kurniawandy Amalia Masturah Aminuyati Annam, M. Khairul Annisa Arifandita Mifshella Arhamny Arhamny Ari Sandhyavitri Aryo Sasmita Atria Martina Bahruddin Bambang Sujatmoko Benny urzikri Rahim Cahyani, Anugrah Damanhuri, Enri Damayanti, Elok David Andrio Desasy, Hannifah Julian Desce P Simarmata, Stella Dewi Fitria Dewi Fitria DEWI FITRIA, DEWI Dewi, Dian Kharisma Dian Paramita Dwiegi Safitri Febriani Dwiegi Safitri Febriani Edward HS Edward Hs Edward Sitio Edy Saputra Elvi Yenie, Elvi Enri Damanhuri Enri Damanhuri Enri Damanhuri Ermiyati Ermiyati Ermiyati Ermiyati, Ermiyati Eryan Chintya Debby Esther RA Fachry Abda El Rahman Fadli Dirga Subardi Fauzi, Manyuk Febiola, Ollga Febriana, Hertina Febriansyah, M. Ferdy Ashari Syawal Fika Rahma Yuni Fika Rahma Yuni Fikri Julian Fitra, Rakha Athaya Grethy Asmara Sitorus Habrio Ilva YR Hamdani . Hamdani Hamdani Hendriani, Annisa Hesti, Tsaniatul Amania Husni, Afdaul Imelda Dewi Agusti Iqbal Perdana Putra Irpan, Apdani Jaya Alexander Pandiangan Jecky Asmura Kartika Pratama Syafitri Khairani , Ayu Dhea Khairat Kholik, Dede Abdul Leowedi, Agung Lidya Astuti Lisa Asmiyarna Lisa Asmiyarna M. Khairul Annam M. Ridwansyah Mahardika, Dewa Ayu Divia Pradhaswari Mahombar, Boby Steven Marta Yudha Ozman May Kristina Maya Septiani Wijaya Monita Olivia Muhamad Yusa Muhammad Hasbu Nazar Muhardi Muhardi Mutia Putri Mutia Putri Nadia Yulia Lestari Nadya Dwi Permatasari Vionola Norima Sabrina Novriyanti, Lucky Okdika Berliandra Olivia, Arinda Oni Loretha Priscilia P Girsang, Yemima Priyambada, Gunadi Purwoko, Agus Putra, Iqbal Perdana Putri, Dini Riskiana Putri, Nofia Afifah Regina Deva Aulia Reynaldi Saputra Rezeki, Muhammad Dio Rilian Gerry Sitompul Ririn Yuari Farandia Roma Dearni Ryan Renaldi S Siswanto Safitri, Nurramadhani Saputra, Muhammad Ramadhan Sarah Dwi Arini Shinta Elistya Shinta Elystia Sigalingging, Krisda Novita Soewignjo Agus Nugroho Soewignjo Agus Nugroho Sri Febria Sri Helianty Sri Rezeki Muria Suci, Nabila Rahma Suprihanto Notodarmodjo Suprihanto Notodarmojo Sutikno, Sigit Syamsul Arifin Syarfi Daud Tania Octalina Tamamy Ucok H Pulungan Usman, Ratika Winda Astuti Halinda Putri Wulandari Wulandari Yasmin Nabila Dharma Yogi Guntara Yohanna Lilis H Yuni, Fika Rahma Zuchra Helwani