Claim Missing Document
Check
Articles

Mother's Efforts in Increasing Breast Milk Production Gadhis Yunita Sari; Yuni Puji Widiastuti; Istioningsih Istioningsih; Sri Rejeki
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 1 No 1 (2020): July-December 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia is only 42%. The low number of breast milk covers is due to the smooth production of breast milk. The smooth production of breast milk can be increased by various efforts, including maternal efforts. This research aims is to assess mothers' efforts to increase breast milk production. This research design is descriptif with crossectional design. The number of responden are 57 responden with total sampling. The results of this study represent the majority of mothers' efforts to increase breast milk production in the "less" category (64.9%) in Kebondalem Village. Efforts that have not been made by mothers during pregnancy, childbirth and breastfeeding, such as attending breastfeeding counseling and applying warm compresses to the breasts when they feel tight. The mother efforts that done during pregnancy are pregnancy exercise, consume vegetables that can improve breast milk produktion (lactogoge), also early breastfeeding initiation in childbirth periode and family support especially husband, psicological condition and comfort in post partum periode.
Metode Pemberian Cold Pack Untuk Menurunkan Tingkat Nyeri Pada Pasien Fraktur Haris Afandi; Sri Rejeki
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.9405

Abstract

Fraktur merupakan ancaman potensial maupun aktual terhadap inegritas seseorang, sehingga akan mengalami gangguan fisiologis maupun spikologis yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Nyeri tersebut adalah keadaan subjektifKdimana seseorang memperlihatkan ketidaknyamanan secara verbal maupun nonverbal. Manajemen non farmakologi merupakan manajemen untuk menghilangkan rasa nyeri dengan menggunakan teknik Cold Pack. Cold Pack efektif mengurangi nyeri fraktur. Tujuan Penelitian untuk mengetahui dengan metode pemberian cold pack untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien fraktur. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan asuhan keperawatan terhadap 2 responden yaitu menggambarkan tentang konsep klinis menurunkan tingkat nyeri pada pasien fraktur. Intervensi Pemberian kompres menggunakan cold pack dapat dilakukan dalam waktu, <5 menit, 5-10 menit dan 20-30 menit, yang dilakukan selama 3 hari. Instrument yang digunakan pada studi kasus ini yaitu lembar pengkajian dan lembar observasi pengukuran skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), untuk mengetahui penurunan skala nyeri. Berdasarkan analisa dan pembahasan mengenai masalah nyeri akut dengan intervensi pemberian terapi   cold    pack    terhadap perubahan    skala nyeri,    dimana didapatkan hasil terjadi penurunan skala nyeri selama 3 hari   pemberian. Terapi cold pack suatu metode yang efektif terhadap perubahan skala nyeri pada pasien fraktur.
SPOUSE'S COUNTER PRESSURE PRACTICE METHOD FOR REDUCING PAIN OF MOTHER'S IN FIRST STAGE LABOUR Sri Rejeki; Tri Hartiti; Nikmatul Khayati
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 2, No 1 (2015): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.75 KB) | DOI: 10.24990/injec.v2i1.16

Abstract

Introduction. Pain in childbirth cause the psychological disorders for mothers, such as 87% of postpartum blues, 10% of depression and 3% of psychosis. One method to reduce the pain of childbirth is to give counter pressure on the sacral region, but the application of this method is usually only done by health workers. The purpose of this study was to describe the practice of counter-pressure made by the husband and wife to relieve pain in labour. Method. Research method used descriptive analytic design. As the population were 40 husbands who waiting for their wifes at first stage of labour. The husbands have been trained about counter-pressure methods. The sampling method used consecutive sampling method. Result. Obtained 75% husbands did well for practicing counter-pressure method, 60% women claimed reducing of pain after given counter- pressure by their husband. Discussion. This is importance to spouse presence in first stage labour for reducing the pain of mothers in childbirth.Keywords: counter pressure method, pain of childbirth, the husband practices
Family Support for Anxiety Facing Menarche in School-Age Children Pawestri Pawestri; Sri Rejeki; Maudy Yolanda
Media Keperawatan Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2085.495 KB) | DOI: 10.26714/mki.6.1.2023.39-45

