Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Berperan dalam Cyberbullying Remaja di Media Sosial: Literatur Review Putu Yuris Audia Mahadyasa; Ni Made Swasti Wulanyani
Journal on Education Vol 6 No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i3.5531

Abstract

Cyberbullying is a behavioral deviation committed by adolescents through virtual media. One of the negative impacts feared for victims is the tendency to end their life. Based on a literature review, this study aims to describe several factors that play a role in adolescent cyberbullying on social media. This study uses a literature review approach to previous studies. The search uses Google Scholar, Garuda, and Neliti by looking for the year of publication of the journal 2017–2022. Based on 10 selected journal articles, factors that play a role or cause cyberbullying behavior in adolescents include parenting style, the intensity of using gadgets and using social media, moral models, perceptions of anonymity, conformity, callous unemotional traits, and internal motivation in the form of anonymous threats, envy, fun, and humiliation. Cyberbullying is a repeated bullying activity through digital technology that can harm victims physically, psychologically, and psychosocially, so it is necessary to know the causes of cyberbullying behavior as a first step in preventing it.
Peran Kepuasan Kerja dan Keterikatan Kerja Terhadap Disiplin Kerja Karyawan di PT. X Sunyoto, Rivaldi Suryonugroho; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 23 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the key factors contributing to the seamless operation of business processes within a company is the elevated level of discipline exhibited by each employee. With such discipline, the company's performance is likely to improve. Work satisfaction and engagement closely influence the degree of work discipline. This study aims to determine the role of work satisfaction and work engagement on employee work discipline within PT. X. The measuring tools used are Work Satisfaction, Work Engagement, and Work Discipline Scales. The study encompasses a sample of 290 PT. X employees. The sampling technique used in this study is simple random sampling using multiple regression data analysis techniques. The results of the multiple regression analysis tests showed a value of 0.717, which means work satisfaction and work engagement has a role in work discipline by 71.7%. The value of the unstandardized beta coefficient on work satisfaction is 0.333 with a significance of 0.000 (p < 0.05), which means that work satisfaction has a role in work discipline. The value of the unstandardized beta coefficient on work engagement is 0.569 with a significance of 0.000 (p < 0.05), which means that work engagement has a role in work discipline. The outcomes of this study provide valuable insights for employees and companies alike, emphasizing the critical importance of maintaining work satisfaction and engagement to enhance employee work discipline.
Hubungan antara problem focused coping dengan stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Saputri, Kadek Ayu Dwi; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p19

Abstract

Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi cenderung mengalami stres. Stres tersebut banyak disebabkan oleh sulitnya menentukan judul, susahnya mencari literatur atau buku acuan serta banyaknya revisi dari dosen penguji. Ketika stres, seseorang akan segera melakukan coping, khususnya coping model Problem Focused Coping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara tingkat problem focused coping dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi pada mahasiswa program studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan karakteristik permasalahannya, penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa program studi Psikologi yang sedang menyusun Skripsi lebih dari 2 semester. Sedangkan metode pengumpulan data dari kedua variabel menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala Likert. Untuk mengukur Problem Focused Coping dan Stres dengan menggunakan pilihan jawaban SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Data dari kedua variabel diolah dengan teknik statistik korelasi Product Moment dengan taraf signifikansi 5 %. Dapat diketahui bahwa r = 0,109, p = 0,409; p > 0,05. Karena taraf signifikasi p lebih besar dari 0,05, maka Ho diterima. Jadi ada hubungan yang signifikan antara problem focused coping dengan stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa. Kata kunci: Problem focused coping, stres menyusun skripsi.
HUBUNGAN BERSYUKUR DAN PERILAKU PROSOSIAL TERHADAP EFIKASI DIRI PADA PELAKU USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) KOTA DENPASAR Wirama, I Nyoman Angga; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.166 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p08

