Articles
ANALISIS FAKTOR SOSIAL BUDAYA MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING: STUDI LITERATUR REVIEW
Delima Delima;
Firman;
Riska Ahmad
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22216/jen.v8i1.1835
Stunting di Indonesia kategori tinggi (24,4 persen), padahal batas maksimal WHO terhadap stunting di suatu negara adalah 20 persen. Penyebab stunting bersifat multifaktoral. Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kejadian stunting yaitu sosial budaya daerah setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran faktor sosial budaya yang mempengaruhi kejadian stunting. Metode literatur review dengan pencarian artikel pada database elektronik yaitu google scholar, research gate, dan PubMed/Medline. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci “stunting”, “faktor sosial budaya”, “ibu”. Analisis yang dilakukan penulis dari 8 artikel yang relevan dengantujuan penelitian. Dari studi literature menunjukan bahwa aspek sosial budaya dan dan faktor budaya stempat disuatu masyarakat mempengaruhi asupan gizi anggota keluarga, secara tidak langsung akan berhubungan dengan kejadian stunting. Seorang konselor dituntut untuk menggali informasi yang lebih terpercaya dan langsung dari sumbernya yakni melalui perangkat adat yang telah tersistem dalam masyarakat untuk menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai budaya, serta sikap yang ideal dengan layanan imformasi khususnya penururan/ pencegahan stunting
Hubungan Psychological Well-Being dan Dukungan Sosial Orangtua Terhadap Resiliensi Siswa pada New Normal Pandemi Covid-19
Devina Amalia;
Riska Ahmad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 3 : Al Qalam (Mei 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35931/aq.v17i3.2137
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan psychological well-being dan dukungan sosial orangtua terhadap resiliensi siswa pada new normal pandemi Covid-19 dengan: (1) menganalisis gambaran psychological well-being siswa, (2) menganalisis gambaran dukungan sosial orangtua, (3) menganalisis resiliensi, (4) menganalisis seberapa besar hubungan psychological well-being dan dukungan sosial orangtua terhadap resiliensi siswa pada new normal pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Populasi penelitian ialah seluruh siswa kelas X,XI dan XII di SMA Pembanguan laboratorium UNP. Sampel penelitian berjumlah 248 orang. Instrumen yang digunakan ialah daftar isian dengan skala model Likert. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi ganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata, psychological well-being siswa berada pada kategori tinggi, (2) dukungan sosial orangtua pada kategori tinggi, (3) resiliensi remaja dikategorikan tinggi, (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara psychological well-being dengan resiliensi siswa, (5) terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan resiliensi, dan (6) terdapat hubungan positif dan signifikan antara psychological well-being dan dukungan sosial orangtua dengan resiliensi siswa. Implikasi dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai analisis kebutuhan dalam pelayanan bimbingan dan konseling.
Program Pelayanan Bimbingan Konseling Di SD Serta Implikasi Pengembanganya
Wenny Audina Kartikasari;
Neviyarni Neviyarni;
Riska Ahmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1471
Program dalam sebuah lembaga kependidikan sangatlah berperan penting dalam setiap kemajuan dan perkembangan sekolah itu sendiri, termasuk program Bimbingan dan Konseling. Program BK di SD penjabaran dari kegiatan yang akan dilaksanakan oleh seorang konselor atau guru BK yang di buat berdasarkan need asesment dari siswa dan dilakukan dalam periode waktu tertentu. Program tersebut disusun sesuai dengan kebutuhan dari para siswa yang mana need assessment dalam sebuah penyusunan program sangatlah perlu untuk dilakukan dengan baik karena kesalahan dalam penilaian kebutuhan siswa maka akan terjadi kesalahan pula pada program yang dirancang dan dilaksanakan. Oleh sebab itu sangatkah diperlukan penyusunan yang matang agar dapat menghasilkan ketercapaian program yang baik.
