Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kecemasan Bertanding Pada Atlet Voli di Kabupaten Bekasi Saputra, Farhan; Muzammil, Ferdy; Febrieta, Ditta
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 11 (2025): June, 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Competitive anxiety is a negative psychological condition experienced by athletes when facing competitive situations, characterized by feelings of worry, nervousness, and uneasiness. One of the factors that influences this anxiety is family social support. Support from the family, including emotional, instrumental, informational, and companionship support, is believed to help calm athletes and enhance their self confidence during competitions. This study aims to examine the relationship between family social support and competitive anxiety among volleyball athletes in Bekasi Regency. The research used a quantitative correlational method. The sample consisted of 100 volleyball athletes aged 12 to 17 years, selected using a nonprobability sampling technique with an incidental sampling method. The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of JASP software version 0.18.3.0. The results showed a significant negative relationship between family social support and competitive anxiety among volleyball athletes with a correlation coefficient of r equals minus 0.734 and a significance level of p less than 0.001. This indicates that the higher the social support received from the family, the lower the level of competitive anxiety experienced by the athlete. Therefore, the alternative hypothesis is accepted. This study emphasizes the important role of the family in supporting the mental well being and performance of athletes. Future researchers are encouraged to further explore other psychological factors that may influence competitive anxiety.
Pengaruh Stres Perjalanan Terhadap Motivasi Kerja Pada Karyawan Pengguna Commuter Line Maulitya, Tannya Athalla; Muzzamil, Ferdy; Febrieta, Ditta
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 1 (2025): Agustus
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of demotivation in the workplace is often associated with external factors, one of which is stress arising from daily commuting. This study aims to investigate the effect of commuting stress on work motivation among commuter train users. The study employs a quantitative method with purposive sampling, involving 100 respondents aged 20–45 years. The analysis reveals that commuting stress has a positive and significant effect of 56.7% on work motivation. Most respondents fall into the category of high commuting stress and high work motivation. These findings suggest that despite experiencing pressure and fatigue during commuting, many employees still demonstrate high work enthusiasm. This highlights the presence of psychological resilience or other supportive factors that can neutralize the negative effects of commuting stress. This study provides insights that commuting stress is not the sole determinant of decreased work motivation, and it is important to understand these dynamics within the context of urban workers’ daily lives.  
The importance of forgiveness in improving the psychological well-being of victims of infidelity in dating relationships Aulia, Balqis Isna; Febrieta, Ditta
JURNAL SPIRITS Vol 15 No 1 (2024): Volume 15 no 1 , November 2024
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v15i1.17131

Abstract

Infidelity is a social phenomenon that is quite familiar in society and causes various problems. One of the negative impacts of infidelity is that the victim experiences low psychological well-being. The method used in this study is a quantitative method with a correlational research type that aims to determine whether there is a positive relationship between forgiveness and psychological well-being. This study involved 130 early adults who had been victims of infidelity in a dating relationship. This study found that Forgiveness contributed 11.08% in improving psychological well-being in victims of infidelity. It was also found that women were more forgiving than men when they were cheated on. In addition, the length of a person's dating period does not affect the forgiveness of victims of infidelity.
Self-Compassion di Masa Remaja: Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, dan Budaya Zahroo, Syahdania; Febrieta, Ditta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13091

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa yang mencakup banyak perubahan yang terjadi dalam waktu bersamaan, kondisi ini membuat remaja berada di kondisi psikologis yang rentan. Untuk membantu melalui hal tersebut, diperlukan adanya self-compassion bagi remaja. Self-compassion merupakan cara menghadapi permasalahan dengan cara mengasihi diri sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi self-compassion pada remaja dari faktor demografisnya yaitu jenis kelamin, usia, dan budaya. Karakteristik responden dalam penelitian ini merupakan remaja berusia 12 – 25 tahun di Kota Bekasi yang pernah mengalami Bullying. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan uji komparatif. Hasil menunjukkan bahwa self-compassion remaja termasuk kategori tinggi sebesar 64,6%. Ditemukan juga bahwa ada perbedaan self-compassion berdasarkan jenis kelamin, dimana remaja perempuan memiliki self-compassion yang lebih tinggi. Namun pada penelitian ini tidak ditemukan adanya perbedaan self-compassion yang signifikan berdasarkan usia, dan budaya.
Celebrity Worship dan Citra Tubuh pada Komunitas Penggemar K-Pop Subakuh, Afra Refancienna; Febrieta, Ditta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13130

