Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Stres Perjalanan Terhadap Motivasi Kerja Pada Karyawan Pengguna Commuter Line Maulitya, Tannya Athalla; Muzzamil, Ferdy; Febrieta, Ditta
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 1 (2025): Agustus
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of demotivation in the workplace is often associated with external factors, one of which is stress arising from daily commuting. This study aims to investigate the effect of commuting stress on work motivation among commuter train users. The study employs a quantitative method with purposive sampling, involving 100 respondents aged 20–45 years. The analysis reveals that commuting stress has a positive and significant effect of 56.7% on work motivation. Most respondents fall into the category of high commuting stress and high work motivation. These findings suggest that despite experiencing pressure and fatigue during commuting, many employees still demonstrate high work enthusiasm. This highlights the presence of psychological resilience or other supportive factors that can neutralize the negative effects of commuting stress. This study provides insights that commuting stress is not the sole determinant of decreased work motivation, and it is important to understand these dynamics within the context of urban workers’ daily lives.  
The importance of forgiveness in improving the psychological well-being of victims of infidelity in dating relationships Aulia, Balqis Isna; Febrieta, Ditta
JURNAL SPIRITS Vol 15 No 1 (2024): Volume 15 no 1 , November 2024
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v15i1.17131

Abstract

Infidelity is a social phenomenon that is quite familiar in society and causes various problems. One of the negative impacts of infidelity is that the victim experiences low psychological well-being. The method used in this study is a quantitative method with a correlational research type that aims to determine whether there is a positive relationship between forgiveness and psychological well-being. This study involved 130 early adults who had been victims of infidelity in a dating relationship. This study found that Forgiveness contributed 11.08% in improving psychological well-being in victims of infidelity. It was also found that women were more forgiving than men when they were cheated on. In addition, the length of a person's dating period does not affect the forgiveness of victims of infidelity.
Self-Compassion di Masa Remaja: Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, dan Budaya Zahroo, Syahdania; Febrieta, Ditta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13091

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa yang mencakup banyak perubahan yang terjadi dalam waktu bersamaan, kondisi ini membuat remaja berada di kondisi psikologis yang rentan. Untuk membantu melalui hal tersebut, diperlukan adanya self-compassion bagi remaja. Self-compassion merupakan cara menghadapi permasalahan dengan cara mengasihi diri sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi self-compassion pada remaja dari faktor demografisnya yaitu jenis kelamin, usia, dan budaya. Karakteristik responden dalam penelitian ini merupakan remaja berusia 12 – 25 tahun di Kota Bekasi yang pernah mengalami Bullying. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan uji komparatif. Hasil menunjukkan bahwa self-compassion remaja termasuk kategori tinggi sebesar 64,6%. Ditemukan juga bahwa ada perbedaan self-compassion berdasarkan jenis kelamin, dimana remaja perempuan memiliki self-compassion yang lebih tinggi. Namun pada penelitian ini tidak ditemukan adanya perbedaan self-compassion yang signifikan berdasarkan usia, dan budaya.
Celebrity Worship dan Citra Tubuh pada Komunitas Penggemar K-Pop Subakuh, Afra Refancienna; Febrieta, Ditta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13130

Abstract

Penampilan seringkali dijadikan standar yang dapat mengukur seberapa menarik seseorang. Fenomena Korean Wave dan popularitas idol K-pop memperkuat pandangan ini, dengan banyaknya penggemar yang merasa tertarik untuk meniru tubuh ideal yang mereka lihat pada idola mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship dengan citra tubuh pada penggemar K-Pop . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini melibatkan 160 penggemar K-Pop yang merasa insecure dengan bagian tubuhnya dengan rentang usia 18 – 25 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakkan purposive sampling dengan keseluruhan penggemar K-Pop . Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakkan skala citra tubuh (α 0,887) dan skala celebrity worship (α 0,856). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara celebrity worship dengan citra tubuh pada penggemar K-Pop dengan koefisien korelasi 0,062 dan sig 0,434 (p>0,05). Penelitian ini menemukan adanya perbedaan citra tubuh berdasarkan jenis kelamin.
PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL SISWA DI SEKOLAH MELALUI PROGRAM MENTORING GURU Merdiaty, Netty; Febrieta, Ditta
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.19675

