Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Tumbuh Kembang pada Balita Usia 2-5 Tahun dengan Stunting dan Non-Stunting Armayanti, Luh Yenny; Putu Ayu Ratna Darmayanti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v12i1.184

Abstract

Indonesia termasuk dalam salah satu negara dengan angka prevalensi stunting tertinggi di ASIA. Stunting akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita dan mempengaruhi masa depannya kelak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perkembangan tumbuh kembang pada balita usia 2-5 tahun dengan stunting dan non stunting. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 49 balita usia 2-5 tahun menjadi responden dalam penelitian ini stunting yang berasal di daerah Blahbatuh Gianyar, yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa KPSP, timbangan berat badan, Mikrotoa. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, dan komparatif dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan bahwa pada balita yang mengalami stunting, sebanyak 10 orang menunjukkan penyimpangan perkembangan dan 2 orang meragukan, sedangkan pada balita non stunting sebanyak 6 orang perkembangannya meragukan dan 31 orang perkembangannya sesuai usia. Pada balita nonstunting rerata berat badan dan tinggi badan 15,72±2,3 kg dan 99,29±7,6 cm. Sedangkan pada balita stunting rerata berat badan dan tinggi badan 9,25±1,19 kg dan 86,91±5,0 cm. Berdasarkan hasil uji komparasi ditemukan terdapat perbedaan signifikan perkembangan dan pertumbuhanbalita usia 2-5 tahun dengan stunting dan non stunting dengan nilai p-0,001 (<0,05). Terdapat perbedaan signifikan perkembangan balita usia 2-5 tahun dengan stunting dan non stunting. Diharapkan para orang tua untuk menjaga kebutuhan balita khususnya pemenuhan nutrisi sehingga kondisi stunting dapat dihindari dan balita dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal Kata Kunci : Tumbuh Kembang, Balita, Stunting
Gambaran Tindakan Pencegahan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sukajadi Yuanti, Anika; Wulandari, Idah Ayu; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.396

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global. Kejadian kematian ibu yang berkaitan dengan anemia sebesar 40%. Prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia di Provinsi Sumatra Selatan pada tahun 2024 yaitu sebanyak 5305 kasus (7,4%). Pengetahuan ibu hamil tentang anemia merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk membantu mencegah terjadinya kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tindakan pencegahan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sukajadi tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2024 dimana populasinya adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Sukajadi dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menampilkan hasil frekuensi dan presentase. Dari 81 ibu hamil, sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun (82,7%), tingkat pendidikan SMA (38,3%), ibu rumah tangga (84%), multigravida (66,7%) dan usia kehamilan saat ini trimester 2 (46,9%). dan mempunyai tingkat pengetahuan cukup (87,7%). Diharapkan ibu hamil terus meningkatkan pengetahuannya khususnya tentang anemia ibu hamil dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan memberikan informasi kepada ibu hamil melalui kegiatan posyandu dan saat ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan.
Dukungan Suami Dengan Proses Adaptasi Psikologi Pada Ibu Nifas RSAD Denpasar Bali Ariani, Ni Komang Sri; Darmayanti, Putu Ayu Ratna; Santhi, Wulan Tertiana
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 3 (2022): EDITION NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i3.3050

Abstract

The postpartum period is the period after giving birth which is prone to postpartum depression. Psychologically, a woman who has just given birth often experiences mental distress, because the mother's emotions become unstable, sad, and easily offended. The husband's support is the most influential factor in adjusting the mother's emotional state. The study was to determine the relationship between the husband's support and the psychological adaptation process of postpartum mothers at the Denpasar Hospital in Bali. This research is an analytic observational study with a cross-sectional approach, a sampling method with total sampling within the number of samples is 50 people. The results showed that most of the postpartum mothers who receive good husband support (N=22; 38.8%) experienced a safe and smooth taking-in phase (N=14; 13.6%). Postpartum mothers who received less husband support (N=9; 20%) experienced a phase of taking in postpartum blues in as many as 3 people. There was a significant relationship between the husband's support and the psychological adaptation process of postpartum mothers at RSAD Denpasar (p0.001). Husband's support is very influential in maintaining the psychological stability of postpartum mothers and good husband's support can prevent postpartum blues.
KEPESERTAAN PROGRAM KB PADA MASA PANDEMI COVID-19 S, Wulan Tertiana; Sri Ariani, Ni Komang; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
Voice of Midwifery Vol 12 No 2 (2022): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v12i2.180

