Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES AIR DINGIN TERHADAP NYERI LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM Mariene Wiwin Dolang
Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kebidanan Holistic Care Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kebidanan Holistic Care (JIKKHC)
Publisher : Stikes Graha Edukasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.595 KB)

Abstract

Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres air dingin terhadap nyeri luka perineum pada ibu post partum di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon tahun 2018. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pre-eksperimental dengan desain "one group pretest-posttes" bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres air dingin terdahap nyeri luka perineum dengan cara memberikan pretest terlebih dahulu sebelum di beri perlakuan, setelah di beri perlakuan kemudian dilakukan posttest. Sampel yang di ambil dalam melaksanakan penelitian ini adalah berjumlah 15 orang dengan menggunakan teknik incidental sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres air dingin terhadap nyeri luka perineum pada ibu post partum di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon. Diskusi: Kompres dingin bekerja dengan menstimulasi permukaan kulit untuk mengontrol nyeri. Terapi dingin yang diberikan mempengaruhi impuls yang dibawa oleh serabut taktil A-Beta untuk lebih mendominasi sehingga akan menutup impuls nyeri akan terhalangi. Simpulan: Berdasarkan analisa data yang ada maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres air dingin terhadap nyeri luka perineum pada ibu post partum di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat untuk meningkatkan pelayanan dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap ibu post partum yang mengalami luka perineum agar terhindar dari komplikasi yang mungkin timbul dan menurunkan tingkat nyeri yang dirasakan ibu post partum
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Paving Block dari Sampah Plastik Zulfikar Lating; Mariene Wiwin Dolang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5308

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan dapat ditimbulkan karena peningkatan sampah. Desa Negeri Lima merupakan desa yang terletak dipesisir wilayah pantai yang permasalahannya adalah kebanyakan rumah tangga belum mempunyai tempat pembuangan sampah dan masih melakukan pembuangan sampah disekitar rumah. Meningkatnya jumlah sampah dari hari kehari dapat menyebabkan terjadinya penumpukan sampah dan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Untuk mengurangi jumlah sampah di Desa Negeri Lima, maka diperlukan daur ulang sampah, khususnya sampah plastik. Salah satu cara untuk mendaur ulang sampah plastik agar menarik adalah dengan membuat paving block. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah kunjungan lapangan berupa pemberian sosialisasi kepada masyarakat dan pelatihan pembuatan paving block dari sampah plastik. Berdasarkan pelatihan yang dilaksanakan telah didapatkan hasil berupa peningkatan pemahaman masyarakat dari 55 menjadi 79 tentang sampah, pengolahan sampah dan cara membuat paving block dari sampah plastik. Kata Kunci : Penanganan Sampah, Sampah Plastik, Pembuatan Paving BlokABSTRACT Health problems and environmental pollution can be caused by an increase in waste. Negeri Lima Village is a village located on the coast of a coastal area where the problem is that most households do not have a garbage disposal site and still dispose of garbage around the house. The increasing amount of waste from day to day can lead to accumulation of garbage and lead to environmental pollution. To reduce the amount of waste in Negeri Lima Village, it is necessary to recycle waste, especially plastic waste. One way to recycle plastic waste to make it attractive is to make paving blocks. The method used in this service is field visits in the form of providing socialization to the community and training on making paving blocks from plastic waste. Based on the training carried out, results have been obtained in the form of increasing public understanding from 55 to 79 about waste, waste processing and how to make paving blocks from plastic waste. Keywords: Waste Handling, Plastic Waste, Paving Block Making
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Katuk terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Mariene Wiwin Dolang; Frisca P.A Wattimena; Erlin Kiriwenno; Sunik Cahyawati; Sahrir Sillehu
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.016 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v6i3.9570

Abstract

Breastfeeding is the process of giving milk to babies with breast milk from the mother's breast since the baby is born and at least 6 months to 2 years or more. According to WHO, pregnant women and postpartum mothers should be informed about the benefits and advantages of breast milk, especially because breast milk provides the best nutrition for babies and protects against disease. According to the 2016 strategic plan, the national target of providing 80% exclusive breastfeeding has not yet reached the target. This study aims to determine the effect of giving decoction of katuk leaves on breast milk production in postpartum mothers in the working area of Suli Health Center. The research method in this research is pre-experimental design with one group pretest – posttest. The results showed that there was an effect of giving decoction of katuk leaves on breast milk production in postpartum mothers in the working area of the Suli Health Center with a value of p = 0.000 (p <0.05). The conclusion is that there is an effect of giving boiled water from katuk leaves on breast milk production in postpartum mothers in the working area of the Suli Health Center Keywords: Breastfeeding, Breast Milk Production, Decoction of Katuk Leaves, Postpartum Mothers
EDUKASI PENANGANAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Mariene Wiwin Dolang; Jayanti Djarami; Epi Dusra; Yohanes Friyedo Simanjuntak
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11743

Abstract

Abstrak: Dismenore merupakan istilah medis yang terjadi pada saat menstruasi dan menimbulkan rasa sakit disebabkan oleh terjadinya kontraksi rahim. Dismenore bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan masalah yang secara berkala membuat seorang wanita menjadi tidak nyaman selama periode menstruasi. Tujuan pengabdian agar dapat meningkatkan pemahaman remaja di Dusun Kelapa Dua tentang penanganan dismenore. Pelaksanaan kegiatan pengabdian di Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Mitra dalam kegiatan ini adalah remaja putri yang berada di wilayah Dusun Kelapa Dua sebanyak 36 remaja. Kegiatan diawali dengan pembukaan, penyajiaan materi, dan diskusi. Hasil akhir dari kegiatan penyuluhan adalah sebanyak 91,6% remaja yang memberikan tanggapan yang positif dan mengalami peningkatan pemahaman tentang dismenore dan terjadi peningkatan pengetahuan dari rata-rata skro 5.28 menjadi 7.47 yang terlihat dari adanya antusias remaja ketika mendengarkan materi dan menjawab pertanyaan yang diajukan serta daya tarik yang besar untuk menerapkan apa yang terlah diberikan. Abstract: Dysmenorrhea is a medical term that occurs during menstruation and causes pain caused by uterine contractions. Dysmenorrhea is not a disease but a problem that periodically makes a woman feel uncomfortable during her menstrual period. The purpose of this community service is to increase the understanding of adolescents in Kelapa Dua Hamlet about the handling of dysmenorrhea. The implementation of service activities, namely Kelapa Dua Hamlet, Kairatu District, West Seram Regency. Partners in this activity are young women who are in the Dusun Kelapa Dua area as many as 36 teenagers. The activity begins with the opening, presentation of material, and discussion. The final result of the counseling activity was as many as 91.6% of adolescents who gave positive responses and experienced an increase in understanding about dysmenorrhea and an increase in knowledge from an average score of 5.28 to 7.47 which was seen from the enthusiasm of adolescents when listening to the material and answering the questions asked and great appeal to apply what has been given.
PELATIHAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA KELOMPOK NELAYAN DI KAWASAN PESISIR Zulfikar Lating; Mariene W. Dolang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14826

Abstract

Abstrak: Warga pesisir yang tinggal di Desa Tengah-Tengah sebagian besar bergantung pada laut. Sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan sebagian lainnya bekerja sebagai petani. Desa Tengah-Tengah Kabupaten Maluku Tengah para nelayannya sering mengalami kecelakaan Pada saat bekerja di laut. Terdapat banyak potensi resiko yang dapat terjadi seperti kapal bocor, terluka saat menarik jala, kelebihan muatan, dan tenggelam. Tujuan pengabdian ini agar memberikan pemahaman dan mendorong kesadaran para nelayan di Kawasan Pesisir Desa Tengah-Tengah Kabupaten Maluku Tengah. Mitra dalam kegiatan ini adalah nelayan Kawasan Pesisir Desa Tengah-Tengah 38 orang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: pemberian PreTest, Pemberian Edukasi, Pemberian Pelatihan, dan Evaluasi. Hasil akhir dari kegiatan ini yang diketahui setelah memberikan kuesioner dimana terdapat peningkatan, pengetahuan nelayan setelah pemberian edukasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja dimana sebelum penyuluhan rata-rata skor pemahaman responden 45.2 dan setelah penyuluhan meningkat menjadi 68.4. Evaluasi selama proses juga dilakukan dengan meminta 3 peserta secara acak untuk mengulang kembali gerakan pemberian Bantuan Hidup Dasar dan pemberian balut bidai.Abstract: The coastal residents who live in Tengah-Tengah Village are mostly dependent on the sea. Most work as fishermen and some work as farmers. Tengah-Tengah Village, Central Maluku Regency, its fishermen often experience accidents when working at sea. There are many potential risks that can occur such as a ship leaking, being injured when pulling the nets, being overloaded, and sinking. The purpose of this service is to provide understanding and encourage awareness of the fishermen in the Coastal Area of Tengah-Teng Tengah Village, Central Maluku Regency. Partners in this activity are fishermen from the Coastal Area of Tengah-Teng Tengah Village, 38 people. The implementation of activities is carried out through several stages, namely: giving pretests, providing education, providing training, and evaluating. The final results of this activity are known after giving questionnaires where there is an increase, fishermen's knowledge after providing education about occupational health and safety where before counseling the average respondent's understanding score was 45.2 and after counseling it increased to 68.4. Evaluation during the process was also carried out by randomly asking 3 participants to repeat the movement of giving Basic Life Support and giving splints.
Analisis Manajemen Kejadian Stunting pada Balita di Desa Waesamu Tahun 2023 Zulfikar Lating; Mariene Wiwin Dolang; Epi Dusra; Hamka Hamka; Wa Ode Satriawati Saendrayani
Jurnal Medika Husada Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober: Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v3i2.44

Abstract

Stunting is a condition that describes chronic malnutrition during the growth and development of children. Globally, around 149,2 million children under five suffer from stunting. Indonesia has the highest prevalence of stunting among children with middle and lower economies. The aim of this research is to analyze the management of stunting events in toddlers in Waesamu village, West Kairatu sub-district, West Seram Regency in 2023. The type of research used is a qualitative research method which is a research procedure that produces descriptive data. The informants in this study used key informants, namely the holders of the West Kairatu Health Center nutrition program and mothers of stunted toddlers who were in the village of Waesamu while the supporting informants were the head of the village of Waesamu. Data collection procedures carried out through interviews (interviews). The implementation of stunting programs in Waesamu village has been carried out well. The evaluation results showed that the number of stunted children under five in Waesamu village was 11 people and there were further assistance and intervention steps for stunting cases with the hope that it would reduce the stunting rate in Waesamu village. The obstacle in the management of stunting in Waesamu village is the lack of participation from pregnant women and toddlers who rarely visit the Posyandu. It is better if stunting is not only paid attention to by health workers but all stakeholders in the village, especially the community, who must pay attention to the surrounding environment so that they can support the village government and health workers to reduce the stunting rate in Waesamu village.
Perception Of Pregnant Mothers And Willingness To Vaccinate Against Covid-19 Dolang, Mariene Wiwin
International Journal Of Health Science Vol. 2 No. 3 (2022): November: International Journal of Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v2i3.416

Abstract

Pregnant women are a group that is vulnerable to Covid-19 due to physiological changes that result in changes in response to Covid-19 infection. Pregnant women with Covid-19 are at risk for preeclampsia, stillbirth, premature birth, and maternal death. The magnitude of the impact, it is necessary to have a Covid-19 vaccine to reduce the incidence and reduce the severity caused by Covid-19, especially in pregnant women. This study aims to determine the relationship between knowledge, perception, and disease history with the willingness of pregnant women to take the Covid-19 vaccine. This research is a descriptive analytic with a cross sectional study design. The population is all pregnant women in the second and third trimesters who are in the Work Area of ​​the Tomalehu Health Center, West Seram Regency, as many as 41 respondents. The sample is pregnant women in the second and third trimesters who are in the Working Area of ​​the Tomalehu Health Center as many as 37 respondents with purposive sampling. Processing and analysis using Chi Square test. The results showed that there was a relationship between perception (p = 0.000) and the willingness of pregnant women to vaccinate against Covid-19. Researchers suggest that health workers and the government should increase the socialization of giving vaccinations to pregnant women. vaccination coverage can be increased
Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Tamalanrea, Makassar Sinay, Herlien; Dolang, Mariene Wiwin; Soumokil, Yerry; Sillehu, Sahrir
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15119

Abstract

Efforts to improve the level of public health can be done through quality health services, so this is a necessity in every health service delivery activity. Therefore, research was needed that aimed to determine the relationship between the quality of health services and outpatient satisfaction at the Tamalanrea Community Health Center, Makassar. This type of research was an observational study with a cross-sectional approach. This research involved 87 community health center patients who were selected using accidental sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, and then analyzed using the Chi-square test. From the research results, the p value was obtained for each dimension of service quality, namely; tangible = 0.412, reliability = 0.002, responsiveness = 0.031, assurance = 0.046, empathy = 0.001. Thus, it could be concluded that community satisfaction with Tamalanrea Community Health Center services is related to the dimensions of reliability, responsiveness, assurance and empathy.Keywords: satisfaction; service quality; reliability; responsiveness; assurance; empathy ABSTRAK Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui layanan kesehatan yang berkualitas, sehingga ini merupakan suatu kebutuhan dalam setiap aktivitas pemberian layanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Tamalanrea, Makassar. Jenis penelitian ini adalah studi observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 87 pasien puskesmas yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, dan selanjutnya dilakukan analisis menggunakan uji Chi-square. Dari hasil penelitian diperoleh nilai p untuk masing-masing dimensi mutu pelayanan yaitu; tangible = 0,412, reliability = 0,002, responsiveness = 0,031, assurance = 0,046, empathy = 0,001. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas Tamalanrea berhubungan dengan dimensi reliability, responsiveness, assurance dan empathy.Kata kunci: kepuasan; mutu pelayanan; reliability; responsiveness; assurance; empathy
Determinants of Toddlers’ History with Stunting Incidence in the Coastal Community Dolang, Mariene Wiwin; Pelamonia, Anastasya; Simanjuntak, Yohanes Friyedo
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (April 2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.788

Abstract

The main nutritional problem in toddlers that is still commonly found in many countries around the world is stunting. Stunting is a chronic nutritional problem caused by long-term malnutrition. Infectious diseases and malnutrition can cause stunting. The aim of the study was to determine the relationship between the history of children and the incidence of stunting in the people of the Coastal Village of Kamarian. This research is an analytic survey research with a cross sectional design. This research was carried out on June 1 -31 2022. The sample in this study was 113 toddlers aged 2-5 years using total sampling. This study uses the Chi-Square test. The results showed that there were 22.9% (27 children) who were stunted. There is a relationship between birth weight (ρ=0.000), exclusive breastfeeding (ρ=0.013), infectious diseases (ρ=0.000), complementary feeding (ρ=0.002) and stunting. Low birth weight, exclusive breastfeeding, infectious diseases, and early complementary feeding (MP-ASI) can affect the incidence of stunting in children.
Ekologi Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting dengan Bolu Kelor, Penyedap Rasa Ikan Tongkol, dan Kerupuk Ikan Tongkol: Local Food Ecology for Stunting Prevention with Moringa Sponge Cake, Tuna Flavoring, and Tuna Crackers Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Eky Endriana Amiruddin; Wa Ode Nadziyran Urufia; Waode Azfari Azis; Jumadi; Fitriani; Muhamad Subhan; Mariene Wiwin Dolang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.7035

Abstract

Stunting terjadi ketika anak mengalami gizi kurang dalam jangka waktu yang lama (kronik). Desa Tongali merupakan salah satu desa yang berasa di Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi sebesar 37,01%. Kasus stunting di daerahn ini tertinggi kedua setelah Kabupaten Buton, namun prevalensi kasusnya tidak jauh berbeda secara signifikan. Perbaikan gizi masyarakat dengan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi solusi dalam pencegahan stunting di Desa Tongali, diantaranya dengan mengkonsumsi kelor dan ikan tongkol. Keduanya merupakan pangan lokal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat, namun belum diketahui luas bahwa kelor dan ikan tongkol dapat mencegah stunting, biasanya hanya diolah sebagai sayur dan ikan masak atau digoreng, serta dijual sebagai penghasilan masyarakat desa.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengani manfaat kelor dan ikan tongkol dalam mencegah stunting dan memberikan pelatihan untuk mengolah kelor dan ikan tongkol menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi berupa bolu kelor, penyedap rasa ikan tongkol, dan kerupuk ikan tongkol. Manfaat kegiatan ini adalah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tongali dalam mencegah stunting dengan memanfaatkan olahan pangan lokal dari kelor dan ikan tongkol. Kegiatan ini dilakukan tanggal 07 Oktober 2024 di Desa Tongali yang diikut oleh ibu-ibu PKK Desa Tongali sebanyak 40 orang. Kegiatan ini menhasilkan produk berupa bolu kelor, penyedap rasa ikan tongkol, dan kerupuk ikan tongkol, serta dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mencegah stunting dengan memanfaatkan pangan lokal dari kelor dan ikan tongkol. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi kelor dan ikan tongkol untuk mencegah stunting.