Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation of The Financial Performance of The People's Credit Bank Owned By The West Java Provincial Government In 2020-2022 Didit Supriyadi; Muhammad Irfan Dipradja; Evi Selvi
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 5 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (June
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i5.4565

Abstract

The West Java Provincial Government in improving the regional economy has formed Regionally Owned Enterprises (BUMD). One of them is the People's Credit Bank (BPR). As civil servants who have the task and function to foster BUMD, it is supposed to evaluate BPR owned by the Regional Government of West Java Province to measure the performance of BPR and whether BPR contributes to regional revenue. The purpose of writing this paper is to analyze BPR's financial statements over the past three years and see the development of the company's performance and its benefits to shareholders, in this case the West Java Provincial Government in the form of dividends. In conducting evaluation, horizontal analysis is used to describe trends or movements of important posts in the financial statements and uses vertical analysis to see the proportion of the headings of the financial statements.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Mahasiswa untuk Mengikuti Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka Veroni Palkar; Evi Selvi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam mengikuti Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM). Studi ini melibatkan 338 responden dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis deskriptif rentang skala, seluruh instrumen yang terdiri dari 45 indikator menunjukkan skor rata-rata pada kategori "sangat setuju." Faktor yang memiliki nilai tertinggi adalah jaringan sosial, sedangkan nilai terendah adalah motivasi. Melalui analisis faktor, ditemukan bahwa berbagai faktor seperti keterampilan kerja, kompetensi diri, tantangan pekerjaan, pengalaman kerja, kinerja, jaringan sosial, dan penghasilan tambahan berpengaruh terhadap motivasi mahasiswa. Analisis lebih lanjut menghasilkan 15 faktor utama yang terbentuk, yaitu upah sesuai dengan kemampuan, pengalaman praktis, ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan, pemanfaatan waktu kerja, pertemanan dengan rekan kerja, perhatian dari pemimpin, keterlibatan dalam aktivitas sosial, peningkatan hasil kerja, perasaan menyenangkan terhadap rekan kerja, kemampuan menggunakan sarana pendukung, kemampuan menyelesaikan tugas, kemampuan melakukan pekerjaan, interaksi dengan rekan kerja, kerja sama, dan usaha mencapai target pekerjaan. Faktor yang paling dominan adalah upah sesuai dengan kemampuan, dengan nilai total variance explained sebesar 13,851%, menunjukkan kontribusi yang paling signifikan dalam mempengaruhi motivasi mahasiswa untuk mengikuti program MBKM.
Pengaruh Self Efficacy, Lingkungan Kerja, dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus JNE Karang Satria Station) Pohan, Michael Eden; Selvi, Evi
Bisnis-Net Vol 9, No 1: MEI 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/bn.v9i1.7340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri, lingkungan kerja, dan motivasi terhadap kinerja karyawan di JNE Karang Satria Station. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik simple random sampling untuk memilih 75 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, lingkungan kerja berpengaruh positif sebesar 61%, dan self efficacy memberikan pengaruh positif sebesar 47,9% terhadap kinerja. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berkontribusi sebesar 57,3% terhadap kinerja karyawan, sedangkan sisanya 42,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan lebih memperhatikan cara karyawan menjalankan pekerjaannya, baik melalui pendekatan langsung maupun tidak langsung. Selain itu, perusahaan harus memperbarui peralatan dan ruang kerja yang sudah kurang optimal untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Terakhir, pemberian apresiasi atau penghargaan kepada karyawan yang berprestasi juga penting dilakukan sebagai bentuk motivasi dan pengakuan atas kontribusi mereka.
PEMBINAAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) DINAS KOPERASI DAN USAHA KECIL MENEGAH (UKM) KOTA TERNATE Dewi Untari; Evi Selvi; Nusdi Buamona; Muhammad Irsad Raspati; Febi Kurniawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41928

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Kota Ternate, baik dalam menciptakan lapangan pekerjaan maupun mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, banyak pelaku UKM di Kota Ternate menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, kurangnya keterampilan manajerial, dan kesulitan dalam pemasaran produk. Dalam menghadapi masalah ini, Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate telah mengembangkan strategi pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UKM di daerah tersebut. Strategi ini mencakup program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan wirausaha, akses pembiayaan yang lebih mudah, penguatan jaringan pemasaran, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar. Selain itu, pendekatan berbasis klaster dan pendampingan berkelanjutan juga diterapkan untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku UKM. Melalui implementasi strategi pembinaan yang efektif, diharapkan pelaku UKM di Kota Ternate dapat mengatasi hambatan yang ada, meningkatkan kapasitas usaha, dan berperan lebih besar dalam perekonomian lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi pembinaan yang diterapkan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate dalam mendukung perkembangan UKM dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan lebih lanjut.
Pengaruh Literasi Digital terhadap Perilaku Kerja Inovatif Perangkat Desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Ipan Ipan; Evi Selvi
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v9i2.12025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi digital terhadap perilaku kerja inovatif perangkat desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan verifikatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan jumlah responden sebanyak 104 perangkat desa yang terdiri dari sekretaris desa, kepala urusan, kepala seksi, dan kepala dusun pada 12 desa di Kecamatan Pebayuran. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku scatter hitam kerja inovatif perangkat desa di Kecamatan Pebayuran. Hal tersebut dibuktikan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,415 dengan nilai signifikansi < 0,001. Selain itu, hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa literasi digital memberikan kontribusi sebesar 19,4% terhadap perilaku kerja inovatif, sedangkan sisanya sebesar 80,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat literasi digital perangkat desa, maka semakin tinggi pula perilaku kerja inovatif yang ditunjukkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Kata Kunci: Literasi Digital, Perilaku Kerja Inovatif, Perangkat Desa..