Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Budaya Patriarki dalam Tradisi Sasak Lombok (Analisis Wacana Kritis dalam Kumpulan Cerpen Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan Karya Riyana Rizki) Fatihrahma, Mahyuni; Hilmiyatun, Hilmiyatun; Amrullah, Roni
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i10.4789

Abstract

This study examines the patriarchal culture present in Riyana Rizki's collection of short stories, Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan, through Sara Mills' approach. The purpose of this study is to find out the patriarchal culture that occurs in the merariq tradition in the tradition of the Lombok Sasak community. This study uses a descriptive qualitative method with a data blunt technique based on the results of readers' understanding of the collection of short stories and conducting interviews with the author and several readers. Data analysis was carried out by classifying data from short story excerpts based on the theme raised, and then analyzed using Sara Mills' theory, namely the position of subject-objects and the position of the reader. The results of the study show that the merariq tradition in the Sasak Lombok community, which is depicted in the short story "Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan," represents the strong patriarchal culture that is still inherent in social life. In this short story, men and customs are portrayed as the dominant subjects who have full authority in determining women's way of life. On the contrary, women are placed in the position of objects who must submit and accept the consequences of decisions made by men and society. Based on Sara Mills' critical discourse theory, it was found that this short story not only positions women as objects who are always blamed but also puts readers in a critical position to review the legitimacy of gender-biased customs. Readers are directed to empathize with the suffering of female figures while being invited to reject the truth claims built by the dominant voices of the culture. Thus, the short story "Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan" can be said to be a counter-discourse that not only records reality but also offers a sharp social critique of patriarchal culture and opens up a new space of awareness about the importance of gender equality.
SOSIALISASI PENGGUNAAN BAHASA SASAK SEBAGAI MEDIA BERCERITA PADA ANAK USIA DINI UNTUK PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH Wahidah, Baiq Yulia Kurnia; Putra, Agus Darma; Hilmiyatun, Hilmiyatun
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v1i1.12

Abstract

Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kesadaran bahwa pemertahanan Bahasa daerah khususnya Bahasa Sasak di kalangan anak usia dini perlu ditumbuh kembangkan. Hal tersebut sebagai upaya memperkenalkan sekaligus mengajarkan betapa pentingnya penggunaan Bahasa daerah dalam upaya pemertahanan Bahasa daerah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan adalah metode partisipatif, dengan menekankan pada keikutsertaan penuh dari peserta dalam proses sosialisasi, bukan hanya metode ceramah. Berpusat pada peserta artinya peserta digiring untuk mencari, menemukan dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan secara mandiri. Peserta melakukan praktik penilaian langsung di kelas real tempat mereka mengajar. Tindak lanjut dari kegitan sosialisasi adalah kegiatan pendampingan. Pendampingan dilakukan dengan tujuan untuk lebih menguatkan dan memperdalam pemahaman orang tua dan guru dalam mengenalkan Bahasa daerah Kepada anak usia dini di lingkungan masing-masing. Sehingga kedepannya, Diharapkan makin banyak analk-anak dari usia dini memiliki kecintaan terhadap Bahasa daerah mereka.
Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Bamboo Dancing Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Sahlan, Mohammad; Handayani, Suci; Hilmiyatun, Hilmiyatun; Listantia, Nora; Solihah, Fatimatus
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i2.2792

Abstract

This research aims to determine the effect of Bamboo Dancing type learning on student learning outcomes at Mertak Tombok Public Elementary School. This research is experimental research. The technique used is pre and post test with a total of 20 multiple choice questions. The pre-test is carried out before the learning process ends, carried out to determine students' main skills in the material to be studied, which consists of 20 multiple choice questions. The results of this research are that the application of the bamboo dance cooperative learning model can improve student learning outcomes with a post-test score of 72.28 in the experimental class and 64.25 in the control class. And the results of the independent t test were 0.01 in the experimental class and 0.02 in the control class.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Alat Indera Melalui Metode Observasi Pada Siswa Kelas IV SD Sehati, Rindu; Rambe, Titin Rahmayanti; Hilmiyatun, Hilmiyatun
Kitabah: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/kitabah.v2i1.11503

Abstract

This research aims to improve the ability of 4th grade elementary school students to identify sensory organs through the application of observation methods. The observation method is used as a learning approach that involves direct observation of the object being studied. This research involved 20 grade 4 students from SD Negeri 117856 Aek Korsik, Kualuh Hulu District, North Labuhanbatu Regency. Data was collected through pre- and post-tests, as well as observations of student learning activities. The research results showed a significant increase in students' ability to identify sensory devices after implementing the observation method. Data analysis also revealed that students showed greater interest and active involvement in learning through this method. The implications of this research highlight the importance of a learning approach based on direct experience in increasing students' understanding of abstract subject matter such as sensory systems.
Pelatihan Menyusun Modul Ajar Cerita Rakyat Berbasis Literasi Budaya Sasak Hilmiyatun; Muhammad Fauzi, Lalu; Latif, Abdul; Oktamayanti, Baiq Iftihar; Ikhsan, Fatanul
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.294

