Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENINGKATAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI KARET PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI SANGIA KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Astuti Hendrawati; Irwan Irwan; Nurfidianty Annafi; Lukman Lukman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.6883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui penerapan permainan tradisional lompat tali karet di TK Negeri Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah anak-anak kelompok usia 5-6 tahun yang terdaftar di TK Negeri Sangia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan lompat tali karet secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik kasar anak-anak, yang terlihat dari peningkatan keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan fisik mereka. Selain itu, permainan ini juga membantu meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif anak dalam kegiatan fisik. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali karet efektif sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru di pendidikan Anak Usia Dini untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar.
Implementasi Metode Pembelajaran Berbasis Kelompok (Group Investigation) dalam Meningkatkan Partisipasi Aktif Siswa Kelas XI pada Pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 1 Kota Bima Nurinsa Safitriani; Irwan Irwan; Ferdiansyah Ferdiansyah
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 6 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i6.12026

Abstract

This study aims to describe the implementation of the group-based learning method (Group Investigation) in improving the active participation of eleventh-grade students in Akidah Akhlak learning at MAN 1 Bima City. The main focus is to obtain in-depth information regarding the implementation of the Group Investigation learning model and its impact on enhancing students’ active participation. The research method used is descriptive qualitative. Qualitative research emphasizes the quality and meaning behind phenomena, while the descriptive approach is used to narrate individual or group experiences through documentation and personal analysis. The results show that the implementation of the Group Investigation learning model is carried out through six stages: identifying topics and organizing them into research groups (grouping), planning investigations within groups (planning), conducting investigations (investigating), preparing the final report (organizing), presenting the final report (presenting), and evaluating achievements (evaluating). The implementation of the group-based learning method (Group Investigation) has proven to be highly effective in increasing the active participation of eleventh-grade students in Akidah Akhlak learning at MAN 1 Bima City. Overall, the application of the cooperative Group Investigation model encourages the creation of an interactive learning experience. Students become more confident in participating in discussions, expressing their opinions, and collaborating within groups to complete assigned tasks. Based on the analysis and discussion, it can be concluded that the cooperative learning model of the Group Investigation type provides opportunities for students to act as active learners as well as peer educators within their groups. Open interaction among group members fosters a pattern of cooperation that allows students to share knowledge, strengthen understanding, and enhance social values such as mutual trust, openness, and shared responsibility.
Kahoot-Based Play Learning to Improve Students’ Interest in Islamic Religious Education: A Classroom Action Research Fadillah Fadillah; Sri Jamilah; Irwan Irwan
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 6 No. 1: May 2026
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v6i1.16727

Abstract

Students’ learning interest in Islamic Religious Education (PAI) often tends to be low when the learning process is dominated by conventional teaching methods that provide limited interaction and engagement. The integration of digital learning media and play-based learning approaches is considered a promising strategy to create more engaging and participatory classroom environments. This study aims to analyze the implementation of the Kahoot application based on play-based learning to improve students’ learning interest in Islamic Religious Education. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design involving 35 students of class XI.4 at State Senior High School 4 Bima City, West Nusa Tenggara, Indonesia. Data were collected through participatory observation, open-ended interviews, and documentation. The findings show that the integration of Kahoot with play-based learning strategies significantly increased students’ participation and engagement in PAI learning. Participation increased from 20% in the pre-cycle stage to 77.14% in Cycle I, although it decreased to 62.86% in Cycle II due to technical constraints and student absenteeism. Overall, the learning process became more interactive and students showed greater enthusiasm toward the subject. Therefore, the implementation of Kahoot-based play learning can support the improvement of students’ learning interest in Islamic Religious Education. Future learning practices are recommended to strengthen technological infrastructure and classroom management to optimize the effectiveness of digital game-based learning.
KIPRAH TUAN GURU HAJI ABUBAKAR HUSAIN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI BIMA-NTB Irwan Irwan; Ihwan P Syamsuddin; Abdussahid Abdussahid; Umar Umar
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 5 No. 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i1.633

