Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Potensi Air Tanah Di Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara Menggunakan Geolistrik S-Field Multichanel Metode Wenner Kamur, Sudarwin; Iskandar, Ahmad; Awal, Samsi; Nasarudin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.333

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan penduduk dan meningkatnya pembangunan wilayah akibat keberadaan tambang nikel di Desa Mandiodo Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe. Bertambahnya luas lahan permukiman adalah konsekuensi dari peningkatan jumlah penduduk. Penambahan lahan permukiman tidak sebanding dengan ketersediaan air bersih yang ada. Kondisi ini menyebabkan masyarakat memanfaatkan air tanah sebagai sumber air bersih. Daerah Konawe Utara khususnya wilayah Kecamatan Molawe adalah lokasi tambang nikel memiliki air permukaan yang cenderung tercemari oleh aktifitas tambang, maka air tanah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, metode geolistrik memegang peranan penting dalam upaya mengetahui potensi air tanah di suatu wilayah. Metode resistivitas yang digunakan pada penelitian ini berkonfigurasi Wenner. Selanjutnya, hasil inversi software Res2DinV digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian. Lintasan pengukuran menggunakan spasi 10 meter dengan kedalaman pembacaan data 35 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa batuan yang berbeda memiliki nilai resistivitas yang berbeda. Nilai resistivitas hasil pengukuran dimulai dari 0,23–36948 Ωm. Nilai resistivitas yang mengandung air tanah berkisar antara 0,23 hingga 100 Ωm dan di beberapa tempat terindikasi sebagai sumber air asin/payau. Litologi penyusun akuifer di daerah penelitian berupa lapisan aluvium. Lapisan ini terdiri dari pasir dan kerikil. Potensi air tanah ditemukan pada kedalaman bervariasi mulai dari 5-35 meter
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA HOLIMOMBO DALAM PENGELOLAAN AIR TANAH SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH Iskandar, Ahmad; Kamur, Sudarwin; Syaiful, Muhammad; Hidayah, Euis Nurul; Rossyda Priyadarshini; Nurherdiana, Silvana Dwi; Asrianto, Rifky Asrianto; L, Irwan; urniawan, Ahmad Triantono K; Kadir, Muhammad Fajar Abdul; Risnawati, Risnawati; Juliawan, Enry
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.21053

Abstract

Desa Holimombo memiliki berbagai potensi sumberdaya alam. Potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Desa Holimombo yaitu potensi kelautan, geologi, serta hidrologi pariwisata. Salah satu permasalahan di Desa Holimombo yaitu tidak adanya sumber air permukaan. Sumber air yang dimanfaatkan masyarakat selama ini merupakan air yang keluar dari celah batu, tetapi mengalami percampuran dengan air laut (intrusi air laut) sehingga rasa air yang digunakan menjadi asin. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan air tanah sebagai sumber air bersih. PKM ini dilakukan di Desa Holimombo Kecamatan Wabula Kabupaten Buton pada tanggal 6 Oktober - 2 November 2023. Metode yang digunakan yakni sosialisasi, pengeboran air tanah, dan pelatihan pengukuran kualitas air. Pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan air tanah sebagai sumber air bersih berkontrubusi besar terhadap pembangunan daerah. Keberadaan air tanah hasil pengeboran di Desa Holimombo dapat menjadikan daerah tersebut mandiri akan sumber air bersih. Air yang selama ini digunakan dengan kondisi yang tidak layak minum sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 bisa ditinggalkan dengan adanya sumber air baru.
Edukasi Upaya Pencegahan Prilaku Bullying pada Siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Pelambua Irawan, Rifal; Julfikar; Asrul; Oktoria, Pegi; Nugroho, Dwi Kristiana; Masni; Mutmainah; Hikma Jaya, Andi; Nurfadillah; Asani, Nur Lina Putri; Rusni; Kamur, Sudarwin; Awal, Samsi; Iskandar, Ahmad; Chairuddin; Ernawati; Permana , Dian
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wdk.v7i1.16698

Abstract

Bullying is the act of using power to harm a person or group of people both verbally and psychologically, so that the victim feels depressed, traumatized and helpless. There are several impacts of bullying that need to be aware of because they can affect the mental health of both victims and perpetrators, such as triggering emotional disorders, mental problems, sleep disorders, decreased achievement, and so on. The purpose of this study is to increase students' awareness and understanding of the importance of respecting each other and the negative impact of bullying behavior. In this research, the methods used are literature studies and case studies. The results obtained were an increase in students' understanding of the definition and forms of bullying, including physical, verbal, and social bullying. Before the socialization, most students thought that bullying was only limited to physical violence, but after the socialization, they began to realize that actions such as mocking, excluding, and spreading rumors were also included in bullying behavior. Based on the results of the above research, it can be concluded that education on bullying prevention has not only succeeded in increasing student awareness, but also encouraging active participation from all elements of the school in creating a safer and more positive environment.
Pengembangan Kerajinan Kain Tenun Khas Buton Sebagai Pewarisan Budaya dan Pendorong Ekonomi Kreatif Masyarakat di Desa Gumanano Kabupaten Buton Tengah Baharudin, Baharudin; E., Hariyadi; A., Iskandar
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 1 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i1.9468

