Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI KONSERVASI HIJAUAN PAKAN BERSERAT PADA KELOMPOK TANI BUKIT BERBUNGA DESA TARAMANU TUA KABUPATEN POLEWALI MANDAR Ali, Najmah; Hikmawaty, Hikmawaty
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2203

Abstract

Program kemitraan masyarakat desa (PKM/D) yang dilakukan di Desa Taramanu Tua Kecamatan Tutar Kabupaten Polman bertujuan untuk mengedukasi anggota Kelompok Tani Bukit Berbunga dan masyarakat lainnya untuk melakukan konservasi hijauan pakan dan limbah pertanian dalam bentuk silase komplit.  Pelaksanaan kegiatan berlangsung di salah satu rumah warga, sebanyak 30 orang yang ikut terlibat.  Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan FGD, penyuluhan, praktek langsung dan pendampingan dilakukan setelah program berakhir.  Bahan pakan yang dbuat silase terdiri dari rumput gajah, kulit buah kakao, kulit kopi dan EM 4 peternakan.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi trend peningkatan pengetahuan dan skill anggota kelompok tani terkait bahan-bahan pakan, teknologi pengawetan pakan bentuk silase dan penilaian kualitas silase komplit.  Pada akhirnya semua peserta dapat membuat silase komplit secara mandiri dan teknik penyajian silase komplit tersebut jika akan diberikan kepada ternak.  Abstract. The village community partnership program (PKM/D) carried out in Taramanu Tua Village, Tutar District, Polman Regency aims to educate members of the Bukit Berbunga Farmers Group and other communities to conserve forage and agricultural waste in the form of complete silage.  The activity took place in one of the residents' houses, as many as 30 people were involved.  The method of implementing service is by conducting FGDs, counseling, direct practice and mentoring carried out after the program ends.  The feed ingredients used to make silage consist of elephant grass, cocoa shells, coffee shells and EM 4 livestock.  The results of the service show that there is a trend of increasing knowledge and skills of farmer group members regarding feed ingredients, silage form feed preservation technology and complete silage quality assessment.  In the end, all participants were able to make complete silage independently and the techniques for serving complete silage when it was to be given to livestock.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH NIRA LONTAR MENJADI GULA MERAH CAIR KHAS MASYARAKAT LATTEKKO Nadja, Rahmawaty A.; Halimah, Andi Sitti; Hikmawaty, Hikmawaty
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10454

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi nilai tambah pada nira lontar sebagai potensi sumberdaya alam di Desa Lattekko dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Melalui penyuluhan dan pelatihan pengolahan nira lontar di daerah ini, dampak positif dapat dilihat melalui evaluasi yang dilakukan secara bersama-sama pemerintah setempat. Awalnya masyarakat mengolah nira lontar menjadi tuak manis dengan berbagai kontroversinya dan setelah kegiatan ini, sebagian masyarakat perlahan memulai mengolah nira lontar menjadi gula merah cair.  Selain waktu yang digunakan lebih singkat, bahan dan cara pembuatan cukup mudah juga sederhana bagi mereka.  Hasil kegiatan dari evaluasi yang dilakukan menggambarkan antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini cukup tinggi termasuk alasan keuntungan yang bisa mereka terima setelah nira lontar diolah menjadi gula merah cair.
Effects of Durian Seed (Durio zibethinus) Extract on Intestinal Morphometry and Performance of Heat-Stressed Broiler Chickens Suriansyah, Suriansyah; Hikmawaty, Hikmawaty; Septaningsih, Andi Citra; Sukoco, Hendro; Irmayanti, Irmayanti; Ris, Adryani; Mukhlisah, Andi Nurul; Marsudi, Marsudi; Ramdaniah, Putri
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i3.67423

Abstract

This trial was therefore undertaken to investigate the effect of durian (dario zibethinus) seed extract supplementation on the growth performance, carcass yield and internal organ development in broilers under heat temperature. 5 treatment groups, including control group (P0) with no extract addition and 4 treatments (P1- P4), where the levels of durian seed extracts used were added into-drinking water at dose concentrations of Nil, 1.0 mL/L, 1.5 mL/L, 2.0 mL/L and 2.5ml/L respectively. Weight gain, feed conversion efficiency, weights of slaughter body parts (and as their relative proportion: liver, heart, proventriculus and gizzard) and internal organs (total intestines) were evaluated. The durian seed meal extract also significantly enhanced (P < 0.05) the body and carcass weights and growth of digestive and metabolic organs. Values were higher in P4 indicating a dose relation. The beneficial health effects are attributed to the bio-active compounds (polyphenols, flavonoinds and phenolic acid) as natural anti oxidants and phyto-biotics which avoid the oxidative stress and stimulate to absorb the nutrient. It is thus justified to conclude that durian seed extract at 2.5 ml/L could be applied as natural growth promoter combined with antioxidative activity in broiler raised under the tropical heat stress source.
Representasi Bendera pada Naskah Drama Penjual Bendera Karya Wisran Hadi Suciawaty, Wulan Nur; Hikmawaty, Hikmawaty
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9180

Abstract

Dalam mengenali suatu negara perlu memiliki identitas yang sebagai ciri khas suatu negara itu sendiri. Bendera negara merupakan salah satu yang menjadi identitas negara tersebut. Pada identitas bendera di suatu negara memiliki makna simbolik yang menggambarkan atau melukiskan suatu maksud dari bendera itu sendiri. Penelitian ini mengangkat suatu permasalahan tentang identitas serta makna pada bendera bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur pembangun naskah drama Penjual Bendera, (2) mendeskripsikan identitas bendera berdasarkan ideologi yang direpresentasikan pada naskah drama Penjual Bendera, (3) mendeskripsikan representasi makna yang terkandung dalam bendera pada naskah drama Penjual Bendera. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai metode penelitian yang digunakan. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari data naskah drama karya Wisran Hadi yaitu Penjual Bendera. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Hasil penelitian mengindikasikan adanya tiga tokoh yang memiliki ideologi berbeda, hal tersebut berpengaruh pada identitas bendera dan makna yang dimiliki oleh setiap tokoh.
Representasi Tokoh dalam Syair Ken Tambuhan Hikmawaty, Hikmawaty
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.10610

Abstract

Syair Ken Tambuhan merupakan salah satu naskah kuno berbahasa Melayu yang populer karena kisah cinta Ken Tambuhan dan Raden Menteri yang romantis. Dilatarbelakangi karena syair ini memiliki alur cerita yang menarik, tokoh menjadi salah satu unsur pembangun yang penting. Maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tokoh dalam Syair Ken Tambuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori representasi sastra dan pendekatan obyektif menurut Abrams. Tokoh yang diteliti dalam Syair Ken Tambuhan ialah Ken Tambuhan, Raden Menteri, Permaisuri, dan Raja Kuripan. Setiap tokoh memiliki penggambaran yang berbeda sehingga pada penelitian ini tokoh-tokoh tersebut digambarkan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Syair Ken Tambuhan memiliki 184 halaman tetapi hanya 174 yang terisi. Syair tersebut memiliki beberapa tokoh dengan penggambaran yang variatif, di antaranya: Ken Tambuhan, seorang gadis cantik yang berusia 14 tahun; Raden Menteri, pria berusia 17 tahun yang menawan; Raja Kuripan, seorang raja sekaligus ayah yang baik; dan Permasuri yang memiliki penokohan antagonis karena kejahatannya.