Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Increasing of Knowledge and Interest in Vertiminaponic Cultivation for Teenagers in Gelora Indah Mosque Orphanages, Purwokerto Lor: Peningkatan Pengetahuan dan Minat tentang Budidaya Vertiminaponik Remaja Panti Asuhan Masjid Gelora Indah Purwokerto Lor Eka Oktaviani; Agus Suroto; Imastini Dinuriah
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 1 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An orphanage is a place of residence and care, both for orphans and for abandoned children. The Gelora Indah Mosque Orphanage in Purwokerto is inhabited by thirteen teenagers. The potential of the second floor attic of this orphanage has not been maximized. With the condition of the yard land that is not spacious and to equip the teenagers with soft skills, one technology that can be applied is the vertiminaponic technique. This technique combines plant cultivation (hydroponics) and fish (aquaculture) in one place/land that is arranged vertically. Community service activities are carried out using the lecture method followed by cultivation assistance. The results of community service show an increase in knowledge and concepts about vertiminaponic cultivation of the orphanage teenagers by 83.34% and 49.58%. Meanwhile, when viewed from the aspect of knowledge about equipment and stages in vertiminaponic cultivation, there is an increase of 65.26% and 70.32%. This activity is an initiation in order to increase food independence for the orphanage teenagers through diversification of processed products from cultivation.
Diversity of insect carried-fungi in chili (Capsicum annuum) crop at Banyumas District, Central Java Province, Indonesia AGUS SUROTO; ENDANG MUGIASTUTI; TARJOKO TARJOKO; EKA OKTAVIANI; MUHAMMAD BAHRUDIN
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 24 No. 6 (2023)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d240635

Abstract

Abstract. Suroto A, Mugiastuti E, Tarjoko, Oktaviani E, Bahrudin M. 2023. Diversity of insect carried-fungi in chili (Capsicum annuum) crop at Banyumas District, Central Java Province, Indonesia. Biodiversitas 24: 3394-3406. This study aimed to determine the species of fungal pathogens that have the potency to be carried by various insects in endemic areas of chili (Capsicum annuum L.) disease and locations with high populations of chili insect vectors in the Banyumas District. The insect samples were collected from three chili planting locations in Banyumas District (Karanglewas, Sumbang, and Sokaraja Sub-districts) from March to November 2022. The following methods carried out the research: (i) determining the sampling location, (ii) insect sampling and identification, (iii) isolation and purification of fungal pathogen carried by insects, (iv) pathogenicity test, (v) identification of fungal pathogens based on morphology characters. The exploration of 13 villages in 3 (three) sub-districts of Banyumas District found 60 insects collected from healthy and diseased chili plants. Totally, six genera of fungi were isolated and identified, namely Fusarium, Pythium, Curvularia, Penicillium, Geotrichum, and Phytophthora. This is preliminary research on the interaction between plants, microbes, and insects. Understanding these aspects is essential, not only from an ecological perspective but also for improving the genetic quality of crops as well as for integrated pest management.
KARAKTERISASI POPULASI PADI F4 HASIL PERSILANGAN INPAGO UNSOED 1 × BASMATI DELTA 9 Dumaris Priskila Purba; Rayna Ligar Hasanah; Totok Agung Dwi Haryanto; Agus Suroto; Agus Riyanto
Jurnal Agroteknologi Vol. 16 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The performance of the cross-bred population in the F4 generation will confirm the plant breeding process, which is expected to approach the desired traits and understand how genetic traits are manifested in a population and their interactions with the environment. This research aimed to determine the performance of rice characteristics of F4 populations progeny from crossing of Inpago Unsoed 1 × Basmati Delta 9, and find out the closest relation, direct effect, indirect effect, and some characteristics of growth and yield. The experimental design used was a Randomized Block Design with Augmented Design treatment design with five blocks. The treatment tested in 150 rice genotypes of the F4 population progeny from crossing of Inpago Unsoed 1 × Basmati Delta 9 and 5 comparison varieties including Inpago Unsoed 1, Basmati Delta 9, Protani, Pro 20 Tangguh, and Inpari 31. The characters observed included plant height, flowering age, number of productive tillers, panicle length, harvest age, grain weight per clump, grain weight per panicle, number of grains per panicle, percentage of grain content per panicle, weight of 1000 seeds, rice length, and rice form. The yield showed that the performance of F4 population progeny from crossing of Inpago Unsoed 1 and Basmati Delta 9 was a population that was still segregated, indicated by the performance of F4 individuals who were higher than their parents, some were lower than their parents, and some were higher than one of their parents. Characters that correlate significantly and positively with yield include grain weight per panicle, number of grains per panicle, number of productive tillers, percentage of grain content, plant height, panicle length, and weight of 1000 seeds. The most closely related characters to yield and the highest direct effect are the grain weight per panicle and number of productive tillers, so that these characters can be used as an indicator selection in the next generation.
DIVERSIFIKASI OLAHAN HASIL BUDIDAYA VERTIMINAPONIK MENJADI ABON LELE DI PANTI ASUHAN MASJID GELORA INDAH, PURWOKERTO LOR Agus Suroto; Imastini Dinuriah; Eka Oktaviani; Any Kurniawati
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65669/migunaninusantara.v4i1.668

Abstract

Kegiatan diversifikasi olahan hasil budidaya vertiminaponik terhadap remaja di Panti Asuhan Masjid Gelora Indah, Purwokerto Lor, merupakan rangkaian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang bertahap. Tahapan kegiatan utama berupa transfer teknologi budidaya vertiminaponik, penanganan pasca panen, dan diakhiri dengan diversifiaksi olahan pangan. Kegiatan budidaya vertiminaponik merupakan perpaduan antara budidaya tanaman hidroponik sekaligus ikan (akuakultur). Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja di Panti Asuhan Masjid Gelora Indah, Purwokerto Lor, terhadap pengolahan pangan berbasis ikan lele. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelaksanaan pre-test, pemberian materi, pendampingan pengolahan abon lele, dan diakhiri dengan pelaksanaan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para peserta terhadap aspek tujuan dan penyimpanan produk abon menjadi sebesar 100%. Kegiatan ini berperan penting dalam pemberian bekal soft skill remaja panti dalam aspek pengolahan hasil budidaya vertiminaponik, sebagai penguat ketahanan pangan di level rumah tangga panti asuhan.
Rapid Assessment: Populasi Lalat Buah (Bactrocera Sp.) Pada Budidaya Cabai Di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah: Rapid Assessment: Fruit Fly (Bactrocera sp.) Population of Chili Cultivation in Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java Province Agus Suroto; Abdul Manan; Eka Oktaviani
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai (fFamily Solanaceae, Kelas Magnoliopsida), yang umum dimanfaatkan buahnya, merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai nutrisi dan farmakologi yang tinggi, serta rasa dan warna yang unik. Kecamatan Sumbang menjadi kecamatan dengan produksi cabai tertinggi di antara 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas. Namun demikian, ancaman hama dari lalat buah dapat menurunkan hasil panen yang berkisar antara 30-60%, dan dapat mencapai 100% jika tidak dilakukan pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman lalat buah (Bactrocera sp.) di lahan budidaya cabai Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode purposive random sampling. Koleksi dilakukan pada 19 (sembilan belas) lokasi, yang mewakili desa-desa di Kecamatan Sumbang. Lalat buah dikoleksi dengan atraktan berbahan aktif metil eugenol, selama kurang lebih 24 jam. Hasil identifikasi menemukan sebanyak 4 (empat) spesies lalat buah, yakni Bactrocera dorsalis, B. carambolae, B. umbrosa, dan B. papayae. Spesies B. dorsalis menunjukkan porsi terbesar (47,97%) dari segi jumlah yang dikoleksi dan diidentifikasi, dibandingkan dengan ketiga spesies lainnya. Nilai indeks keanekaragaman berdasarkan Shannon-Weiner menunjukkan kriteria rendah hingga sedang. Sementara itu, indeks keseragaman/kemerataan Evennes menunjukkan kategori yang tinggi. Nilai Chao-1, berada di angka 4, yang menunjukkan estimasi jumlah spesies yang belum ditemukan. Selanjutnya, analisis kemiripan antar lokasi penelitian dengan clustering analysis menggunakan similarity index Jaccard menunjukkan bahwa spesies lalat buah yang dikoleksi dari Kecamatan Sumbang menunjukkan pengelompokan menjadi 6 grup, dengan beberapa kecamatan yang memiliki indeks kemiripan yang tinggi (100%). Dengan demikian, penelitian ini menjadi studi awal dalam monitoring hama lalat buah di Kecamatan Sumbang.
