Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Pada Pasien Rawat Jalan di Klinik Pratama Al-Qolbu 1 Cihampelas Asri Muryanti Nur Azizah; Widayati Widayati; Wempi Eka Rusmana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.949 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.342

Abstract

Latar Belakang: Diabetes merupakan penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan meliputi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin hal ini membutuhkan terapi jangka panjang untuk memulihkan dan meperbaiki kadar insulin dalam darah. Pengetahuan merupakan Faktor penting untuk terbentuknya perilaku kesehatan yang baik termasuk dalam kepatuhan penggunaan obat. Tujuan: Mendapatkan gambaran korelasi antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan obat pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Klinik Pratama Al-Qolbu 1 Cihampelas. Metode: Penelitian ini menggunakan riset deskriptif dengan pedekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Responden penelitian adalah 50 orang pasien. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) dan kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang telah memenuhi syarat uji validitas dan reliabilitas. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan obat Hasil: Pengetahuan pasien Diabetes mellitus type 2 40% berada pada tingkat sedang , dan 36 % berada pada tingkat kepatuhan yang tergolong tinggi. Uji Chi-Square menunjukan nilai p=0,000 dengan nilai kolerasi person r = 0,676. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat tinggi antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat Diabetes Mellitus tipe 2 di Klinik Pratama Al-Qolbu 1 Cihampelas.
Analisis Peresepan Obat Tuberkulosis Terhadap Pelayanan Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Mitra Keluarga Periode Januari-Maret 2021 Inata Sari Ester Natalia; Wempi Eka Rusmana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.786 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.347

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis semakin tidak terkendali di banyak negara berkembang hingga sepertiga penduduk dunia saat ini terinfeksi. Pengobatan TB merupakan salah satu upaya yang paling efisien untuk mencegah penyebaran kuman TB lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat TB, data demografi pasien (umur, jenis kelamin, status pengobatan, dll) dan untuk mengetahui kepatuhan pasien dalam pengobatan TB di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan mengambil data primer dari resep dokter yang menggandung obat antituberculosis di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Setelah pengumpulan data selesai, data dianalisa mengunakan metode analisa deskriptif univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian peresepan Obat Antituberkulosis dalam bentuk kombinasi dari beberapa obat terhadap Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2016 dari Kementrian Kesehatan RI. Sejumlah 182 orang penderita dengan persentase sebesar 92,86 % dinyatakan mengikuti pengobatan secara lengkap. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa jumlah penderita yang patuh dalam melaksanakan pengobatan sangat tinggi. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peresepan obat-obatan Tuberkulosis telah sesuai dengan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2016 dari Kementrian Kesehatan RI, dengan jumlah penderita laki-laki lebih besar dibandingkan dengan penderita perempuan dengan range usia 46-55 tahun, dengan kepatuhan pasien sebesar 92,86%.
Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat Antibiotik dengan Menggunakan Metode Fifo dan Fefo di Gudang Farmasi Rumah Sakit X Ghea Isna Anandani; Rismayanti Fauziah; Wempi Eka Rusmana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3659.878 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i3.355

Abstract

According to RI law no. 40 of 2009, a hospital is a health service institution that provides complete individual health services that provide inpatient, outpatient, and emergency services. Storage methods can be carried out by applying the FEFO and FIFO principles, depending on the unit size and alphabetical order. This study was conducted to determine the antibiotic drug storage system using the FIFO and FEFO methods in the pharmacy warehouse of Hospital X. The method used in this study was a descriptive and quantitative method with the data used were primary data derived from interviews in the hospital pharmacy warehouse. X. Based on the results of research that has been carried out at Hospital X from 14 respondents for results categorized as Good (100%) for results categorized as Bad (86%) while for results categorized as Poor (64%). So it can be concluded that based on the dosage form, it states that the storage of drugs that are in accordance with the dosage form is categorized as Good. Meanwhile, liquid preparations stored on the bottom shelf are categorized as poor. Based on the alphabet, it states that the storage of antibiotics is in accordance with the alphabet, categorized as Good. Antibiotics with generic names are complete in the drug warehouse and are categorized as poor. Based on FIFO, it is stated that the FIFO method is very effective in being applied in the pharmaceutical drug warehouse, which is categorized as good. Based on FEFO, it is stated that the FEFO method is very important to be applied in a good category of drug warehouse.
Profil Peresepan Antipsikosis di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur Periode April – Mei 2021 Wempi Eka Rusmana; Yuliyanti Yuliyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3744.639 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i3.357

