Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Tenaga Kesehatan dalam Penanggulangan Banjir di Pasuruan pada Bulan Februari Tahun 2023 Silvia Rahmawati Permata Koriyah; Satriya Wijaya; Didiek Rachmadi
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i3.1948

Abstract

Disaster preparation is a step towards disaster risk reduction. Disaster risk reduction can be in the form of disaster management plans, early warning systems, evacuation sites and provision of essential goods. According to PERMENKES No. 66 of 2016, which is a guideline for health HR management in disaster management, the crisis response team includes the Rapid Reaction Team (TRC), Rapid Assessment Team (TPC/RHA team) and Health Assistance Team. The purpose of this research is to evaluate material in terms of preparedness policies and human resources when facing disasters. The type of research used is descriptive quantitative. Pasuruan Regency and Pasuruan City experienced floods 7 times during the month of February. A total of 2,520 residents were affected by the flood disaster. The need for health human resources for TRC among residents/refugees between 10,000-20,000 such as general practitioners and specialists, nurses, epidemiological surveillance, pharmacists, nutritionists, midwives communication officers, ambulance drivers, and DVI personnel. With the existence of regulations/policies that have been set, it really helps to facilitate the performance of health human resources in handling disaster-affected residents to the fullest. The role of health workers and disaster preparedness is very important. It is suggested that with this research, health human resources are expected to always increase their competence and increase their role so that when they go down to help residents affected by a disaster, they already have strong enough potential to be implemented to residents.
Gambaran Pelaksanaan Sosialisasi Untuk Peningkatan Pengetahuan Bahaya Narkoba Pada Siswa-Siswi SDN Putat Jaya I Anisa Febi Astuti; Satriya Wijaya
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i1.2203

Abstract

Penyalahgunaan narkoba sangatlah memprihatinkan sebanyak 5.900.000 anak Indonesia dari total 87.000.000 anak dilaporkan menyalahgunakan obat-obatan terlarang – 1.600.000 diantaranya adalah pengedar narkoba. sehingga perlunya kegiatan sosialisasi kepada generasi muda dengan tujuan untuk memberikan informasi seputar narkoba kepada pelajar di SDN Putat Jaya I Surabaya, Jawa Timur tentang dampak dan penanganan narkoba bagi remaja. Bentuk aktivitas dalam kegiatan ini menggunakan strategi sosialisasi dengan menggunakan media power point yang diikuti mulai dari kelas IV, V, dan VI sehingga dapat meingkatkan pengetahuan siswa-siswi mengenai bahaya narkoba
Efektivitas Pelaksanaan Marketing Mix 9P Terhadap Kepuasan Pelayanan Klinik Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jemursari Wijaya, Satriya; Adriansyah, Agus Aan
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 6, No 1 (2020): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2020
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.081 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v6i1.279