Abstract

Pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah dinamika kepesertaan program KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan kepesertaan program KB di Provinsi Bali. Penelitian kepesertaan program KB yang dilakukan khususnya tentang dinamika pemakaian metode kontrasepsi pada masa awal Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali dari Bulan Januari sampai dengan April 2020. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data hasil Laporan Pengendalian Lapangan Bulanan Kepesertaan KB (DALAP) dan data hasil Laporan Pelayanan Kontrasepsi (PELKON) oleh BKKBN Provinsi Bali. Hasil penelitian menemukan bahwa jumlah kepesertaan KB aktif pada masa awal Pandemi COVID-19 mengalami peningkatan kepesertaan, sedangkan kepesertaan KB baru mengalami penurunan kepesertaan. Sementara jumlah unmet need KB pada awal masa Pandemi COVID-19 menunjukkan data yang stabil. Hal ini disebabkan oleh peningkatan intensitas dalam penyuluhan dan operasional pelayanan KB yang dilakukan selama pandemi Covid-19. Kata Kunci : Covid-19, KB Aktif, KB Baru, Unmet Need
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MAGIC SPINNING WHELL TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SMPN 1 SERIRIT: EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MAGIC SPINNING WHELL TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SMPN 1 SERIRIT Asmari, Putu Juli; Dewi, Komang Ayu Purnama; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v7i1.221

Abstract

Maintaining the correct and adequate application of personal hygiene by teenagers can prevent infections and co-morbidities. The provision of health knowledge needs to be given through a media that is easy to understand and interesting, hence that teenagers are motivated to know, understand and accept the information given. One example is by using a colorful game media namely the magic spinning wheel. The purpose of this study was to identify the effectiveness of health education through the media of a magic spinning wheel on the personal hygiene knowledge of teenage girls at Junior High School 1 Seririt. This study employed a quantitative research design with the Pre-Experimental method through the One Group Pre-Test and Post-Test design. The sample recruited in this study was 89 teenage girls through probability sampling and simple random sampling. The data were analyzed through the Non-Parametric Wilcoxon Signed Rank Test. Results of the Wilcoxon Signed Rank Test had a p-value of 0.000. The treatment in the form of health education through the media of a magic spinning wheel was proven to be effective on the personal hygiene knowledge of teenage girls at Junior High School 1 Seririt. Conclusion it is suggested that health workers and teachers could use the magic spinning wheel media as one of the health education methods for teenage girls at school, hence it would be more interesting and could foster curiosity among teenage girls about health information.
ASI Eksklusif sebagai Faktor Protektif terhadap Insidensi Diare pada Bayi Hidayati, Ulfa; Nurtini, Ni Made; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1112