Abstract

One of the global burdens currently engulfing the world is the COVID-19 pandemic. But before COVID-19 was declared a pandemic by the WHO, the world was struggling with the global burden of mental disorders. WHO states that depression and anxiety are mental disorders with the highest frequency. Mental disorders are one of the health problems that often go unnoticed. To treat mental disorders, antipsychotic therapy is needed which can be obtained at various health facilities, one of which is the Mitra Keluarga Hospital, East Bekasi, which serves patients with mental disorders. Antipsychotics are useful in the therapy of acute and chronic psychosis, a mental disorder such as dreams and imaginary thoughts (hallucinations) and normalize abnormal behavior. The purpose of this study was to determine the profile of antipsychotic prescribing in the pharmacy outpatient unit at Mitra Keluarga Hospital, East Bekasi for the period April – May 2021. This study was conducted using a quantitative descriptive method by taking primary data from doctor's prescriptions containing antipsychotics. The results obtained can see the profile of the most widely used antipsychotic prescribing based on the active substance, drug class, drugs used concurrently with antipsychotic drugs and the most widely used antipsychotic drugs by gender. The final analysis results obtained can assist in the procurement of antipsychotic drugs in health facilities.
Evaluasi Kelengkapan Resep Rawat Jalan Terhadap Standar Pelayanan Farmasi di Upt Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Fatihah Nur Istiqomah; Wempi Eka Rusmana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3949.837 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i3.359

Abstract

The importance of reviewing prescriptions to realize medication safety in pharmaceutical services. Good Pharmacy Practice (GPP) where the professional relationship between doctors and pharmacists is in the form of prescriptions as part of the representative quality of pharmaceutical service standards. The purpose of this study was to determine the percentage of administration on prescription completeness based on 3 aspects; administration, pharmaceutical and clinical to the percentage of pharmacy service standards at UPT. Ibrahim Adjie Health Center in Bandung City is adjusted to the PERMENKES RI No. 74 of 2016. This type of research is qualitative non-experimental descriptive observational with prospective data collection using a check list form to find out whether or not they fulfill each other in a recipe. This study was conducted in July 2021 with 150 samples of prescriptions for adult patients aged 26-45 years. The percentage of results from administrative screening was 10.6% or as many as 16 complete prescriptions due to not fulfilling the patient's address, SIP and doctor's initials. The percentage of pharmaceutical screening aspects obtained 58.6% or as many as 88 prescriptions that meet. The percentage of clinical screening showed 3.3% or as many as 5 prescriptions. Meanwhile, the results of the conformity of pharmaceutical services as a whole according to the applicable regulation of the Minister of Health indicate that there are no mutually fulfilling aspects in 1 prescription sheet. So the evaluation of this research needs to be done communication in increasing awareness between doctors and pharmacists in prescribing services as representatives of applicable service standards.
FORMULASI LOTION ORGANIK EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) DAN UJI EFEKTIVITAS TERHADAP PH KULIT Wempi Eka Rusmana
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v3i2.195

Abstract

Mangosteen peel extract contains xanthone compounds, which are bioflavonoids with properties as antioxidants, antibacterial, and antiallergic. One of the utilization of mangosteen skin extract is by making cosmetics product in the form of organic lotion with the right formulation , formulation ingredients: (1) mangosteen skin extract, (2) Tea, (3) Acid Stearat, (4) Setyl Alcohol, (5) Glycerin, (6) Prophyl paraben, (7) Methyl paraben, (8) Parfum strawberry, (9) Aquadest with result that have organoleptic test such as shape, color, smell, and texture like lotion in general. With oil in water lotion type “O/W”. As well as having a pH value of 5 in formulations 2 (two) that competed to formulations that have a pH value of 4 in formulations 1 (one) and a pH value of 6 in formulations 3 (three)ehich can be concluded that formulations 2 (two) have a safe pH for skin that is not ready to be marketed because it has to go through several more test such as adhesion test, scatter power test,viscosity test, microbiological test as well as the effectiveness test of mangosteen skin extract for dry skin.
FORMULASI LOTION ORGANIK EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) DAN UJI EFEKTIVITAS TERHADAP PH KULIT Dina Fadhilah; Wempi Eka Rusmana
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v4i2.305

