Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan E-commerce Shopee Terhadap Perilaku Belanja Online Mahasiswa Kota Pekanbaru Arif Fathurrahman Nurza; Rina Susanti Susanti
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 7, No 02 (2025): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v7i02.14953

Abstract

The study seeks to examine students’ shopping behaviours on shopee and evaluate their impact through Jean Paul Baudrillard consumer society theory. Quantitative research methods are used with inferential statistical analysis. The study was located at the Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau. Data collection using questionnaires, observation, and documentation. The population of the study were undergraduate students of the Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau who used e-commerce shopee. The research sample consisted of 96 students. Sampling was conducted using purposive sampling, requiring participants to possess an active shopee account and to have utilised shopee for shopping consistently over the preceding four months. A basic regression test was employed for data analysis. The study’s findings suggest that pictures, symbols, simulations, simulacra, and hyperreality intrinsically drive students’ online purchasing behaviours driven by desire. The results of the data analysis indicate that Ha is accepted, which signifies an influence of shopee’s e-commerce on students’ online buying behaviours, as evidenced by a significance value of less than 0.10 (0.001 < 0.10).
COMMUNITY SOCIAL CAPITAL AS A STRATEGY TO REDUCE THE RISK OF FLOOD DISASTERS IN PELALAWAN REGENCY Rina Susanti; Achmaf Hidir; Yoskar Kadarisman; Teguh Widodo; Risdayati; Mochammad Latif Amin
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6945

Abstract

Pelalawan Regency is one of the areas most severely affected by annual flooding in Riau Province, particularly Kuala Terusan Village located at the confluence the Kampar and Batang Nilo Rivers. Despite living in a physically vulnerable area with flood heights reaching 100-180 cm annually, the community choosesremain resilient. This study aims: first, to identify elements of social capital possessed by the watershed community in Kuala Terusan Village in facing annual floods; second, to analyze the role of social capital in enhancing community capacity to reduce risks and accelerate disaster management. Using a qualitative approach with case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and focus group discussions with residents who have experienced repeated floods. The findings reveal that three dimensions of social capital social networks, collective norms and trust work synergistically as the community’s immune system. Social networks function as early warning systems through RT/RW structures, collective norms manifest in preventive mutual cooperation and collective economic strategies that transform floods into “blessings” through abundant fish catches, while high trust enables efficient asset security and aid distribution. This bottom-up strategy proves more adaptive rapid, and contextual in reducing flood risks compared to approaches solely relying on external interventions. This research contributes to expanding social capital theory in the context of recurring slow-onset disasters in rural river basin areas.
Kontrol Sosial Masyarakat Perkotaan terhadap Perilaku Menyimpang Remaja di Objek Wisata Danau Buatan Kota Pekanbaru Indah Sundari; Rina Susanti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i2.2015

Abstract

Kontrol sosial dalam penelitian ini dilakukan oleh masyarakat sekitar yang membentuk sebuah komunitas bernama Ikatan Warga dan Pemuda Danau Buatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui reaksi dan kontrol sosial anggota komunitas terhadap perilaku menyimpang pengunjung remaja di Danau Buatan dengan pendekatan teori kontrol sosial Emile Durkheim. Dilihat dari jenis analisis datanya termasuk pada penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan anggota komunitas yaitu sebanyak 52 anggota. Keseluruhan anggota populasi dijadikan sebagai sampel yaitu dengan menggunakan teknik sampel sensus. Data diperoleh menggunakan wawancara menggunakan kuesioner, Data yang telah terkumpul akan dilakukan perhitungan melalui pengukuran tendensi sentral dengan mendapatkan nilai mean, modus, nilai minimum dan nilai maksimum. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kontrol sosial represif merupakan kontrol sosial yang memiliki tingkatan paling kuat dilakukan oleh anggota komunitasdan perilaku menyimpang berpacaran merupakan perilaku menyimpang pengunjung remaja yang memiliki reaksi sosial paling wajar karena memandang perilaku tersebut sebagai hal yang wajar dilakukan.
Solidaritas Mahasiswa Papua di Perantauan Kota Pekanbaru Natalia Gultom; Rina Susanti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2701

