Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH TERAPI NATURAL RESTORATIVE ENVIRONMENT (NRE) TERHADAP KECEMASAN : STUDI LITERATUR Reza Fahma Islami; Tri Hartiti; Sri Rejeki
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i1.1424

Abstract

ABSTRAK Kecemasan adalah gangguan kesehatan mental umum yang mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Meskipun ada berbagai perawatan yang tersedia untuk kecemasan, lingkungan restoratif alami telah mendapat perhatian sebagai pendekatan alternatif atau pelengkap. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengeksplorasi keefektifan lingkungan restoratif alami dalam pengobatan kecemasan. Pencarian database elektronik dilakukan secara komprehensif melalui PubMed, PsycINFO, dan Cochrane Library untuk studi relevan yang dipublikasikan antara 2010 sampai dengan 2021. Studi masuk dalam inklusi jika jenis uji coba terkontrol secara acak, studi observasional, atau tinjauan sistematis yang menilai keefektifan lingkungan restoratif alami dalam mengurangi gejala kecemasan. Sebanyak 17 studi memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 6 uji coba terkontrol secara acak, 9 studi observasional, dan 2 tinjauan sistematis. Lingkungan restoratif alami yang dievaluasi dalam studi ini termasuk ruang hijau, ruang biru, dan pengaturan alam lainnya seperti hutan, pegunungan, dan taman. Lingkungan restoratif alami seperti ruang hijau, ruang biru, dan pengaturan alam lainnya telah menjanjikan dalam mengurangi gejala kecemasan. Menghabiskan waktu di alam dapat memiliki efek restoratif pada pikiran dan tubuh, meningkatkan relaksasi dan mengurangi gejala kecemasan. Pemilihan suasana yang menunjang perawatan bisa diaplikasikan di dalam lahan praktek seperti di rumah sakit, klinik, ataupun dalam perawatan home care. Penggunaan warna, pengaturan suasana ruang nyaman akan mempercepat healing terutama dalam kondisi cemas karena proses perawatan. Kata Kunci: Natural Restorative Environment, kecemasan, terapi komplementer  ABSTRACT Anxiety is a common mental health disorder that affects many people around the world. Although there are a variety of treatments available for anxiety, natural restorative environments have received attention as an alternative or complementary approach. This systematic review aims to explore the effectiveness of natural restorative environments in the treatment of anxiety. A comprehensive electronic database search was performed through PubMed, PsycINFO, and the Cochrane Library for relevant studies published between 2010 and 2021. Studies were included if the type of randomized controlled trial, observational study, or systematic review assessing the effectiveness of natural restorative environments in reduce anxiety symptoms. A total of 17 studies met the inclusion criteria, consisting of 6 randomized controlled trials, 9 observational studies, and 2 systematic reviews. The natural restorative environments evaluated in this study included green spaces, blue spaces, and other natural settings such as forests, mountains, and parks. Natural restorative environments such as green rooms, blue rooms, and other natural settings have shown promise in reducing anxiety symptoms. Spending time in nature can have a restorative effect on the mind and body, promoting relaxation and reducing symptoms of anxiety. The selection of an atmosphere that supports treatment can be applied in practice areas such as in hospitals, clinics, or in home care. The use of color, setting a comfortable room atmosphere will accelerate healing, especially in anxious conditions due to the treatment process. Keywords: Natural Restorative Environment, Anxiety , Complementary therapy
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 : Literature Review Sri Rejeki; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah; Ika Riftiya Fitriyani; Eni Hidayati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.598 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i4.574

Abstract

Gejala mual muntah pada ibu hamil disebut dengan hyperemesis gravidarum yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan berat badan pada ibu hamil sehingga terjadi komplikasi seperti dehidrasi, asidosis metabolik. Penyebab dari heg sendiri idiopatik atau belum diketahui secara pasti. Hipeeremesis terjadi beberapa faktor baik dari hormonal, paritas, nutrisi sang ibu maupun dari faktor alergi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1. Desain literature review dengan pengumpulan data sekunder dari penelitian sebelumnya untuk kemudian dianalisis dan disimpulkan. Pencarian literature/penelusuan artikel publikasi menggunakan google scholar, Pubmed dengan memasukan kata kunci variabel dependen dan variabel independen. Selanjutnya artikel yang ditemukan sebanyak 79 artikel, namu yang sesuai teman dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi, didapatkan enam artikel dari Google Scholar dan Pubmed, selanjutnya artikel yang sesuai tema di olah untuk mendapatkan hasil yang signifikan u ibu hamil yang hiperemesis gravidarum semester 1. Berdasarkan enam artikel yang direview terdapat dua artikel yang tentang faktor-faktor terjadinya hiperemesis gravidarum dari segi Usia Ibu, dua artikel dari segi status gizi, satu artikel dari usia gestasi. Faktor yang mempengaruhi hiperemesis gravidarum ada trimester 1 terdapat beberapa kesimpulan diantaranya Usia, Gestasi, Status Gizi, Gravida, Paritas.
Penyuluhan dan Pelatihan Pijat Endhorphin dan Relaksasi Otot Progresif dalam Upaya Mengatasi Disminore pada Remaja di SMP Negeri 1 Lasem Pawestri Pawestri; Reina Dhamanik; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah; Sri Rejeki
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v2i2.10999