Abstract

The first menstruation (menarche) in early adolescents causes anxiety. Family support is needed in dealing with adolescent anxiety so that young women are ready to face menarches such as knowledge, age, self-perception, and attitudes. The research design is quantitative and descriptive using a correlational approach. This research was conducted in July - August 2022. The number of samples in this research was 50 people. Based on a family support survey conducted by SMP Negeri 29 Semarang for grade 7 students, 27 (54.0%) and 28 (56.0%) respondents had anxiety about family support. Based on the Spearman Rank test results, it has a p = 0.013, p a (0.013 0.05). The calculated coefficient value is 0.350 (35.0%), indicating a negative relationship. The degree of increase in the number of respondents increased directly proportional to the ratio of family support. Most respondents have moderate family support, namely 27 respondents (54.0%). The school hopes that the research findings will be able to become reproductive health learning materials or materials, given the importance of education related to reproductive health.
PENGARUH TERAPI NATURAL RESTORATIVE ENVIRONMENT (NRE) TERHADAP KECEMASAN : STUDI LITERATUR Reza Fahma Islami; Tri Hartiti; Sri Rejeki
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i1.1424

Abstract

ABSTRAK Kecemasan adalah gangguan kesehatan mental umum yang mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Meskipun ada berbagai perawatan yang tersedia untuk kecemasan, lingkungan restoratif alami telah mendapat perhatian sebagai pendekatan alternatif atau pelengkap. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengeksplorasi keefektifan lingkungan restoratif alami dalam pengobatan kecemasan. Pencarian database elektronik dilakukan secara komprehensif melalui PubMed, PsycINFO, dan Cochrane Library untuk studi relevan yang dipublikasikan antara 2010 sampai dengan 2021. Studi masuk dalam inklusi jika jenis uji coba terkontrol secara acak, studi observasional, atau tinjauan sistematis yang menilai keefektifan lingkungan restoratif alami dalam mengurangi gejala kecemasan. Sebanyak 17 studi memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 6 uji coba terkontrol secara acak, 9 studi observasional, dan 2 tinjauan sistematis. Lingkungan restoratif alami yang dievaluasi dalam studi ini termasuk ruang hijau, ruang biru, dan pengaturan alam lainnya seperti hutan, pegunungan, dan taman. Lingkungan restoratif alami seperti ruang hijau, ruang biru, dan pengaturan alam lainnya telah menjanjikan dalam mengurangi gejala kecemasan. Menghabiskan waktu di alam dapat memiliki efek restoratif pada pikiran dan tubuh, meningkatkan relaksasi dan mengurangi gejala kecemasan. Pemilihan suasana yang menunjang perawatan bisa diaplikasikan di dalam lahan praktek seperti di rumah sakit, klinik, ataupun dalam perawatan home care. Penggunaan warna, pengaturan suasana ruang nyaman akan mempercepat healing terutama dalam kondisi cemas karena proses perawatan. Kata Kunci: Natural Restorative Environment, kecemasan, terapi komplementer  ABSTRACT Anxiety is a common mental health disorder that affects many people around the world. Although there are a variety of treatments available for anxiety, natural restorative environments have received attention as an alternative or complementary approach. This systematic review aims to explore the effectiveness of natural restorative environments in the treatment of anxiety. A comprehensive electronic database search was performed through PubMed, PsycINFO, and the Cochrane Library for relevant studies published between 2010 and 2021. Studies were included if the type of randomized controlled trial, observational study, or systematic review assessing the effectiveness of natural restorative environments in reduce anxiety symptoms. A total of 17 studies met the inclusion criteria, consisting of 6 randomized controlled trials, 9 observational studies, and 2 systematic reviews. The natural restorative environments evaluated in this study included green spaces, blue spaces, and other natural settings such as forests, mountains, and parks. Natural restorative environments such as green rooms, blue rooms, and other natural settings have shown promise in reducing anxiety symptoms. Spending time in nature can have a restorative effect on the mind and body, promoting relaxation and reducing symptoms of anxiety. The selection of an atmosphere that supports treatment can be applied in practice areas such as in hospitals, clinics, or in home care. The use of color, setting a comfortable room atmosphere will accelerate healing, especially in anxious conditions due to the treatment process. Keywords: Natural Restorative Environment, Anxiety , Complementary therapy
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 : Literature Review Sri Rejeki; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah; Ika Riftiya Fitriyani; Eni Hidayati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.598 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i4.574