Abstract

Abstrak   Di era MEA ini, kepuasan pelanggan akan pelayanan jasa kesehatan salah satunya disebabkan oleh bagaimana pelaksanaan bauran pemasaran. Bauran pemasaran yang bisa dikatakan paling terkini untuk saat ini yaitu bauran pemasaran 9P. Salah satu organisasi penyedia jasa kesehatan di Indonesia yang telah melaksanakan bauran pemasaran 9P yaitu Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Namun, dari 9 komponen ini implementasinya masih belum optimal terutama untuk Public relations dan Power. Variabel Public relations dan Power sangat penting untuk mendukung terciptanya kepuasan konsumen yang berkelanjutan. Maka, pihak rumah sakit perlu memperhatikan kembali aspek bauran pemasaran demi menjaga kepuasan pasien dan menjaga respon baik pasien sebagai upaya rumah sakit dalam mempertahankan pelanggan lama untuk tetap memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional sedangkan disain penelitian adalah penelitian cross sectional. Besar sampel penelitian ini sejumlah 87 responden yang ditentukan dengan menggunakan rumus yang digunakan untuk penelitian yang bersifat survei atau observasional. Variabel yang diamati adalah efektivitas pelaksanaan Marketing Mix (9P) mulai variabel Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence, Public relations, Power terhadap kepuasan pelayanan. Analisis data dilakukan dengan tabulasi silang dan analisis pareto 80/20. Hasil penelitian menunjukkan Marketing mix product, place, promotion, people, process, physical evidence, public relation, power belum efektif karena pasien yang sangat puas masih dibawah 80%. Hanya Marketing Mix price responden yang cukup puas 100% dan ini bisa dikatakan cukup efektif karena melebihi 80%. Sedangkan Marketing Mix 9P dikatakan belum efektif karena walaupun sebagian responden mengatakan sudah cukup optimal namun pasien yang cukup puas masih dibawah 80%. Kata Kunci: efektivitas marketing mix 9P, Marketing mix 9P, Marketing mix 9P terhadap kepuasan pelayanan
Hubungan Usia, Masa Kerja Dan Kelelahan Kerja Dengan Keluhan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (GOTRAK) Pada Pekerja PT. X Rochmania, Aidina; Sunaryo, Merry; Al Isyrofi, Atik Qurrota A Yunin; Wijaya, Satriya
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 24 No 2 (2024): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v24i2.613

Abstract

Muscleskeletal complaints are damages to ligaments, joints, tendons, nerves, muscles, and cartilage can occur when muscles continuously bear static loads. These complaints often occur in workers, especially those in the winding department. The purpose of this study is to determine factors related to work-related musculoskeletal complaints in employees of PT. X. This research uses a cross-sectional study design with a quantitative descriptive approach. Sampling technique was carried out using proportional stratified random sampling with 78 workers. Bivariate analysis using Spearman test was conducted by observing the correlation coefficient values. There is a correlation between age and musculoskeletal complaints (GOTRAK) which has a fairly significant level of correlation in the neck, shoulders, upper back, lower back, and legs. There is a correlation between length of employment and GOTRAK complaints which has a fairly significant level of correlation in the shoulders, hands, lower back, knees, and legs. Meanwhile, in the neck and upper back, there is a moderate level of correlation. There is a correlation between the level of work fatigue and GOTRAK complaints which has a fairly significant level of correlation in the shoulders, knees, and legs. In the neck, hands, and lower back, there is a moderate level of correlation. Whereas in the upper back, there is a strong level of correlation. It is recommended for workers to improve their working methods to reduce the risk of complaints while working and to stretch their muscles, especially in the hands, back, and legs for fifteen minutes before starting work.
Microbiological Quality Analysis of Drinking Water in An-Nuriyah Islamic Boarding School Wonocolo Surabaya Wikurendra, Edza; Wijaya, Satriya; Nagy, Imre
Journal of Global Research in Public Health Vol. 5 No. 2 (2020): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v5i2.289

Abstract

The need for water in an area will always increase with population growth, while the water itself decreases in terms of quality, quantity, and continuity. The potential for health problems due to the microbiological quality of drinking water that does not meet the requirements is very high. This study aimed to analyze the microbial quality of drinking water in An-Nuriyah Islamic Boarding School Wonocolo Surabaya. This research is a descriptive study with a cross-sectional approach. This research sample is drinking water consumed by the student in An-Nuriyah Islamic Boarding School Wonocolo Surabaya, which comes from three sources: refill drinking water, boiled water, and bottled drinking water. This study showed that the Escherichia coli parameters' microbiological quality in the three drinking water sources resulted in 0/100 ml samples. Each head was obtained for the Coliform parameters. Namely, 125/100 ml refill drinking water, 2/100 ml bottled drinking water, and 100/100 ml boiled water samples. The results of this study conclude that the microbiological quality of drinking water at An-Nuriyah Islamic Boarding School Wonocolo Surabaya meets the requirements of Minister of Health Regulation Number 492/MENKES/Per/IV/2010 for Escherichia coli parameters, while Coliform parameters do not meet the criteria of Minister of Health Regulation Number 492/MENKES/Per/IV/2010.
Peran Remunerasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Babat Angga Delima Sari; Sahrir Sillehu; Satriya Wijaya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk310

