Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SN-Biosper

Efektivitas Pemberian Pupuk Organik dan Pupuk Non Organik terhadap Pertumbuhan dan Kemunculan Gangguan Fisiologis Ipomea reptans Poir. Saffanah Nadhirah; Afifi Mutiarani; Aulia Khaerunnisa; Fatma Ainul Ilmia; Feldina Gustanti; Hildawati Febiana; Maulana Yusuf; Naufalia Zahrannanda; Regina Pacis; Sariwulan Diana; Wahyu Surakusumah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kangkung darat (Ipomoea reptans. Poir) termasuk  ke dalam tanaman hortikultura yang mudah dibudidayakan. Namun, kangkung perlu diberi asupan nutrisi yang cukup dengan pupuk yang tepat untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh perbedaan asimilasi zat nitrogen pupuk organik dan pupuk non organik (ZA) erhadap pertumbuhan dan gangguan fisiologi pada tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans. Poir). Penelitian dilaksanakan di Bandung Raya selama dua pekan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu pengaruh perbedaan komposisi pupuk ZA (Z0=0 gram, Z1=0,25 gram, Z2=0,5 gram, Z3=0,75 gram) dan komposisi pupuk organik (O0=0 mL, O1= 55,25 mL, O2= 110,5 mL, O3=165,75 mL) terhadap tinggi tanaman dan panjang daun dari hari pertama sampai hari ketujuh. Selain itu juga diamati kemunculan gangguan fisiologi seperti kelayuan, klorosis dan nekrosis. Pengelolaan data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Analisis data dilakukan melalui uji One-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kangkung yang diberi pupuk non organik (ZA) mengalami rata-rata pertumbuhan lebih tinggi 5,7 cm dibandingkan yang diberi pupuk organik serta terdapat beberapa gangguan fisiologis pada tanaman kangkung yang diberi perlakuan pupuk organik berupa nekrosis dan klorosis.
Pengaruh Perendaman Air Cucian Beras Putih dan Beras Merah Terhadap Laju Imbibisi dan Perkecambahan Biji Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Aulia Khairunnisa; Azkiya Annurbaiti; Dina Nur Permatasari; Fakhran Rozali Daulay; Mauseni Wantika Dewi; Nur Ilmiah Sakinah; Nusayba Abdul Wahid; Salma Salsabila; Yunita Yunita; Sariwulan Diana; Wahyu Surakusumah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai konsumsi tinggi di Indonesia, tetapi memiliki nilai produktivitas yang rendah. Beberapa bulan lalu, disinyalir sempat terjadi kenaikan harga kedelai impor yang berdampak pada terjadinya fluktuasi harga kedelai di domestik dan hasil produk olahannya seperti tahu dan tempe. Maka, perlu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan dilakukannya percobaan yang diprediksi dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman kacang kedelai yaitu dengan pemberian tambahan nutrisi yang terdapat pada air cucian beras merah dan putih. Air cucian beras merupakan salah satu limbah yang tidak memiliki nilai ekonomis dan seringkali dibuang tanpa dimanfaatkan kembali. Dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas kedelai di Indonesia sekaligus dalam rangka memanfaatkan limbah air cucian beras, penelitian mengenai pengaruh pemberian air cucian beras terhadap laju imbibisi serta perkecambahan biji kedelai ini pun dilakukan. Penelitian dilakukan dengan membuat air cucian beras putih dan beras merah dalam konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Perendaman dan perhitungan berat biji kedelai dilakukan pada interval waktu 2, 4, 8, 16, dan 24 jam untuk menelusuri pengaruh dari air cucian beras terhadap laju imbibisi dan membandingkan antara pengaruh larutan cucian beras putih, beras merah, dan juga kontrol terhadap perkecambahan sebagai output keberhasilan imbibisi. Setelah diuji secara statistik ternyata tidak ada perbedaan yang signifikan antara berbagai konsentrasi air cucian beras putih dan beras merah terhadap laju imbibisi. Adapun untuk perkecambahan, kontrol diketahui memiliki rata-rata jumlah biji yang berkecambah lebih banyak dibanding perlakuan lainnya dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kontrol dengan perlakuan-perlakuan lainnya.
Profil Awal Kompetensi Abad Ke-21 Siswa SMA dalam Menafsirkan Data dan Bukti Secara Ilmiah pada Konten Covid-19 Dita Agustian; Devi Deratama; Ana Ratna Wulan; Sariwulan Diana
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi sains merupakan salah satu aspek dan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh siswa abad ke-21. Keterampilan ini menjadi salah satu komponen penilaian dalam konsep merdeka belajar yang sudah seharusnya dilatihkan dan dibiasakan kepada siswa pada abad ke-21, sehingga profil keterampilan literasi sains siswa dapat diketahui sehubungan dengan peran vital siswa dimasa mendatang dalam membangan bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil awal literasi sains siswa jenjang SMA khususnya pada keterampilan menafsirkan data dan bukti secara ilmiah (KMDBI) pada konten COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel penelitian adalah 97 siswa kelas XI SMA negeri dan swasta yang memiliki kategori cukup dan kurang berdasarkan nilai rata-rata UN tahun 2018 di Kota Bandung. Instrumen penelitian menggunakan instrumen tes tertulis KMDBI pada konten pandemik COVID-19 tiga paralel hasil pengembangan yang dianggap valid berdasarkan hasil validasi isi dan empiris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa SMA pada keterampilan menafsirkan data dan bukti secara ilmiah masih sangat rendah, hal tersebut dibuktikan dengan capaian kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal pada setiap indikatornya tidak sampai pada 43%. Selain itu, capaian kemampuan siswa yang paling tinggi terdapat pada indikator menganalisis dan menafsirkan data dan menarik kesimpulan yang sesuai (KMDBI02) dengan rata-rata 0,34 dan yang paling rendah pada indikator membedakan argumen yang didasarkan pada bukti dan teori ilmiah dengan yang didasarkan pada pertimbangan lain (KMDBI04) dengan rata-rata 0,28. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur dan gambaran kepada berbagai stakeholders dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan asesmen untuk meningkatkan keterampilan literasi sains siswa.