Abstract

Latar Belakang: Nutrisi alamiah terbaik yang dapat orang tua berikan kepada bayi ialah Air Susu Ibu (ASI). ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan penuh tanpa memberikan makanan tambahan apapun. Banyak manfaat dari pemberian ASI Ekslusif terhadap bayi, salah satunya adalah mencegah insiden diare pada bayi. Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan tehadap insiden diare di puskesmas Burneh, Kabupaten Bangkalan Madura. Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan cara Probability Sampling secara purposive sampling. Besar sampel sebanyak 108 orang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu orang tua atau wali bayi yang telah menandatangani informed consent, bisa baca tulis, dan memiliki bayi usia 6-12 bulan. Sedangkan, kriteria eksklusi yaitu bayi yang mengalami keracunan makanan, khususnya yang sudah MP-ASI, bayi yang mengalami alergi makanan atau obat-obatan tertentu, dan mengalami intoleransi susu sapi. Variabel bebas adalah penerapan ASI eksklusif dan variabel terikat adalah insiden diare pada bayi. Analisa penelitian dengan Uji Fisher Exact Test. Hasil: Peneltian ini menunjukkan bayi yang diberikan ASI Eksklusif hampir seluruhnya tidak mengalami diare sebanyak 86 responden (95,6%) dengan nilai p-value 0,001 (<0,05). Kesimpulan: ASI Eksklusif dapat menjadi faktor protektif terhadap insiden diare pada bayi usia 6-12 bulan. Sehingga, dibutuhkan edukasi secara teratur tentang pemberian ASI eksklusif guna meningkatkan kesehatan bayi.
Prediksi Stunting Berbasis Machine Learning melalui CERDIS: Cepat Resposif Deteksi Dini Stunting Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Dewi, Ida Ayu Utari; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v7i1.6486

Abstract

Stunting is a condition with long-term impacts on cognitive function and productivity, thus requiring accurate early detection to support effective interventions. This study aims to develop a machine learning–based stunting prediction application using the Support Vector Machine (SVM) algorithm, integrated into mobile and web-based systems. The development method follows the CRISP-DM framework to ensure a structured data mining process and incorporates the Behaviour Change Wheel (BCW) to encourage positive user behaviour change. A dataset of approximately 121,000 records obtained from Kaggle was used for model training. Evaluation using black-box testing demonstrated that the application achieved excellent system, information, and service quality, with a benefit score of 98%. The application was shown to improve diagnostic efficiency, enhance the accuracy of stunting risk identification, and support the acceleration of early intervention efforts in primary healthcare centres (Puskesmas). Its implementation is expected to contribute to reducing stunting prevalence and advancing the digital transformation of primary healthcare services. It is recommended that future development focus on optimising healthcare worker training, improving the user interface, and expanding system integration and service coverage to maximise application effectiveness.
Sinergi Komunitas Tani dan Kader Posyandu melalui Karangasem Gemilang: Gerakan Milenial Lawan Anemia dan Gizi Buruk Berbasis Pangan Fungsional Darmayanti, Putu Ayu Ratna; Antari, Ni Wayan Sukma; Widnyani, Ida Ayu Putu Ary
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24410

