Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Situs Batu Tulis Sebagai Sumber Belajar Sejarah di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga Karimah Tri Susanti; Sugeng Priyadi; Sumiyatun Septianingsih
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 18 (2024): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2024
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v18i.1245

Abstract

Penelitian dengan judul Pemanfaatan Situs Batu Tulis Sebagai Sumber Belajar Sejarah di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, ini memiliki tujuan untuk: (1) Menganalisis sejarah Situs Batu Tulis di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, (2) Mendeskripsikan pemanfaatan Situs Batu Tulis sebagai sumber belajar sejarah di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, (3) Menguraikan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan Situs Batu Tulis sebagai sumber belajar sejarah di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang meliputi 4 langkah penelitian yaitu: (1) Pengumpulan data (data collection) dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, (2) Reduksi data (data reduction) merangkum dan memilih hal-hal pokok serta memfokuskan pada hal-hal penting, (3) Penyajian data (data display) dilakukan dengan teks yang bersifat naratif, (4) Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian ini adalah (1) Situs Batu Tulis merupakan peninggalan bersejarah yang diteliti pada tahun 1983 oleh Drs. Kusen dari Fakultas Sastra UGM Jurusan Arkeologi buyinya “Indrawardhaya Wikramadewa”, (2) Pemanfaatan Situs Batu Tulis digunakan sebagai kepentingan akademik khususnya sebagai sumber belajar sejarah, kepentingan religius, ritual, (3) strategi yang dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan Situs Batu Tulis yaitu dengan mengangkat keberadaan situs tersebut.
Wayang Dalang Ayatun dan Santri Kalimosodo di Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara (2019-2023) Yudi Arif Bagus Setiyoko; Sugeng Priyadi; Sumiyatun Septianingsih
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 18 (2024): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2024
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v18i.1287

Abstract

Penelitian dengan judul wayang Dalang Ayatun dan Santri Kalimosodo di desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara (2019-2023), ini memiliki tujuan untuk: (1) Mengungkap sejarah berdirinya wayang Dalang Ayatun dan Santri Kalimosodo di desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara 2019, (2) Menganalisis perkembangan wayang Dalang Ayatun dan Santri Kalimosodo di desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, (3) Menguraikan dampak sosial, munculnya wayang Dalang Ayatun dan Santri Kalimosodo di desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang meliputi 4 langkah penelitian yaitu: (1) Heuristik, pengumpulan sumber dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, (2) Kritik ekstern (mengkaji keotentikan sumber), dan kritik intern (memeriksa kredibilitas isi sumber), (3) Interpretasi terhadap data, dan (4) Historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini: (1) wayang Dalang Ayatun berdiri pada tahun 2019, wayang Dalang Ayatun dikukuhkan pada tanggal 23 Januari 2021, didirikan oleh Dalang Ayatun dengan sebutan wayang santri kalimosodo hingga saat ini, (2) Perkembangan wayang Dalang Ayatun tahun 2019 merupakan pendirian wayang Dalang Ayatun, tahun 2020 memikirkan konsep kebudayaan yang berakulturasi agama dengan menggunakan media wayang golek sebagai media dakwah yang mudah dipahami oleh lingkungan masyarakat, tahun 2021 wayang santri resmi di kukuhkan pada tanggal 23 Januari 2002, tahun 2022 wayang Santri Kalimosodo dikenal banyak orang, pada tahun 2023 wayang Dalang Ayatun sudah mempunyai peralatan musik sendiri, (3) Munculnya wayang Dalang Ayatun dan Santri Kalimosodo di desa Somawangi mempunyai dampak terhadap kesenian, pendidikan, agama, sosial masyarakat.
The Elements Of Banyumas Traditional Historiography Priyadi, Sugeng
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 21 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.302

Abstract

The historiographical analysis shows that Babad Pasir and Babad Banyumas have two dominant elements, i.e. genealogy and narrative units. Both have genealogy covering (1) the ancestral genealogy, (2) the main genealogy, (3) the descendant genealogy, and (4) the branch genealogy, as the narrative units tend to dominantly reflect the relation of patron-client and the legitimation of the clan.
Peningkatan kualitas dan kapasitas produksi pakan ikan melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis green economy Mulia, Dini Siswani; Muryanto, Muhammad; Utami, Restu Frida; Saputra, Eqwar; Priyadi, Sugeng
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22521