Abstract

Indonesia has 248 million people, with the unemployment rate continues to rise each year (BPS, 2014). Business actor is a figure capable of promoting the country's economy and is able to open up job vacancy. Many successful entrepreneurs start micro, small and medium enterprises (UMKM). UMKM is the basis for the country's economy due to the fact that from the 52.76 million business units, 99% of which are UMKM. Business actor is a tough profession and friends with uncertainty. High self-efficacy is required to be a successful business operators. Grateful and prosocial behavior influence and form a self-efficacy into a more positive. Grateful can make someone have positive information about himself, positive psychological state, physically healthy, and a sense of optimism. Prosocial behavior creates life satisfaction, sense of accomplishment in a person, and improve the quality of self. This research was conducted in the city of Denpasar by using snow ball sampling. This research is a quantitative research using multiple regression analysis to test the hypothesis. A total of 243 UMKMs of Denpasar become respondents in this study. Measuring instrument used is the scale of Gratitude with a reliability coefficient of 0871, Prosocial Behavior scale with reliability coefficient of 0914, and Self-Efficacy scale with reliability coefficient of 0918. The results of data processing indicate that the value of F test = 87 370 (p <0.05), so it can be concluded that there is a relationship between gratitude and prosocial behavior toward self-efficacy on UMKM in Denpasar. The correlation coefficient of 0.507 indicates grateful and prosocial behavior influence amounting to 50.3% on the efficacy. The higher grateful and prosocial behavior owned by UMKM businessmen of Denpasar , the higher their self efficacy.Keywords: Grateful, Prosocial, Self Efficacy, UMKM
Peran kekuatan karakter harapan, spiritualitas dan kebaikan terhadap resiliensi penduduk di pemukiman kumuh di Denpasar Barat Sari, Made Ayu Dyah Indriana; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa salah satu faktor psikologis yang dimiliki oleh penduduk di pemukiman kumuh Denpasar Barat untuk bertahan hidup adalah resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk mengatasi dan meningkatkan ketahanan diri terhadap situasi yang menekan dan traumatis dalam kehidupannya. Karakteristik personal yang membentuk resiliensi adalah kekuatan karakter. Kekuatan karakter adalah proses dan mekanisme yang mendasari dan menggambarkan nilai kebajikan dalam diri manusia yang memungkinkan individu berkembang dan memiliki kehidupan yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada peran Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas dan Kebaikan terhadap resiliensi penduduk di pemukiman di Denpasar Barat. Subjek penelitian adalah 110 penduduk pemukiman kumuh yang berusia 25-60 tahun. Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas, dan Kebaikan diukur dengan skala VIA-Character Strength milik Peterson dan Seligman. Metode regresi berganda digunakan untuk menganalisa data penelitian. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas, dan Kebaikan secara bersama-sama berperan terhadap resiliensi . Artinya secara bersama-sama ketiga variabel memberikan pengaruh sebesar 56%. Kekuatan karakter Harapan dan Spiritualitas masing-masing berperan terhadap resiliensi secara signifikan (p<0.05) namun tidak demikian halnya dengan Kekuatan karakter Kebaikan (p>0.05). Temuan ini dapat diaplikasikan untuk meningkatkan resiliensi penduduk dalam berbagai komunitas.
GAMBARAN HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI YANG MELAKUKAN SEKS PRANIKAH Maharani, Ni Luh Putu Devita; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.991 KB)

Abstract

Perilaku seks pranikah dikalangan remaja pada saat ini menunjukkan angka yang tinggi. Pada remaja putri, perilakuseksual pranikah yang dilakukan dapat berakibat negatif salah satunya yaitu rendahnya harga diri. Harga diri adalahpandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Bagaimana seseorang memaknai dirinya dan seberapajauh dia merasa puas terhadap gambaran dirinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat gambaranharga diri pada remaja putri yang melakukan seks pranikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatifdengan desain penelitian fenomenologi. Responden dalam penelitian ini yaitu remaja putri yang berjumlah tiga orang.Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dua dari tiga responden mengalami dampak yang negatif setelahmelakukan hubungan seks pranikah dan berada pada tahap harga diri rendah. Responden yang ketiga berada padatahap harga diri tinggi karena hubungan seks pranikah tidak mempengaruhi harga diri responden. Kata Kunci: seks pranikah, remaja putri, harga diri.
Pengaruh problematic internet use dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Aditiantoro, Muhammad; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.432 KB)