Abstract

ABSTRAK Desa Tianyar di Kabupaten Karangasem memiliki potensi mangga dan jambu mete yang belum diolah optimal serta menghadapi masalah anemia dan gizi buruk tinggi. Melalui program PM-BEM 2025, sinergi Kelompok Tani Taman Sari dan kader posyandu dilakukan untuk mengolah potensi lokal menjadi pangan fungsional Kukis Mangga Mete dan Granola Mangga Mete guna meningkatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat, mewujudkan Karangasem GEMILANG yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Memberdayakan masyarakat Desa Tianyar melalui sinergi Kelompok Tani Taman Sari dan kader posyandu dalam mengolah potensi lokal mangga dan mete menjadi produk pangan fungsional Kukis Mangga Mete dan Granola Mangga Mete guna meningkatkan nilai ekonomi hasil tani serta mendukung pencegahan anemia dan gizi buruk di Kabupaten Karangasem. Program dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui observasi awal dan FGD, edukasi gizi dan pangan fungsional, pelatihan produksi olahan mangga–mete, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre–post test dan observasi praktik. Program Karangasem GEMILANG meningkatkan pengetahuan peserta tentang pangan fungsional dari 6,5% menjadi 85,2%, serta keterampilan produksi, pengemasan, dan pemasaran produk MangMete Cookies dan MangMete Bar mencapai lebih dari 80%. Sinergi kelompok tani dan kader posyandu efektif memberdayakan masyarakat dalam pengolahan pangan lokal berbasis mangga dan mete, meningkatkan ekonomi desa, serta mendukung pencegahan anemia dan gizi buruk di Kabupaten Karangasem. Kata Kunci: Anemia, Gizi Buruk, Pangan Fungsional, Mangga, Mete.  ABSTRACT Tianyar Village in Karangasem Regency has great potential in mango and cashew cultivation; however, these local resources have not been optimally processed, while the community faces high rates of anemia and malnutrition. Through the PM-BEM 2025 program, a synergy between the Taman Sari Farmers Group and Posyandu health cadres is established to transform local agricultural products into functional foods Mango Cashew Cookies (MangMete Cookies) and Mango Cashew Granola Bars (MangMete Bars) aimed at improving both the community’s economy and health, realizing Karangasem GEMILANG as a healthy, productive, and competitive region. To empower the community of Tianyar Village through collaboration between the Taman Sari Farmers Group and Posyandu cadres in processing local mango and cashew resources into functional food products that enhance agricultural economic value and support anemia and malnutrition prevention in Karangasem Regency. The program was carried out using an educative–participatory approach through initial observation and FGD, nutrition and functional food education, training on mango–cashew product processing, group discussions, and evaluation through pre–post tests and practice observations. The Karangasem GEMILANG program increased participants’ knowledge of functional foods from 6.5% to 85.2%, while skills in production, packaging, and marketing of MangMete Cookies and MangMete Bars improved to over 80%. The synergy between farmer groups and posyandu cadres effectively empowered the community in processing local mango and cashew-based functional foods, improving the village economy and supporting anemia and malnutrition prevention in Karangasem Regency. Keywords: Anemia, Malnutrition, Functional Food, Mango, Cashew. 
Pengaruh Penggunaan Media Booklet terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Puskesmas Pupuan I Tabanan Ni Nyoman Ayu Trisya Utari; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; Putu Ayu Ratna Darmayanti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22016

Abstract

ABSTRACT The increasing incidence of children with developmental delays can be related to various factors, one being the insufficient awareness of parents regarding child development, which reduces their ability to give appropriate stimulation and identify delays in growth and development. Implementing booklet media for health education on child development is an effective method to improve the understanding and attitudes of women regarding this issue. To determine the effect of the implementation of booklet media on mothers' knowledge and attitudes about the development of toddlers aged 3-5 years at public health center Pupuan I. This study employed a pre-experimental design featuring a one-group pretest-posttest approach. There were 170 mothers who had toddlers aged 3-5 years at the public health center Pupuan recruited as a sample of the study. The data were analyzed using the Wilcoxon test.The findings showed that the average of the pretest was 64.50 (moderate knowledge), which increased to 76.88 (good knowledge). The average attitude of the pretest was 65.94 (negative attitude), which increased to 73.66, an increase of 7.72 points (positive attitude). There was a difference in the knowledge and attitude of mothers before and after being given a booklet media intervention with a p-value of 0.00 (0.05). In the attitude variable, the obtained p-value was 0.00 (0.05). There is an effect of booklet media on the knowledge and attitude of mothers about the development of toddlers aged 3-5 years at public health center Pupuan I. Keywords: Toddlers aged 3-5, Booklet, Knowledge, Development, Attitude.  ABSTRAK Tingginya kasus anak yang mengalami keterlambatan perkembangan disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya pengetahuan orang tua yang kurang tentang tumbuh kembang anak. Sehingga, kurang memberikan stimulasi dan mendeteksi adanya keterlambatan tumbuh kembang. Pendidikan kesehatan tentang tumbuh kembang anak dengan media booklet menjadi solusi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang perkembangan anak usia 3-5 tahun di Puskesmas Pupuan I. Jenis penelitian ini pre-eksperimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 170 ibu yang memiliki balita berusia 3-5 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pupuan I. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Rata-rata pada saat pretest sebesar 64,50 (pengetahuan cukup) meningkat menjadi 76,88 (pengetahuan baik). rata rata sikap pada saat pretest sebesar 65,94 (sikap negatif) meningkat menjadi 73,66 peningkatan sebesar 7,72 poin (sikap positif). Terdapat perbedaan bahwa pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi media booklet dengan p-value 0,00 (0,05). Pada variabel sikap diperoleh p-value 0.00 (0,05). Terdapat pengaruh dari media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang perkembangan anak usia 3-5 tahun di Puskesmas Pupuan I. Kata Kunci: Balita, Booklet, Pengetahuan, Perkembangan, Sikap.
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Wus Dalam Pemilihan Metode Kontrasepsi di Puskesmas Buntu Turunan Kabupaten Simalungun Cici Mei Sinaga; Idah Ayu Wulandari; Putu Ayu Ratna Darmayanti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.19056

Abstract

ABSTRACT Family planning is an effort to regulate pregnancy, childbirth, child birth spacing and age, protection and assistance in accordance with reproductive rights to form and realize a prosperous, quality, physically and mentally healthy family. To determine the factors that influence women of reproductive age in choosing contraceptive methods at Buntu Turunan Public Health Centre, Simalungun Regency. This study employed analytical survey method with cross-sectional approach. A sample of 100 people was taken using the total sampling technique. The data were collected using questionnaires and then analyzed using the fisher exact test. The majority of respondents (55 respondents; 55%) were in the non-high risk age group (20-35 years), multipara (74 respondents; 74%), elementary school graduates (58 respondents; 58%), and had a low level of knowledge about contraceptive methods (63 respondents; 63%). No correlation was found between age and the contraceptive method choice (p-value 0.822), and no correlation between education and contraceptive method choice (p-value 1.000). The study also found a significant correlation between parity and contraceptive method choice (p-value 0.002), and correlation between knowledge and contraceptive method choice (p-value 0.000) at Public Health Centre Buntu Turunan, Simalungun Regency. There is a significant relationship between parity and knowledge in the selection of contraceptive methods. Therefore, health workers are expected to provide consistent and continuous education about contraceptive methods for women of reproductive age. Keywords: Women of Reproductive Age, Contraception, Knowledge, Parity  ABSTRAK Keluarga berencana adalah upaya untuk mengatur kehamilan, kelahiran anak, jarak dan usia kelahiran anak, perlindungan dan bantuan sesuai hak reproduksi untuk membentuk dan mewujudkan keluarga yang sejahtera, berkualitas, sehat lahir dan batin. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi WUS dalam pemilihan metode kontrasepsi di Puskemas Buntu Turunan Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan Metode Survey Analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 100 orang yang diambil menggunakan Teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner dan dianalisis menggunakan uji fisher exact test. Sebagian besar responden pada kelompok usia tidak resti 20-35 tahun sebanyak 55 responden (55%), paritas Multipara sebanyak 74 responden (74%) dengan pendidikan dasar sebanyak 58 responden (58%), dan memiliki pengetahuan kurang sebanyak 63 responden (63%). Tidak ada hubungan usia terhadap pemilihan metode kontrasepsi (p-value 0,822), tidak ada hubungan pendidikan terhadap pemilihan metode kontrasepsi (p-value 1,000), ada hubungan paritas terhadap pemilihan metode kontrasepsi (p-value 0,002), dan ada hubungan pengetahuan terhadap pemilihan metode kontrasepsi (p-value 0,000) di Puskesmas Buntu Turunan Kabupaten Simalungun. Terdapat hubungan yang signifikan terhadap paritas dan pengetahuan dalam pemilihan metode kontrasepsi. Sehingga, petugas kesehatan diharapkan memberikan edukasi secara konsisten dan berkelanjutan tentang metode kontrasepsi pada Wanita Usia Subur. Kata Kunci: WUS, Kontrasepsi, Pengetahuan, Paritas