Abstract

Pakan ikan merupakan komponen penting dalam kegiatan budidaya ikan air tawar. Harga pakan bermutu di pasaran relatif tinggi dan cenderung mengalami kenaikan. Pembuatan pakan ikan secara mandiri merupakan langkah tepat untuk mengurangi tingginya biaya produksi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi pakan ikan melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis green economy. Mitra adalah kelompok budidaya ikan (pokdakan) Mina Mandiri, Desa Panembangan, Cilongok, Banyumas. Metode kegiatan adalah metode pendekatan partisipatoris, dengan tahap kegiatan meliputi sosialisasi, pelaksanaan kegiatan (pelatihan dan penerapan teknologi tepat guna), pendampingan, dan evaluasi. Tingkat keberhasilan program diukur dengan metode one group pre-test and post-test. Hasil kegiatan PKM menunjukkan 83,33% anggota mitra memahami dan mampu mengimplementasikan formulasi bahan baku pakan ikan, 81,25% anggota mitra memahami dan mampu mengimplementasikan penggunaan binder alami, dan 80% anggota mitra menguasai penggunaan alat pembuat pakan ikan terpadu. Pakan ikan yang dihasilkan memiliki kadar protein 30%, berbentuk bulat atau agak memanjang sesuai pesanan, dan daya apung lebih dari 60 menit. Kapasitas produksi mencapai 300-400 kg/hari dibandingkan sebelumnya 50-70 kg/hari. Kegiatan ini berdampak positif bagi mitra dan meningkatkan gairah berbudidaya ikan. Hasil evaluasi menunjukkan perlunya keberlanjutan program untuk mendampingi mitra mengatasi berbagai persoalan produksi pakan maupun budidaya ikan.
Pengembangan Strategi Pemasaran Produk Pupuk Organik di Kelompok Karya Bhakti Kecamatan Kaligesing Nursidiq, Cahyana; Inzaghi, Muhammad Alqiya; Setianingsih, Efi; Priyadi, Sugeng; Anjani, Icha Tria; Kurniawati, Kurniawati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 3, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v3i1.5218

Abstract

Kecamatan Kaligesing, sebagai salah satu wilayah dengan populasi kambing terbesar di Kabupaten Purworejo, menghadapi tantangan pengelolaan limbah ternak yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan. Kelompok Tani Karya Bhakti didirikan untuk mengelola limbah tersebut menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui pelatihan pemasaran digital dan pendampingan strategis. Metode yang digunakan melibatkan survei langsung, diskusi, dan pelatihan pemasaran digital menggunakan platform e-commerce seperti Shopee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan pemahaman anggota kelompok tani tentang manajemen pemasaran digital, memperluas pasar, dan meningkatkan volume penjualan produk pupuk organik mereka. Program ini diharapkan mampu mendukung kemandirian kelompok tani dalam mengelola usaha mereka secara berkelanjutan.
CABLAKA SEBAGAI INTI MODEL KARAKTER MANUSIA BANYUMAS Priyadi, Sugeng
Diksi Vol. 14 No. 1: DIKSI JANUARI 2007
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.336 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v14i1.6542

Abstract

Cablaka is the central of model care of the Banyumas man character. The character perceived by the outers that Banyumas man have no regard on ethics, they are vulgars, or be even they behave unwell because they rude their attitude can hurt others. Moreover, they speak many vulgar words. Cablaka has internalized into a whole circle of Banyumas man model through their egalitary, freedom, and frankliness impressed to be a vulgarity.Keywords : cablaka, model care, character, ethics, vulgar words, egalitary, freedom, and frankliness.
Sejarah dan Arsitektur Tradisional Jawa Pendopo Dipokusmo: Identitas Budaya Kabupaten Purbalingga Kusuma, Karina Fadiya; Priyadi, Sugeng; Jazimah, Ipong
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1566