Abstract

Remaja merupakan individu yang memasuki masa periode transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan pada pertumbuhan dan perkembangan fisik, emosi, kognitif dan social. Disminore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penanganan disminore saat menstruasi melalui pijat endhorpin daan relaksasi otot progresif.  Pelaksanaan program pengabdian ini dengan menggunakan metode pendekatan awal dengan pengkajian, ceramah mengenai materi konsep mentruasi dan disminore serta latihan dengan pijat endhorpin dan relaksasi otot progresif. Evaluasi program dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dihadiri 96 remaja putri, adanya peningkatan pengetahuan remaja putri terkait penanganan non farmakologis pada idsminore saat menstruasi melalui pijat dan relaksasi.
Pengabdian Masyarakat Edukasi Ibu Hamil dan konseling Antenatal Care Terpadu di Wilayah Kecamatan Karimunjawa Nikmatul Khayati; Reina Dhamanik; Machmudah Machmudah; Sri Rejeki; Pawestri Pawestri
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v3i1.12428

Abstract

Pelayanan kesehatan selama kehamilan merupakan hal penting bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Upaya pelayanan tersebut merupakan pencegahan terhadap kondisi buruk yang dapat terjadi pada ibu hamil. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil kesehatan baik untuk ibu dan janin adalah dengan Antenatal Care. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dalam Rencana Strategi Dinas Kesehatan 2017-2022 (Renstra Dinkes) mengidentifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara terkait kesehatan ibu dan anak yaitu masih belum optimalnya pelayanan kesehatan ibu hamil K4 dan masih ditemukannya ibu hamil KEK yang diakibatkan salah satunya belum semua ibu hamil mendapatkan pelayanan KIA sesuai standar. Terkait dengan beberapa alasan tersebut maka dilakukan progam pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dan konseling Antenatal Care Terpadu (ANC) untuk ibu hamil. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ibu hamil antusias dan meningkat pengetahuan dengan adanya pemeriksaan ANC Terpadu dan pemberian edukasi konseling mengenai kehamilan terutama yang b eresiko. Dengan adanya kegiatan konseling ANC Terpadu meningkatkan taraf kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan untuk mencegah terjadinya komplikasi dalam kehamilan, semakin banyak ibu hamil yang sadar akan pentingnya pemeriksaan ANC Terpadu akan meningkatkan kepedulian ibu terhadap kehamilannya. 
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya Sri Rejeki; Warsono Warsono; Nikmatul Khayati; Eni Hidayati
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v2i2.11293

Abstract

Berdasarkan data hasil survei pada remaja Kabupaten Kendal tahun 2019 diperoleh 52 % remaja merokok, menonton gambar porno 95 %, 16 % remaja miras dan narkoba serta 7 % pergaulan bebas/ sex pra nikah dan lain-lain. Banyaknya remaja menganggur dan sering bergerombol dengan teman sebaya. Hal ini sangat memprihatinkan. Sudah banyak pihak yang berupaya untuk menangani permasalahan remaja, namun penangananya tidak secara komprehensif bersifat fragmented dan parsial. Sehingga penanganan tersebut tidak optimal.Permasalahan remaja yang disebutkan di atas berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi, dan seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. Akses untuk mendapatkan informasi bagi remaja banyak yang tertutup. Dengan memperluas akses informasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang benar dan jujur bagi remaja akan membuat remaja makin sadar terhadap tanggung jawab perilaku reproduksinya. Meski Puskesmas sebagai tempat Klinik Reproduksi Remaja (Klinik Peduli Remaja) sudah dicanangkan pemerintah, namun akses remaja terhadap tempat layanan tersebut sangatlah rendah. Beberapa data mengungkapkan bahwa setting ruangan, pola pelayanan, pola pakaian yang serba putih, terbatasnya jam buka, dan nilai-nilai normatif tenaga provider yang tidak gaul menjadi penyebab utama enggannya remaja datang ke tempat pelayanan tersebut.Dengan demikian remaja sangat membutuhkan adanya edukasi dan pendampingan remaja yang berfungsi memberikan informasi kesehatan khususnya kesehatan reproduksi dan segala permaslahanya,  deteksi sederhana masalah kesehatan. Selain itu juga dibutuhan tenaga (kader) yang siap meberikan konsultasi yang mudah di jangkau dan selalu siap yang dapat diambil dari kalangan remaja itu sendiri (Kader Sebaya) yang dapat berperan sebagai konselor sebaya dalam dalam penyelesaian masalah-masalah yang berdampak pada kesehatan reproduksi.
Cegah Stunting Berbasis Teknologi, Keluarga, Dan Masyarakat Much Nurkharistna Al Jihad; Ernawati Ernawati; Heryanto Adi Nugroho; Edy Soesanto; Siti Aisah; Sri Rejeki; Dewi Setyawati; Novitasari Novitasari
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v1i2.8683

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. Pada masa pandemi Covid-19 membuat target pencapaian penurunan angka stunting menjadi melambat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan stunting. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengkajian, pertemuan bersama warga, refreshing kader posyandu balita, sosialisasi program cegah stunting ners melalui handphone warga, pendampingan keluarga, serta pelaksanaan posyandu balita. Evaluasi program adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan stunting, kader posyandu dapat mengingat kembali serta melakukan tugas pada kegiatan posyandu balita. Adanya kendala tidak semua warga memiliki handphone android sehingga pelaksanaan masih ada yang dilakukan secara langsung.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Pasangan Usia Subur Dalam Pemilihan Jenis Kontrasepsi Keluarga Berencana di Desa Kumpulrejo Kaliwungu Kendal Sri Rejeki; Rozikhan Rozikhan
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpp.v1i1.1515

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk dalam mengatasi pertumbuhan penduduk dengan tujuan mengatur kehamilan. Ada beberapa macam jenis kontrasepsi dalam menkjalankan Keluarga Berencana. Namun seringkali pasangan usia subur masih bingung dalam menentukan jenis kontrasepsi tersebut. Sehingga seringkali muncul permasalahan dalam pemilihan jenis kontrasepsi yang tepat untuk pasangan usia subur. Untuk dapat membantu pasangan usia subur meilih jenis kontrasepsi perlu diselenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung pada pelayanan kesehatan reproduksi khususnya dalam pemilihan jenis alat kontrasepsi serta penguatan pemahaman yang berkaitan dengan pentingya kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan sehingga pasangan memahami dan dapat memilih jenis kontrasepsi yang tepat untuk diri dan pasangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan Kesehatan reptroduksi pasangan dan menjaga keharmonisan rumah tangga yang dibinanya. Dalam rangka mendukung pelayanan dan peningkatan pemahaman masyarakat tentangkesehatan reproduksi, maka diadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Hak-hak Reproduksi pada Pasangan Usia Subur dalam pelayanan Keluarga Berencana, di Desa Kumpulrejo Kaliwungu Kendal. Sebanyak 41 pasangan usia subur mengikuti kegiatan ini yang dilaksanakan dalan 2 kali pertemuan dalam 2 pekan.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM MANAGEMEN PENATALAKSANAAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PIJAT OKSITOSIN, PIJAT ENDORPIN DAN NUTRISI IBU HAMIL Pawestri Pawestri; Anita Rachmawati; Nurjanah Chaerani Simatupang; Selly Aprilia; Sri Rejeki; Reina Dhamanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v5i2.12730

Abstract

Dukungan dari lingkungan salah satunya peran dari kader kesehatan yang ada di wilayah akan meningkatkan keberhassilan ASI Eksklufif. Peranan kadar dalam mendukung peningkatan kesehatan bagi ibu menyusui sangatlah penting dalam hal pendampingan serta peningkatan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eklusif dan bagaimana penanganan tentang masalah Menyusui. Tujuan: ini  ingin memberdayakan  kader dalam mendukung kesuksesan pemberian ASI Eksklusif. Metode yang digunakan pendidikan kesehatan dan pelatihan tentang managemen Penatalaksaaan ASI Eksklusif pada kader. Sasaran  Pengabdian Masyarakat ini adalah Kader Posyandu dan BKB Balita Sehat Desa Dadapan RW 2 Sendangmulyo. Peningkatan pengetahuan kader dengan Pendidikan dan pelatihan tentang ASi eksklusif, nutrisi ibu menyusui, dan pealtihan pijat oksitosin dan pijat endhorphin. Hasil: Umur rata-rata responden 42 tahun (+ ), usia tertinggi 50 tahun dan terendah 31 tahun . Rata-rata pendidikan responden Sekolah menengah Atas (SMA) (60%), responden berpendidikan sarjana 3 (12%). Rata-rata  menjadi kader 4 tahun. Rata-rata pengetahuan kader tentang asi eksklusif, pijat oksitosin, pinat endhorphin dan nutrisi ibu menyusui sebelum pelatihan 2,2 (+1,242) kategori cukup, Rata-rata pengetahuan kader tentang Asi eksklusif, pijat oksitosin, pinat endhorphin dan nutrisi ibu menyusui setelah pelatihan 3,43 (+1,006) kategori baik. Pengetahuan dan ketrampilan Kader Kesehatan meningkat setelah dilakukan pelatihan managemen penatalaksanaan ASI Eksklusif dengan pijat oksitosin, pijat endhorphin dan nutrisi ibu menyusui dengan tingkat signifikansi < 0.05 tingkat kepercayaan 95%. Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan managemen penatalaksanaan ASI Eksklusif dengan pijat oksitosin, pijat endhorphin dan nutrisi ibu menyusui terhadap pengetahuan Kader Kesehatan (p value 0.000).
PENGARUH JENIS INTERVENSI DISTRAKSI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA ANAK: STUDI LITERATUR Nike Budiarti Indah Fajarwati; Sri Rejeki; Amin Samiasih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i2.1584

