Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Abdimas Singkerru

Pemberdayaan Pelaku UMKM Dalam Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Digital Sri Dewi Setiawati; Anisa Diniati; Moch Armien Syifaa Sutarjo
Abdimas Singkerru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public Speaking bertujuan untuk mempengaruhi, mengubah opini, mengajar, mendidik, memberikan penjelasan serta memberikan informasi kepada masyarakat tertentu pada suatu tempat tertentu. Melalui Public Speaking, kita dapat mengetahui pola pemikiran dari seseorang, mengetahui gagasan masa depan seseorang, dan ide-ide luar biasanya. Kita juga dapat mengetahui perubahan seperti apa yang digagas atau direncanakan seseorang. Berdasarkan pemaparan di atas, tentu kita tidak bisa menganggap bahwa teknik berbicara sederhana akan bisa membuat seseorang mampu mempengaruhi, menguasai atau bahkan mempersuasi orang lain untuk suatu kepentingan tertentu. Oleh karena itu, kita perlu dan butuh keterampilan berbicara efektif secara khusus, berupa sikap dan teknik berbicara yang mumpuni agar kita bisa melakukan itu semua, baik dalam penyampaian pesan, mempengaruhi orang, memotivasi, dan lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan Public Speaking juga harus dimiliki oleh para pelaku usaha mikro dalam mempresentasikan bisnis atau produk mereka kepada para pembeli, investor, hingga pemerintah. Oleh karena itu, kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Telkom ingin sepenuhnya mendukung kepada para pelaku usaha mikro di kota Bandung agar dapat melakukan proses komunikasi, dimana mereka dalam keseharaiannya harus menyampaikan pesan agar sampai kepada lawan bicara mereka. Dengan mengikuti program pelatihan pada kurun waktu yang telah ditetapkan, masyarakat sasar akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam mengembangkan keterampilan public speaking dalam presentasi bisnis mereka.
Urgensi Komunikasi Bisnis bagi Pelaku UMKM Kota Bandung Moch Armien Syifaa Sutarjo; Sri Dewi Setiawati; Anisa Diniati
Abdimas Singkerru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk dapat bersaing di tengah pesatnya persaingan pasar, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kota Bandung harus dapat beradaptasi dan berinovasi, tidak hanya pada produk yang ditawarkan namun juga pada cara produk-produk tersebut dikomunikasikan baik itu dalam bentuk promosi maupun pemasaran. Kendala yang sering dihadapi para pelaku UMKM adalah kurangnya keterampilan mereka dalam melakukan komunikasi dalam hal ini komunikasi dalam konteks bisnis sehingga penjualan tidak maksimal. Berangkat dari kebutuhan tersebut, diperlukan pendampingan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Bandung. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan berkolaborasi dengan Telkom University untuk memberikan pelatihan keterampilan komunikasi bisnis. Kemampuan komunikasi bisnis haruslah dimiliki oleh setiap pelaku UMKM agar dapat mendongkrak promosi dan pemasaran produk-produk mereka. Tim Telkom University hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Keterampilan komunikasi bisnis yang baik akan berdampak positif bagi usaha mereka seperti pada promosi dan pemasaran, presentasi produk kepada konsumen, dan komunikasi serta kerjasama dengan investor. Dengan mengikuti program yang diselenggarakan dalam kurun waktu yang ditetapkan, diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terutama pada peningkatan keterampilan komunikasi bisnis para pelaku UMKM di Kota Bandung.
Pelatihan Komunikasi Organisasi Bagi Pengurus RT/RW Keluarahan Panjunan, Kota Bandung Intan Primasari; Sri Dewi Setiawati
Abdimas Singkerru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rukun Warga (RW) adalah bagian kerja lurah dan merupakan lembaga yang dibentuk melalui musyawarah pengurus RT di wilayah kerjanya yang ditetapkan oleh Pemerintah Desa atau Lurah. Rukun Tetangga (RT) adalah lembaga yang dibentuk melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Pemerintah Desa atau Lurah. Melihat hal ini maka RT/RW sangat dekat dengan masyarakat karena dipilih langsung oleh masyarakat dan berfungsi salah satunya adalah pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga serta penggerak swadaya gotong royong dan partisipasi masyarakat di wilayahnya. RT/RW merupakan bagian kecil dari desa tetapi peran aktif dibutuhkan untuk membangun desa dan kelurahan setempat. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan presentasi dari narasumber dan coaching. Partisipan diajak aktif dalam diskusi mengenai kasus kasus yang diberikan untuk dicoba dipecahkan melalui strategi komunikasi dalam organisasi. Selain itu partisipan dibuatkan kelompok kecil untuk menganalisis krisis yang ada dalam organisasi mereka dan mencari penyelesaian dari krisis tersebut. Terakhir peserta diberikan pembekalan untuk dapat melaksanakan komunikasi organisasi dalam akrtivitas kerja RT/RW agar terbangun organisasi yang sehat dan lebih kuat.