Abstract

Purbalingga sering dibaca sama dengan Probolinggo yang berada di Jawa Timur, sehingga kabupaten ini diganti menjadi Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji Pendopo Dipokusumo sebagai representasi identitas budaya Masyarakat Purbalingga melalui pendekatan Sejarah dan arsitektur tradisional Jawa. Fokus utama penelitian ini yang pertama, menganalisis Sejarah perkembangan Pendopo Dipokusmo; Kedua, mengkaji bangunan arsitektur Jawa; Ketiga, menjelaskan fungsi Pendopo Dipokusumo identitas budaya lokal. Sedangkan metode yang digunakan metode Sejarah, melalui tahapan heuristic, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pendopo Dipokusumo tidak hanya merupakan bangunan fisik warisan masa lalu, tetapi juga penanda identitas budaya, politik, dan sosial masyarakat Purbalingga. Struktur bangunan Pendopo Dipokusumo memiliki 2 bagian, diantaranya Bangunan Utama dan bangunan tambahan Pendopo Dipokusumo dan masyarakat Purbalingga saling terhubung, berfungsi sebagai ruang budaya dan pusat aktifitas sosial.
Sejarah Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan Cilacap 1998 – 2015 Ningrum, Ratri Radhitya; Priyadi, Sugeng; Septianingsih, Sumiyatun
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1597

Abstract

Lapas Nusakambangan berdiri sejak masa kolonial Belanda sekitar tahun 1908 yang berawal dari rencana pembangunan benteng pertahanan di Nusakambangan. Pada Periode 1998 hingga 2015 merupakan salah satu fase perkembangan dalam sejarah Lapas Nusakambangan dengan dinamika politik dan hukum di Indonesia yang mengalami perubahan besar. Periode ini juga ditandai dengan adanya kasus kejahatan-kejahatan berat seperti terorisme dan narkotika dan Nusakambangan sering kali mendapat perhatian publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Lapas Nusakambangan pada periode tersebut,menganalisis pengelolaan narapidana dan mengidentifikasi kegiatan pembinaan di Lapas Nusakambangan. Metode yang digunakan yaitu metode sejarah, dengan melalui tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Keberadaan Lapas di pulau ini tidak hanya menjadi bagian dari sistem penegakan hukum, tetapi juga berdampak pada citra Pulau Nusakambangan sebagai tempat penegakan sanksi hukum tertinggi di Indonesia. Selain itu, banyak pelaku kejahatan yang dipindahkan ke Lapas-lapas di Pulau Nusakambangan, mengingat fasilitas ini memiliki keamanan yang sangat ketat. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi pengelolaan Lapas di Pulau Nusakambangan, termasuk dalam hal kapasitas penahanan, kondisi fasilitas, dan pendekatan pembinaan bagi para narapidana.
Perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger sebagai Peninggalan Kolonial (1998-2008) Ariyani, Gita; Priyadi, Sugeng; Agung, Rendi Marta
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1628

Abstract

PLTA Ketenger merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga air yang dibangun pada masa kolonial Belanda dan masih beroprasi hingga saat ini. Terletak di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, pembangkit ini menjadi bukti kemajuan dan modernitas infrastruktur ketenagalistrikan yang mampu bertahan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini berfokus pada sejarah berdirinya PLTA Ketenger, perkembangannya pada periode 1998-2008, serta peran pembangkit ini terhadap masyarakat disekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari emapt tahapan yaitu, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun merupakan penginggalan kolonial, PLTA Ketenger tetap berfungsi secara optimal dibawah pengelolaan Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Mrica. Pada periode 1998-2008, PLTA Ketenger menunjukkan peran strategis dalam mendukung distribusi energi listrik untuk wilayah Jawa bagian Tengah melalui Gardu Induk Kalibakal. Selain itu pembangkit ini juga memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar seperi dalam bidang ekononi, sosial, dan pendidikan. Oleh karena itu, PLTA Ketenger tidak hanya menjadi bagian dari warisan sejarah kolonial, tetapi juga bertransformasi menjadi simbol modrnisasi dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.
Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup Hedonisme terhadap Penggunaan Fitur Paylater pada Mahasiswa Priyadi, Sugeng; Rinawati, Anita
Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpe.v17i1.101820

Abstract

The development of financial technology, particularly PayLater, has attracted the interest of students and made online transactions increasingly convenient. However, this convenience also carries risks when it comes to financial management, especially for the younger generation who are more consumer-oriented and less knowledgeable about finance. The purpose of this study was to examine how students' financial literacy and hedonistic lifestyle correlate with their use of the PayLater service. This study was conducted using a Systematic Literature Review (SLR) method, reviewing eight relevant journals. The results showed that hedonism and financial expertise negatively impacted PayLater usage, while financial expertise had a positive impact. Students with a good financial understanding tended to use this service more selectively and wisely. Conversely, students who live a hedonistic lifestyle tended to ignore financial risks for the sake of ease of transactions. One way to mitigate the negative effects of a consumer-oriented lifestyle is to learn about finance.