Abstract

Mangosteen peel extract contains xanthone compounds, which are bioflavonoids with properties as antioxidants, antibacterial, and antiallergic. One of the utilization of mangosteen skin extract is by making cosmetics product in the form of organic lotion with the right formulation , formulation ingredients: (1) mangosteen skin extract, (2) Tea, (3) Acid Stearat, (4) Setyl Alcohol, (5) Glycerin, (6) Prophyl paraben, (7) Methyl paraben, (8) Parfum strawberry, (9) Aquadest with result that have organoleptic test such as shape, color, smell, and texture like lotion in general. With oil in water lotion type “O/W”. As well as having a pH value of 5 in formulations 2 (two) that competed to formulations that have a pH value of 4 in formulations 1 (one) and a pH value of 6 in formulations 3 (three)ehich can be concluded that formulations 2 (two) have a safe pH for skin that is not ready to be marketed because it has to go through several more test such as adhesion test, scatter power test,viscosity test, microbiological test as well as the effectiveness test of mangosteen skin extract for dry skin.
PENGARUH RESPONSIVENESS PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP Wempi Eka Rusmana; Sali Setiatin; Anita Putri Wijayanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan yang dilandasi oleh kewaspadaan, kewaspadaan, kecepatan, dan daya tanggap dalam memberikan respon terhadap pasien ketika memerlukan bantuan guna mencapai kepuasan pasien disebut dengan daya tanggap. Kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan dari sumber daya manusia yang disediakan oleh rumah sakit, dan perawat merupakan salah satu sumber daya manusia yang dimanfaatkan dalam pemberian pelayanan perawatan. Bukan hal yang aneh jika perawat berfungsi sebagai pengamat kepuasan pasien. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pelayanan itu sendiri merupakan faktor paling signifikan dalam menentukan bagaimana pasien memandang suatu rumah sakit. Salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak daya tanggap atau responsiveness perawat terhadap tingkat kepuasan yang dialami pasien. Tinjauan literatur adalah pendekatan penelitian yang digunakan dalam proses pembuatan esai ini. Anda dapat mencari makalah dengan menggunakan Google School dan sumber bibliografi lainnya. Temuan yang dikumpulkan menunjukkan bahwa daya tanggap atau responsiveness perawat mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan yang dialami pasien. Kesimpulannya, daya tanggap perawat dan tingkat kesenangan yang dialami pasien sangat erat hubungannya.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM PEMBERIAN OBAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Wempi Eka Rusmana; Rida Amelia; Anita Putri Wijayanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika kualitas pelayanan medis yang mereka terima memenuhi atau melebihi harapan mereka, pasien akan bahagia, begitu pula sebaliknya. Harapan klien dan komunikasi perawat berbeda, yang menyebabkan ketidakpuasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik pada saat pemberian obat dengan tingkat kepuasan pasien RS X. Penelitian ini menggunakan metodologi cross-sectional dan strategi analitis korelatif. Populasi penelitian adalah 53 pasien yang menerima perawatan di Rumah Sakit X. Sedangkan sampel penelitiannya berjumlah 48 pasien. Pengambilan sampel nonprobabilitas yang dikombinasikan dengan metodologi pengambilan sampel kuota merupakan strategi pengambilan sampel yang digunakan. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan Spearman Rank dengan α = 0,05 digunakan untuk analisis. Di antara 28 orang dalam penelitian yang memiliki komunikasi terapeutik yang tidak memadai, 14 pasien (atau 50%) melaporkan merasa kurang puas, 13 pasien (46,4%) melaporkan merasa cukup puas, dan 1 pasien (atau 3,6%) melaporkan merasa puas. Uji Spearman Rank menunjukkan nilai ρ = 0,001 < α=0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara komunikasi terapeutik pada saat pemberian obat dengan kepuasan pasien di rumah sakit.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYAKIT PENYERTA GGK RAWAT INAP DI RSU PINDAD Fathurrahman, Muhammad Hilmi; Afifah, Chintya Nur; Rusmana, Wempi Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.37097

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi medis persisten yang memerlukan investasi finansial yang besar untuk intervensi farmakologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas biaya pendekatan terapeutik pada individu hipertensi yang menderita penyakit ginjal kronis komorbiditas di RSU Pindad Kota Bandung selama jangka waktu Januari hingga Desember 2023. Dengan menggunakan metodologi deskriptif dan non-analitik, penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif. analisis difasilitasi dengan pemeriksaan data rekam medis. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan terdiri dari 40 peserta. Evaluasi efektivitas biaya dilakukan melalui perhitungan Rasio Efektivitas Biaya Rata-Rata (ACER) dan Rasio Efektivitas Biaya Inkremental (ICER), dilanjutkan dengan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk mengidentifikasi parameter-parameter yang mempengaruhi efektivitas biaya dengan menambah biaya obat sebesar 10%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terapi antihipertensi Calcium Channel Blocker (CCB) dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) memberikan nilai ICER sebesar Rp. -7.868,3, menjadikannya pilihan terapi paling hemat biaya dibandingkan regimen lainnya. Kombinasi ini juga mencapai efektivitas terapi optimal pada 100% pasien, dengan biaya rata-rata terendah di antara kombinasi lain (Rp. 54.084,87 untuk ACER). Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan biaya tidak secara signifikan memengaruhi hasil efektivitas biaya kombinasi CCB dan ARB.  kombinasi CCB dan ARB merupakan alternatif lini kedua yang sangat efektif dan efisien secara biaya untuk pasien hipertensi dengan GGK. Temuan ini mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis bukti dalam upaya menekan beban ekonomi sekaligus meningkatkan hasil pengobatan.