School Counselor Management in Handling Bullying Cases in Students
Hengki Yandri;
Neviyarni Suhaili;
Riska Ahmad
An-Nadwah Vol 29, No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37064/nadwah.v29i1.15571
Bullying cases between students at school are still a frequent problem in various countries, including Indonesia. Thus, the role of Bk teachers in schools is crucial in solving the problem of bullying in schools. The purpose of this study is to reveal how school counselors carry out management in solving bullying cases in schools. This research uses an Intrinsic Case Study approach with BK teacher research subjects who have succeeded in solving bullying cases in their schools. Data is revealed by interviews, documentation, and Forum Group Discussion (FGD) then the data that has been collected is analyzed through the following stages: 1) category collection; 2) direct interpretation; 3) form patterns and seek compatibility between two or more categories; and 4) develop natural generalizations. The results revealed that in solving bullying cases in schools, BK teachers use a personal approach (individual counseling and advocacy), create bullying prevention programs, peer counselor training, and collaborate with principals, vice principals for student affairs and homeroom teachers and parents in developing anti-bullying programs at school
Pengembangan Modul Bimbingan Karir Untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa Sekolah Menengah
Ridni Eliza;
Riska Ahmad;
Mega Iswari Biran Asnah;
Afdal
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v7i03.4947
Tujuan penelitian ini 1) untuk menghasilkan modul bimbingan karir, dan 2) untuk meningkatkan kematangan karir siswa sekolah menengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE. Adapun subjek penelitian dalam penelitian yang mana tahap uji validitas subjek penelitian nya adalah 3 orang ahli isi dalam bidang BK dan ahli desain. Pada tahap uji praktikalitas subjek penelitiannya Guru BK, dan Siswa SMA Negeri 10 Kota Jambi. Instrumen pengumpulan data berupa angket uji validasi isi dan tampilan, angket uji praktikalitas, dan angket kematangan karir. Teknik analisis datanya yaitu uji kendalls dan wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul bimbingan karir sudah valid secara isi dan tampilan dengan persentase 85% untuk aspek isi dan 93% untuk aspek tampilan berada pada kategori sangat layak, selanjutnya modul juga praktis persentase 83% berada pada kategori sangat layak, dan modul yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan kematangan karir siswa sekolah menengah. Kata Kunci : pengembangan, modul, bimbingan karir, kematangan karir
Hambatan Dalam Penyusunan dan Pelaksanaan Program BK di SMA
Rachman Hakim;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3014
Program bimbingan dan konseling yang ada belum ditetapkan dengan memperhatikan tahapan pengelolaan seperti pengkajian, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan layanan inti dan penunjang, dan evaluasi. Ini merupakan hambatan karena fakta bahwa prosedur tertentu diperlukan untuk manajemen yang efisien. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk memberikan penjelasan mengenai kendala yang menghadang dalam pembentukan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMA. Penulisan artikel ini menggunakan motode study kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor seperti penyusunan program bk tidak sesuai dengan aspek fundamental pengembangan program bk, sarana dan prasarana yang menjadi kendala utama pelaksanaan pelayanan bk, dan kurangnya kerjasama. antar personel pelaksana layanan konseling di sekolah, menghambat pengembangan dan pelaksanaan program konseling
Esensi Kepala Sekolah Dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama
Iqbal Arrahman;
Yarmis Syukur;
Riska Ahmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3015
Sekolah atau organisasi lain dipimpin oleh kepala sekolahnya. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang berkesinambungan hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang digeluti kepala sekolah, selain kegiatan akademik, administrasi, dan sosial. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa penting peran kepala sekolah dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah menengah pertama. Penelitian kepustakaan digunakan untuk menulis artikel ini. Berdasarkan temuan kajian pustaka ini, kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk berperan dalam meningkatkan standar layanan bimbingan dan konseling yang diberikan di sekolah.