Pertumbuhan Dan Kualitas Pascapanen Bayam (Amaranthus tricolor L.) Dengan Pengayaan Kalsium Nitrat (Ca(NO3)2) Melalui Sistem Hidroponik Wick: Growth and Post-Harvest Quality of Spinach (Amaranthus tricolor L.) with Calcium Nitrate (Ca(NO3)2) Enrichment through a Wick Hydroponic System Siti Zuraidah Binti Yakob; Zulfa Ulinnuha; Eny Rokhminarsi; Agus Suroto
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam mengandung kalsium 99 mg kalsium per 100 g, tetapi kandungan oksalat juga tinggi, sehingga menurunkan bioavailabilitas sehingga hanya 5% atau sekitar 13 mg kalsium yang dapat digunakan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi Ca(NO3)2 dalam larutan nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam, mendapatkan varietas yang paling responsif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam, mendapatkan kombinasi varietas dan konsentrasi Ca(NO3)2 dalam larutan nutrisi AB Mix yang paling optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Rancangan penelitian menggunakan rancangan petak terpisah dengan 2 faktor: Ca(NO3)2 sebagai petak utama terdiri dari: tanpa Ca(NO3)2, Ca(NO3)2 300 mg/l, Ca(NO3)2 600 mg/l, Ca(NO3)2 900 mg/l, dan Ca(NO3)2 1200 mg/l. Varietas sebagai anak petak terdiri dari: varietas Maestro, Mira, dan Belang. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, panjang akar, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, susut bobot, kandungan klorofil, laju pertumbuhan relatif, dan laju asimilasi bersih. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan varietas Maestro memberikan pertumbuhan yang terbaik dibanding varietas lainnya. Konsentrasi Ca(NO3)2 900 mg/l secara signifikan meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam.
Kajian Tabel Hidup Hama Kepik Renda (Vatiga Illudens Drake 1922) Pada Berbagai Aksesi Singkong Yang Dikoleksi Dari Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah: Study of Cassava Lace Bug (Vatiga illudens Drake 1922) Life Table on Cassava Accessions Collected from Banyumas Regency, Central Java Province Agus Suroto; Etik Wukir Tini; Jihan Nur Fauziah; Eka Oktaviani
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 01 (2025): Juni 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian hama secara terpadu, atau yang sering disebut dengan Integrated Pest Management (IPM), merupakan pendekatan holistic (menyeluruh) yang dimanfaatkan untuk mengendalikan hama secara efektif, dengan mengkombinasikan berbagai strategi, namun tetap meminimalkan pengaruh terhadap lingkungan dan biaya secara ekonomi. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk pendeteksian awal hama serangga dalam konteks IPM adalah pemanfaatan tabel hidup serangga. Penyusunan tabel hidup hama kepik renda (Vatiga illudens Drake 1922) merupakan hal yang penting, namun belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tabel hidup hama kepik renda yang akan digunakan sebagai dasar IPM. Sebanyak 8 (delapan) aksesi tanaman singkong yang dikoleksi dari berbagai daerah di Kabupaten Banyumas digunakan sebagai inang hama kepik renda di Laboratorium Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Parameter yang diteliti meliputi jumlah individu V.illudens pada berbagai stadium, mortalitas, jumlah rata-rata individu pada kelompok umur x, jumlah individu yang hidup pada kelompok umur x, harapan hidup pada setiap aksesi inang tanaman, keperidian (fekunditas), dan faktor lingkungan (suhu dan kelembapan udara) selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi tiap stadia hama V. illudens terus meningkat selama satu siklus hidupnya. Aksesi asal koleksi dan hari berpengaruh terhadap perkembangan populasi hama V. illudens. Semakin tinggi suhu dan kelembaban udara, penyebaran hama akan meningkat. Hama V. illudens memiliki kesesuaian terhadap tanaman singkong sayur yang berasal dari Kecamatan Gumelar dan tidak memiliki kesesuaian terhadap tanaman singkong variegata yang berasal dari Kecamatan Sumbang.
