Articles
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Hipertensi dan Diabetes Melitus di Desa Kayuambon Lembang Kabupaten Bandung Barat
Ulfah, Maria;
Herawati, Irma Erika;
Risfayanti, Iffa;
Tristiyanti, Deby;
Sari, Nia Kurnia;
Fauzi, Novi Irwan;
Faturrahman, M. Hilmi;
Rusmana, Wempi Eka
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35311/jmpm.v5i1.294
Hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang perlu menjadi perhatian khusus karena kasusnya terus meningkat setiap tahun. Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kedua penyakit dapat mempengaruhi efektivitas upaya pencegahan dan pengobatan dalam pengendalian penyakit. Untuk itu, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia melakukan pengabdian kepada masyarakat di Apotek Kiwi, Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung yang berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat sebagai deteksi dini agar masyarakat dapat mengetahui status kesehatannya terutama terkait dengan risiko hipertensi dan diabetes melitus. Didapatkan 37 responden dari 97 peserta Pengabdian kepada Masyarakat yang bersedia untuk mengisi kuesioner dan diukur tingkat pengetahuannya mengenai hipertensi dan diabetes melitus sebagai uji validitas dan reliabilitas dari kuesioner yang disusun oleh Tim Pengabdian Masyarakat PSPPA Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia. Kuesioner berisi 10 item pertanyaan model pilihan ganda terkait dengan informasi hipertensi dan diabetes melitus yang sudah sering dipromosikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui media sosial. Analisis validitas menggunakan teknik Product Moment Pearson sementara uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Chronbach. Hasil analisis menunjukkan validitas instrumen terhadap 10 item pertanyaan menunjukkan bahwa terdapat 7 item pertanyaan yang dinyatakan valid dengan nilai korelasi lebih besar dari 0,352. Sedangkan uji reliabilitas kuesioner meunjukkan nilai Alpha’s Cronbach >0,60 yaitu 0,697 sehingga instrumen dapat dinyatakan reliabel atau konsisten. Hal tersebut dapat menjadi peluang untuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat selanjutnya untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait hipertensi dan diabetes melitus.
ANALISIS POLA PENYIMPANAN OBAT BERDASARKAN SUHU RUANGAN PADA PEDAGANG BESAR FARMASI X DI KOTA BANDUNG
Herawati, Irma Erika;
Pradana, Eky Septian;
Rusmana, Wempi, Eka;
Fathurahman, Muhammad Hilmi;
Adika, Muhammad Ferdi;
Friska, I Gusti Ayu Yohana;
Susila, Try Sandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37038
Penyimpanan obat merupakan aspek operasional yang sangat penting di Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) guna menjaga mutu dari produk. Obat dengan mutu yang baik merupakan obat yang tidak mengalami penurunan kadar atau perubahan fisik, seperti warna, bau, atau bentuk, selama penyimpanan. Penyimpanan obat harus sesuai dengan kondisi yang tertera pada label produk untuk menjaga kualitas dan efektivitasnya. Dengan menerapkan jaminan kualitas yang baik selama distribusi, dapat secara signifikan mengurangi risiko yang terkait dengan penyimpanan yang tidak tepat dan pada akhirnya meningkatkan tingkat kesembuhan pasien melalui perawatan farmasi yang lebih baik. Oleh karena itu, evaluasi sistem penyimpanan obat salah satunya di PBF perlu dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan selama bulan Agustus 2024 pada PBF X di Kota Bandung dengan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluatif. Hasil penelitian mengenai sistem penyimpanan obat pada PBF X menunjukkan bahwa sistem penyimpanan yang diterapkan oleh PBF tersebut secara garis besar sudah sesuai dengan CDOB seperti Obat disimpan pada suhu 25°C, sesuai dengan standar suhu kamar yang umumnya stabil untuk sebagian besar obat. Semua prosedur penyimpanan, termasuk kontrol suhu dan kelembaban, dilakukan dengan baik, dan tidak terdapat kekurangan signifikan dalam proses penyimpanan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Sistem penyimpanan dari PBF X sudah sangat baik dan sesuai pedoman distribusi obat yang baik (CDOB), dengan suhu penyimpanan 25°C untuk menjaga stabilitas dan efektivitas obat.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM PEMBERIAN OBAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN
Rusmana, Wempi Eka;
Amelia, Rida;
Wijayanti, Anita Putri