Abstract

Permasalahan yang biasa dihadapi mahasiswa dalam menempuh studinya adalah disiplin waktu yang kurang baik. Disiplin waktu yang kurang baik tercermin dalam penundaan atau dalam istilah psikologi adalah prokrastinasi. Pada era digital ini, penggunaan internet menjadi semakin mudah dan menjadi salah satu faktor yang kuat memengaruhi perilaku penundaan. Problematic internet use (PIU) dapat menyebabkan mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik juga dipengaruhi oleh faktor internal individu yaitu regulasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PIU dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian ini adalah 110 orang mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generalized Problematic Internet Use Scale 2yang dibuat oleh Caplan (2010) dan telah di translasi ke Bahasa Indonesia, Skala Regulasi Diri, dan Skala Prokrastinasi Akademik(Verdiwati, 2012) yang telah dimodifikasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05).Hasil ini menunjukkan bahwa PIU dan regulasi diri berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa.Koefisien beta terstandarisasi variabel PIU sebesar 0,267dan signifikansi 0,002 (p<0,05) menunjukan PIU berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi variabelregulasi diri sebesar -0,420 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan regulasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Kata kunci: mahasiswa, problematic internet use, prokrastinasi akademik, regulasi diri
Analisis faktor komitmen organisasional tim pada perusahaan rintisan (startup) dengan pendanaan bootstrapping di Bali Abdullah, Dwi Laksono; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.377 KB)

Abstract

Komitmen organisasional penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Anggota tim yang memiliki komitmen organisasional yang tinggi sangat diperlukan oleh perusahaan rintisan (startup) yang didirikan dengan pendanaan bootstrapping, karena keterbatasan dana yang dimiliki seringkali tidak dapat membayar gaji anggota tim. Komitmen organisasional yang tinggi di dalam tim akan menciptakan tim yang kuat untuk mencapai tujuan perusahaan rintisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi komitmen organisasional tim pada perusahaan rintisan dengan pendanaan bootstrapping di Bali. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 61 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis faktor eksploratori. Hasil analisis menunjukkan ada 11 faktor yang memengaruhi komitmen organisasional tim pada perusahaan rintisan dengan pendanaan bootstrapping di Bali, yaitu: (1) atasan mendukung pengembangan karir (33,208), (2) pekerjaan yang menyenangkan dan kebebasan berekspresi (8,205), (3) rekan kerja yang kompeten (5,612), (4) semangat kerja yang tinggi (5,560), (5) pengembangan karir dan kualitas diri (4,285), (6) rasa memiliki terhadap perusahaan rintisan (3,902), (7) kemampuan komunikasi atasan (3,437), (8) tugas yang menarik (2,908), (9) perasaan terikat dengan pekerjaan (2,659), (10) atasan memberi contoh bekerja (2,460), dan (11) detail tugas yang jelas (2,396).
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KONFLIK PERAN TERHADAP INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN BANK DI DENPASAR Dewi, Nyoman Ayu Trisa Mustika; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.559 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p15

Abstract

Intensi turnover adalah keinginan dan pemikiran karyawan untuk menarik diri dari perusahaan secara sukarela dengan tujuan untuk mencari alternatif pekerjaan lain dan belum terwujud dalam bentuk perilaku nyata. Faktor yang dapat memengaruhi intensi turnover karyawan adalah kepuasan kerja dan konflik peran. Kepuasan kerja adalah keadaan dan emosi positif yang merupakan hasil dari evaluasi atau penilaian mengenai pekerjaannya yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja. Konflik peran adalah kondisi dimana terdapat tekanan peran berasal dari keluarga dan pekerjaan yang dapat menyebabkan kesulitan dalam menjalankan salah satu peran dan memengaruhi peran yang lain. Turnover karyawan dapat terjadi pada daerah-daerah yang permintaan tenaga kerjanya tinggi seperti di kota-kota besar. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan di Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari kepuasan kerja, dan konflik peran terhadap intensi turnover pada karyawan bank di Denpasar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 111 karyawan. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala intensi turnover, skala kepuasan kerja dan skala konflik peran. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukan bahwa kepuasan kerja dan konflik peran bersama-sama berpengaruh sebesar 51,9% terhadap intensi turnover karyawan bank di Denpasar (R=0,721). Kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover (?=-0,168). Konflik peran berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover (?=0,562). Kata Kunci: Intensi turnover, kepuasan kerja, konflik peran, karyawan bank.
Hubungan Kecerdasan Sosial dengan Kepuasan Kerja Sama Kelompok dalam Small Group Discussion Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Dewi, Ni Putu Santika; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.926 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p08

