Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Kadar Kafein Dalam Biji Kopi Arabika (Coffea arabika) Berdasarkan Tempat Tumbuh Di Kabupaten Bener Meriah Rahul Aulia Indis; Mulia Safrida Sari; Sara Gustia Wibowo
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p44-52

Abstract

Kafein termasuk salah satu senyawa spesifik yang terdapat di dalam kopi. Kafein dapat memberikan dampak positif bagi tubuh untuk kesehatan, seperti menghilangkan stress. Pada kopi arabika, kandungan kafein lebih rendah dari robusta yaitu sebesar 1,1-1,3%. Namun, penyelidikan terkait perbandingan kadar kafein pada berbagai ketinggian di wilayah Bener Meriah belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui kadar kafein pada biji kopi arabika berdasarkan tempat tumbuh. Metode penelitian dimulai dengan pengumpulan sampel buah kopi dari tiga lokasi dengan ketinggian berbeda (981 MDPL, 1234 MDPL, dan 1700 MDPL), selanjutnya buah kopi dikupas dan diambil bijinya kemudian disangrai (roasting) dengan suhu masuk 220ºC dan suhu keluar 213ºC selama 14 menit. Lalu digiling menjadi bubuk, disaring dan dipreparasi menjadi larutan uji untuk diukur menggunakan metode HPLC. Hasil penelitian bahwa kadar kafein pada Kecamatan Wih Pesam (981 MDPL) 0.046% atau 0.00925mg, Permata (1234 MDPL) 0.003% atau 0.00075mg, dan Bener Kelipah (1700 MDPL) 0.018% atau 0.00375mg. Kesimpulan dari penelitian bahwa kadar kafein dari masing-masing tempat masih sesuai dengan SNI 01-7152-2006 dengan kadar kafein tertinggi terdapat pada wilayah dengan ketinggian 981 MDPL.
PROGRAM MAHASISWA BERDAMPAK : PEMULIHAN PASCABANJIR BANDANG MELALUI PENYEDIAAN AIR BERSIH, REHABILITASI LINGKUNGAN, DAN HIDROPONIK SISTEM APUNG DI DESA KOTA LINTANG, ACEH TAMIANG Beni Al Fajar; Herlina Putri Endah Sari; Muhammad Isra; Fitriani; Kartika Aprilia Putri; Sara Gustia Wibowo; Zulfan Arico; Rahmatul Fajri; Ratna Lestari
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v4i1.14909

Abstract

Program Mahasiswa Berdampak di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang, dilaksanakan sebagai upaya pemulihan pascabencana banjir bandang November 2025 yang menyebabkan kerusakan permukiman, fasilitas umum, akses air bersih, dan lahan pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, penyediaan air bersih, dan ketahanan pangan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan dilakukan melalui rehabilitasi lingkungan, pemasangan pompa air berbasis tenaga surya, penggunaan mesin penyemprot air, serta penerapan hidroponik sistem apung bersama Karang Taruna dan Kelompok Tani Simpur Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan rehabilitasi berhasil dilakukan pada 7 rumah, 1 sekolah, dan 3 musholla dengan peningkatan kebersihan 70–85%. Pompa air tenaga surya meningkatkan akses air bersih masyarakat hingga 65–75%, sedangkan hidroponik sistem apung menghasilkan 15–25 kg sayuran per siklus dengan peningkatan produksi 40–60%. Selain itu, kompetensi masyarakat dalam penggunaan teknologi meningkat hingga 80–90%. Program ini mendukung pemulihan sosial-ekologis pascabencana sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs poin 2, 6, dan 11.
Revitalisasi Aktivitas Keagamaan Pasca Banjir Melalui Bantuan Peralatan Ibadah di Gampong Ie Bintah, Aceh Tamiang Rahmawati Rahmawati; Afrahun Naziah; Teuku Andi Fadlly; Nirmala Sari; Ayu Syahputri; Sara Gustia Wibowo; Fera Annisa; Muhammad Gempa
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): November (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5by07p36

Abstract

Banjir yang melanda Gampong Ie Bintah, Kabupaten Aceh Tamiang, tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada menurunnya aktivitas keagamaan masyarakat akibat hilangnya atau rusaknya peralatan ibadah. Kondisi ini berdampak pada menurunnya semangat beribadah serta terganggunya interaksi sosial berbasis keagamaan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini mengusulkan program revitalisasi aktivitas keagamaan melalui pemberian bantuan peralatan ibadah yang dipadukan dengan pendekatan psikososial berbasis silaturahmi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kembali semangat beribadah masyarakat serta memperkuat kondisi sosial dan spiritual pasca bencana. Metode yang digunakan meliputi pendataan partisipatif, pengadaan dan pengemasan bantuan, serta penyaluran bantuan secara langsung ke rumah penerima. Selain itu, dilakukan evaluasi melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan motivasi beribadah masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang menunjukkan perubahan positif pada motivasi beribadah, dari 62% kategori tinggi sebelum kegiatan menjadi 90% setelah kegiatan, disertai meningkatnya partisipasi dalam aktivitas keagamaan. Pendekatan distribusi yang humanis juga terbukti mampu memberikan dampak positif secara emosional dan memperkuat hubungan sosial. Dengan demikian, kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi bantuan material dan dukungan psikososial-spiritual merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pemulihan dan revitalisasi kehidupan keagamaan masyarakat pasca bencana