Abstract

Gejala mual muntah pada ibu hamil disebut dengan hyperemesis gravidarum yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan berat badan pada ibu hamil sehingga terjadi komplikasi seperti dehidrasi, asidosis metabolik. Penyebab dari heg sendiri idiopatik atau belum diketahui secara pasti. Hipeeremesis terjadi beberapa faktor baik dari hormonal, paritas, nutrisi sang ibu maupun dari faktor alergi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1. Desain literature review dengan pengumpulan data sekunder dari penelitian sebelumnya untuk kemudian dianalisis dan disimpulkan. Pencarian literature/penelusuan artikel publikasi menggunakan google scholar, Pubmed dengan memasukan kata kunci variabel dependen dan variabel independen. Selanjutnya artikel yang ditemukan sebanyak 79 artikel, namu yang sesuai teman dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi, didapatkan enam artikel dari Google Scholar dan Pubmed, selanjutnya artikel yang sesuai tema di olah untuk mendapatkan hasil yang signifikan u ibu hamil yang hiperemesis gravidarum semester 1. Berdasarkan enam artikel yang direview terdapat dua artikel yang tentang faktor-faktor terjadinya hiperemesis gravidarum dari segi Usia Ibu, dua artikel dari segi status gizi, satu artikel dari usia gestasi. Faktor yang mempengaruhi hiperemesis gravidarum ada trimester 1 terdapat beberapa kesimpulan diantaranya Usia, Gestasi, Status Gizi, Gravida, Paritas.
MANIPULATIVE BODY THERAPIES (MASSAGE EFFLEURAGE) MENURUNKAN INTENSITAS NYERI MENSTRUASI: LITERATURE REVIEW Syafika Putri Alya; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah; Sri Rejeki
Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Vol. 5 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikm.v5i2.1759

Abstract

Latar belakang: Nyeri menstruasi (Dismenore) merupakan gejala nyeri pada perut bagian bawah disertai dengan gejala biologis yang terjadi baik sebelum maupun selama menstruasi. Kondisi ini meyebabkan terganggunya aktifitas sehari-hari akibat rasa yang tidak nyaman. Prevalensi nyeri menstruasi di Indonesia sebanyak 55%, terdapat 15% di antaranya mengeluh tidak aktif berkegiatan karena dismenore. Terapi non farmakologi khususnya manipulative body therapies salah satunya Massage Effleurage dapat digunakan sebagai upaya pengobatan non farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Massage Effleurage ini memiliki berbagai macam manfaat salah satunya dapat mengurangi ketegangan pada otot sehingga dapat menurunkan intensitas nyeri. Tujuan: Mengetahui efek massage effleurage terhadap menurunnya intensitas nyeri menstruasi. Metode: Kajian literature ini menggunakan metode PICOS framework untuk mencari artikel pada database seperti Google Scholar, Science Direct. Artikel yang digunakan sebanyak 7 artikel dalam rentang 2018-2021 dan jenis penelitian Quasi-experimental dan Clinical trial study. Hasil : Karakteristik responden mayoritas memiliki siklus menstruasi yang teratur, dengan rentang 14 tahun – 43 tahun. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa intensitas nyeri sebelum intervensi adalah sedang dan intensitas sesudah diberikan intervensi adalah ringan.  Kesimpulan : Terdapat penurunan intensitas nyeri menstruasi dalam pemberian terapi massage berdasarkan konsep Gate Control Theory. Saran : Diharapkan terapi manipulatif dapat menjadi rekomendasi dalam pelayanan di fasilitas kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan reproduksi sehat. Kata Kunci: Efektifitas, Massage Effleurage, Nyeri Menstruasi.
THE EFFECT OF OXYTOCIN MASSAGE AND AROMATHERAPY ON REDUCING ANXIETY AMONG PRIMIPARA POSTPARTUM Denis Mulanita Pratiwi; Achmad Zulfa Juniarto; Sri Rejeki
Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Vol. 6 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikm.v6i1.2002