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif dan keterampilan praktis kepada guru dalam menyusun modul ajar cerita rakyat berbasis literasi budaya Sasak yang kreatif, sistematis, dan sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 1 September 2025 di SMAS Ulil Albab NW Ld. Jaran, Lombok Timur, dengan melibatkan 72 guru bahasa Indonesia yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMA Swasta Lombok Timur. Metode pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif dan praktis melalui ceramah interaktif dan workshop kolaboratif. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta sangat tinggi (93%), dengan 87.5% peserta berhasil menyusun modul ajar lengkap yang terintegrasi nilai-nilai kearifan lokal Sasak. Pelatihan tidak hanya berhasil membangun pemahaman konseptual tetapi juga mengembangkan kapasitas praktis peserta dalam mengembangkan bahan ajar berbasis budaya. Secara signifikan, kegiatan ini berhasil mentransformasi peran guru dari pengajar menjadi agen perubahan budaya, dengan 95% peserta menyusun rencana implementasi konkret di sekolah masing-masing. Meskipun menghadapi tantangan seperti keragaman pemahaman budaya dan variasi kemampuan teknologi, pendekatan diferensiasi dan pendampingan intensif berhasil mengatasi kesenjangan tersebut. Kegiatan ini telah menciptakan dampak berkelanjutan melalui terbentuknya komunitas pembelajaran profesional yang akan melanjutkan pelestarian warisan budaya Sasak melalui pendidikan formal.
Representasi Hierarki Kebutuhan Tokoh Park Tae-Jung dalam Drama Korea The Manipulated Kajian Abraham Maslow Naila Hayatin Nufus; Baiq Rismarini Nursaly; Hilmiyatun Hilmiyatun
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.19192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hierarki kebutuhan yang dialami oleh tokoh Park Tae-Jung dalam drama Korea The Manipulated Karya Oh Sang-Ho. Drama Korea ini mengisahkan tentang kehidupan seorang lelaki pengatar makanan yang hidupnya berubah total setelah mencoba membantu mengembalikan ponsel seorang wanita. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra dengan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow sebagai kerangka utama analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa pengamatan terhadap dialog, adegan, serta tindakan tokoh yang mencerminkan lima tingkat kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kebutuhan sosial, penghargaan, serta aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi diri Park Tae-jung berhasil dicapai secara optimal melalui keberhasilannya membongkar kejahatan An Yohan dan membersihkan kembali namanya di mata umum. Keberhasilan membalas ketidakadilan ini menjadi wujud pemenuhan potensi tertinggi dan pemulihan harga diri Tae-jung, mengubahnya dari korban yang tidak berdaya menjadi individu mandiri yang mampu meraih kembali keadilan hidupnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama Korea The Manipulated tidak hanya menampilkan konflik individu, tetapi juga merefleksikan realitas sosial masyarakat yang menyatakan bahwa seseorang dengan pangkat tinggi dapat bebas menginjak hidup orang lain
Cerita Rakyat Lombok Sebagai Wacana Sastra Pariwisata: Dialektika Ekonomi dan Ekologi Hilmiyatun Hilmiyatun; Lalu Fakihuddin; Titin Ernawani
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2621

Abstract

Penelitian ini menganalisis cerita rakyat Putri Mandalika sebagai wacana sastra pariwisata, dengan fokus pada dialektika ekonomi dan ekologi. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis (Norman Fairclough) melalui tiga level analisis: teks, praktik diskursif (wacana), dan praktik sosialbudaya. Data diperoleh dari teks cerita rakyat, brosur pariwisata, artikel media, dan dokumentasi festival bau nyale. Analisis data mengacu pada tiga dimensi wacana menurut Fairclough, yakni: analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial budaya. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dengan membandingkan teks cerita rakyat, brosur pariwisata, artikel media, dan dokumentasi festival bau nyale. Selain itu, triangulasi metode dilakukan melalui tiga level analisis wacana Fairclough, yaitu analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Putri Mandalika direpresentasikan dalam wacana pariwisata untuk meningkatkan ekonomi lokal, melalui UMKM, kuliner, dan sektor jasa, sekaligus menjadi ikon budaya Lombok. Di sisi lain, festival massal menimbulkan tekanan pada ekosistem pesisir dan mengurangi makna ekologis dari cerita rakyat. Dialektika ini menegaskan adanya tarik-menarik antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, di mana dominasi wacana ekonomi berpotensi mengorbankan nilai budaya dan keberlanjutan ekologi. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi sebagai praktik wacana pariwisata berkelanjutan jika pengelolaan menyeimbangkan aspek ekonomi, budaya, dan ekologi
PENERAPAN STRATEGI GRAFIK ORGANIZER BERBASIS BANK RIMA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA SMPN 1 MASBAGIK Mardiatul Husna; Hilmiyatun Hilmiyatun; Saufian Anhari
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/cexv5j68