Abstract

Penampilan seringkali dijadikan standar yang dapat mengukur seberapa menarik seseorang. Fenomena Korean Wave dan popularitas idol K-pop memperkuat pandangan ini, dengan banyaknya penggemar yang merasa tertarik untuk meniru tubuh ideal yang mereka lihat pada idola mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship dengan citra tubuh pada penggemar K-Pop . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini melibatkan 160 penggemar K-Pop yang merasa insecure dengan bagian tubuhnya dengan rentang usia 18 – 25 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakkan purposive sampling dengan keseluruhan penggemar K-Pop . Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakkan skala citra tubuh (α 0,887) dan skala celebrity worship (α 0,856). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara celebrity worship dengan citra tubuh pada penggemar K-Pop dengan koefisien korelasi 0,062 dan sig 0,434 (p>0,05). Penelitian ini menemukan adanya perbedaan citra tubuh berdasarkan jenis kelamin.
PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL SISWA DI SEKOLAH MELALUI PROGRAM MENTORING GURU Merdiaty, Netty; Febrieta, Ditta
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.19675

Abstract

Kesehatan mental siswa telah menjadi fokus perhatian di Indonesia dikarenakan menurunnya kesehatan mental yang dialami oleh siswa di sekolah yang diakibatkan oleh perubahan teknologi 5.0 dan adanya pandemi covid-19. Kesehatan mental pada siswa memiliki peran penting agar siswa dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta membentuk hubungan positif dengan orang lain. Sekolah berbasis pada Layanan kesehatan mental sangat menjanjikan untuk menjangkau siswa yang membutuhkan melalui keterlibatan guru. Untuk mencapai hal tersebut, guru perlu terus mengembangkan diri dan mendapatkan dukungan dari sekolah untuk menjadi penyaring sekaligus penyeimbang dan pembentuk mental peserta didik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui program guru mentor. Kecakapan guru sebagai mentor dapat berguna dalam meningkatkan kesehatan mental pada siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait peran mentor guru guna meningkatkan kesehatan mental pada peserta didik di sekolah serta melakukan sosialisasi kepada siswa tentang pentingnya kesehatan mental. Kegiatan sosialisasi dilaksanan secara paralel di SMP Gameel Akhlak dengan guru dan siswa sebagai peserta kegiatan. Metode yang digunakan dengan FGD dan diskusi yang diterapkan pada guru dan siswa. Hasil temuan di lapangan menemukan bahwa siswa memiliki kesehatan mental yang cukup baik, meskipun diantaranya masih ada siswa yang memiliki kesehatan mental yang kurang baik. Selain itu, program mentoring dapat menjadi langkah yang efektif untuk memberikan wawasan pada guru terkait peningkatan kesehatan mental pada siswa di sekolah.
Rasa Aman Sebagai Prediktor Kepercayaan Masyarakat dengan Hadirnya Polisi Febrieta, Ditta; Pertiwi, Yuarini Wahyu
Mediapsi Vol 4 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.2

Abstract

The spread of information or people’s direct experience with police will affect police image, either negative or positive. Unpleasant police behavior can cause distrust among people who are perceiving that police should act with good governance characteristics, with their main responsibility to protect and serve community. The feeling of distrust will make people feel insecured or even feared with the presence of police. This study aims to investigate the role of the sense of feeling secured to the public trust towards police presence. One hundred and fifty six participants were recruited from civil society. Scales to measure trust and the sense of feeling secured were employed to collect data from participants. This study was using quantitative approach with regression analysis technique. The results showed positive correlation between both variables, with the sense of feeling secured contributed 71 percent to the variable of public trust to police.Beredarnya informasi ataupun pengalaman yang langsung dialami masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap citra kepolisian, baik berupa citra negatif maupun positif. Tindakan polisi yang kurang baik akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap keberadaan polisi yang semestinya memliki karakteristik good governance, dengan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Perasaan tidak percaya tersebut akan membuat masyarakat menjadi merasa tidak aman bahkan merasa takut jika ada polisi di dekatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran rasa aman dalam memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat sipil berjumlah 156 orang. Skala Kepercayaan dan Skala Rasa Aman digunakan untuk mengumpulkan data. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua variabel, dengan rasa aman memberikan sumbangan efektif sebesar 71 persen terhadap kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi.