Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Limbah Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Baglog Budidaya Jamur Tiram di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan Khaerunissa Anbar Istiadi; Erma Suryanti; Hida Arliani Nur Anisa; Arysca Wisnu Satria; Deviany Deviany; Yuni Sukmawati; Dini Meilinda; Andreas Dwi Nugroho; Triya Yuli Andini; Aji Hafidz Talaga
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6601

Abstract

Kelapa sawit sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia menghasilkan limbah berupa pelepah selama proses produksi kelapa sawit. Desa Sabah Balau, Lampung Selatan merupakan kawasan yang dikelilingi oleh perkebunan karet sebagai komoditas utama serta tanaman kelapa sawit yang diusahakan masyarakat sekitar. Pengolahan limbah pelepah sawit berpeluang menyelesaikan permasalahan lingkungan serta menghasilkan nilai ekonomi bila diproses menjadi produk yang bernilai tinggi, yaitu media tanam jamur tiram (baglog). Pemberian informasi mengenai potensi limbah pelepah kelapa sawit di Desa Sabah Balau dilakukan melalui Pengabdian Kepada Masyarakat yang terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan dan persiapan, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi. Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan praktik. Materi sosialisasi terintegrasi dengan praktik meliputi bahan baku dan produksi baglog, proses sterilisasi dan inokulasi serta cara budidaya jamur tiram yang baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di Desa Sabah Balau berupa sosialisasi dan praktik pembuatan media tanam jamur tiram (baglog) meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai potensi limbah pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku baglog, proses pembuatan baglog, serta proses budidaya jamur tiram.
Pengaruh Perlakuan Awal terhadap Karakteristik Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong Karet (Manihot glaziovii) Yuniarti, Reni; Satria, Arysca Wisnu; Wiandini, Wandha; Zaezarini, Nabhila; Achmad, Feerzet; Yusupandi, Fauzi
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v13i1.13174

Abstract

Rubber cassava peel waste (Manihot glaziovii) has a high carbohydrate content, so it is feasible to convert it into bioethanol. In general, bioethanol production consists of four steps, pretreatment, hydrolysis, fermentation, and purification. The purpose of this study was to determine the suitable treatment for obtaining bioethanol with the finest characteristics from rubber cassava peel using three treatment variations, the pretreatment process with variations in the dissolving ratio of sodium hydroxide (NaOH) 0.5 M of 1:10; 1:12.5; and 1:15 (w/v), the hydrolysis process with various concentrations of sulfuric acid (H2SO4) of 0.15 N; 0.30 N; and 0.45 N, and the fermentation process with variations in the fermentation time for 3 days, 7 days, and 9 days. Based on the research results, the highest glucose content was 0.91%, with variations in dissolving NaOH 0.5 M 1:15 (w/v) in the pretreatment process and variations in the concentration of 0.30 N H2SO4 in the hydrolysis process, while the highest ethanol content was 68.05% at a fermentation time of 7 days.
Pengaruh Perlakuan Awal terhadap Karakteristik Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong Karet (Manihot glaziovii) Yuniarti, Reni; Satria, Arysca Wisnu; Wiandini, Wandha; Zaezarini, Nabhila; Achmad, Feerzet; Yusupandi, Fauzi
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v13i1.13174

Abstract

Rubber cassava peel waste (Manihot glaziovii) has a high carbohydrate content, so it is feasible to convert it into bioethanol. In general, bioethanol production consists of four steps, pretreatment, hydrolysis, fermentation, and purification. The purpose of this study was to determine the suitable treatment for obtaining bioethanol with the finest characteristics from rubber cassava peel using three treatment variations, the pretreatment process with variations in the dissolving ratio of sodium hydroxide (NaOH) 0.5 M of 1:10; 1:12.5; and 1:15 (w/v), the hydrolysis process with various concentrations of sulfuric acid (H2SO4) of 0.15 N; 0.30 N; and 0.45 N, and the fermentation process with variations in the fermentation time for 3 days, 7 days, and 9 days. Based on the research results, the highest glucose content was 0.91%, with variations in dissolving NaOH 0.5 M 1:15 (w/v) in the pretreatment process and variations in the concentration of 0.30 N H2SO4 in the hydrolysis process, while the highest ethanol content was 68.05% at a fermentation time of 7 days.
Sosialisasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Sampah Rumah Tangga pada Pekon Way Kerkai Achmad, Feerzet; Setianingrum, Nur; Jarwinda, Jarwinda; Satria, Arysca Wisnu; Firmansyah, Agus; Susanto, Herri
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.5

Abstract

Pekon/Desa Way Kerkai, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung yang memiliki potensi komoditi kopi dan cabai. Adanya lahan pertanian yang cukup luas tetapi limbah pertanian yang dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara maksimal, dapat mencemari lingkungan dan mempengaruhi hasil pertanian di Pekon Way Kerkai. Demikian halnya dengan pengelolaan sampah organik rumah tangga masyarakat yang dibuang begitu saja tanpa ada proses lebih lanjut dan berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan Kegiatan KKN PPM ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan petani tentang bagaimana cara mengelola limbah dan sampah organik menjadi pupuk cair atau Mikroorganisme Lokal (MOL). Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan MOL. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat dan petani memahami tentang proses pembuatan dan manfaat pupuk organik cair berbahan MOL untuk tanaman. Pemahaman petani meningkat dari rata-rata 30% sebelum pelatihan dan mencapai 90% setelah pelatihan ini berdasarkan kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu pelatihan ini dapat menjadi usaha atau bisnis serta sebagai bentuk memanfaatkan limbah yang tidak termanfaatkan dengan baik.
PEMBUATAN BIOCHAR-SLOW-RELEASE-FERTILIZER DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT Satria, Arysca Wisnu; Ariyanto, Dika Ariyanto; Anisa, Hida Arliani Nur; Istiadi, Khaerunissa Anbar; Sari, Dian Anggria; Muhyi, Abdul; Alawiyah, Alawiyah
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v1i2.1578

Abstract

Industri kelapa sawit dapat menyebabkan dampak yang buruk bagi lingkungan terkait dengan limbah cair dari industri pengolahan maupun limbah padat dari perkebunan. Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit, seperti pelepah sawit, sesungguhnya dapat dimanfaatkan ulang menjadi biochar yang digunakan sebagai bahan pelapis slow-release-fertilizer. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi komposisi, bahan pelapis, dan bahan perekat terhadap daya lepas nitrogen pada biochar-slow-release-fertilizer, serta mempelajari kinetika pelepasannya. Variasi yang digunakan adalah rasio biochar/bentonite 20%:80% – 80%:20%, jenis perekatnya asap cair dan minyak jarak, dan jumlah pupuk urea 30% massa total. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil optimum yang diperoleh untuk bahan perekat asap cair dan minyak jarak adalah berturut-turut pada rasio biochar/bentonite 50%:50% dan 60%:40%. Sedangkan hasil uji pelindian mendapatkan bahwa kedua formula tersebut mampu mempertahankan pelepasan nitrogen total hingga 28 hari, dibanding 13 hari untuk formulasi yang tidak dimodifikasi. Uji kinetika pelepasan menggunakan model Korsmeyer-Peppas menunjukkan bahwa mekanisme pelepasan kedua sampel tersebut mengikuti difusi Fickian. Kata kunci : Biochar Pelepah Sawit, Pupuk Pelepasan Lambat, Asap Cair, Minyak Jarak, Model Pelepasan
INOVASI MEDIA TANAM ANGGREK DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT Satria, Arysca Wisnu; Siragih, Rajuman S; Amelia, Tiara; Nur Anisa, Hida Arliani; Istiadi, Khaerunissa Anbar; Sari, Dian Anggria; Alawiyah, Alawiyah
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v1i1.1580

Abstract

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias dengan keanekaragaman yang tinggi, khususnya di Pulau Sumatera. Permintaan serta nilai komersial anggrek menjadikan budidaya anggrek semakin berkembang. Media tanam yang umumnya digunakan merupakan cacahan tanaman pakis, namun status pakis yang hampir punah menjadikan tanaman pakis menjadi salah satu tanaman yang perlu dilindungi. Limbah pelepah sawit dengan kandungan unsur hara yang beragam merupakan salah satu bahan potensial dalam pengembangan media tanam. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan alternatif media tanam anggrek dari limbah pelepah sawit terfortifikasi dan menganalisis kelayakan ekonominya. Cacahan limbah pelepah sawit difortifikasi dengan pupuk serta direkatkan menggunakan getah damar kemudian dicetak dalam bentuk pellet. Hasil penelitian terbaik ditunjukkan pada pelet dengan rasio sawit/pakis sebesar 60%:40% dimana komponen N-P-K yang terekstrak berturut-turut sebesar 6,0; 4,4; dan 4,2 ppm/g pelet. Hasil uji tekan juga menunjukkan bahwa penambahan 60% serbuk pelepah sawit mampu memberikan kekuatan tekan tertinggi pada media pelet sehingga mampu memberikan penahanan nutrisi dan air tertinggi. Sementara itu, hasil analisis ekonomi menujukkan bahwa pabrik pelet media tanam layak didirikan, yang ditunjukkan oleh nilai Internal Rate of Return 16,47%; Pay Back Period 2,26 tahun, Break Even Point 58,86%; Return On Investment 44,26%; dan Net Present Value Rp 1.236.691.035,00.
Penurunan Kadar COD Air Limbah Domestik Menggunakan Fly Ash dengan Metode Adsorpsi Riztu, Sonia; Pradita, Natania Anggreani; Sufra, Rifqi; Adriansyah, Endi; P.T.Z, Luter evons; Suzana, Asih; Satria, Arysca Wisnu; Sanjaya, Andri
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i3.5677

Abstract

Domestic wastewater was collected from a drainage system on Soekarno Hatta Street, Kalibalau Kencana, Kecepatan District, Bandar Lampung City, with a high Chemical Oxygen Demand (COD) content of 4,867 mg/L. If the wastewater is discharged directly into water bodies, it can reduce the availability of dissolved oxygen, potentially disrupting the survival of aquatic organisms. This research aims to determine the effect of contact time on the reduction of COD levels in domestic wastewater, the effect of fly ash adsorbent both activated and non-activated on the reduction of COD values, and its impact on other parameters according to domestic wastewater quality standards. Fly ash was activated using 6M NaOH and heated at 160°C for 1 hour. The adsorption process was carried out with varying contact times of 30, 60, 90, 120, and 150 minutes, using both activated and non-activated adsorbents with masses of 1.5 and 3 grams. The results of this study showed that the adsorption test with the activated adsorbent with masses of 1.5 and 3 grams reached optimum times of 90 and 60 minutes, respectively, with percentage reductions of 98.78% and 99.03%. In contrast, for the non-activated adsorbent with masses of 1.5 and 3 grams, optimum times occurred at 150 minutes, with percentage reductions of 95.64% and 90.79%, respectively.
TERMOGRAVIMETRI ANALISIS ULTIMAT DAN PROKSIMAT BIOMASSA SERTA PENENTUAN NILAI KALOR Sufra, Rifqi; Susanto, Herri; Rizkiana, Jenny; Suharto, Suharto; Satria, Arysca Wisnu
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v14i1.1170

Abstract

Biomass characterisation is important for knowing the contained components in biomass. Some types of biomass studied were wood of acacia (Acacia mangium), gamal (Gliricidia sepium), coconut shell (Cocos nucifera) charcoal, and wood charcoal, for the gasification process through proximate analysis, ultimate analysis, and determination of high heating value (HHV). Ultimate analysis data utilised thermogravimetric analysis (TGA) for efficiency. The characterisation results show that coconut shell charcoal and wood charcoal have the highest fixed carbon content (72.66% and 68.98%) and higher C element (57.87% and 54.94%) as well as lower ash content compared to acacia wood and gamal wood, resulting in the highest calorific value (30.01 and 22.05 mJ/kg) and potentially better gasification performance. Conversely, acacia wood and gamal wood show relatively higher volatile matter content (64.03% and 76.38%) and ash (18.88%), resulting in lower calorific values. Overall, the research results indicate that coconut shell charcoal and wood charcoal are more recommended as the primary fuel in the gasification system.
Upaya Peningkatan Gizi Balita di Pekon Pagar Dewa Lampung Barat Wijayanti, Hendry; Nareswari, Tantri Liri; Hensaputri, Masayu Indri; Badruzaman, Muhammad Firzatullah; Satria, Arysca Wisnu; Purnama, Rizky Candra; Sattia, Ana; Prastio, Eko; Lestari, Rika Febri; Ariwinaldo, Fhajer; Saragih, Rafael Genaro Oktavian; Ginting, Ekel Doanta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24113

Abstract

ABSTRAK Asupan nutrisi yang tidak adekuat pada masa balita merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan, yang bermanifestasi sebagai kondisi underweight dan stunting (tumbuh kerdil), sehingga terjadi deviasi signifikan dari standar pertumbuhan ideal sesuai usia. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) bertujuan untuk intervensi pencegahan difokuskan pada upaya ganda: pertama, peningkatan literasi gizi melalui diseminasi informasi mengenai pentingnya kecukupan gizi yang optimal selama periode tumbuh kembang balita; dan kedua, peningkatan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal, ikan nila, melalui pelatihan pembuatan produk Fishbar sebagai alternatif kudapan bernutrisi tinggi bagi balita. Efektivitas kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pengolahan pangan lokal (ikan nila menjadi fishbar) dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan pencegahan gizi buruk dan stunting. Metode evaluasi PkM menggunakan desain pretest-posttest pada N=13 responden. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik (p 0.001) pada tingkat pengetahuan responden setelah intervensi dengan rata-rata skor meningkat sebesar 28.84%, dari 67.31% pada pretest menjadi 96.15% pada posttest yang didasarkan pada Uji Wilcoxon Signed-Rank Test pada data agregat (termasuk kategori ciri gizi buruk, dampak stunting, kondisi stunting, dan periode kritis stunting). Secara spesifik, kategori dampak stunting menjadi pendorong utama keberhasilan dengan peningkatan tertinggi dan signifikan (p=0.0015). Kesimpulan pada kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pengolahan ikan nila menjadi fishbar efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kata Kunci: Fishbar, Ikan Nila, Pengabdian Masyarakat, Stunting, Gizi Balita.  ABSTRACT Inadequate nutritional intake during early childhood is a primary factor contributing to growth impairment manifesting as underweight and stunting from ideal age-appropriate growth standards. Therefore, our community service program was implemented as a preventive intervention, utilizing two complementary approaches to strengthen stunting prevention efforts: 1) enhancing nutritional literacy by disseminating information regarding the critical importance of adequate nutrient sufficiency throughout a child’s developmental period; and 2) promotinglocal food diversification through the utilization of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) in the development of fishbar products as a nutrient-dense alternative snack for toddlers. The effectiveness of program was evaluated using a pretest-posttest design on N=13 respondents. The results demonstrated a statistically significant increase in respondents' knowledge levels (p 0.001). The overall average knowledge score increased by 28.84%, rising from 67.31% in the pretest to 96.15% in the posttest, based on the Wilcoxon Signed-Rank Test of aggregated data (encompassing the categories of characteristics of malnutrition, impact of stunting, stunting condition, and critical period of stunting). The impact at stunting category was exhibiting the highest and most significant improvement (p=0.0015). Overall, the program was significantly effective in increasing community knowledge. Keywords: Fish Bar, Local Food, Community Engagement, Stunting Prevention, Child Nutrition.
Sosialisasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Sampah Rumah Tangga pada Pekon Way Kerkai Achmad, Feerzet; Setianingrum, Nur; Jarwinda, Jarwinda; Satria, Arysca Wisnu; Firmansyah, Agus; Susanto, Herri
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 1 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.13105

Abstract

Pekon/Desa Way Kerkai, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung yang memiliki potensi komoditi kopi dan cabai. Adanya lahan pertanian yang cukup luas tetapi limbah pertanian yang dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara maksimal, dapat mencemari lingkungan dan mempengaruhi hasil pertanian di Pekon Way Kerkai. Demikian halnya dengan pengelolaan sampah organik rumah tangga masyarakat yang dibuang begitu saja tanpa ada proses lebih lanjut dan berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan Kegiatan KKN PPM ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan petani tentang bagaimana cara mengelola limbah dan sampah organik menjadi pupuk cair atau Mikroorganisme Lokal (MOL). Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan MOL. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat dan petani memahami tentang proses pembuatan dan manfaat pupuk organik cair berbahan MOL untuk tanaman. Pemahaman petani meningkat dari rata-rata 30% sebelum pelatihan dan mencapai 90% setelah pelatihan ini berdasarkan kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu pelatihan ini dapat menjadi usaha atau bisnis serta sebagai bentuk memanfaatkan limbah yang tidak termanfaatkan dengan baik.