Abstract

Kesehatan mental siswa telah menjadi fokus perhatian di Indonesia dikarenakan menurunnya kesehatan mental yang dialami oleh siswa di sekolah yang diakibatkan oleh perubahan teknologi 5.0 dan adanya pandemi covid-19. Kesehatan mental pada siswa memiliki peran penting agar siswa dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta membentuk hubungan positif dengan orang lain. Sekolah berbasis pada Layanan kesehatan mental sangat menjanjikan untuk menjangkau siswa yang membutuhkan melalui keterlibatan guru. Untuk mencapai hal tersebut, guru perlu terus mengembangkan diri dan mendapatkan dukungan dari sekolah untuk menjadi penyaring sekaligus penyeimbang dan pembentuk mental peserta didik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui program guru mentor. Kecakapan guru sebagai mentor dapat berguna dalam meningkatkan kesehatan mental pada siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait peran mentor guru guna meningkatkan kesehatan mental pada peserta didik di sekolah serta melakukan sosialisasi kepada siswa tentang pentingnya kesehatan mental. Kegiatan sosialisasi dilaksanan secara paralel di SMP Gameel Akhlak dengan guru dan siswa sebagai peserta kegiatan. Metode yang digunakan dengan FGD dan diskusi yang diterapkan pada guru dan siswa. Hasil temuan di lapangan menemukan bahwa siswa memiliki kesehatan mental yang cukup baik, meskipun diantaranya masih ada siswa yang memiliki kesehatan mental yang kurang baik. Selain itu, program mentoring dapat menjadi langkah yang efektif untuk memberikan wawasan pada guru terkait peningkatan kesehatan mental pada siswa di sekolah.
Rasa Aman Sebagai Prediktor Kepercayaan Masyarakat dengan Hadirnya Polisi Febrieta, Ditta; Pertiwi, Yuarini Wahyu
Mediapsi Vol 4 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.2

Abstract

The spread of information or people’s direct experience with police will affect police image, either negative or positive. Unpleasant police behavior can cause distrust among people who are perceiving that police should act with good governance characteristics, with their main responsibility to protect and serve community. The feeling of distrust will make people feel insecured or even feared with the presence of police. This study aims to investigate the role of the sense of feeling secured to the public trust towards police presence. One hundred and fifty six participants were recruited from civil society. Scales to measure trust and the sense of feeling secured were employed to collect data from participants. This study was using quantitative approach with regression analysis technique. The results showed positive correlation between both variables, with the sense of feeling secured contributed 71 percent to the variable of public trust to police.Beredarnya informasi ataupun pengalaman yang langsung dialami masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap citra kepolisian, baik berupa citra negatif maupun positif. Tindakan polisi yang kurang baik akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap keberadaan polisi yang semestinya memliki karakteristik good governance, dengan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Perasaan tidak percaya tersebut akan membuat masyarakat menjadi merasa tidak aman bahkan merasa takut jika ada polisi di dekatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran rasa aman dalam memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat sipil berjumlah 156 orang. Skala Kepercayaan dan Skala Rasa Aman digunakan untuk mengumpulkan data. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua variabel, dengan rasa aman memberikan sumbangan efektif sebesar 71 persen terhadap kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi.
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan Student Well-Being Pada Mahasiswa Semester Akhir Merida, Sarita Candra; Febrieta, Ditta; Husnah, Hilmiatul; Ria, Roma; Novianti, Rospita
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i2.5695