Abstract

Tradisi menenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Desa Gumanano Kabupaten Buton Tengah perlu untuk terus dilestarikan, namun tantangan yang dihadapi masih terdapat sebagian generasi muda memiliki minat yang rendah dalam mempelajari proses menenun kain tenun khas Buton. Disisi lain kain tenun khas Buton dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang bertujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses pembuatan sarun tenun sebagai pewarisan budaya dan upaya pngembangan kain tenun menjadi produk kreatif sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah pemerintah desa, pengusaha tenun, dan para pengrajin kain tenun Buton. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari lembar panduan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada tahapan analisis data, data yang dikumpulkan dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kain tenun khas Buton di Desa Gumanano masih menggunakan cara tradisional sedangkan bahan benang menggunakan benang buatan pabrik yang diperoleh dari bantuan pemerintah atau dibeli dari toko terdekat. Penggunaan berbagai jenis benang dalam menenun menghasilkan beberapa motif dan tekstur serta haraga yang bervariatif. Selain itu kain tenun Buton memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi beberapa produk kreatif seperti kampurui (ikat kepala), syal, tas, dan gantungan kunci yang memiliki variasi harga. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan kain tenun Buton dapat dikembangkan menjadi produk kreatif lainnya yang dapat meningkat ekonomi masyarakat di Desa Gumanano, Kabupaten Buton Tengah.
A Analisis Spasial Daerah Rawan Longsor Di Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka Iskandar, Ahmad; Kamur, Sudarwin; Kharisma, Gaby Nanda; Awal, Samsi; Hanusi; Hasan, Radif
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i2.324

Abstract

Kolaka Regency is an area with topographic conditions dominated by hills and steep slopes and has high rainfall intensity. Latambaga is one of the districts in Kolaka Regency which is prone to landslides. Therefore, this research aims to spatially analyze areas prone to landslides in Latambaga District, Kolaka Regency. This type of research is descriptive quantitative using data on slope slope, land use, rainfall and soil type. These data were analyzed using weighting and scoring. The research results of landslide hazard maps were created using GIS with the ArcGIS 10.3 software application through an overlay stage process. Based on the research results, it shows that the area is not prone to landslides covering an area of 2,519.83 Ha or 8.95%, the area is slightly prone to landslides covering an area of 12,775.49 Ha or 45.38%, the area is quite prone to landslides covering an area of 4,621.18 Ha or 16.41%, landslide prone areas are 3,874.94 Ha or 13.76% and very prone areas are 4,246.24 Ha or 15.08%.
Analisis Tinggi Gelombang Laut di Perairan Buton Selatan Hasrifin, Hasrifin; Iskandar, Ahmad; Nanda Kharisma, Gaby; Kamur, Sudarwin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.502

Abstract

Wave height information is very much needed by the people of South Buton, especially those who always use sea transportation, therefore this study aims to analyze the sea wave height in the waters of South Buton, using a quantitative descriptive method. The data collection technique is in the form of documentation. The data analysis technique used is a descriptive statistical analysis technique. Wave height information is very much needed by the community, especially in the shipping sector and fishermen in the waters of South Buton. The results of this study show that the wave height in South Buton varies greatly from January to December from 2019, 2020, and 2021. The months with great potential for high waves are January, February, April, and June with an average wave height of 1-3 meters with a wind speed of 4-15 knots. The lowest and moderate waves occur in March, May, July, August, September, October, November, and December. In these months, the average wave height reaches 0-2.5 meters with a wind speed of 6-15 knots.
Penggunaan Media Video Animasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X Di SMA Negeri Nuhu, Wa Nuhu; Hariyadi, Eko; Kamur, Sudarwin; Awal, Samsi; Iskandar, Ahmad; Nanda Kharisma, Gaby
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.513

Abstract

Abstrak: Between April and May of 2024, this study was carried out at SMA Negeri 2 Gu. Finding out how the usage of animated video learning materials affects class X geography students' learning results is the aim of this study. A one-grub-post-experiment pre-experiment design was used to conduct the study. where 32 pupils in a single class make up the sample. The pretest and posttest, which both consisted of essay-style questions, provided the research data. There are two sections to the data analysis that was done. Using the t-test formula, the first phase of the data analysis is descriptive statistical analysis, followed by inferential statistical analysis.Descriptive statistics of the research from two samples, on the pretest and postest data, were presented in the first study's results. In the second trial, the average pretest score was 58.90, and the average posttest score was 85.93. It can be inferred that Ha was accepted and Ho was not rejected because the substantial difference between the pretest and posstest results was demonstrated by the significant result value of 0.00 ≤ 0.05. Consequently, it can be said that the utilization of animated video content affects the geography learning outcomes of class X students at SMA Negeri 2 Gu.
Pemetaan Pola Sebaran Limbah Cair Di TPA Patioso Kabupaten Kolaka Sebagai Upaya Mitigasi Lingkungan Menggunakan Metode Geolistrik Kamur, Sudarwin; Ahmad Iskandar; Triani
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.523

