Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Pada Materi Segitiga dan Segiempat Sri Septiani; Indrie Noor Aini
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.5517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP pada materi segitiga dan segiempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen tes sebanyak 5 soal. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas VIII di SMP Al-Mushlih Karawang Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan simple random sampling sebagai tektik pengambilan sampelnya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan hasil tes siswa. Teknil analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai terendah siswa adalah 16 dan nilai tertinggi siswa adalah 84, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 48,93. Jika dilihat dari persentase, siswa yang memahami konsep matematis pada materi segitiga dan segiempat sebesar 42,78%. Penilaian siswa dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Dari kategori penilaian tersebut tidak ada siswa yang memperoleh kategori sangat tinggi. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi segitiga dan segiempat masih rendah. 
Analisis Motivasi Belajar Peserta Didik SMK pada Pembelajaran Matematika Pasca Pandemi Covid-19 Sanie Rachma Setia Gunawan; Indrie Noor Aini
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2023): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v8i1.325

Abstract

Pembelajaran pasca pandemi Covid-19 telah dilaksanakan secara luring dengan kapasitas 100% setelah sebelumnya dilaksanakan secara daring. Peralihan sistem pembelajaran dari daring menjadi luring tentu mengakibatkan banyak perubahan pada peserta didik. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika pasca-pandemi Covid-19. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 1 Karawang, dengan 31 peserta didik kelas XI TM 1 yang menjadi subjek penelitian, serta kualitatif deskriptif sebagai metode penelitian yang digunakan. Berdasarkan pada hasil penelitian, motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika berkategori baik dengan persentase rata-rata seluruh indikator sebesar 65,52%. Terdapat 5 (lima) indikator yang tergolong kategori motivasi belajar baik dan 1 (satu) indikator yang tergolong kategori motivasi belajar cukup. Indikator yang tergolong kategori motivasi belajar baik yaitu terdapat keinginan dan hasrat untuk belajar (63,76%), terdapat kebutuhan dan dorongan untuk belajar (64.11%), terdapat ambisi dan cita-cita masa depan (71,61%), terdapat apresiasi dalam belajar (69,57%), serta terdapat situasi kondusif dalam belajar (64,62%). Sedangkan indikator yang tergolong kategori motivasi belajar cukup yaitu terdapat aktivitas menarik dalam belajar (59,41%).
DESKRIPSI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH LANGKAH POLYA SISWA KELAS IX SMPI AL-I’TISHOM Diaz Firyal Afifah; Indrie Noor Aini
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 8 No 1 (2022): JUMLAHKU VOL.8 NO.1 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v8i1.1833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika bilangan berpangkat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX di SMP Islam Al-I’tishom. Instrumen penelitian berupa tes sebanyak 3 buah soal uraian kemampuan pemecahan masalah dan materi yang digunakan adalah bilangan pangkat. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, metode tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik, dan dokumentasi. Dari 26 peserta didik di kelas IX SMP Islam Al-I’tishom, peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis kategori rendah lebih dominan dengan persentase 84,62% dibandingkan dengan peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah kategori tinggi dengan persentase 7,69% dan kategori sedang dengan persentase 7,69%.
Improving Student Motivation in Mathematics Learning Thro Eni Suheni; Indrie Noor Aini; Rika Mulyati Mustika, S.; Iyan Rosita Dewi Nur
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5677

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of gamification approaches integrated with Problem-Based Learning (PBL) in increasing students' learning motivation in mathematics learning. Low motivation to learn mathematics is a common problem in Indonesia, as evidenced by the results of PISA 2022 which shows that Indonesia's mathematics score only reaches 379 out of the OECD average score of 487. This study uses a quasi-experimental method with pretest-posttest control group design with the research subjects of 60 high school students in class X who are divided into experimental and control groups. The research instruments included a mathematics learning motivation questionnaire, a mathematical problem-solving ability test, an observation sheet, and an interview guideline. The results showed that the integration of gamification with PBL significantly increased students' learning motivation with an N-Gain of 0.68 (medium category), created a more interactive and enjoyable learning experience, and helped students understand mathematical concepts more deeply through contextual problem-solving. Gamification elements such as points, badges, levels, and leaderboards successfully create a competitive yet collaborative learning environment, while PBL encourages students to think critically and creatively in solving mathematical problems. Statistical tests showed significant differences (p < 0.05) between the experimental and control groups, indicating the effectiveness of this approach in increasing motivation to learn mathematics.
Multidimensional Patterns of Primary School Students’ Difficulties in Solving Higher-Order Thinking Problems on Mixed Arithmetic Operations Sarmilah; Indrie Noor Aini; Rina Marlina
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v8i1.16981

Abstract

The integration of higher-order thinking skills (HOTS) into primary mathematics education requires students to engage in complex reasoning; however, many students continue to experience significant difficulties, particularly when solving problems involving mixed arithmetic operations. This study aims to analyze the multidimensional patterns of students’ difficulties by examining cognitive, affective, and pedagogical factors that influence their problem-solving processes. A qualitative descriptive design was employed, involving one mathematics teacher and three primary school students representing high, medium, and low achievement levels. Data were collected through document analysis, questionnaires, classroom observations, and in-depth interviews, and analyzed using thematic analysis with triangulation across data sources. The findings reveal that students’ difficulties are inherently multidimensional. Cognitively, students demonstrate fragmented reasoning and limited relational understanding, relying on procedural strategies without fully integrating conceptual structures. Affectively, cognitive overload, anxiety, and low confidence reduce students’ persistence and lead to avoidance behaviors such as guessing. Pedagogically, the dominance of procedural instruction and limited exposure to HOTS-oriented tasks contribute to algorithmic dependency and restrict the development of flexible problem-solving strategies. These dimensions interact dynamically, forming a reinforcing cycle that hinders students’ ability to engage effectively with complex mathematical tasks. This study contributes to the field by proposing a multidimensional analytical framework that integrates cognitive, affective, and pedagogical perspectives in understanding students’ mathematical difficulties. The findings highlight the need for instructional approaches that simultaneously support conceptual understanding, manage cognitive load, and foster positive affective engagement. Such approaches are essential for enhancing students’ higher-order thinking skills and improving the quality of mathematics learning in primary education
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMK PADA MATERI TRIGONOMETRI Nopiyanti Dara Lestari; Rika Mulyati Mustika Sari; Rafiq Zulkarnaen; Indrie Noor Aini
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.24471

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), yang penting dikembangkan dalam pembelajaran abad ke-21. Namun, kemampuan tersebut masih tergolong rendah dan diduga berkaitan dengan faktor psikologis siswa, salah satunya self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMK materi trigonometri. Penelitian menggunakan penedekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 288 siswa kelas X SMK Negeri Batujaya Kabupaten Karawang tahun ajaran 2025/2026, dengan sampel sebanyak 167 siswa menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan angket self-efficacy yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya serta wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara self-efficacy dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, dengan nilai koefisien korelasi ? = 0,854 dan signifikansi ? < 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy siswa, semakin tinggi pula kemampuan berpikir kreatif matematisnya.   Kata kunci: Self-efficacy, kemampuan berpikir kreatif matematis, korelasi, trigonometri Abstract: Mathematical creative thinking ability is one of the higher-order thinking skills (HOTS) that needs to be developed in 21st-century learning. However, this ability is still relatively low and is assumed to be related to students’ psychological factors, particularly self-efficacy. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and vocational high school students’ mathematical creative thinking ability on trigonometry material. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 288 tenth-grade students of SMK Negeri Batujaya, Karawang Regency, in the 2025/2026 academic year, with a sample of 167 students selected using the Slovin formula. The research instruments included a mathematical creative thinking test, a self-efficacy questionnaire that had met validity and reliability criteria, and semi-structured interviews. Data were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test. The results showed a very strong positive relationship between self-efficacy and students’ mathematical creative thinking ability, with a correlation coefficient of r = 0.854 and a significance level of p < 0.001. This indicates that higher self-efficacy is associated with higher mathematical creative thinking ability. Keywords: self-efficacy, mathematical creative thinking ability, correlation, trigonometry.
Pengabdian Masyarakat: Upaya Peningkatan Hasil Belajar Materi Bilangan Bulat melalui Media Berkonteks Olahraga Kiki Nia Sania Effendi; Rina Marlina; Dany Aulia; Indrie Noor Aini; Falentine Handiani Fitri
SINAR SANG SURYA Vol 9 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4329

Abstract

Abstrak. Hasil belajar matematika masih rendah disebabkan kurangnya pemahaman peserta didik pada materi matematika yang dipelajari. Salah satu materi matematika yang penting dimiliki peserta didik adalah bilangan bulat karena materi ini digunakan pada hampir seluruh materi matematika dan matapelajaran lainnya seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Salah satu pendukung proses pembelajaran agar mencapai tujuannya yaitu penggunaan media pembelajaran karena guru matematika dalam proses pembelajarannya memerlukan adanya media pembelajaran yang dapat memudahkan peserta didik mempelajari materi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini yaitu media cetak berupa lembar kerja peserta didik Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan media audio-visual. Kolaborasi media pembelajaran ini akan menjadikan kegiatan pembelajaran lebih hidup dan akan meningkatkan fokus peserta didik pada setiap tahap proses pembelajaran berlangsung. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatnya hasil belajar matematika peserta didik khususnya pada materi operasi dasar matematika sehingga peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan matematika yang menggunakan operasi dasar matematika. Hasil kegiatan menunjukkan adanya ketertarikan peserta didik dan hasil belajar yang meningkat dilihat dari nilai tes sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan PkM.
Analisis Kesalahan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Matematika Transformasi Geometri Kelas IX Hanifah Zahra &#039;Ashri; Indrie Noor Aini
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v4i1.3191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika pada materi transformasi geometri kelas IX dengan teori Newman. Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan purposive sampling menimbang kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan inisial S1 untuk kategori tinggi, S2 untuk kategori sedang dan S3 untuk kategori rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan tes tertulis berbentuk soal cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kesalahan dalam keterampilan proses terlihat dominan dibandingkan kesalahan yang lain. Secara umum hal itu disebabkan karena peserta didik masih belum bisa melanjutkan prosedur solusi pemecahan masalah untuk menyelesaikan soal dengan baik dan banyaknya ketidaktelitian peserta didik pada proses perhitungan. Selain itu juga terdapat hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kesalahan yang terlihat oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal menurut teori Newman.
Systematic Literature Review: Digital Learning Media in Supporting Students’ Mathematical Representation Skills Putri Dewi Amelia; Ekasatya Aldila Afriansyah; Indrie Noor Aini
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 11 No 1 (2026): July
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v11i1.8234

Abstract

The growth of digital technology has opened up new opportunities to strengthen students' mathematical representation skills, particularly through learning media that are both interactive and contextual. With this in mind, the present study seeks to examine research trends, the types of digital learning media used, the educational levels involved, and the aspects of mathematical representation that have been explored. A PRISMA-based Systematic Literature Review was conducted by examining and synthesizing evidence from 33 relevant studies published between 2016 and 2025. The findings reveal a consistent upward trend in studies examining digital learning media. GeoGebra emerges as the most dominant tool, used in 36% of the reviewed research, followed closely by digital learning materials like e-modules and e-worksheets (24%) and audiovisual media (15%). Interestingly, junior high school appears to be the most common educational level studied, with most research giving particular attention to visual representation. Research is predominantly conducted at the junior high school level, with a primary focus on visual representation. Meanwhile, verbal representations have been relatively under-studied, indicating a research gap. These findings suggest that the development of digital learning media needs to be balanced to support all aspects of students’ mathematical representation skills.