Articles
Hambatan Dalam Penyusunan dan Pelaksanaan Program BK di SMA
Rachman Hakim;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3014
Program bimbingan dan konseling yang ada belum ditetapkan dengan memperhatikan tahapan pengelolaan seperti pengkajian, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan layanan inti dan penunjang, dan evaluasi. Ini merupakan hambatan karena fakta bahwa prosedur tertentu diperlukan untuk manajemen yang efisien. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk memberikan penjelasan mengenai kendala yang menghadang dalam pembentukan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMA. Penulisan artikel ini menggunakan motode study kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor seperti penyusunan program bk tidak sesuai dengan aspek fundamental pengembangan program bk, sarana dan prasarana yang menjadi kendala utama pelaksanaan pelayanan bk, dan kurangnya kerjasama. antar personel pelaksana layanan konseling di sekolah, menghambat pengembangan dan pelaksanaan program konseling
Esensi Kepala Sekolah Dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama
Iqbal Arrahman;
Yarmis Syukur;
Riska Ahmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3015
Sekolah atau organisasi lain dipimpin oleh kepala sekolahnya. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang berkesinambungan hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang digeluti kepala sekolah, selain kegiatan akademik, administrasi, dan sosial. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa penting peran kepala sekolah dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah menengah pertama. Penelitian kepustakaan digunakan untuk menulis artikel ini. Berdasarkan temuan kajian pustaka ini, kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk berperan dalam meningkatkan standar layanan bimbingan dan konseling yang diberikan di sekolah.
PERTIMBANGAN DALAM PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR
Ledita Ezy Maulany;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3463
Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi pertimbangan dalam pembuatan program bimbingan dan konseling peserta didik yang duduk di bangku sekolah dasar. Oleh sebab itu diperlukan adanya konselor sekolah atau guru BK yang paham akan BK itu sendiri, melalui program BK yang berdasarkan pada hukum, visi misi sekolah, dan analisis kebutuhan individu. Selanjutnya artikel ini menggunakan metode studi literatur atau sumber informasi untuk pembahasaannya berasal dari media cetak dan elektronik. Hasil yang didapatkan bahwa pertimbangan pembuatan program BK untuk ditingkat sekolah dasar ialah harus berdasarkan konsep program, yaitu untuk memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat serta menumbuhkan tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Konsep program BK didasarkan oleh hukum, visi-misi sekolah, dan kebutuhan peserta didik itu sendiri. Dengan materi Program BK yang diberikan haruslah sesuai dengan tugas perkembangan individu sebagai seorang peserta didik yang duduk dibangku Sekolah Dasar. Selain itu juga mempertimbangkan unsur-unsur BK, tahap pelaksaan program, dan adanya pengawasan.
POAC PLUS SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN MANAJAMEN BK DI SEKOLAH
Fuad Mimhamimdala;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.424-432
Bimbingan dan Konseling memiliki peran penting dalam pengembangan potensi, pencapaian tugas perkembangan serta kemandirian peserta didik, namun dalam mewujudkan peran penting ini tidak jarang menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan hal ini dikarenakan pengelolaan yang kurang efektif dan efisien. Tujuannya ialah melalui penerapan POAC Plus dalam manajemen bimbingan konseling akan diperoleh perencanaan yang baik, pengorganisasian yang efisien, pelaksanaan yang tepat, pengawasan yang cermat, evaluasi yang teratur serta tindak lanjut dapat menghasilkan pelayanan bimbingan konseling yang berkualitas. Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ialah metode studi literatur dengan tujuan memperoleh data yang komprehensif mengenai objek atau permasalahan yang sedang diteliti dengan mengkaji literatur terkait, hasil dari pembahasan ini ialah manajemen POAC Plus sebagai solusi dalam mengentaskan permasalahan manajerial yang muncul serta meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Akuntabilitas Kinerja Guru BK Konselor dalam Menyelenggarakan Layanan Bimbingan Klasikal Di Sekolah
Maghfirah Hidayani;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 13 No 1 (2023): Bulan Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/pgsdunars.v13i1.3224
Akuntabilitas adalah pertanggung jawaban yang dilakukan oleh guru BK setelah melakukan kegiatan dalam jangka waktu yang telah ditentukan, terdapat 10 jenis layanan dalam BK salah satunya layanan klasikal, layanan klasikal adalah layanan bimbingan dan konseling yang diberikan guru BK kepada siswa di dalam kelas secara bersama-sama, layanan bimbingan klasikal adalah layanan yang diberikan kepada siswa yang jumlahnya sekitar 30-40 siwa melalui kegiatan klasikal. Dalam memberikan layanan klasikal guru BK harus merencanakan kegiatan, mengorganisasian, melaksanakan, memonitaring, dan menilai dan juga melakukan kegiatan tindak lanjut. Tinjak lanjut yang dilakukan adalah seperti memperlihatkan akuntabilitas BK kepada pihak sekolah terutama kepala sekolah, semakin tinggi akuntabilitas yang dimiliki oleh Guru BK/ Konselor maka akan semakin terlihat hasil dalam pelaksanaan layanan klasikal BK di sekolah, akuntabilitas bimbingan dan konseling harus dilakukan sebagai suatu wujud nyata dari pelaksanaan suatu layanan BK dalam mempertanggung jawabkan pelaksanaan layanan BK untuk meraih tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam hal ini adalah pelaksanaan layanan klasikal, Pembahasan ini menggunakan metode literatur yang tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya akuntabilitas yang dimiliki oleh Guru BK/ Konselor.