Abstract

Abstract: Penelitian ini dilakukan akibat menumpuknya sampah di daerah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Patioso Kabupaten Kolaka. Meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan pencemaran air tanah dan air permukaan cenderung meningkat, terutama yang diakibatkan oleh penumpukan sampah tersebut sehingga dapat mengganggu kesehatan masyarakat pada umumnya. Urgensi penelitian ini dilakukan sebagai upaya mitigasi dalam bentuk pemetaan pola sebaran limbah cair yang diakibatkan oleh keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Patioso Kabupaten Kolaka, sehingga masyarakat bisa menghindari titik-titik potensial tercemarnya air tanah sebelum dilakukan pembangunan rumah tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran limbah cair di Kelurahan Induha Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka. Metode geolistrik memegang peranan penting dalam upaya mengetahui pola sebaran limbah cair di TPA Patioso. Metode resistivitas yang digunakan pada penelitian ini berkonfigurasi Wenner dan Wenner-schlumberger. Hasil pengukuran di inversi menggunakan software Res2DinV, untuk selanjutnya dianalisis. Lintasan pengukuran menggunakan spasi 7 meter dengan kedalaman pembacaan data 17,4 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di beberapa tempat didaerah penelitian sudah tercemar limbah cair dengan nilai resistivitas 0-20 Ωm. Hasil pengukuran menunjukkan nilai resistivitas 0-2344302 Ωm yang tersusun atas batuan alluvium dan lempung, sekis , gneiss dan kuarsit. Sebaran limbah cair yang mengkantaminasi air tanah tersebar dibeberapa tempat di RW 1 Lamolotipo RT 2 Patioso, Kelurahan Induha, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Keywords: Limbah cair, Geolistrik, Wenner,Air Tanah
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Calon Peserta Didik Baru Di Sma Negeri 2 Kolaka Di Tinjau Dari Aspek Geografi Kamur, Sudarwin; Hermis Anjas Sari1; Ahmad Iskandar; Sudarwin Kamur
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.553

Abstract

Ketidakstabilan penerimaan calon peserta didik baru di SMA Negeri 2 Kolaka terjadi mulai tahun 2021-2023. Menurunnya jumlah siswa di SMA Negeri 2 Kolaka disebabkan oleh faktor-faktor. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat pendaftar calonpeserta didik baru di SMA Negeri 2 Kolaka ditinjau dari aspek geografi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan faktor hasil data observasi menunjukkan faktor aksesibilitas dengan persentase 53.3% kategori mempengaruhi, faktor visibilitas dengan persentase 60% kategori mempengaruhi, faktor lalu lintas dengan persentase 40% kategori cukup mempengaruhi, faktor pemukiman dengan persentase 80% kategori sangat mempengaruhi dan faktor jarak dengan sekolah lain dengan persentase 56.7% kategori mempengaruhi. Sedangkan untuk hasil data kuisioner faktor aksesibilitas dengan rata-rata 64.9% kategori tinggi, faktor visibilitas dengan rata-rata 61.1% kategori tinggi, faktor lalu lintas dengan rata-rata 61.4% kategori tinggi, faktor pemukiman dengan rata-rata 63.1% kategori tinggi dan faktor jarak dengan sekolah lain dengan rata-rata 59.3% kategori tinggi. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, terdapat faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat calon peseta didik baru SMP/MTS di Kabupaten Kolaka untuk melanjutkan studi ke SMA Negeri 2 Kolaka yaitu faktor aksesibilitas, visibilitas, lalu lintas, pemukiman dan jarak dengan sekolah lain. . Keywords: Minat, Peserta Didik dan Aspek Geografi
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sma Negeri Pada Mata Pelajaran Geografi Kamur, Sudarwin; Septi Andriani; Ahmad Iskandar; samsi awal; Gaby Nanda Kharisma
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.555

Abstract

This study aims to analyze the critical thinking skills of high school students in geography subjects in Mawasangka District. The type of research used in this study is descriptive research. The approach to this study is qualitative with a qualitative research method while the form of this research is qualitative descriptive. The instruments used were observation sheets and interview guidelines. The data analysis used is a qualitative data analysis technique according to Miles and Huberman. The subjects of this study are teachers and students of State High Schools in Mawasangka  district who are accredited A and B. Sampling techniques use random probability sampling. Data collection techniques with interviews, observations and documentation. Based on the results of the study, it can be seen that students' critical thinking skills from the five indicators that have been determined, namely analytical skills, synthesis skills, problem-solving skills, inference skills and evaluation skills in general, it can be concluded that students' critical thinking skills are quite good. This is evidenced by the indicators of problem-solving skills that students have are relatively less than other indicators. Meanwhile, students' skills that are classified as good are indicators of evaluating. Â