Abstract

Artikel ini menyoroti solidaritas mahasiswa Papua di perantauan kota Pekanbaru. Tujuan penelitian untuk menganalisis bentuk solidaritas dan upaya mahasiswa Papua mempertahankan solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan perantauan. Dengan menggunakan teori solidaritas Durkheim, yang membedakan antara solidaritas mekanik dan organik. Teknik penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan pengumpulan data melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data terkumpul dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan interpretasi pola untuk memperoleh kesimpulan yang mendalam. Subyek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 6 mahasiswa Papua yang berstatus aktif kuliah di Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas mahasiswa Papua terwujud dalam berbagai bentuk seperti tolong menolong, gotong royong, kesukarelaan, toleransi, aksi sosial, agenda kebudayaan, dan iuran wajib. Upaya mempertahankan solidaritas dilakukan melalui kegiatan rutin seperti makan bersama setiap minggu, olahraga bersama, perayaan khusus seperti valentine, dan musyawarah untuk menyelesaikan masalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa solidaritas mahasiswa Papua terbentuk melalui interaksi spontan dari pengalaman bersama yang kemudian berkembang menjadi sistem organisasi formal seperti Himpunan Mahasiswa Papua Riau (HIMAPARI). Disimpulkan bahwa solidaritas mahasiswa Papua di Pekanbaru menggabungkan kedua bentuk solidaritas Durkheim secara harmonis, dimana solidaritas mekanik tetap mengakar kuat berdasarkan identitas budaya bersama sementara solidaritas organik memberikan struktur praktis melalui organisasi formal, sehingga menciptakan sistem dukungan yang efektif bagi mahasiswa perantau dalam menghadapi tantangan hidup di lingkungan yang berbeda dari kampung halaman mahasiswa Papua.
Makna Aksi Kamisan Bagi Pemuda di Kota Pekanbaru Ellya Syafriani; Rina Susanti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif tindakan pemuda dalam keterlibatannya pada Aksi Kamisan Pekanbaru serta memahami makna simbolik yang dimaknai oleh para peserta aksi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuh informan pemuda yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan, kemudian dianalisis menggunakan teori tindakan sosial Max Weber dan interaksionisme simbolik Herbert Mead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam Aksi Kamisan berdasar berbagai motif, seperti dorongan untuk menegakkan nilai-nilai HAM, memperluas jejaring sosial, menjalankan tanggung jawab organisasi, serta pengalaman pribadi sebagai bagian dari korban pelanggaran HAM. Sementara pemaknaan terhadap Aksi Kamisan dikonstruksikan sebagai gerakan konsisten, bentuk perlawanan terhadap impunitas, penegakan media nilai-nilai HAM, dan wadah solidaritas kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa melalui proses interaksi simbolik, Aksi Kamisan menjadi ajang terbentuknya kesadaran sosial pemuda terhadap pentingnya keadilan dan kemanusiaan.
PERAN KELUARGA DALAM PENDAMPINGAN DAN PEMULIHAN KEPADA ANAK YANG MENJADI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA DUMAI Muhammad Haviz Burahman; Rina Susanti
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence against children is a form of the serious problem that often occurs in Indonesia. In Riau Province, especially in Dumai City, the Dumai Timur District is the highest contributor to sexual violence against children in Dumai City. The aim of this research is to determine the role of families in assisting children who are victims of sexual violence and the role of families in the physical and psychological recovery of children who are victims of sexual violence. The research method used is descriptive qualitative research. The results showed that the process of assisting the family through assistance from reporting cases to the police and the trial, while the family recovery process brought the victim for a medical checkup, consulted a psychologist, took the victim for recreation regularly, did not bring up the incident that happened to the victim, transferred the victim to another school, and family therapy.
Pemanfaatan Livelihood Assets Untuk Ketahanan Ekonomi Komunitas Rural di Sekitar Kawasan Penyangga Taman Nasional Zamrud Yoskar Kadarisman; Nurhamlin Nurhamlin; Rina Susanti; Alika Nurmala Siregar
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1470