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ketika kualitas pelayanan medis yang mereka terima memenuhi atau melebihi harapan mereka, pasien akan bahagia, begitu pula sebaliknya. Harapan klien dan komunikasi perawat berbeda, yang menyebabkan ketidakpuasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik pada saat pemberian obat dengan tingkat kepuasan pasien RS X. Penelitian ini menggunakan metodologi cross-sectional dan strategi analitis korelatif. Populasi penelitian adalah 53 pasien yang menerima perawatan di Rumah Sakit X. Sedangkan sampel penelitiannya berjumlah 48 pasien. Pengambilan sampel nonprobabilitas yang dikombinasikan dengan metodologi pengambilan sampel kuota merupakan strategi pengambilan sampel yang digunakan. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan Spearman Rank dengan ? = 0,05 digunakan untuk analisis. Di antara 28 orang dalam penelitian yang memiliki komunikasi terapeutik yang tidak memadai, 14 pasien (atau 50%) melaporkan merasa kurang puas, 13 pasien (46,4%) melaporkan merasa cukup puas, dan 1 pasien (atau 3,6%) melaporkan merasa puas. Uji Spearman Rank menunjukkan nilai ? = 0,001 < ?=0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara komunikasi terapeutik pada saat pemberian obat dengan kepuasan pasien di rumah sakit.
Evaluasi Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Swamedikasi Obat Terhadap Pasien di Apotek Cicaheum Farma Kota Bandung
Mirawati, Novi;
Rusmana, Wempi Eka
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.310
Latar Belakang: Sebelum masyarakat memutuskan untuk mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan, banyak dari mereka yang melakukan cara mengobati diri sendiri atau yang disebut swamedikasi (self medication). Sesuai yang dijelaskan dalam Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 1993, swamedikasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit yang sedang dideritanya tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi kepada dokter. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana palayanan komunikasi, informasi dan edukasi obat swamedikasi yang diberikan oleh Tenaga Teknis Kefarmasian di Apotek Cicaheum Farma Kota Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif evaluatif dengan menggunakan teknik observasi dan cheklist untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil: Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada 40 pasien ditemukan sebagian besar belum mendapatkan pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi yang efektif. Pelayanan yang diberikan hanya berfokus pada pelayanan komunikasi yang ramahtamah kepada pasien. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan kepada 40 pasien yang membeli obat swamedikasi sebagian besar belum mendapatkan pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi yang efektif. Pelayanan yang diberikan hanya berfokus pada pelayanan komunikasi yang ramahtamah kepada pasien.
Analisis Tingkat Kepatuhan Pasien Prolanis Diabetes Melitus dalam Mengkonsumsi Obat Antidiabetika Oral di Klinik Afiati Kopo
yulianti kuswati, Eka;
eka rusmana, Wempi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.336
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas memproduksi jumlah hormon insulin secara memadai sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. DM merupakan salah satu penyakit yang tidak menular dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat termasuk di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien PROLANIS DM (Diabetes melitus) dalam mengkonsumsi obat antidiabetika oral Di Klinik Afiati Kopo. Metode: Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengukuran terhadap variabel independen dan dependen dilakukan sekali dalam waktu yang bersamaan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan berobat. Hasil: Hasil penelitian ini yaitu obat yang dikonsumsi 4 macam sebanyak 34 orang (37,7%), untuk nilai Kepatuhan tinggi sebanyak 43 orang dengan persentase sebesar 47,8%. Sedangkan berdasarkan hubungan tingkat kepatuhan dengan beberapa karakteristik salah satunya berdasarkan jenis kelamin perempuan dengan kepatuhan tinggi sebanyak 20 responden persentase 43,5%, berdasarkan usia yang memiliki kepadatan tinggi di usia 56-65 tahun sebanyak 18 responden dengan persentase 46,2%, berdasarkan Pendidikan tingkat kepatuhan tinggi di kategori pendidikan SMA sebanyak 26 responden dengan persentase 52%, berdasarkan lama menderita yang memiliki kepatuhan tinggi di Kategori penderita diabetes 4 tahun atau lebih sebanyak 21 responden persentase 42%, berdasarkan penyakit penyerta yang memiliki kepatuhan tinggi di kategori penyakit penyerta 1 macam sebanyak 17 responden persentase 50%, berdasarkan jumlah obat dengan nilai kepatuhan paling tinggi di kategori jumlah obat 4 macam atau lebih sebanyak 16 responden persentase 47%. Kesimpulan: Nilai Kepatuhan di Klinik Afiati masuk dalam kategori kepatuhan tinggi sebanyak 43 orang dengan persentase sebesar 47,8%.