Abstract

Bima merupakan daerah dengan basis mayoritas penduduknya beragama Islam yang berada di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam konteks keagamaan, sejak dahulu masyarakat Bima dikenal dengan kelompok masyarakat yang taat beragama dan ahli dalam ilmu agama. Sehingga telah memunculkan berbagai tokoh dan ulama Nusantara di antaranya Syaikh Abdul Ghoni Bima (Guru Besar Madrasah al- Haramain) yang menjadi guru para tokoh- tokoh ulama ternama di Indonesia seperti KH. Hasyim Asy’ari. Meksipun demikian, pendidikan Islam tidak begitu berkembang di wilayah ini, sampai pada saat munculnya TGH. Abubakar Husain sebagai salah satu tokoh yang menginspirasi pengembangan pendidikan Islam di Bima. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dalam hal ini adalah data deskriptif tentang tokoh dengan pendekatan phenomenologist, pendekatan ini digunakan karena segala aspek yang berupa ide, gagasan dan kiprah TGH. Abubakar Husain dalam pengembangan pendidikan Islam dapat diteliti dan dicermati secara utuh. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, interview in-depth, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara berkesinambungan, yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini untuk menguji keabsahan data menggunakan satu teknik yaitu triangulasi, peneliti menggunakan dua teknik triangulasi yaitu; teknik triangulasi sumber dan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bentuk-bentuk pengembangan dilakukan oleh TGH. Abubakar Husain yaitu; (a) Membentuk Pengajian di rumah (b) membentuk lembaga/yayasan pendidikan Islam (c) membangun pondok pesantren (d) membangun madrasah dan sekolah (e) membangun majelis taklim al-Qur’an dan (f) membangun TPQ/BSTQ.
AGAMA VS ILMU AGAMA: SEBUAH PEMBACAAN TEORI EPISTEMOLOGIS ABDUL KARIM SOROUSH Abu Sufyan; Irwan Irwan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i1.734

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan teori penyusutan dan pengembangan yang digagas Abdul Karim Soroush dalam konteks historis dan fungsional. Tulisan ini disusun berdasarkan penelitian pustaka dengan membaca dan menganalisis kritis di antara karya intelektual asal Iran ini dan tulisan-tulisan lainnya yang memiliki tema serupa. Dengan mengambil wilayah pembahasan historis, tulisan ini menyimpulkan bahwa teori epistemologis Soroush tidak hanya bekerja untuk membedakan agama dengan ilmu agama: melainkan bagaimana ia juga mencoba mendamaikan dunia(wi) dan ukhra(wi) sebagai tindak lanjut dari gagasan kaum revivalis yang (menurutnya) belum matang sempurna. Kata kunci: penyusutan dan pengembangan, agama, ilmu agama.
PENGUATAN PERAN DAKWAH MAJELIS TA’LIM AN-NUR DESA ROMPO KECEMATAN LANGGUDU KABUPATEN BIMA Irwan Irwan; Ade Rahman; Syarif Hidayatullah; Mei Indra Jayanti
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v1i1.761

Abstract

Majelis tak’lim sebagai lembaga lembaga pendidikan non formal berkembang pesat di indonesia. Baik di kota-kota besar maupun di desa pasti terdapat mejelis taklim yang kebanyakan didominasi perempuan terutama kaum ibu. Belakangan banyak ibu-ibu yang mengikuti pengajian menggunakan seragam yang sama dan menunjukan ciri khas majlis taklimnya masing-masing. Majelis taklim bukan hanya bergerak dalm bidang keagamaan saja melainkan juga dibidang sosial dan budaya. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai suatu proses penguatan peranan para ibu-ibu majelis ta’lim dalam melakukan dakwah Islam yang berbasis pada gerakan amar ma’ruf nahi munkar terhadap generasi perempuan terutama para remaja putri dalam kehidupan sosial masyarakat khusus di Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada saat pendampingan kegiatan KKN-PAR melalui pelaksanaan seminar dan FGD bersama pengurus majelis ta’lim An-Nur Desa Rompo Kecematan Langgudu. Pengabdian inipun berorientasi pada penguatan pemahaman Islam dan strategi dakwah bagai para ibu-ibu majelis Ta’lim An-Nur Desa Romo Kecamatan Langgudu, sehinggga diharapkan mampu mengambil peranan dalam pengembangan kehidupan Islami bagi para kaum perempuan khusnya Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima.
PENINGKATAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI KARET PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI SANGIA KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Astuti Hendrawati; Irwan Irwan; Nurfidianty Annafi; Lukman Lukman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.6883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui penerapan permainan tradisional lompat tali karet di TK Negeri Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah anak-anak kelompok usia 5-6 tahun yang terdaftar di TK Negeri Sangia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan lompat tali karet secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik kasar anak-anak, yang terlihat dari peningkatan keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan fisik mereka. Selain itu, permainan ini juga membantu meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif anak dalam kegiatan fisik. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali karet efektif sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru di pendidikan Anak Usia Dini untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar.
Kolaborasi Antara Sekolah dan Orang Tua dalam Mencegah Penyimpangan Remaja Melalui Pendidikan Agama Islam Inang Inang; Irwan Irwan; Masita Masita
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 7 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i7.12139