Survei Keanekaragaman Lalat Buah Menggunakan Atraktan Metil Eugenol pada Berbagai Tanaman Buah di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah : Survey of Fruit Fly Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae) Diversity Using The Methyl Eugenol Attractant on Various Fruit Plants in Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java Province Agus Suroto; Abdul Manan; Eka Oktaviani
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.45

Abstract

Lalat buah merupakan hama penting bagi komoditas hortikultura yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Lalat buah dapat menyerang berbagai komoditas hortikultura, dari berbagai tanaman buah dan sayuran, sehingga disebut hama polifagus. Kecamatan Sumbang menjadi salah satu kecamatan produsen buah dan sayuran di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Serangan hama lalat buah menjadi satu aspek yang mempengaruhi produktivitas komoditas pertanian, khususnya tanaman buah di Kecamatan Sumbang. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk memetakan keragaman lalat buah di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, (2) menentukan spesies lalat buah yang paling dominan di lokasi penelitian, (3) mengelompokkan kemiripan spesies lalat buah berdasarkan persebaran di masing-masing desa dan berdasarkan tanaman tempat peletakan perangkap yang diteliti. Data serangan lalat buah di setiap tanaman inang dikoleksi dengan atraktan metil eugenol pada 19 (sembilan belas) desa di Kecamatan Sumbang. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ditemukan 4 (empat) spesies lalat buah Bactrocera sp. di semua lokasi penelitian, yang terdiri dari B.umbrosa, B. dorsalis, B. carambolae, dan B. correcta, dengan porsi kelimpahan tertinggi B.dorsalis (78,60%). Analisis keanekaragaman menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman Shannon-Wiener spesies lalat buah di setiap desa menunjukkan kategori yang rendah, kecuali di desa Kedungmalang yang menunjukkan indeks keanekaragaman yang sedang, yaitu 1,0890. Analisis PCA menunjukkan bahwa spesies B. dorsalis memiliki kontribusi terkuat pada PC1. Spesies lalat buah dominan di daerah penelitian berasal dari perangkap yang diletakkan pada tanaman pepaya dan jambu kristal. Berdasarkan kemiripan profil sebaran lalat buah, sebaran lalat buah terdiri dari 2 klaster.
Eksplorasi dan Deskripsi Musuh Alami Potensial Hama Kutu Kepik (Vatiga Iludens Drake 1922) (Hemiptera: Tingidae) dan Serangga yang Berasosiasi pada Pertanaman Singkong (Manihot Esculenta) di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah: Exploration and Description of Potential Natural Enemies of Aphids (Vatiga illudens Drake 1922) (Hemiptera: Tingidae) and Insects Associated with Cassava Cultivations in Banyumas Regency, Central Java Province Agus Suroto; Eka Oktaviana; Alifia Khairunnisai
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Invasi hama kutu kepik (Vatiga illudens) memulai babak baru di Indonesia dengan adanya laporan pertama ditemukan hama ini di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021. Sebagai hama yang menyerang tanaman singkong, hama ini menjadi ancaman pada pertanamsn singkong, salah satunya di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dalam rangka pengendalian hama untuk mengantisipasi kerugian atas penurunan produksi tanaman singkong di Kabupaten Banyumas, perlu diidentifikasi potensi musuh alami yang dapat menjadi agen biologi penekan jumlah populasi hama tersebut di lapangan dan serangga yang berasosiasi dengan budidaya singkong. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi dan deskripsi musuh alami hama kutu kepik dan serangga yang berasosiasi dengan pertanaman singkong di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022-Januari 2023 di tujuh lokasi budidaya penanaman singkong di Kabupaten Banyumas. Sampel hama dan atau musuh alami dikoleksi dengan metode purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan komunitas musuh alami potensial hama V. illudens dan serangga yang berasosiasi dengan tanaman singkong dari Ordo Hemiptera, Diptera, Orthoptera, Coleoptera, dan Araneae. Hasil pengamatan terdapat 15 spesies sebagai musuh alami potensial, delapan spesies sebagai hama, dan dua spesies yang tidak termasuk hama maupun musuh alami (netral).