Kendala Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Serta Solusinya
Afifah Bidayah;
Yarmis Syukur;
Riska Ahmad
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17249
BK membantu peserta didik mengenali dan mengembangkan potensi juga membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan memanfaatkan berbagai layanan dan kegiatan pendukung BK. Namun terdapat kendala Guru BK/Konselor dalam merealisasikannya. Artikel ini untuk melihat gambaran terhadap kendala Guru BK/Konselor di sekolah dalam melaksanakan pelayanan dan memberikan solusinya. Metode digunakan dalam artikel ini ialah studi kepustakaan (library research). Studi kepustakaan adalah usaha guna mendapatkan informasi yang relevan sesuai dengan topik yang sedang di teliti. Hasil yang didapat bahwa masih banyak Guru BK/Konselor yang tidak dapat melaksanakan pelayanan BK dikarenakan tidak adanya jam masuk kelas untuk melaksanakan tugas
Utilization of Infrastructure a in Improving Guidance and Counseling in Schools
Desi Harlina;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Jurnal Counseling Care Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 4] No: 225/E/KPT/2022
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22202/jcc.2023.v7i2.7051
This article discusses the use of infrastructure as a support for improving counseling activities in schools. The utilization of school infrastructure, especially guidance and counseling, is often not given proper attention. So that the implementation of guidance and counseling is difficult to run optimally. For this reason, it is necessary to utilize guidance and counseling infrastructure to encourage the implementation of guidance and counseling so that they can run effectively. The purpose of writing this article is to find out how infrastructure can improve guidance and counseling services in schools. The method used in writing this article is a literature study. The results of the discussion in this article are that the utilization of infrastructure can be carried out by paying attention to standards related to infrastructure that must be completed in the guidance and counseling room and forming strategies in infrastructure management.
Utilization of Infrastructure a in Improving Guidance and Counseling in Schools
Desi Harlina;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Jurnal Counseling Care Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 4] No: 225/E/KPT/2022
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22202/jcc.2023.v7i2.7051
This article discusses the use of infrastructure as a support for improving counseling activities in schools. The utilization of school infrastructure, especially guidance and counseling, is often not given proper attention. So that the implementation of guidance and counseling is difficult to run optimally. For this reason, it is necessary to utilize guidance and counseling infrastructure to encourage the implementation of guidance and counseling so that they can run effectively. The purpose of writing this article is to find out how infrastructure can improve guidance and counseling services in schools. The method used in writing this article is a literature study. The results of the discussion in this article are that the utilization of infrastructure can be carried out by paying attention to standards related to infrastructure that must be completed in the guidance and counseling room and forming strategies in infrastructure management.
Hubungan persepsi siswa tentang KIP kuliah dengan keputusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi
Dian Montanesa;
Riska Ahmad
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202322305
Banyak siswa di Indonesia yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dikarenakan hambatan biaya, padahal di Indonesia pemerintah sudah memberikan fasilitas bantuan biaya pendidikan yang namanya KIP Kuliah sebagai solusi. Pada penelitian kali ini, metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XII tahun ajar 2022/2023 di MAN 1 Bengkulu Utara. Sampel penelitian menggunakan teknik sampel jenuh, teknik ini menentukan sampel dengan menjadikan seluruh populasi sebagai sampel sebanyak 107 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan model skala likert. Data dari hasil penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif korelasional dengan melihat hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Temuan penelitian mengambarkan bahwa: Persepsi siswa tentang KIP-Kuliah berada pada kategori positif, keputusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berada pada kategori positif untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan terdapat hubungan yang positif dan siginifikan antara persepsi siswa tentang KIP Kuliah dengan keputusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Manfaat penelitian ini agar siswa kurang mampu secara biaya setelah tamat dari SMA/MA sederajat mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kontribusi Prokrastinasi Akademik Terhadap Perilaku Game Addiction
Muhamad Disra Saputra;
Marjohan Marjohan;
Nevi Yarni S;
Riska Ahmad
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 2 No 1 (2023): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu - Juni 2023
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61648/ibers.v2i1.75
This research is motivated by the high level of dependence on the use of the internet, especially as a medium of entertainment.Game online become one of the entertainment of various ages. Play Game online Too much can trigger the behavior game addiction. Academic procrastination or delay in learning is one of the effects of behavior game addiction the. This study aims to analyze the contribution of academic procrastination to behavior game addiction. This research uses a quantitative approach with a descriptive correlational type. The population of this study was faculty students at a university from various batches with a sample of 163 people, who were selected through a technique proportional stratified random sampling. The instrument used is a behavioral scale game addiction, academic procrastination scale with the Likert model. Research data were analyzed using a simple regression technique. The findings of this study indicate that student academic procrastination is in the moderate category, academic procrastination contributes significantly to student behavior.game addiction, The implications of the findings of this study can be used as input for creating a Guidance and Counseling service program at the university level.