Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Differences in DNA Purity Test Using UV-Vis Spectrophotometer and Nanodrop Spectrophotometer in Type 2 Diabetes Mellitus Patients: Perbedaan Uji Kemurnian DNA Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan Spektrofotometer Nanodrop pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dewanata, Pandu Aji; Mushlih, Miftahul
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 15 (2021): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.128 KB) | DOI: 10.21070/ijins.v15i.553

Abstract

DNA quality test is one of the basic techniques in Molecular Biology which aims to determine the presence or absence of protein and RNA contamination. DNA quantity test can be done using a spectrophotometer. Spectrophotometer is a tool used to measure the concentration of a compound based on its ability to absorb light. The purpose of this study was to determine differences in DNA purity as measured by UV-Vis Spectrophotometer and Nanodrop Spectrophotometer. The method used in this research is descriptive exploratory with purposive sampling technique. The number of samples used is 15 samples. The results of this study are that there are differences in the concentration and purity of DNA from quantitative tests with UV-Vis spectrophotometers and Nanodrops obtained based on statistical tests using the T Dependent Test. The result of this research is that in measuring DNA purity there is a difference in DNA purity because the results of Sig (2-Tailed) use 0.001 or below 0.05 (Ha is accepted). And based on statistical tests on DNA concentration measurements, it is known that there are differences in DNA concentrations.
IDENTIFIKASI MUTASI GEN TRANSCRIPTION FACTOR 7 LIKE 2 (TCF7L2) SNP RS7901695 PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE-2 MENGGUNAKAN PCR Azhar, Risya Auliya' Putri; Mushlih, Miftahul
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6378

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang dipengaruhi oleh faktor genetik, salah satunya adalah mutasi pada gen TCF7L2, khususnya SNP rs7901695. Tujuan: untuk mendeteksi mutasi SNP rs7901695 pada penderita DMT2. Metode: Polymerase Chain Reaction (PCR) secara langsung yang sederhana dan efisien. Sebanyak 30 sampel darah pasien DMT2 dianalisis menggunakan primer spesifik untuk alel T (177 bp) dan alel C (367 bp). Sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 50-59 tahun, yang mengindikasikan pentingnya deteksi dini pada usia produktif.  Hasil: elektroforesis menunjukkan 28 sampel (93,3%) memiliki genotipe heterozigot TC dan 2 sampel (6,7%) genotipe homozigot TT, tanpa adanya genotipe CC. Kesimpulan: PCR langsung dapat digunakan sebagai metode awal yang efektif dan ekonomis dalam identifikasi mutasi genetik DMT2, serta mendukung skrining genetik berbasis populasi untuk pencegahan yang lebih personal.
Enhancing Medical Lab Education via Molecular Biology: A Service Learning Approach for Toxoplasmosis Detection: Meningkatkan Pendidikan Laboratorium Medis melalui Biologi Molekuler: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Pelayanan untuk Deteksi Toksoplasmosis Miftahul Mushlih; Puspitasari; Sitti Nur Qablyatin Syabandia; Wa Ode Asma`Ul Husna Huesein; Andika Aliviameyta
Academia Open Vol. 8 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.8.2023.7229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMK Teknologi Lab Kedokteran dalam ranah pengembangan pemeriksaan kesehatan melalui integrasi teknik biologi molekuler. Menggunakan kerangka Service Learning (SL), mahasiswa dibimbing dalam memahami evolusi metode diagnostik yang berkaitan dengan bidangnya, selama periode Februari hingga Maret 2023. Kuliah dan diskusi memperkenalkan mahasiswa pada aplikasi biologi molekuler dalam berbagai ujian, sementara lokakarya terarah pendekatan memungkinkan aplikasi langsung dari metode ini untuk pengujian toksoplasmosis. Prosesnya meliputi ekstraksi DNA dari sampel wajah kucing liar menggunakan Chelex 100 Grade Resin, menargetkan gen B1 untuk PCR, menggunakan siklus PCR minimal, dan memvisualisasikan hasil PCR melalui elektroforesis gel agarosa 1%. Hasil, menunjukkan identifikasi toksoplasma positif dalam 5 dari 6 sampel, menggarisbawahi kemanjuran pendekatan ini. Analisis pra dan pasca tes menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan di antara peserta, menekankan implikasi metodologi pemeriksaan medis lanjutan dalam pendidikan dan praktik. Highlight: Integrasi Biologi Molekuler: Menekankan penggabungan teknik biologi molekuler ke dalam pendidikan laboratorium medis untuk meningkatkan kemampuan diagnostik dan pembelajaran siswa. Pendekatan Service Learning: Menyoroti penggunaan Service Learning sebagai metode yang efektif untuk menjembatani pengetahuan teoretis dengan aplikasi praktis, menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang pengembangan pemeriksaan medis. Identifikasi Toksoplasmosis: Menampilkan keberhasilan penerapan metode molekuler, seperti ekstraksi PCR dan DNA, untuk mengidentifikasi keberadaan toksoplasma dalam sampel kucing liar, menunjukkan potensi deteksi penyakit yang akurat. Kata kunci: Pendidikan Lab Medis, Biologi Molekuler, KKN, Deteksi Toksoplasmosis, Peningkatan Pengetahuan
IDENTIFIKASI MUTASI GEN TRANSCRIPTION FACTOR 7 LIKE 2 (TCF7L2) SNP RS7901695 PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE-2 MENGGUNAKAN PCR Azhar, Risya Auliya’ Putri; Mushlih, Miftahul
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang dipengaruhi oleh faktor genetik, salah satunya adalah mutasi pada gen TCF7L2, khususnya SNP rs7901695. Tujuan: untuk mendeteksi mutasi SNP rs7901695 pada penderita DMT2. Metode: Polymerase Chain Reaction (PCR) secara langsung yang sederhana dan efisien. Sebanyak 30 sampel darah pasien DMT2 dianalisis menggunakan primer spesifik untuk alel T (177 bp) dan alel C (367 bp). Sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 50-59 tahun, yang mengindikasikan pentingnya deteksi dini pada usia produktif. Hasil: elektroforesis menunjukkan 28 sampel (93,3%) memiliki genotipe heterozigot TC dan 2 sampel (6,7%) genotipe homozigot TT, tanpa adanya genotipe CC. Kesimpulan: PCR langsung dapat digunakan sebagai metode awal yang efektif dan ekonomis dalam identifikasi mutasi genetik DMT2, serta mendukung skrining genetik berbasis populasi untuk pencegahan yang lebih personal.