Abstract

This community service activity is carried out with the aim of providing knowledge and understanding to the community about the use of livelihood assets to increase the economic resilience of rural communities around the buffer area of the Emerald National Park. People in this region mostly live from natural products, but do not fully understand how to optimally manage assets to support economic sustainability. Education and counselingwas provided to the people of the buffer zone in Sungai Apit District, Siak Regency. Implementation of activities is carried out using counseling methods, focus group discussions (FGD) and direct mentoring. The implementation team consists of three lecturers and is supported by local community leaders. The activity participants consisted of members of the local community who showed positive responses during implementation. This response can be seen from the enthusiasm of the participants in discussions, sharing experiences and direct practice regarding the use of assets in managing natural resources in buffer areas. Management of livelihood assets, such as human, natural, social, physical and financial assets, is carried out using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The results of the community service show an increase in community knowledge, understanding and skills in managing natural resources sustainably, which contributes to improving economic welfare and the sustainability of the Zamrud National Park Buffer Zone. Knowledge increased by 23.4%. The community service activity process was published on the online media youtube https://www.youtube.com/watch?v=d6EtqNhVCVc and published on the online news media https://voxindonews.com/read/news/2024-10-06-tim-kjfd-sosiologi-unri-perkuat-kapasitas-masyarakat-Sekitar-taman-nasional-zamrud-siak.
Makna Anak Coki dalam Tradisi Pacu Jalur Dikecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi Dira Sespira; Rina Susanti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna Anak Coki dalam tradisi Pacu Jalur di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk menggali pengalaman dan pemaknaan informan terhadap Anak Coki dalam tradisi Pacu Jalur. Subjek penelitian terdiri dari pengurus jalur dan ninik mamak yang terlibat langsung dalam proses pemilihan dan pelaksanaan peran Anak Coki. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam peran serta gerakan Anak Coki sebagai makna dalam budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemilihan Anak Coki dilakukan secara terstruktur melalui tahapan penentuan kriteria, identifikasi calon, persetujuan orang tua, dan penetapan resmi yang melibatkan pengurus jalur serta tokoh adat. Proses mencerminkan nilai musyawarah dan kesepakatan kolektif dalam masyarakat. Makna Anak Coki tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga simbolik, yang meliputi simbol keberadaan sebagai identitas dan “ruh” jalur, simbol posisi sebagai penunjuk arah dan harapan, simbol atribut sebagai representasi nilai adat, kehormatan, dan kepemimpinan, serta simbol gerakan sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang mengatur ritme dan membangun semangat kolektif. Jenis kelamin Anak Coki sebagai anak laki-laki merupakan bagian dari konstruksi nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Anak Coki dapat dipahami sebagai representasi simbolik yang mengandung nilai budaya, sosial, dan spiritual dalam tradisi Pacu Jalur.
Dinamika Pelaksanaan Tradisi Pengantin Sahur: Pergeseran dari Rutinitas Menjadi Seremonial Rahmat Rifani; Rina Susanti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5860

Abstract

Salah satu tradisi dari Desa Pulau Palas yang masih bertahan hingga saat ini adalah tradisi Pengantin Sahur atau arakan Pengantin Sahur yang bertujuan membangunkan masyarakat untuk sahur. Tradisi Pengantin Sahur tetap dipertahankan dan dijaga oleh masyarakat Desa Pulau Palas di tengah derasnya arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perubahan yang terjadi dalam pelaksanaaan tradisi serta mengkaji makna sosial budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi dengan melibatkan 7 informan yang terdiri dari tokoh masyarakat, pelaku tradisi, dan pihak terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pengantin Sahur mengalami perubahan ketika dikemas dalam bentuk festival atau perlombaan, yang berdampak pada perubahan aktor, alat dan perlengkapan, waktu pelaksanaan, serta bentuk kegiatan. Perubahan ini juga menggeser makna tradisi dari fungsi sosial menjadi sarana hiburan, kreativitas, dan kompetisi antarkelompok masyarakat. Meskipun demikian, tradisi ini tetap mempertahankan nilai kebersamaan, solidaritas, dan identitas budaya masyarakat. Dalam perspektif teori fungsional struktural dengan konsep AGIL Talcott Parsons, perubahan ini mencerminkan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi, menetapkan tujuan baru, memperkuat integrasi sosial, serta mempertahankan nilai budaya. Meskipun mengalami transformasi, tradisi ini tetap mengandung nilai kebersamaan, solidaritas, dan identitas budaya masyarakat.
Menavigasi Ketidakpastian Ekonomi : Istri Nelayan Sebagai Agen Kesejahteraan Rumah Tangga Komunitas Pesisir Desa Teluk Rhu Teguh Widodo; Rina Susanti
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Juni: Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i3.11922

Abstract

This study analyzes the role of fishermen's wives in navigating household economic life in the coastal community of Teluk Rhu Village, Rupat Utara District, Bengkalis Regency. The economic uncertainty faced by fishermen's households is not only conjunctural but also structural, stemming from fish catches, dependence on ecological conditions, and limited access to stable resources. In this situation, the household's economic burden cannot be fully borne by the head of the family, resulting in the expansion of women's roles as active economic actors. This study uses a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were obtained through in-depth interviews, observations, and documentation of fishermen's wives who met certain criteria, then analyzed interactively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that fishermen's wives play a strategic role in responding to the economy through livelihood diversification, such as fishery product processing, small-scale trade, and informal household businesses. This role not only serves as additional income but also functions as a socio-economic adaptation mechanism that enables households to reduce poverty in high-risk conditions. In addition, fishermen's wives also contribute to financial management, strengthen social capital, and provide for the family's basic needs. These findings confirm that women are not only contributors to the household economy but also key agents in coastal families' economic resilience strategies, which are shaped through structural pressures and adaptation to needs.