PERTIMBANGAN DALAM PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR
Ledita Ezy Maulany;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3463
Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi pertimbangan dalam pembuatan program bimbingan dan konseling peserta didik yang duduk di bangku sekolah dasar. Oleh sebab itu diperlukan adanya konselor sekolah atau guru BK yang paham akan BK itu sendiri, melalui program BK yang berdasarkan pada hukum, visi misi sekolah, dan analisis kebutuhan individu. Selanjutnya artikel ini menggunakan metode studi literatur atau sumber informasi untuk pembahasaannya berasal dari media cetak dan elektronik. Hasil yang didapatkan bahwa pertimbangan pembuatan program BK untuk ditingkat sekolah dasar ialah harus berdasarkan konsep program, yaitu untuk memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat serta menumbuhkan tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Konsep program BK didasarkan oleh hukum, visi-misi sekolah, dan kebutuhan peserta didik itu sendiri. Dengan materi Program BK yang diberikan haruslah sesuai dengan tugas perkembangan individu sebagai seorang peserta didik yang duduk dibangku Sekolah Dasar. Selain itu juga mempertimbangkan unsur-unsur BK, tahap pelaksaan program, dan adanya pengawasan.
POAC PLUS SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN MANAJAMEN BK DI SEKOLAH
Fuad Mimhamimdala;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.424-432
Bimbingan dan Konseling memiliki peran penting dalam pengembangan potensi, pencapaian tugas perkembangan serta kemandirian peserta didik, namun dalam mewujudkan peran penting ini tidak jarang menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan hal ini dikarenakan pengelolaan yang kurang efektif dan efisien. Tujuannya ialah melalui penerapan POAC Plus dalam manajemen bimbingan konseling akan diperoleh perencanaan yang baik, pengorganisasian yang efisien, pelaksanaan yang tepat, pengawasan yang cermat, evaluasi yang teratur serta tindak lanjut dapat menghasilkan pelayanan bimbingan konseling yang berkualitas. Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ialah metode studi literatur dengan tujuan memperoleh data yang komprehensif mengenai objek atau permasalahan yang sedang diteliti dengan mengkaji literatur terkait, hasil dari pembahasan ini ialah manajemen POAC Plus sebagai solusi dalam mengentaskan permasalahan manajerial yang muncul serta meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Akuntabilitas Kinerja Guru BK Konselor dalam Menyelenggarakan Layanan Bimbingan Klasikal Di Sekolah
Maghfirah Hidayani;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 13 No 1 (2023): Bulan Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/pgsdunars.v13i1.3224
Akuntabilitas adalah pertanggung jawaban yang dilakukan oleh guru BK setelah melakukan kegiatan dalam jangka waktu yang telah ditentukan, terdapat 10 jenis layanan dalam BK salah satunya layanan klasikal, layanan klasikal adalah layanan bimbingan dan konseling yang diberikan guru BK kepada siswa di dalam kelas secara bersama-sama, layanan bimbingan klasikal adalah layanan yang diberikan kepada siswa yang jumlahnya sekitar 30-40 siwa melalui kegiatan klasikal. Dalam memberikan layanan klasikal guru BK harus merencanakan kegiatan, mengorganisasian, melaksanakan, memonitaring, dan menilai dan juga melakukan kegiatan tindak lanjut. Tinjak lanjut yang dilakukan adalah seperti memperlihatkan akuntabilitas BK kepada pihak sekolah terutama kepala sekolah, semakin tinggi akuntabilitas yang dimiliki oleh Guru BK/ Konselor maka akan semakin terlihat hasil dalam pelaksanaan layanan klasikal BK di sekolah, akuntabilitas bimbingan dan konseling harus dilakukan sebagai suatu wujud nyata dari pelaksanaan suatu layanan BK dalam mempertanggung jawabkan pelaksanaan layanan BK untuk meraih tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam hal ini adalah pelaksanaan layanan klasikal, Pembahasan ini menggunakan metode literatur yang tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya akuntabilitas yang dimiliki oleh Guru BK/ Konselor.