Abstract

Post partum is a critical period, especially for primiparous mothers. Mothers are faced with various changes, both physically and psychologically and in their social life. In the post partum phase, the mother will experience fatigue, changing roles, changing moods such as feelings of sadness and anxiety. Most postpartum mothers feel very anxious in adapting to their post-partum life. Previous research has shown that oxytocin massage can increase milk production and make mothers relax so that the feeling of tension is reduced. Aromatherapy also affects the level of anxiety of post partum mothers in milk production. This study aims to determine the effect of oxytocin massage and aromatherapy on reducing anxiety in primiparous postpartum mothers. This study uses a quasi-experimental design in the form of a pre-posttest design with a control group. The population of this study were all primiparous post partum patients who were in the inpatient room. The sampling technique used in this research is purposive sampling. The sample in this study were primiparous post partum patients on the first day (24 hours post partum), totaling 60 respondents, consisting of 30 respondents in the control group and 30 respondents in the intervention group. Based on statistical tests using the Wilcoxon test, the results were p = 0.000 <0.05, namely there was a difference in anxiety in primiparous postpartum mothers in the intervention group before and after being given the oxytocin massage and aromatherapy intervention. given the intervention (p = 0.000 < 0.05) with the mean rank of the intervention group (24.17) smaller than the mean rank of the control group (36.83) and there was a difference between the intervention group and the control group (p = 0.000 < 0 0.05) with the mean rank of the intervention group (39.43) greater than the mean rank of the control group (15.57). The conclusion obtained is that oxytocin massage and aromatherapy are effective in reducing anxiety in primiparous postpartum mothers. Key words : anxiety, oxytocin massage, aromatherapy, post partum, primipara
Penyuluhan dan Pelatihan Pijat Endhorphin dan Relaksasi Otot Progresif dalam Upaya Mengatasi Disminore pada Remaja di SMP Negeri 1 Lasem Pawestri Pawestri; Reina Dhamanik; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah; Sri Rejeki
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v2i2.10999

Abstract

Remaja merupakan individu yang memasuki masa periode transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan pada pertumbuhan dan perkembangan fisik, emosi, kognitif dan social. Disminore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penanganan disminore saat menstruasi melalui pijat endhorpin daan relaksasi otot progresif.  Pelaksanaan program pengabdian ini dengan menggunakan metode pendekatan awal dengan pengkajian, ceramah mengenai materi konsep mentruasi dan disminore serta latihan dengan pijat endhorpin dan relaksasi otot progresif. Evaluasi program dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dihadiri 96 remaja putri, adanya peningkatan pengetahuan remaja putri terkait penanganan non farmakologis pada idsminore saat menstruasi melalui pijat dan relaksasi.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Nikmatul Khayati; Sri Rejeki; Machmudah Machmudah; Pawestri Pawestri; Yunie Armiyati; Roni Sianturi
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v1i1.8682