Abstract

Kemampuan menulis puisi merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting untuk dikembangkan karena dapat meningkatkan kreativitas, kemampuan berekspresi, dan penguasaan kosakata siswa. Dalam pembelajaran menulis puisi, siswa memiliki beragam ide, pengalaman, dan potensi kreatif yang dapat dikembangkan melalui strategi pembelajaran yang tepat sehingga kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, memilih diksi, dan menyusun puisi menjadi lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa melalui penerapan strategi Grafik Organizer berbasis Bank Rima. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas VIII-8 SMPN 1 Masbagik. Data penelitian diperoleh melalui tes menulis puisi dan observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Tindakan dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Grafik Organizer berbasis Bank Rima mampu meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 66,3 pada tes kemampuan awal menjadi 81,4 pada tes akhir siklus I, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 28% menjadi 81%. Selain itu, aktivitas belajar siswa juga meningkat dari 50% menjadi 87,4%. Dengan demikian, strategi Grafik Organizer berbasis Bank Rima efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kata Kunci: Bank Rima, Grafik Organizer, Puisi
Kajian Stilistika Puisi “Kelinci” Karya Bening Tirtasari: Citraan, Diksi, dan Nilai Karakter Anak Isropiani Isropiani; Baiq Silvia Zahra Tuhry; Riza Mulia Junita; Aula Akbar; Hilmiyatun Hilmiyatun
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1645

Abstract

Penelitian ini berakar dari signifikansi puisi untuk anak sebagai alat pembelajaran bahasa dan sebagai media awal untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Puisi anak yang ringkas, relevan dengan pengalaman sehari-hari, dan mudah dicerna sangat berpotensi untuk membentuk rasa kasih, kepedulian, serta sensitivitas anak terhadap makhluk hidup di sekelilingnya. Namun, pemahaman mengenai aspek stilistika dalam puisi anak masih membutuhkan pengembangan, khususnya pada puisi Kelinci karya Bening Tirtasari yang menonjolkan keindahan bahasa secara sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan diksi, citraan, dan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam puisi tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian diambil dari teks puisi Kelinci oleh Bening Tirtasari, sedangkan sumber data berasal dari dokumen puisi anak yang memuat teks tersebut. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui studi pustaka dan pemahaman-catatan, sementara teknik analisis datanya menggunakan analisis isi melalui langkah-langkah identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan menarik kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa puisi Kelinci mengandung diksi yang sederhana, konkret, dan komunikatif sehingga mudah diterima anak. Puisi ini juga memanfaatkan citraan visual, taktil, dan gerakan yang kuat untuk memberikan kesan lucu, lembut, dan menggemaskan pada karakter kelinci. Secara keseluruhan, puisi ini mengangkut nilai karakter seperti kasih sayang, kepedulian, tanggung jawab, dan keinginan untuk merawat hewan peliharaan dengan sepenuh hati. Dengan demikian, puisi Kelinci karya Bening Tirtasari sangat layak menjadi objek kajian sastra anak karena selain memiliki keindahan bahasa, juga menawarkan pendidikan moral yang sesuai untuk dijadikan bahan ajar di tingkat sekolah dasar.
Representasi Karakter Sri Ningsih dalam Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye: Kajian Ekofeminisme Sri Rizkia Darma; Herman Wijaya; Hilmiyatun Hilmiyatun
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 8 No. 2 (2026): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v8i2.8645

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi karakter Sri Ningsih dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye melalui perspektif ekofeminisme. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menguraikan keterkaitan antara isu kesetaraan gender dan kesadaran lingkungan dalam karya sastra modern. Data penelitian berupa kata, kalimat, dialog, narasi, dan monolog yang menggambarkan karakter Sri Ningsih. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan membaca, mengidentifikasi, mencatat, dan mengklasifikasikan data, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi karakter Sri Ningsih dibangun melalui delapan karakter utama, yaitu sabar, kuat, patuh, berani, pemaaf, rajin, pantang menyerah, dan kreatif. Berdasarkan perspektif ekofeminisme, karakter-karakter tersebut merepresentasikan perempuan yang memiliki keteguhan, kepedulian, tanggung jawab, serta kemampuan mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi berbagai tekanan sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter Sri Ningsih mencerminkan nilai-nilai ekofeminisme yang menempatkan perempuan sebagai subjek yang memiliki kekuatan moral, daya juang, dan peran penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian ekofeminisme dalam karya sastra Indonesia.