Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan PBL dan DL Terhadap Pemahaman Konseptual Siswa Kelas XI Ditinjau dari Motivasi Belajar Yunia Eka Putri; Erlina Prihatnani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.536 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model PBL dan DL terhadap pemahaman konseptual siswa ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain faktorial 3x3. Data dianalisis menggunakan uji non-parametik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa yang dikenai model DL mendapatkan pemahaman konseptul yang lebih baik dibanding siswa yang dikenai model PBL; (2) pada kelas PBL siswa dengan tingkat motivasi belajar tinggi menghasilkan pemahaman konseptual yang lebih baik dari pada siswa dengan tingkat motivasi sedang dan rendah; (3) pada kelas DL tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan oleh siswa yang memiliki tingkat motivasi belajar tinggi, sedang dan rendah; (4) siswa dengan tingkat motivasi tinggi mendapat pemahaman konseptual yang setara pada kedua model; (5) siswa dengan tingkat motivasi sedang mendapat pemahaman konseptual yang setara pada kedua model; (6) siswa dengan tingkat motivasi rendah pada kelas DL mendapatkan pemahaman konseptual yang lebih baik dari pada siswa dengan tingkat motivasi rendah pada kelas PBL.
Pengembangan Modul Aritmerika Sosial Berbasis Problem Based Learning untuk Siswa SMP Angga Ramadhany; Erlina Prihatnani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.809 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.155

Abstract

Pada kurikulum 2013, keberadaan buku paket hanya merupakan salah satu sumber belajar, namun selebihnya guru diberi wewenang untuk menggembangkan dan menggunakan sumber belajar lain yang sesuai dengan karakteristik siswa. Siswa SMP Negeri 1 Salatiga merupakan siswa-siswa dengan tingkat pencapaian nilai matematika tinggi di Salatiga. Oleh karena itu, penelitian R&D ini bertujuan untuk mengembangkan modul aritmetika sosial yang dapat menstimulus siswa untuk berpikir tingkat tinggi dengan pengajuan permasalahan-permasalahan kontekstual di dalamnya. Modul yang dikembangkan dengan model ADDIE ini berbasis Problem Based Learning (PBL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul aritmetika sosial yang berbasis PBL valid, praktis, dan efektif untuk digunakan pada siswa dengan tingkat kemampuan matematika tinggi. Berdasarkan hasil tersebut maka disarankan bagi sekolah dengan tingkat kemampuan matematika siswa setara dengan SMP Negeri 1 Salatiga untuk dapat menggunakan modul tersebut dalam pembelajaran aritmetika sosial.
Pemahaman Konsep Grafik Fungsi Kuadrat Siswa Kelas X SMA Ibnu Sina Fauzi; Erlina Prihatnani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.639 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.162

Abstract

Pemahaman konsep diperlukan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dalam matematika. Salah satu konsep yang perlu dipelajari dalam matematika adalah konsep grafik fungsi kuadrat. Tak setiap siswa memiliki pemahaman yang sama akan konsep tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini digunakan untuk melakukan analisis terhadap pemahaman konsep grafik fungsi kuadrat terhadap siswa kelas X SMA. Indikator pemahaman konsep yang digunakan yaitu indikator pemahaman konsep matematika pada kurikulum 2006 dalam (Kusumawati, 2010: 28-29). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki pemahaman konsep yang berbeda. Tingkat pemahaman konsep mempengaruhi keberhasilan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Berdasarkan hasil tersebut, maka disarankan bagi guru untuk menekankan pemahaman konsep sebelum pelatihan pemecahan masalah matematika.
Perbandingan Hasil Belajar Trigonometri dan Penerapan STAD dan TGT Ditinjau Atas Tingkat Kecemasan Jati Lasworo Asih; Erlina Prihatnani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i1.448

Abstract

Pembelajaran hendaknya berpusat kepada siswa dan dapat memberdayakan semua potensi yang dimiliki siswa. Guru sebagai fasilitator berperan untuk merancang kegiatan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan dapat menggali kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang menghasilkan hasil belajar matematika yang lebih baik antara (1) penerapan model pembelajaran STAD dan TGT, (2) ketiga tingkat kecemasan siswa dan (3) interaksi model pembelajaran dengan tingkat kecemasan siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Salatiga dengan sampel 66 siswa yang terbagi atas kelas eksperimen 1 dan 2 dalam pembelajaran trigonometri selama 16 jam pelajaran. Design penelitian eksperimen semu ini adalah randomized control group pretest-posttest design. Uji keseimbangan awal dengan taraf signifikan 5% mendapatkan hasil bahwa kedua sampel dalam kondisi awal yang seimbang. Uji hipotesis dilakukan secara nonparametik dengan taraf signifikan 5% menghasilkan simpulan tidak adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan di antara kedua model ataupun ketiga tingkat kecemasan dan juga antar interaksi keduanya. Hasil ini menunjukan bahwa penerapan dua model pembelajaran kooperatif dengan tipe evaluasi proses pembelajaran yang berbeda tidak akan menghasilkan hasil belajar yang berbeda meski untuk siswa dengan tingkat kecemasan yang berbeda asalkan model pembelajaran diterapkan dalam situasi yang menyenangkan.
P PENGARUH STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BAGI SISWA KELAS VIII SMP N 3 PABELAN KABUPATEN SEMARANG Nur Laelatunnajah; Kriswandani Kriswandani; Erlina Prihatnani
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Januari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.802 KB)