Analisis Kebutuhan Sediaan Multivitamin Terhadap Pengetahuan Pasien Mengenai COVID-19 di Apotek K-24 A.H Nasution Bandung
Sari, Helta;
Eka Rusmana, Wempi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.339
Latar Belakang: Coronavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, pneumonia (infeksi paru-paru) yang bersifat akut, dan gagal ginjal. Persiapan daya tahan tubuh merupakan salah satu upaya pencegahan COVID-19 yang dapat dilakukan. Terdapat beragam upaya dari berbagai literatur yang dapat memperbaiki daya tahan tubuh salah satunya dengan mengkonsumsi multivitamin. Multivitamin memang tidak dapat dijadikan terapi dalam mengatasi infeksi virus ini, tetapi asupan multivitamin dapat meningkatkan kinerja sistem imun dalam melawan infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri, termasuk infeksi virus Corona. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kebutuhan sediaan multivitamin dan tingkat pengetahuan pasien mengenai COVID-19 diapotek K24 A.H Nasution. Metode: Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh lansung dari responden melalui pengisian kuesioner yang disebarkan menggunakan google form dengan teknik penentuan sampel jenuh di Apotek K24 A.H Nasution sebanyak 20 responden dan analisis data menggunakan analisis skala likert dan analisis kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan responden perempuan (55%), laki-laki (45%). Dengan rentang usia 21-24 (35%), 25-35 (25%), 36-45 (25%), 46-50 (15%). Didapatkan hasil pernyataan kuesioner kebutuhan sediaan multivitamin dinilai reliable 0,761 > 0.7 dan pernyataan tingkat pengetahuan COVID 19 dinilai reliable 0.757 > 0.7. Kesimpulan: Kebutuhan sediaan multivitamin dalam kriteria tinggi dan pengetahuan pasien mengenai COVID 19 dalam kriteria cukup.
Pengaruh Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Pada Pasien Rawat Jalan di Klinik Pratama Al-Qolbu 1 Cihampelas
Nur Azizah, Asri Muryanti;
Widayati, Widayati;
Eka Rusmana, Wempi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.342
Latar Belakang: Diabetes merupakan penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan meliputi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin hal ini membutuhkan terapi jangka panjang untuk memulihkan dan meperbaiki kadar insulin dalam darah. Pengetahuan merupakan Faktor penting untuk terbentuknya perilaku kesehatan yang baik termasuk dalam kepatuhan penggunaan obat. Tujuan: Mendapatkan gambaran korelasi antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan obat pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Klinik Pratama Al-Qolbu 1 Cihampelas. Metode: Penelitian ini menggunakan riset deskriptif dengan pedekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Responden penelitian adalah 50 orang pasien. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) dan kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang telah memenuhi syarat uji validitas dan reliabilitas. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan obat Hasil: Pengetahuan pasien Diabetes mellitus type 2 40% berada pada tingkat sedang , dan 36 % berada pada tingkat kepatuhan yang tergolong tinggi. Uji Chi-Square menunjukan nilai p=0,000 dengan nilai kolerasi person r = 0,676. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat tinggi antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat Diabetes Mellitus tipe 2 di Klinik Pratama Al-Qolbu 1 Cihampelas.