Abstract

One of the learning methods in Faculty of Medicine, Udayana University is Small Group Discussion (SGD), which comes in the form of discussions, with 10 until 13 students participating. Satisfaction of group members in cooperating with each other makes SGD run more effectively. Therefore, satisfaction becomes an important factor. SGD creates interactions among group members, while the quality of the interactions is influenced by social intelligence of the group members. This research aims at finding out the correlation between social intelligence and satisfaction of students in cooperating during SGD, as well as finding out how satisfied the students are in doing SGD. The subjects of this research are 274 students of Medical Science Program, Faculty of Medicine, Udayana University. The instruments of this research are Social Intelligence scale with reliability coefficient 0,871 and Satisfaction of Group Cooperating scale with reliability coefficient 0,938. The results from the analysis of product moment correlation indicates correlation number of 0,215 with significance level of 0,000 (p<0,05), which means there is a significant correlation between social intelligence and satisfaction of students in cooperating during SGD participated by the students of Medical Science Program, Faculty of Medicine, Udayana University. Higher social intelligence results in higher satisfaction level of students in cooperating, and vice versa.Keywords: social intelligence, satisfaction of group members in cooperating, Small Group Discussion
Co-Authors Abdullah, Dwi Laksono Aditiantoro, Muhammad Aisyah, Aireen Rhammy Kinara Anak Agung Istri Via Aristyawati Anak Agung Ketut Agung Cahyawan Anak Agung Ketut Agung Cahyawan Wiranatha Angela Oktavia Suryani Aristyawati, Anak Agung Istri Via Arrixavier, Adixie Axell Auliani, Rizka Desak Made Wihandani Devapramod Dewantara, Made Trivikrama Dewi, Ni Putu Santika Dewi, Nyoman Ayu Trisa Mustika Dewita Anjani, I Gusti Mutiara Edwin Adrianta Surijah Ekawati, Ni Komang Hendriks, Marc P. H. Herista Novia Widanti Hestyanti, Yohana Ratrin I A Md Dwi Purwitasari I Made Ady Wirawan I Made Krisna Dinata I Made Sudarmaja I Made Sukarsa I Wayan Weta Ida Bagus Ananda Paramartha Immanuel, Aria Saloka Indra Lesmana Kadek Suar Wibawa Katleyana, Putu Avril Ketut Tirtayasa Lestari, Ni Komang Ayu Indah Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari Made Diah Lestari Maharani, Ni Luh Putu Devita Maulida Rohmah Fauziah Muhammad Irfan Nahya Qisthi Buchari Ni Komang Ekawati Ni Luh Indah Desira Swandi Ni Made Ari Suartini Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja Ni Made Tisnawati Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Wayan Wisswani Nurwijayanti Pratama, Putu Yoga Sukma Prihandhani, I Gusti Agung Ayu Sherlyna Putu Cintya Denny Yuliyatni Putu Gede Arya Sumertha Yasa Putu Gede Arya Sumertha Yasa Putu Yuris Audia Mahadyasa Saputri, Kadek Ayu Dwi Sari, Made Ayu Dyah Indriana Shaheen, Shabeena Sunyoto, Rivaldi Suryonugroho Susanti, Isza Gita Swasti, Ni Kadek Candra van Luijtelaar, Gilles Wahyuddin, Wahyuddin Widari, Ni Nyoman Tri Puspa Widhianingtanti, Lucia Trisni Widiastuti, Ni Nyoman Eri Wirama, I Nyoman Angga