Abstract

Abstrak. Pentingnya penggunaan strategi pembelajaran yang membiasakan siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan yang dimiliknya guna menunjang kemampuan dalam memecahkan masalah matematika menjadi dasar pemilihan strategi REACT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh strategi REACT terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis bagi siswa kelas VIII SMP N 3 Pabelan Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan pada materi aljabar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain penelitian Only Posttest Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Pabelan Kabupaten Semarang Semester I Tahun Ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 4 kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling dan diperoleh kelas VIII A (20 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B (19 siswa) sebagai kelas kontrol. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan Shapiro-wilk, dan uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney. Keseluruhan uji menggunakan taraf signifikan sebesar 5%. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh strategi REACT terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis bagi siswa kelas VIII SMP N 3 Pabelan Kabupaten Semarang. Kata Kunci. strategi REACT, kemampuan pemecahan masalah matematis, aljabar.
PENGEMBANGAN PERMAINAN MONOMATH PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS BAGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 SALATIGA Muhammad Fajar Prasetyo; Erlina Prihatnani
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2018): MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran matematika perlu untuk menyajikan latihan soal secara menarik, salah satunya menggunakan permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan Monopoli Matematika (monomath) yang valid, praktis dan efektif untuk proses latihan soal pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari langkah Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Permainan monomath ini bertemakan nasionalis. Monomath telah dinyatakan valid dari aspek materi dan aspek media pembelajaran dengan persentase berturut-turut 89,5% dan 89,8% keduanya termasuk kategori sangat baik. Monomath  telah diujicobakan kepada siswa kelas VIII C SMP Negeri 10 Salatiga dan menghasilkan indeks kepraktisan penggunaan sebesar 87,3%, masuk kategori praktis. Uji pair t-test dengan taraf signifikan α = 0,05 menghasilkan signifikan mendekati nol yang kurang dari 0,05 dengan rata-rata post test lebih tinggi daripada pre test. Berdasarkan ketiga hasil uji tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media ini valid, praktis, dan efektif.  Kata-kata kunci: Permainan, monomath, persamaan garis lurus  research and development , model ADDIE.
PENGEMBANGAN PERMAINAN DOMAT CARD PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL Danang Noveka Harsono; Erlina Prihatnani
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2018): MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek pedagogik menuntut guru untuk dapat memfasilitasi siswa dengan kegiatan pembelajaran yang menarik, salah satatunya dengan penggunaan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media berbentuk domat card yang valid, praktis, dan efektif untuk proses latihan soal pada materi PSLV. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari langkah Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media ini telah diujicobakan terhadap 30 siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Tuntang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari instrumen penilaian validasi aspek materi dan media, instrumen penilaian kepraktisan, instrumen pendapat siswa dan instrumen pretest posttest. Media permainan domat card telah dinyatakan valid dari aspek ahli materi dengan skor85,7%, dan valid dari ahli media dengan skor 86,4 %, keduanya termasuk kategori sangat baik. Hasil dari penilaian kepraktisan memperoleh skor 86,8% masuk kategori sangat praktis. Uji pair t-test dengan taraf signifikan α = 0,05 menghasilkan signifikan mendekati nol yang kurang dari 0,05 dengan rata-rata post test lebih tinggi daripada pre test. Berdasarkan ketiga hasil uji tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media domat card valid, praktis, dan efektif.
Perbandingan TAI dan NHT terhadap Hasil Belajar Trigonometri Ditinjau dari Kecerdasan Interpersonal Yoga Setiawan; Erlina Prihatnani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1543.78 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.646