Abstract

Proses pembelajaran dalam perkuliahan menuntut mahasiswa semester akhir lebih bertanggung jawab dari semester sebelumnya, sehingga adanya perubahaan, tentunya perlu penyesuaian baru supaya mahasiswa dapat lebih produktif dan berkontribusi untuk fakultas. Dalam proses penyesuaian tersebut tidak mudah, salah satunya muncul indikator well-being yaitu stress sehingga perlu peningkatan student well-being untuk mendukung kesuksesaan mahasiswa diperguruan tinggi. Pada penelitian ini mahasiswa diberikan terapi SEFT untuk meningkatkan student well-being salah satunya ialah komponen emosi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 13 mahasiswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Analisis statistika menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengukur perbedaan data prestest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pretest dan posttest dengan skor Z -2950ᵇ dan signifikansi sebesar 0,003 serta terdapat peningkatan dari pretest ke posttest. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan adanya pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap peningkatan student well-being pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
Peran Academic self -efficacy dalam Memprediksi Stres Akademik pada Mahasiswa Selama Penyusunan Tugas Akhir Shella Amalia Khakim; Ditta Febrieta; Lenny Utama Afriyenti
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i2.1784

Abstract

Penyusunan skripsi sebagai tahap akhir pendidikan sering menimbulkan stres akademik akibat berbagai tuntutan. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah academic self-efficacy, yaitu keyakinan individu dalam menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh academic self-efficacy terhadap stres akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana, melibatkan 160 mahasiswa di Bekasi yang dipilih melalui stratified sampling. Hasil menunjukkan nilai R square sebesar 0,288, yang berarti academic self-efficacy berpengaruh sebesar 28,8% terhadap stres akademik, sementara 71,2% dipengaruhi faktor lain.
Meaning in Life After the Death of a Father Among Members of the Indonesian National Police (Polri): A Phenomenological Study Ega Abinowo Herlambang; Fathana Gina; Ditta Febrieta
Journal of Health and Multidisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): April, health and social studies in national life
Publisher : Yayasan Yusda Edu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/pj323x48

Abstract

The death of a father is a significant life event that can profoundly affect an individual's psychological well-being and influence the way meaning in life is constructed. Beyond eliciting emotional responses, paternal loss may alter personal values, life goals, and self-understanding. This study aimed to explore the meaning of life following the death of a father among members of the Indonesian National Police (Polri). A qualitative phenomenological approach was employed. The participants were two police officers who experienced the death of their fathers during emerging adulthood and had lived with the loss for more than one year. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis. Four major themes emerged: the father as a source of values and life direction, the experience of loss as a life-disrupting event, acceptance as a process of transformation and responsibility-taking, and professional commitment as a source of new meaning. The findings indicate that meaning in life develops through a process of meaning reconstruction involving acceptance of loss, the development of new responsibilities, personal growth, and the integration of paternal values into both personal and professional life. Professional roles as police officers also contributed to maintaining life purpose and strengthening participants' sense of meaning following paternal loss. This study contributes to the literature on bereavement, meaning making, and meaning in life within the context of law enforcement professions.
Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Lanjut Usia pada Sekolah Lansia BAHTERA Rijal Abdillah; Ditta Febrieta; Sarita Candra Merida; Yomima Viena Yuliana
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): Agustus
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i3.834

Abstract

Community service activities are one of the ways in which the Tri Dharma of Higher Education is put into practice, aiming to make a tangible contribution to improving the quality of life in the community. One group in particular that requires special attention is the elderly, especially as they face the challenges of global communication and literacy in the digital age. As a concrete manifestation of this, a community service activity themed “English for the Elderly” was held on 25 April 2026 as part of the Halal Bi Halal celebrations at the BAHTERA School for the Elderly, Faculty of Psychology, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. This activity aimed to enhance the elderly’s motivation to learn, basic English communication skills, and social participation through a communicative and enjoyable learning approach. The implementation method utilised a participatory approach comprising the following stages: needs identification, delivery of materials, simple communication practice, educational games, and activity evaluation. Participants in the activity consisted of elderly individuals actively participating in the BAHTERA Elderly School programme. The results of the programme indicate that participants showed great enthusiasm for learning basic English, particularly in relation to greetings, self-introductions, everyday conversation and simple vocabulary relevant to daily life. In addition to improving language skills, the programme also had a positive impact on the elderly participants’ self-confidence, social interaction and motivation for lifelong learning. An evaluation of the programme showed that interactive teaching methods and a humanistic approach were effective in creating a comfortable learning environment for the elderly. It is hoped that this activity will serve as a model for the development of community-based foreign language learning programmes for elderly groups in Indonesia.