Abstract

Masa remaja merupakan awal masa pubertas yang ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya hormon-hormon pubertas secara cepat. Pesatnya pertumbuhan tanda seks sekunder seperti pembesaran sel di payudara dapat menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara.  Kanker payudara merupakan kanker terbesar pada perempuan yang terjadi pada usia subur sekitar 42,1 per 100.000 penduduk. Perlu upaya deteksi dini yang dapat dilakukan dengan Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). SADARI atau Breast Self Examination (BSE) adalah metode sistematik untuk pemeriksaan adanya kelainan pada daerah dada terutama payudara sampai area ketiak dengan cara melihat/inspeksi dan meraba/palpasi yang dilakukan secara mandiri. SADARI merupakan tindakan yang aman, murah, sederhana dan efektif digunakan untuk deteksi dini Kanker Payudara. Tujuan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan skill remaja tentang SADARI. Tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara, faktor risiko, tanda dan gejala, upaya pencegahan, kanker payudara, waktu yang efektif untuk SADARI dan dapat melakukan praktik SADARI. Metode yang dilakukan berupa ceramah, diskusi, demonstrasi, dan redemonstrasi. Persiapan dilakukan bersama tim untuk pembagian tanggung jawab kegiatan dan persiapan media. Sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan evaluasi awal dan akhir terkait materi. Mayoritas 75% peserta berpengetahuan cukup untuk konsep kanker payudara dan 90% kategori kurang untuk skill SADARI. Setelah dilaksanakan kegiatan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dalam kategori baik sebesar  95% dan  90% memiliki ketrampilan dalam kategori baik untuk SADARI. Kegiatan ini perlu disebarluaskan dan ditingkatkan motivasinya agar perempuan memiliki kesadaran untuk rutin melakukan SADARI agar dapat mendeteksi kanker payudara secara dini.
Co-Authors Absori Achmad Solichan Achmad Zulfa Juniarto Adita Kusfaningrum Agustin Dwi Saputri Amin Husni Amin Samiasih Anis Nur Fatimah Anita Rachmawati Ariawan Soejonoes Aric Vranada Arief Yanto ARIEF YANTO Asmi Asmi Ayu Chamalia Rohma Ayu Chamalia Rohma Bahriati Khasanah Denis Mulanita Pratiwi Denis Mulanita Pratiwi Dera Alfiyanti Desi Sandra Fatmawati Dewi Setyawati Dwi Nur Rahmantika Puji Safitri Dwi Susilawati Dwi Tristiningdyah Edita Pusparatri Edy Soesanto Elis Hartati Elli Yus Setyaningrum Eni Hidayati Eni Hidayati Erma Pungki Ayu Nikhmah Ermayati Ermayati Ernawati Ernawati Fitri Nuroini Fitriani Nur Damayanti Gadhis Yunita Sari Haris Afandi Hendrik Hidayatullah Heryanto Adi Nugroho Ika Riftiya Fitriyani Istioningsih Istioningsih Kelik Wardiono Khoiriyah Khoiriyah Lusyana Nurhidayati Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Manoppo, Inggerid Agnes Maryati Mardjuky Maudy Yolanda Much Nurkharistna Al Jihad Muhammad Ali Muhammad Riza Setiawan Naswa Aliya Salsabilla Nike Budiarti Indah Fajarwati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Ninin Irani Novitasari Novitasari Nur Kalsum Mulsin Nurjanah Chaerani Simatupang Pawestri, Pawestri Priyo Sasmito Rahayu Astuti RANIDA ARSI Reina Dhamanik Reza Fahma Islami Rizka Febrianti Roni Sianturi Rozikhan Rozikhan Rozikhan Rozikhan Rozikhan Rozikhan Salsa Putri Kusumah Sarah Ulliya Sari Sudarmiati Satriya Pranata Selly Aprilia Siti Aisah Soenarjo Soenarjo Sri Adriani Steffy Putri Amanda Syafika Putri Alya Tri Hartati TRI HARTITI Tri Hartiti Tri Wahyu Novianti Vivi Yosafianti Pohan Wahyu Wahyu Wahyu Wahyu Wardah Tri Fauziyyah Warsono Warsono Yuni Puji Widiastuti Yuni Retno Santi Yunie Armiyati Yunie Armiyati4 Armiyati