Abstract

Remuneration has the potential to be an important means of shaping behavior to encourage performance. This study aimed to determine the effect of remuneration and work motivation on employee performance at the Muhammadiyah Babat General Hospital. The design used in this research was cross-sectional. This research involved 57 employees selected using a simple random sampling technique. The data collection technique applied for the three variables was filling out a questionnaire. Data were analyzed using a simple linear regression test. The results of the analysis showed p-value of 0.00. It was concluded that there is a simultaneous effect of remuneration and work motivation on employee performance at the Muhammadiyah Babat General Hospital.Keywords: performance; work motivation; remuneration ABSTRAK Remunerasi berpotensi sebagai salah satu sarana penting dalam membentuk suatu perilaku untuk mendorong kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh remunerasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Babat. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 57 karyawan yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang diterapkan untuk ketiga variabel adalah pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,00. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh remunerasi dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Babat.Kata kunci: kinerja; motivasi kerja; remunerasi
EDUKASI STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK MELALUI PENGUKURAN ANTROPOMETRI DAN SENAM SEHAT MENCEGAH OBESITAS Herdiani, Novera; Zamzam, Maki; Wijaya, Satriya; Rahmawati, Yulia; Sagitaria, Salsa Bintang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48586

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat, baik di negara maju maupun berkembang. Pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, dan gaya hidup sedentari menjadi penyebab utamanya. Salah satu upaya pencegahan obesitas adalah melalui peningkatan aktivitas fisik seperti senam sehat dan pengelolaan status gizi yang tepat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang status gizi dan aktifitas fisik melalui pengukuran antropometri dan senam sehat mencegah obesitas. Metode pelaksanaan dengan beberapa metode antara lain; penyuluhan, tanya jawab, diskusi, praktik senam sehat. Sasaran peserta dalam kegiatan ini adalah santri Pondok Pesantren Sidoarjo. Hasil pengmas yang dihadiri oleh 100 santri yaitu hampir setengah berusia 14 tahun (34%), sebagian besar adalah jenis kelamin perempuan 66 orang (66%). Hasil evaluasi penilaian pretest dan posttest diketahui sebagian besar santri mengalami peningkatan pengetahuan mengenai status gizi dan aktifitas fisik melalui pengukuran antropometri dan senam sehat (95%). Status gizi menurut IMT sebagian besar adalah normal (62%). Status gizi menurut Lila sebagian besar adalah normal (87%) dan KEK (13%). Sebagian besar peserta yang memiliki lingkar perut dalam kategori normal (89%) dan sebagian kecil (11%) beresiko obesitas. Sebagian besar peserta yang melakukan aktivitas fisik dalam kategori sering (54%) dan hampir setengah (43%) dalam kategori normal. Hasil dari pengabdian ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri sadar betapa pentingnya mencegah obesitas dengan memantau status gizi dan melakukan aktifitas fisik rutin. Diharapkan, santri akan memberdayakan dan meningkatkan keterampilan santri secara berkelanjutan melalui berbagai penilaian status gizi dan pelatihan pengukuran status gizi baik langsung dan tidak langsung untuk mencegah obesitas.
Literature Review: Using HIRADC Method Analyzing the Risk of Work Accidents in The Manufacturing Sector in Indonesia Nafa Khusufi, Uyun; Hakim Zakkiy Fasya, Abdul; Handayani, Dwi; Wijaya, Satriya
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 2 No 5 (2023): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v2i5.134