Abstract

This study aims to describe the forms of collaboration between schools and parents in preventing adolescent deviant behavior through Islamic Religious Education (PAI), as well as to identify the challenges and strategies implemented at SMPN 2 Sape, Bima Regency. This research employed a qualitative descriptive method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the forms of collaboration include the use of communication books based on daily worship reports, regular meetings between parents and teachers, home visits, and joint religious activities. Efforts to prevent adolescent deviant behavior are carried out through contextual PAI learning, religious habituation programs such as Dhuha prayer, congregational Dzuhur prayer, Qur’an recitation, and short religious talks, as well as the implementation of an early detection system and student mentoring. The challenges encountered include parents’ limited time due to economic factors, low levels of parental education, suboptimal supervision of gadget use, and differences in religious understanding. This study concludes that the established collaboration is fairly effective but not yet optimal; therefore, strengthening communication and increasing parents’ continuous involvement are necessary.
Penggunaan Metode Inquiry untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMK Negri 1 Donggo Kecematan Donggo Kabupaten Bima Ratih Puspitasari; Syafruddin Syafruddin; Irwan Irwan
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 7 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i7.12162

Abstract

This study aims to address the low learning motivation of students in Islamic Religious Education (PAI) at SMK Negeri 1 Donggo. The primary issue identified is the dominance of conventional teaching methods, which result in student passivity and boredom. This research explores how the implementation of the Inquiry method can serve as a solution to foster active engagement and students' desire to understand religious values independently and critically. This research employs a Classroom Action Research (CAR) design following the Kemmis & McTaggart model, conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, acting, observing, and reflecting stages. The research subjects comprised 24 eleventh-grade students at SMK Negeri 1 Donggo. Data were collected using validated instruments, including student activity observation sheets and learning motivation questionnaires. Data analysis was performed using descriptive quantitative techniques to measure the percentage increase in learning motivation from the pre-cycle condition to the final cycle. The research findings demonstrate a significant and gradual increase in learning motivation. In the pre-cycle stage, the average student learning motivation was only 43.25% (low category). Following the implementation of the Inquiry method in Cycle I, this figure rose to 61.25% (moderate category). The peak was reached in Cycle II, where through improved investigative guidance, student learning motivation reached 83.75% (high category). These results confirm that the Inquiry method is effective in shifting the student learning paradigm from passive listeners to active discoverers of knowledge. This study is limited to a single class at SMK Negeri 1 Donggo, focusing specifically on the learning motivation variable. Practical implications of this study suggest that PAI educators should integrate contextual inquiry steps to enhance the quality of classroom interaction. Theoretically, this research reinforces the relevance of constructivism theory in religious education at the vocational high school level
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMAN 3 Kota Bima Rizka Amanda Khatimah; Taman Firdaus; Irwan Irwan
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 7 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i7.12209

Abstract

This study aims to describe the factors contributing to students’ low level of discipline and to explain the efforts made by Islamic Religious Education (PAI) teachers to improve student discipline at SMAN 3 Kota Bima. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that students’ low discipline is influenced by both internal and external factors. The internal factors include low self-awareness, negative habits carried over from previous levels of education, and low learning motivation, particularly in Islamic Religious Education subjects. Meanwhile, the external factors include the influence of peer groups, limited parental supervision, and the use of gadgets and social media. The efforts made by PAI teachers to improve student discipline include several strategies: providing exemplary behavior, habituating students to routine religious activities such as Dhuha prayer and congregational Dzuhur prayer, providing motivation and advice based on Qur’anic values, consistently implementing reward and punishment, and applying personal and collaborative approaches involving homeroom teachers, guidance and counseling teachers, and parents. This study concludes that PAI teachers play a highly strategic role in shaping students’ disciplined character through a holistic approach that integrates religious values, positive habituation, and multi-party collaboration.