Analisis Peresepan Obat Tuberkulosis Terhadap Pelayanan Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Mitra Keluarga Periode Januari-Maret 2021
Ester Natalia, Inata Sari;
Eka Rusmana, Wempi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.347
Latar Belakang: Tuberkulosis semakin tidak terkendali di banyak negara berkembang hingga sepertiga penduduk dunia saat ini terinfeksi. Pengobatan TB merupakan salah satu upaya yang paling efisien untuk mencegah penyebaran kuman TB lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat TB, data demografi pasien (umur, jenis kelamin, status pengobatan, dll) dan untuk mengetahui kepatuhan pasien dalam pengobatan TB di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan mengambil data primer dari resep dokter yang menggandung obat antituberculosis di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Setelah pengumpulan data selesai, data dianalisa mengunakan metode analisa deskriptif univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian peresepan Obat Antituberkulosis dalam bentuk kombinasi dari beberapa obat terhadap Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2016 dari Kementrian Kesehatan RI. Sejumlah 182 orang penderita dengan persentase sebesar 92,86 % dinyatakan mengikuti pengobatan secara lengkap. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa jumlah penderita yang patuh dalam melaksanakan pengobatan sangat tinggi. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peresepan obat-obatan Tuberkulosis telah sesuai dengan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2016 dari Kementrian Kesehatan RI, dengan jumlah penderita laki-laki lebih besar dibandingkan dengan penderita perempuan dengan range usia 46-55 tahun, dengan kepatuhan pasien sebesar 92,86%.
Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat Antibiotik dengan Menggunakan Metode Fifo dan Fefo di Gudang Farmasi Rumah Sakit X
Anandani, Ghea Isna;
Fauziah, Rismayanti;
Rusmana, Wempi Eka
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v2i3.355
According to RI law no. 40 of 2009, a hospital is a health service institution that provides complete individual health services that provide inpatient, outpatient, and emergency services. Storage methods can be carried out by applying the FEFO and FIFO principles, depending on the unit size and alphabetical order. This study was conducted to determine the antibiotic drug storage system using the FIFO and FEFO methods in the pharmacy warehouse of Hospital X. The method used in this study was a descriptive and quantitative method with the data used were primary data derived from interviews in the hospital pharmacy warehouse. X. Based on the results of research that has been carried out at Hospital X from 14 respondents for results categorized as Good (100%) for results categorized as Bad (86%) while for results categorized as Poor (64%). So it can be concluded that based on the dosage form, it states that the storage of drugs that are in accordance with the dosage form is categorized as Good. Meanwhile, liquid preparations stored on the bottom shelf are categorized as poor. Based on the alphabet, it states that the storage of antibiotics is in accordance with the alphabet, categorized as Good. Antibiotics with generic names are complete in the drug warehouse and are categorized as poor. Based on FIFO, it is stated that the FIFO method is very effective in being applied in the pharmaceutical drug warehouse, which is categorized as good. Based on FEFO, it is stated that the FEFO method is very important to be applied in a good category of drug warehouse.
Profil Peresepan Antipsikosis di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur Periode April – Mei 2021
Eka Rusmana, Wempi;
Yuliyanti, Yuliyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v2i3.357
One of the global burdens currently engulfing the world is the COVID-19 pandemic. But before COVID-19 was declared a pandemic by the WHO, the world was struggling with the global burden of mental disorders. WHO states that depression and anxiety are mental disorders with the highest frequency. Mental disorders are one of the health problems that often go unnoticed. To treat mental disorders, antipsychotic therapy is needed which can be obtained at various health facilities, one of which is the Mitra Keluarga Hospital, East Bekasi, which serves patients with mental disorders. Antipsychotics are useful in the therapy of acute and chronic psychosis, a mental disorder such as dreams and imaginary thoughts (hallucinations) and normalize abnormal behavior. The purpose of this study was to determine the profile of antipsychotic prescribing in the pharmacy outpatient unit at Mitra Keluarga Hospital, East Bekasi for the period April – May 2021. This study was conducted using a quantitative descriptive method by taking primary data from doctor's prescriptions containing antipsychotics. The results obtained can see the profile of the most widely used antipsychotic prescribing based on the active substance, drug class, drugs used concurrently with antipsychotic drugs and the most widely used antipsychotic drugs by gender. The final analysis results obtained can assist in the procurement of antipsychotic drugs in health facilities.