Abstract

Introduction: The development of industrialization in Indonesia has a fairly high level of development. These developments can give rise to new industry challenges and problems. One of them is the risk of work accidents in the work environment. Objective: This study aims to describe the risk of work accidents based on the HIRADC method in the manufacturing sector in Indonesia.  Method: This study is a literature review. The data sources obtained come from various databases, namely Google Scholar and the Garuda Portal in the 2017-2021 period. Result and Discussion: The results of the literature review show that physical hazards that are found in various industries such as, industries such as slipping, noise, falls and chemical hazards are hazards that are often found in basic and chemical industries.  Conclusion: The conclusion of this literature review describes the process of occupational risk analysis based on OHSAS 18001:2007. There are 5 types of hazards in the manufacturing sector. The classification of risks with high or extreme risks is the top priority to be given control. The use of HIRADC based on OHSAS 18001:2007 in the manufacturing sector shows that there are conditions that are not optimally carried out.
Pembendungan Vena Secara Langsung dan di Tunda Selama 2 Menit terhadap Nilai Kadar Alanine-Amino Transferase (ALT) Darah Sriwulan, Wieke; Anggraini, Rahayu; Wijaya, Satriya; Suryarini, Maulidya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serum ALANINE AMINO TRANSFERASE (ALT) merupakan enzim yang keberadaan dan kadarnya dalam darah dijadikan penanda terjadinya gangguan fungsi hati, batas kadar ALT dalam tubuh berkisar 7-32 U/L, enzim tersebut normalnya berada pada sel-sel hati, tetapi pada kerusakan sel hati enzim ALT meninggi dalam serum hingga merupakan indicator kerusakan sel hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik penggunaan tourniquet dengan pembendungan langsung dan pembendungan yang ditunda 2 menit terhadap kadar SGOT. Dimana penggunaan tourniquet yang kurang tepat dapat juga menyebabkan hemokonsentrasi sampel yang dapat meningkatkan kadar SGOT dalam serum. Penelitian ini adalah eksperimental analitik dengan sampel mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya yang masih aktif yang di ambil secara random sampling sebanyak 16 responden. Semua data kemudian dioalah secara statistik dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian adalah rerata kadar ALT dengan pembendungan secara langsung adalah 18,31 u/L lebih rendah dari intervensi ke dua yang menggunakan pembendungan yang ditunda selama 2 menit adalah 23,13 u/L. Menurut hasil Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p adalah 0,003 dengan signifikansi 2 tailed (α = 0,05) yaitu 0,003 ≤ 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pembendungan vena secara langsung dan pembendungan vena yang ditunda selama 2 menit terhadap nilai kadar ALT.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI PADA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI RUMAH SAKIT Satriya Wijaya; Andini Devi Rizkiyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i3.1142

Abstract

Perkembangan teknologi semakin pesat diikuti dengan arus globalisasi yang semakin pesat juga. Kemajuan teknologi ini memberikan dampak terhadap berbagai macam bidang, khususnya pekerjaan didalam dunia kesehatan seperti di rumah sakit. Dampak dari adanya teknologi ini ialah membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, dan memudahkan pekerjaan manusia. Tujuan penulisan ialah menganalisis tentang penggunaan teknologi pada manajemen sumber daya manusia di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan jenis kualitatif. Hasil yang didapatkan teknologi yang berperan saat ini mampu memecahkan masalah yang ada di bidang apapun, termasuk dalam bidang kesehatan. Beberapa perusahaan ataupun rumah sakit yang telah berdiri di Indonesia tentu membutuhkan pengetahuan dan keterampilan teknis yang memadai dari para pegawainya terlebih dengan keterampilan ataupun pengetahuan teknologi yang dimilikinya. Kesimpulan yang didapatkan ialah seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, maka pekerjaan individu dapat dibantu dengan adanya peran teknologi. Dalam rumah sakit, pemanfaatan teknologi dapat dirasakan pada manajemen sumber daya manusia yang meliputi proses merekrut karyawan, seleksi karyawan, informasi karyawan, penggajian ataupun kehadiran pegawai, dan pengajuan cuti karyawan.