Abstract

AbstrakSetiap model pembelajaran kooperatif memiliki karakteristik dalam menerapkan enam prinsip pembelajaran kooperatif termasuk model Team Assisted Individualization (TAI) dan Numbered Heads Together (NHT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manakah yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik diantara (1) model TAI dan NHT, (2) tingkat kecerdasan interpersonal, dan (3) interaksi model pembelajaran TAI dan NHT dengan kecerdasan interpersonal. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1 Salatiga Tahun Ajaran 2018/2019 (384 siswa). Melalui teknik cluster random sampling diperoleh 30 siswa kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan 34 siswa kelas X IPS 2 sebagai kelas eksperimen 2 dengan perbedaan perlakuan dalam pembelajaran trigonometri. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan randomized control group pretest-postest design. Uji hipotesis menyimpulkan (1) hasil belajar siswa dengan model TAI secara signifikan lebih baik daripada NHT, (2) tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan dari tingkat kecerdasan interpersonal yang berbeda, (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar. AbstractEach type of cooperative learning model has different characteristics in applying 6 principles of cooperative learning, including TAI (Team Assisted Individualization) and NHT (Numbered Head Together) type models. This study aimed to find out: (1) which learning outcomes are better between students using the TAI or NHT models, (2) which learning outcomes are better between students with high, medium and low interpersonal intelligence levels, (3) is there any correlation between TAI and NHT learning models with interpersonal intelligence on student learning outcomes. The population in this study were all students of X grade at SMA N 1 Salatiga in the Academic Year 2018/2019 (384 students). Through assembling random sampling techniques obtained students of class X IPS 1 (30 students) as experimental class I and students of class X IPS 2 (34 students) as experimental class II with different treatment in learning mathematics on trigonometry material. This quasi-experimental research used a randomized control group pretest-posttest design. Hypothesis test results concluded that (1) student learning outcomes with the TAI model were significantly better than student learning outcomes with the NHT model, (2) there was no significant difference between student learning outcomes of different levels of interpersonal intelligence, (3) there were no interactions between models learning with interpersonal intelligence on student learning outcomes.
Student’s thinking to identify concave plane based on Gregorc model Surya Enjang Krisdiantoro; Erlina Prihatnani
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 12 No. 2 (2019): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v12i2.338

Abstract

[English]: Mathematics learning should facilitate students' construction of knowledge. In constructing mathematics knowledge, students involve various types of thinking processes and styles. This qualitative research aimed to describe the process of students’ thinking in identifying concave plane based on Gregorc’s model of thinking style. It involved thirty-three 9th-grade students with a different style of thinking. Data were collected through tests, questionnaire, and non-structured interview then descriptively analyzed to reveal students’ thinking process and styles. The present study found two different thinking styles, namely Sequential Concrete and Random Abstract from students who successfully identified the concave plane as a kite. There were different thinking processes in the development of definition, opinion, and conclusions from subjects with different thinking styles. However, the difference in the thinking process from each thinking styles do not hamper students’ success in constructing knowledge. Keywords: Thinking process, Concave place, Thinking style, Gregorc model [Bahasa]: Pembelajaran matematika seharusnya memfasilitasi siswa membangun pengetahuan sendiri. Dalam membangun pengetahuan, siswa melibatkan beragam proses dan gaya berpikir. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam mengidentifikasi bangun datar concave berdasarkan gaya berpikir model Gregorc. Subjek penelitian adalah 33 siswa kelas IX SMP yang memiliki gaya berpikir berbeda. Data dikumpulkan melalui tes, angket, dan wawancara non-terstruktur kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengungkap gaya dan proses berpikir siswa. Penelitian ini menemukan dua gaya berpikir berbeda yaitu Sekuensial Konkret dan Acak Abstrak dari siswa yang berhasil mengidentifikasi bangun datar concave sebagai layang-layang. Terdapat perbedaan proses berpikir dalam pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan dari siswa dengan gaya berpikir berbeda. Namun demikian, perbedaan gaya berpikir dari setiap proses berpikir tidak membatasi keberhasilan siswa dalam mengkonstruksi suatu pengetahuan. Kata kunci: Proses berpikir, Gaya berpikir, Bangun concave, Model Gregorc
Penerapan Joyful Learning untuk Meningkat Hasil Belajar pada Materi Bilangan Bulat Kelas VII SMP Negeri 3 Pati Kristina Christa Dewi; Erlina Prihatnani
Jurnal PTK dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ptk.v8i2.5991

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk menerapkan Joyful Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri 3 Pati semester 1 tahun ajaran 2021/2022 pada materi Bilangan Bulat. Subjek dari penelitian ini meliputi 30 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data diambil melalui observasi, tes dan dokumentasi. Penggunaan metode Joyful Learning pada materi bilangan bulat mendapat respon baik dari siswa. Sebesar 97% siswa merasa senang dengan pembelajaran yang dilakukan. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan rata-rata awal sebesar 62,7 mencapai 80. Sehingga metode ini dapat dijadikan penunjang proses pembelajaran siswa terutama pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring.