Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU DENGAN PENERAPAN PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN PADA KEDAI DI NEGERI RUMAH TIGA DUSUN WAILELA PANTAI Wally, Kumala; Dolang, Mariene Wiwin; Sely, Moh. Dahlan; Ibrahim, Ilyas; Sinay, Herlien
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.47

Abstract

Latar belakang : Penjamah makanan atau (Food handler) adalah seseorang yang melakukan kontak secara langsung terhadap makanan dan juga peralatan yang digunakan utuk mengolah dan menyajikannya. Menurut WHO makanan merupakan merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh manusia setiap saat dan di manapun serta memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar makanan yang dikonsumsi dapat bermanfaat bagi tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku dengan penerapan personal hygiene penjamah makanan pada Kedai di Negeri Dusun Wailela Pantai 2024. Metode Jenis penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional desain. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Analisa data dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian berdasarkan uji statistic chi-square didapatkan nilai signifikan p value = 0,000, berarti ada hubungan yang signifikan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku penerapan personal hygiene penjamah makanan pada kedai di Negeri Rumah Tiga Dusun Wailela Pantai Tahun2024. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan perilaku penerapan personal hygiene penjamah makanan pada kedai di Negeri Rumah Tiga Dusun Wailela Pantai Tahun 2024 dengan nilai p value = 0,000. Diharapkan kepada penyedia dan penanggung jawab agar dapat lebih meningkatkan personal hygiene pada penjamah makan pada Kedai di Negeri Rumah Tiga.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Higiene Menstruasi Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Dolang, Mariene Wiwin; Kiriwenno, Erlin
Biosel Biology Science and Education Vol. 9 No. 1 (2020): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.092 KB) | DOI: 10.33477/bs.v9i1.1327

Abstract

This study discusses the importance of health education about menstrual hygiene to the knowledge of young women. This research is a Pre Experiment research by designing One Group Pratt Posttest. The sample in this study were 35 male students of SMP Negeri 1 masohi who had menstruated. Data processing and analysis is done by computerization and presented in the form of frequency distribution and cross tabulation by using the Indepentent T Test if the data is normally distributed and if the data is not normally distributed the Wilcoxon test is used with a significance level of p
STRATEGI PENURUNAN ANGKA STUNTING: EDUKASI DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL UBI UNGU SEBAGAI MENU CEMILAN GIZI SEIMBANG MENCEGAH ANEMIA Thaifur, Andi Yaumil Bay R; Jumadi, Jumadi; Azis, Waode Azfari; Fitriani, Fitriani; Subhan, Muh; Amiruddin , Eky Endriana; Urufia, Wa Ode Nadziyran; Dolang, Mariene Wiwin
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.398

Abstract

Anemia merupakan gangguan gizi disebabkan oleh kekurangan zat besi terutama pada remaja putri yang kurang beruntung. Berdasarkan pedoman World Health Organization (WHO), remaja dikatakan mengalami anemia bila kadar hemoglobinnya kurang dari 12 mg/dl. Prevalensi anemia di Indonesia pada remaja putri usia 18-24 tahun berkisar 27.2%. Hal ini dapat disebabkan adanya peningkatan kebutuhan zat besi, penurunan asupan zat besi, pertumbuhan fisik yang cepat, kehilangan menstruasi, dan permintaan zat besi yang tinggi untuk pembentukan hemoglobin (Hb). pemenuhan zat besi dapat diperoleh dari konsumsi pangan lokal Indonesia salah satunya adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir). Tujuan pengabdian ini adalah memperkenalkan ubi ungu sebagai bahan pangan kaya nutrisi yang dapat diolah menjadi produk inovatif, seperti bolu, untuk meningkatkan asupan gizi dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi, khususnya zat besi, dalam pencegahan anemia. Metode pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test, melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan bolu ubi ungu, membagikan leaflet serta memberikan  bolu ubi  ungu sebagai intervensi  fisiknya. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank yang menunjukkan nilai Prob > |z| = 0,0000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh penyuluhan dan demo masak terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dan demo masak. Hal ini menunjukkan pula terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dan demo masak. Bolu ubi ungu berbahan dasar ubi ungu merupakan salah satu inovasi makanan yang dapat menurunkan angka prevalensi anemia.
PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-23 BULAN MELALUI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI BERBASIS INOVASI PANGAN LOKAL Mariene Wiwin Dolang; Rahma Tunny; Stenly J. Ferdinandus; Herlien Sinay
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35469

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan. Stunting memerlukan perhatian yang lebih besar, dikarenakan dapat menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif mereka jika tidak ditangani dengan hati-hati. Salah satu cara untuk mengatasi masalah stunting adalah dengan mengonsumsi hotong. Tanaman hotong atau yang dikenal dengan Hotong Buru (Setaria italica (L)) merupakan tanaman jenis alang-alang yang tumbuh subur di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman kader terkait stunting dan memberikan pelatihan pembuatan biskuit berbahan dasar hotong untuk mencegah stunting. Mitra dalam kegiatan ini adalah kader posyandu negeri lima sebanyak 26 peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan dan memberikan pelatihan secara langsung terkait cara membuat biskuit berbahan dasar hotong. Hasil pengabdian diketahui metode edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman responden dari rata-rata skor pengetahuan 49 menjadi 84 berdasarkan hasil kuesioner pre-test dan post-test. Evalusi dilakukan dengan melihat produk biskuit berbahan dasar hotong dan iklan online yang telah dibuat.Abstract: Stunting is a condition in which children experience growth disorders. Stunting requires greater attention because it can hinder their physical and cognitive growth if not handled carefully. One way to address stunting is by consuming hotong. The hotong plant, also known as Hotong Buru (Setaria italica (L)), is a type of reed that grows abundantly on Buru Island, Maluku Province. The purpose of this Community Service Program is to increase cadres' understanding of stunting and provide training in making hotong-based biscuits to prevent stunting. The partners in this activity were 26 Posyandu Negeri Lima cadres. The activity was carried out by providing outreach in the form of counseling and providing direct training on how to make hotong-based biscuits. The results of the community service program showed that the educational method successfully increased respondents' understanding from an average knowledge score of 49 to 84 based on the results of the pre-test and post-test questionnaires. Evaluation was conducted by examining hotong-based biscuit products and online advertisements that had been created.
Perception Of Pregnant Mothers And Willingness To Vaccinate Against Covid-19 Mariene Wiwin Dolang
International Journal Of Health Science Vol. 2 No. 3 (2022): November: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v2i3.416

Abstract

Pregnant women are a group that is vulnerable to Covid-19 due to physiological changes that result in changes in response to Covid-19 infection. Pregnant women with Covid-19 are at risk for preeclampsia, stillbirth, premature birth, and maternal death. The magnitude of the impact, it is necessary to have a Covid-19 vaccine to reduce the incidence and reduce the severity caused by Covid-19, especially in pregnant women. This study aims to determine the relationship between knowledge, perception, and disease history with the willingness of pregnant women to take the Covid-19 vaccine. This research is a descriptive analytic with a cross sectional study design. The population is all pregnant women in the second and third trimesters who are in the Work Area of ​​the Tomalehu Health Center, West Seram Regency, as many as 41 respondents. The sample is pregnant women in the second and third trimesters who are in the Working Area of ​​the Tomalehu Health Center as many as 37 respondents with purposive sampling. Processing and analysis using Chi Square test. The results showed that there was a relationship between perception (p = 0.000) and the willingness of pregnant women to vaccinate against Covid-19. Researchers suggest that health workers and the government should increase the socialization of giving vaccinations to pregnant women. vaccination coverage can be increased
Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Dasar Pangan Lokal Sebagai Inovasi Untuk Meningkatkan Tumbuh Kembang Balita Stunting di Desa Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Rahma Tunny; Ernawati Hatuwe; Fitria Umagapi; Mariene Wiwin Dolang; Suryanti Tukiman
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50685

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis. Stunting yang terjadi pada balita perlu mendapat perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak, seperti meningkatnya angka kesakitan dan kematian, tumbuh kembang anak yang buruk, meningkatnya risiko penyakit infeksi dan penyakit tidak menular di masa dewasa, serta menurunnya produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan anak stunting setelah diberikan nugget ikan tahu kelor, dimana makanan yang diberikan merupakan makanan yang sudah mengandung protein, vitamin, dan mineral yang tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pra Eksperimen dengan rancangan One Group Pratest Posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah balita stunting usia 24-59 bulan yang berada di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku sebanyak 30 balita. Analisa data menggunakan aplikasi SPSS versi 23 menggunakan uji paired sampel T test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perbedaan rat-rata berat badan balita sebesar 1,22 kg dan tinggi badan sebesar 0,95 cm setelah diberikan PMT, dimana terjadi perubahan berat badan dan tinggi badan antara sebelum dan sesudah pemberian PMT dengan p-value 0,000 yang artinya ada perubahan berat badan dan tinggi badan balita setalah mendapatkan PMT. Pemberian PMT Modifikasi berbasis kearifan lokal dalam hal ini nuget ikan tahu kelor dapat menjadi alternatif program penanggulangan stunting
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Desa Luhu Kecamatan Huamual Suryanti Tukiman; Dani Ely; Herlien Sinay; Mariene Wiwin Dolang; Rahma Tunny; Maryam Lihi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20324

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a public health problem with a prevalence that has remained high in the last 20 years. Hypertension is one of the factors causing non-communicable diseases that can have negative impacts on the social, economic and psychological aspects of individuals. Various efforts have been made to reduce the prevalence of hypertension, both as world targets and targets in Indonesia. The purpose of this study was to determine the Factors Related to the Incidence of Hypertension in the Luhu Village Community, Huamual District. The research method used in this study is descriptive analysis with a Cross Sectional approach. Conducted on June 24 - July 24, 2024 in RW 008 Papora, Luhu Village, Huamual District. Sampling using a simple random sampling technique with 175 respondents. The data obtained were analyzed univariately and bivariately using the chi square test. The results of this study are that there is a significant relationship between gender and the incidence of hypertension (p-value 0.040), there is a significant relationship between family history and the incidence of hypertension (p-value 0.000), and there is a significant relationship between the level of knowledge and the incidence of hypertension (p-value 0.000). Based on the results of the study, it shows that there is a relationship between gender, family history, level of knowledge and the incidence of hypertension in the community of Luhu Village, Huamual District Keywords: Hypertension, Gender, Family History, Level of Knowledge  ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tetap tinggi dalam 20 tahun terakhir. Hipertensi merupakan salah satu faktor terjadinya penyakit tidak menular yang dapat berdampak negatif dari aspek sosial, ekonomi serta psikologis individu. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan prevalensi hipertensi baik yang merupakan target dunia maupun target di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Desa Luhu Kecamatan Huamual. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional.Dilakukan pada tanggal 24 Juni – 24 Juli 2024 di Rw 008 Papora Desa Luhu Kecamatan Huamual.pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan responden sebanyak 175 responden. Data yang diperoleh dianalisis secar univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi (p-value 0,040), terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadan hipertensi (p-value 0,000), dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadan hipertensi (p-value 0,000). Bedasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan jenis kelamin, riwayat keluarga, tingkat pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Luhu Kecamatan Huamual Kata Kunci: Hipertensi, Jenis Kelamin, Riwayat Keluarga, Tingkat Pengetahuan
Faktor Kesediaan Melakukan Vaksinasi Covid-19 Pada Anak di SD Utari Slamet; Mariene Wiwin Dolang; Zulfikar Lating; Rahma Tunny; Ilyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1104

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 merupakan penyakit menular yang berkembang secara global sejak akhir tahun 2019 dan pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyebaran virus ini menimbulkan berbagai permasalahan di hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada anak usia sekolah. Namun, kesediaan orang tua dalam memberikan izin vaksinasi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama persepsi terhadap vaksin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesediaan orang tua dalam melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak di SD Negeri 2 Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 136 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia <35 tahun sebanyak 107 orang (78,9%) dan >35 tahun sebanyak 39 orang (21,3%). Berdasarkan pekerjaan, mayoritas responden adalah ibu rumah tangga sebanyak 108 orang (79,4%), wiraswasta 18 orang (13,2%), dan pegawai negeri sipil 10 orang (7,4%). Karakteristik anak menunjukkan usia >12 tahun sebanyak 113 anak (83,1%) dan <12 tahun sebanyak 23 anak (16,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi orang tua dengan kesediaan melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak dengan nilai p-value = 0,000. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi orang tua dengan kesediaan melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak di SD Negeri 2 Kairatu.
Determinan Kejadian Dermatitis pada Nelayan di Dusun Waemital, Negeri Pelauw Suryanti Tukiman; Rahma Tunny; Ety Dusra; Abd Rijali Lapodi; Mariene Wiwin Dolang; Dasmawati Sampolawa
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2026): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v16i1.4229

Abstract

Dermatitis is one of the most common occupational skin diseases among fishermen due to exposure to seawater, humid working environments, and low use of personal protective equipment (PPE). Data from the Pelauw Health Center indicate that dermatitis cases remain relatively high. The occurrence of dermatitis is influenced by several factors, including age, history of allergies, personal hygiene, and use of PPE. This study aimed to determine the determinants of dermatitis among fishermen in Waemital Hamlet, Pelauw Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency in 2025. This study employed a quantitative method with an analytical observational design using a cross-sectional approach. The study population consisted of all fishermen in Waemital Hamlet, totaling 35 respondents, using a total sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire covering age, history of allergies, personal hygiene, use of PPE, and dermatitis occurrence. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results showed that most respondents had dermatitis (85.7%), had a history of allergies (77.1%), did not use PPE (91.4%), and had poor personal hygiene (54.3%). The bivariate analysis showed no significant relationship between age and dermatitis occurrence (p = 1.000) or between history of allergies and dermatitis occurrence (p = 0.067). In contrast, there was a significant relationship between personal hygiene and dermatitis occurrence (p = 0.006), as well as between PPE use and dermatitis occurrence (p = 0.047). It can be concluded that personal hygiene and PPE use are factors associated with dermatitis among fishermen, while age and history of allergies are not significantly related. Improvement in clean and healthy living behavior and consistent use of PPE is needed to reduce the risk of dermatitis among fishermen.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pengolahan Nugget Ikan Tuna untuk Pencegahan Stunting di Desa Masnana Herlien Sinay; Fitria Umagapi; Zulfikar Lating; Abd. Rijali Lapodi; Mariene Wiwin Dolang; Rahma Tunny
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya pangan lokal yang melimpah. Salah satu upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan pangan bergizi berbasis sumber daya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan ikan tuna menjadi nugget sebagai alternatif pangan bergizi dalam upaya pencegahan stunting di Desa Masnana, Kabupaten Buru Selatan. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, pelatihan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan nugget ikan tuna yang diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader kesehatan, dan ibu yang memiliki balita. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui observasi selama pelaksanaan kegiatan, diskusi interaktif, wawancara singkat, dan penilaian terhadap kemampuan peserta dalam mempraktikkan pembuatan nugget ikan tuna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai stunting, pentingnya konsumsi protein hewani, serta pemanfaatan ikan tuna sebagai pangan bergizi bagi anak. Peserta juga mampu mempraktikkan pengolahan ikan tuna menjadi nugget secara mandiri sesuai tahapan yang telah diberikan. Luaran utama kegiatan berupa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan tuna menjadi nugget, tersusunnya produk olahan nugget ikan tuna sebagai alternatif pangan bergizi berbasis sumber daya lokal, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi perikanan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga berbasis olahan ikan tuna. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pengolahan ikan tuna menjadi nugget merupakan salah satu intervensi berbasis komunitas yang berpotensi mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan.