Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Virtual Reality-Based Learning Innovations in Early Childhood Education Benteng Martua Mahuraja Purba; Basuki Wibawa; Eveline Siregar; Ronald Sianipar; Dewi Lidya S
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.4718

Abstract

Early Childhood Education (PAUD) in Indonesia is designed for children under six to foster learning motivation and interest. However, young learners often focus more on play than education. Virtual reality (VR)-based learning offers innovative opportunities to enhance learning experiences and deepen material comprehension. This study utilizes a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR) of articles published in Indonesian journals. Primary data are derived from literature on virtual reality-based educational innovations aimed at increasing early childhood interest in learning. The findings reveal that virtual reality significantly enhances learning interest among early childhood learners compared to traditional methods. VR-based learning also improves educational outcomes, memory retention, and student engagement. These outcomes demonstrate the effectiveness of VR as a tool for stimulating curiosity and motivation in early learners. The study highlights the potential of virtual reality in early childhood education and its role in transforming traditional learning methods. By integrating VR, educators can create immersive and engaging experiences that align with the developmental needs of young learners. The findings emphasize the need to develop VR infrastructure and encourage its adoption in PAUD schools across Indonesia. The study advocates for educators to embrace VR technology to enrich early childhood learning, ultimately fostering greater interest and engagement among young learners.
Memahami Tantangan Shadow Teacher di SLB Rumah Kita Kota Batam Ellyzabeth Sinaga; Desetina Harefa; Dewi Lidya S; Riyana Laia; Agatha Pebrian M Naibaho
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v1i1.1-9

Abstract

Sekolah Luar Biasa Rumah Kita adalah lembaga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus yang mengalami masalah dalam memperoleh pendidik dan shadow teacher. Kekurangan pendidik dan shadow teacher menjadi permasalahan yang cukup mendesak untuk di selesaikan. Program studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini melaksanakan Tridarma dan roadmap dengan menjalankan PKM berkualitas dengan program PKM yang menjalin kerjasama perguruan tinggi dengan instansi Pendidikan SLB Rumah Kita Batam dengan melakukan pendampingan pembelajaran di SLB Rumah Kita dalam kegiatan menjadi Guru ABK dan dengan Shadow Teacher dengan tujuan pengembangan SDM dengan luaran PKM berbentuk metode penelitian kualitatif deskripsi di Jurnal ilmiah dalam negeri dengan mengacu kepada spritualitas dan science and technology. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ditemukan yaitu peserta PMK yang terdiri dari satu kepala SLB,  dua guru, empat walimurid dan 20 anak berkebutuhan khusus yang dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas SD atau SMPLB dan SMALB, berserta Tim PKM yang berjumlah dua puluh empat yang terdiri dari dua dosen dan dua puluh dua mahasiswa Angkatan II, Angkatan IV PK AUD STT Real Batam. PKM ini memberikan solusi masalah shadow teacher yang dibutuhkan di SLB Rumah Kita Batam menjalankan tugas sebagai pendidik sebanyak dua orang mahasiswa dan shadow teacher sebanyak 13 orang dengan melayani siswa sebanyak 13 anak didik, dengan hasil sangat baik yang diperoleh dari kepuasan pihak SLB Rumah Kita terhadap kinerja mahasiswa dalam pelaksanaan PKM tertuang dalam evaluasi kegiatan PKM, dari hasil evaluasi dapat diambil kesimpulan bahwa PKM yang dilakukan sangat membantu SLB Rumah Kita.
Pastoral Care, Diakonia, dan Dukungan Psikososial Awal Orang Dengan Gangguan Jiwa sebagai Praksis Missio Dei di Yayasan Talitakum Cahaya Batam – Rumah Singgah Kasih-Kasihan, Tanjung Piayu Batam Jabes Pasaribu; Selvyen Sophia; Timotius Mangiring Tua Togatorop; Renson Siahaan; Aprilius Nahak; Pestaria Sitorus; Michael Frisky Purba; Dewi Lidya Sidabutar; Linda Dewi Terserani Lase; Hana Priskila Saogo
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Penguatan Kapasitas dalam Teologi dan Praktik Pelayanan Gereja melalui Pendekatan
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The marginalization of People with Mental Health Disorders (Orang Dengan Gangguan Jiwa, ODGJ) in Indonesia unfolds within a paradoxical space, in which faith communities theologically called to be sites of restoration frequently reproduce stigma through spiritual and moral attributions of psychic suffering. The realities of pasung (shackling), structural poverty, and the limited provision of mental health services deepen such exclusion, while theological education in Indonesia has not yet fully addressed the disjunction between academic space and vulnerable bodies. This article offers a reflection on a community service program conducted by the Undergraduate Theology Program of STT Real Batam at Rumah Singgah Talitakum Cahaya Batam, with residents undergoing rehabilitation for mental health disorders as its target participants. The program was carried out through a participatory approach integrating pastoral accompaniment, spiritual education grounded in John 14:27, communal prayer, distribution of basic food supplies, and relational interaction. The impact analysis is constructed upon the integration of four theoretical frameworks, namely spiritual well-being, pastoral care, diakonia as reciprocal service, and missio Dei as participation in the work of God. The findings indicate that pastoral presence contributes to the existential well-being of participants, strengthens the social capital of the shelter, and forms ethical sensitivity and ministerial competence among theology students. Furthermore, the program demonstrates that ministry to ODGJ can be read as a locus theologicus that contests the charitable paradigm and shifts ministry toward diaconal resonance. The contribution of this article lies in proposing a model of contextual theological engagement that integrates psychosocial rehabilitation, student formation, and the church's mission for marginal communities.