Abstract

ABSTRAK Nyeri adalah pengalaman yang tidak menyenangkan dan sering kali dialami oleh anak-anak dalam berbagai konteks, termasuk selama perawatan medis. Intervensi distraksi telah digunakan sebagai metode non-farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri pada anak-anak. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk menyelidiki pengaruh jenis intervensi distraksi terhadap penurunan intensitas nyeri pada anak-anak. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data elektronik seperti PubMed, Google Scholar, dan PsycINFO. Kata kunci yang digunakan meliputi "distraction intervention", "pain intensity", "children", dan "pain management". Studi yang ditemukan harus memenuhi kriteria inklusi yaitu melibatkan anak-anak sebagai subjek penelitian, menguji efek jenis intervensi distraksi terhadap intensitas nyeri, dan memiliki data yang relevan untuk diekstraksi. Dari studi literatur yang telah dianalisis, beberapa jenis intervensi distraksi yang telah diteliti meliputi musik, permainan video, cerita bergambar, bercerita, dan mainan. Studi-studi tersebut melaporkan hasil yang bervariasi dalam pengaruh intervensi distraksi terhadap penurunan intensitas nyeri pada anak-anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik dan permainan video dapat mengurangi intensitas nyeri pada anak-anak selama prosedur medis, sementara studi lain menemukan bahwa cerita bergambar, bercerita, dan mainan juga memiliki efek yang positif. Kesimpulan: Dari studi literatur yang ada, terdapat bukti bahwa jenis intervensi distraksi dapat mempengaruhi penurunan intensitas nyeri pada anak-anak. Namun, hasil-hasil yang ditemukan tidak konsisten antara studi-studi yang dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih terkontrol dan sampel yang lebih besar untuk mengklarifikasi pengaruh masing-masing jenis intervensi distraksi. Pemahaman yang lebih baik tentang efektivitas jenis intervensi distraksi ini dapat membantu dalam pengembangan strategi yang lebih efektif dalam manajemen nyeri pada anak-anak. Kata Kunci: "pain in children", "pediatric pain", "pain assessment", "pain management", "non-pharmacological interventions", dan "pain relief"
Implementasi Endorphin Massage terhadap Penurunan Skala Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Ayu Chamalia Rohma; Sri Rejeki
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i2.12841

Abstract

Perubahan fisik pada ibu hamil trimester III menimbulkan masalah nyeri punggung. Nyeri punggung yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan nyeri yang mengakibatkan susah beraktifitas, gangguan tidur, dan lain sebagainya. Nyeri punggung dapat diatasi dengan terapi nonfarmakologi salah satunya yaitu pemberian terapi endorphin massage. Studi ini bertujuan untuk mengetahui Asuhan Keperawatan ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung. Studi kasus menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung. Instrument yang digunakan yaitu Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur skala nyeri yaitu skala 0 berarti tidak nyeri, 1-3 nyeri ringan, 4-6 nyeri sedang, 7-10 nyeri berat dan SOP Endorphin massage dimulai dari pijatan atau sentuhan ringan dengan jari-jari dimulai dari lengan atas sampai bawah selama 5 menit, dan dilanjutkan pijatan dari leher turun sampai lumbal dengan arah kebawah atau V terbalik dilakukan selama 20 menit. Pijatan dilakukan 1x dalam waktu 30 menit. Hasil observasi setelah diberikan terapi didapatkan hasil ada penurunan skala nyeri pada pasien dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Keberhasilan ini disebabkan oleh rangsangan di permukaan kulit menghasilkan impuls yang dikirim melalui serabut saraf besar yang dapat memblokir reseptor nyeri sehingga pesan nyeri tidak sampai atau diterima oleh otak menyebabkan perubahan persepsi nyeri.