p-Index From 2021 - 2026
16.146
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Kesehatan Medika Saintika Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Health Sciences and Pharmacy Journal Jurnal Pendidikan dan Konseling Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Nusantara Hasana Journal Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Archives of The Medicine and Case Reports Interdisciplinary Social Studies Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan International Archives of Medical Sciences and Public Health International Archives of Medical Sciences and Public Health COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Health Information Management (IJHIM) Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Innovation Research and Knowledge Journal of Comprehensive Science Jurnal Sosial dan Sains Student Scientific Creativity Journal Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS) Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Journal of Educational Innovation and Public Health Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Jurnal Medika Nusantara Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Siti Rufaidah Jurnal Rekam Medic Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR PENYEBAB BPJS NONAKTIF DI PUSKESMAS KECAMATAN TANAH ABANG Tryandi Rohmadoni; Puteri Fannya; Daniel Happy Putra; Nanda Aula Rumana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 6: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepesertaan BPJS Nonaktif yaitu peserta yang proses pendaftarannya terhambat dan pelayanan menjadi berbayar secara mandiri. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor penyebab kepesertaan nonaktif di Puskesmas Kecamatan Tanah Abang. Metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan menggunakan instrumen pedoman wawancara. Hasil penelitian terdapat peserta nonaktif sebesar 72 peserta. Dari 72 sampel terdapat 30 peserta nonaktif karena premi (41,67%), 14 peserta nonaktif karena keluar kemauan sendiri (19,45%), 3 peserta nonaktif karena anak PPU >21 Tahun (4,17%), 11 peserta nonaktif karena tidak ditanggung (15,28%), 14 peserta nonaktif karena data ganda (19,45%). Dari jumlah peserta BPJS yang mendaftar untuk berobat di puskesmas, terdapat peserta yang status kepesertaanya nonaktif sebanyak 72 peserta, status kepesertaan yang nonaktif karena premi menjadi salah satu yang tertinggi. Penyebab status kepesertaan nonaktif paling tinggi disebabkan oleh Nonaktif karena premi, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya terkena phk dan pendapatan ekonominya berkurang. Sehingga dapat mengakibatkan tertundanya pelayanan peserta dan menghambat proses pendaftaran. Saran sesuai dengan visi misi BPJS Kesehatan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta, bpjs kesehatan harus bisa meningkatan mutu pelayanan, terutama dalam bidang informasi teknologi yang dapat dibuat untuk mengingatkan peserta bpjs kesehatan terutama yang status kepesertaannya nonaktif dengan menggunakan SMS Blast, E-mail, Whatsapp, Telepon dsb.
TINJAUAN PENERAPAN ASPEK KERAHASIAAN REKAM MEDIS PADA RUMAH SAKIT DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW Puteri Fannya; Dila Yuliandini; Nanda Aula Rumana; Daniel Happy Putra
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1589

Abstract

ABSTRAK Kerahasiaan rekam medis merupakan pembatasan pengungkapan informasi pasien kepada orang lain. Berdasarkan Permenkes nomor 14 tahun 2018 salah satu hak pasien adalah mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data medisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan aspek kerahasiaan rekam medis pada ruang penyimpanan di rumah sakit di Indonesia. Hasil penelitian ditemukan bahwa dari 7 jurnal yang ditinjau ditemukan aspek yang mempengaruhi kerahasiaan rekam medis adalah akses ke ruang penyimpanan rekam medis, fasilitas di ruang penyimpanan rekam medis, dan pasien yang membawa sendiri rekam medisnya di rumah sakit. Dua literatur menyatakan bahwa penerapan aspek keraasiaan rekam medis sudah diimplementasikan dengan baik, sementara 4 literatur lainnya ditemukan bahwa penjagaan kerahasiaan rekam medis belum berjalan dengan baik diantaranya terdapat petugas lain selain petugas rekam medis yang masuk ke ruang penyimpanan, pintu ruangan yang tidak dikunci, dan rak penyimpanan yang kurang. Hendaknya rumah sakit membatasi akses ke ruang penyimpanan rekam medis bagi yang berkepentingan saja dan mencukupi fasilitas di ruang penyimpanan.  ABSTRACT  Confidentiality of medical records is a limitation on disclosing patient information to others. Based on Ministry of Health Constitution number 14 of 2018, one of the patient's rights is to get privacy and confidentiality of the illness, including medical data. The purpose of this study was to determine the application of confidentiality aspects of medical records in storage rooms in hospitals in Indonesia. The results of the study found that of the 7 journals reviewed, aspects that affected the confidentiality of medical records were access to the medical record storage room, facilities in the medical record storage room, and patients who brought their own medical records to the hospital. Two literatures state that the application of the confidentiality aspect of medical records has been implemented properly, while the other 4 literatures found that the maintenance of confidentiality of medical records has not gone well, including that there were officers other than medical record officers who entered the storage room, unlocked room doors, and shelves. insufficient storage. The hospital should limit access to the medical record storage room for those who are interested and provide sufficient facilities in the storage room. 
ANALISIS KELENGKAPAN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAKTI MULIA TAHUN 2022 Budiana Gustiara; Deasy Rosmala Dewi; Puteri Fannya; MuniroH MuniroH
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i4.7885

Abstract

Kelengkapan informasi dalam pengisian rekam medis dapat menjadi masalah, karena rekam medis dapat memberikan informasi terinci tentang apa yang sudah terjadi kepada pasien selama berada di rumah sakit, hal ini pun berdampak pada mutu rekam medis serta terhadap pelayanan yang diberikan terhadap rumah sakit. Syarat rekam medis yang bermutu adalah terkait kelengkapan isian rekam medis. RS Bhakti Mulia telah memiliki Standar Prosedur Operasional tentang pengisian rekam medis rawat inap, namun belum 100% sesuai dan masih terdapat hambatan dalam pelaksanaannya Mengetahui gambaran kelengkapan isi rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Bhakti Mulia.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan cara memberikan gambaran dan menjelaskan hasil yang didapat secara lengkap.Hasil analisis kuantitatif dari 97 rekam medis rawat inap  didapatkan kelengkapannya dengan persentase 78,75%, pada komponen Identifikasi Pasien dengan persentase 89%, Catatan yang Penting dengan persentase 85,25%, Autentikasi Penulis dengan persentase 48,75%, dan Catatan yang Baik dengan persentase 92%.Kesimpulan yang dapat dilihat bahwa pengisian rekam medis rawat inap pada tahun 2022 di RS Bhakti Mulia masih belum mencapai 100% dikarenakan keterbatasan waktu dokter dalam mengisi rekam medis dan sering terlewat beberapa formulir sehingga tidak terisi. ketidaklengkapan dari rekam medis rawat inap yaitu membuat angka review rekam medis rawat inap menjadi tidak bagus dan membuat proses kelanjutan pengobatan terganggu karena riwayat pengobatan pasien tidak lengkap.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS PASIR NANGKA TIGARAKSA TAHUN 2022 Anisa Nur Zulkarina; Puteri Fannya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i4.9025

Abstract

Berdasarkan peraturan mentri kesehatan tentang pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perseorangan (UKP) tingkat pertama, dengan tujuan untuk mencapai drajat kesatan setinggi-tingginya di tiap wilayah kerja. Untuk mencapai derajat kesehatan Puskesmas juga berperan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan akurat, cepat dan tepat sehingga sangat diperlukan sistem yang mampu menjamin ketersediaan data secara akurat,tepat dan tepat. Sistem informasi manajemen puskesmas adalah adalah aplikasi manajemen yang fungsi utamanya sebagi alat dalam pencatatan, pengolahan dan penyajian informasi semua data pasien dari awal melakukan pendaftaran hingga pelporan. Salah satu bentuk  penerapan SIMPUS yaitu melakukan evaluasi  dengan mengukur tingakat kepuasan petugas menggunakan metode EUCS yang diniali dari 5 komponen content, format, accuracy, timeliness, ease of use. Meto;de penelitian yang digunakan adalah deskriptif menggunakan analisis kuantitatif dengan angket dan survey. Sampel penelitian sebanyak 35 petugas menggunakan sampel jenuh dan data diolah menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan jumlah responden puas terhadap content (45,7%), accuracy (42,9%), format (71,4%),timelines (57,1%) easy of use (57,1%) pada variabel content dan accuracy paling banyak menyatakan tidak puas. Maka dapat disimpulkan bahwa belum sepenuhnya pengguna puas terhadap SIMPUS terutama pada variabel accuracy dan content. Disarankan untuk meningkatkan kualitas sistem informasi manajemen puskesmas khususnya pada variabel content dan accuracy dengan mengadakan evaluasi kepuasan pengguna secara berkala dan menyediakan jaringan yang optimal.
Gambaran Minat Belajar Mahasiswa Rekam Medis Terhadap Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Alvina Amalia; Nanda Aula Rumana; Daniel Happy Putra; Puteri Fannya
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7659

Abstract

Penyebaran virus covid-19 yang sangat cepat dan telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia, membawa pengaruh kepada semua bidang, salah satunya pada bidang pendidikan, sehingga dilakukan pemberlakuan pembelajaran secara daring dari rumah sebagai upaya menekan penyebaran virus. Tujuan Penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana minat belajar Mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul terhadap pembelajaran daring pada mata kuliah pendukung kompetensi klasifikasi, kodefikasi penyakit di masa pandemi covid-19 berdasarkan tiga indikator yaitu indikator pemusatan pikiran, perasaan dan perhatian mahasiswa dalam pembelajaran, indikator perasaan senang dan indikator keterlibatan mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran, Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, perhitungan besar sampel menggunakan rumus slovin, didapatkan 205 sampel dengan metode pengambilan sampel yaitu stratified random sampling. Dari hasil penelitian didapatkan minat belajar mahasiswa pada mata kuliah pendukung kompetensi klasifikasi, kodefikasi penyakit berdasarkan tiga indikator didapatkan minat belajar mahasiswa masih dalam kategori rendah dengan persentase 51.2% dan minat belajar dalam kategori tinggi dengan persentase 48.8%.
Penerimaan Petugas terhadap Aplikasi Epuskesmas di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat Salsabillah Zahrah Hayati; Daniel Happy Putra; Nanda Aula Rumana; Puteri Fannya
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.8048

Abstract

Dalam tingkatkan manajemen penyelenggaraan puskesmas butuh sokongan sistem data puskesmas yang sanggup menjamin ketersediaan informasi serta data secara cepat, akurat, terbaru, berkepanjangan, serta bisa dipertanggungjawabkan. Sebuah sistem yang digunakan untuk menilai penerimaan pengguna terhadap teknologi diantaranya adalah UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use Of Technology). Tujuan penelitian ini mengetahui penerimaan petugas terhadap aplikasi ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat dengan jumlah sampel 61 responden yang mengisi angket penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pada ekspektasi kinerja 49,2% menyatakan tidak baik, pada ekspektasi usaha 32,8% menyatakan tidak mudah, pada pengaruh sosial 26,2% menyatakan tidak baik, pada kondisi-kondisi yang memfasilitasi 47,5% menyatakan tidak tersedia, pada niat perilaku menggunakan ePuskesmas 32,8% menyatakan tidak minat, pada perilaku penggunaan ePuskesmas 45,9% menyatakan tidak baik. Hasil dari keenam konstruk didapatkan penerimaan petugas terhadap aplikasi ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat dengan 31 responden (50,8%) menyatakan menerima aplikasi ePuskesmas dan 30 responden (49,2%) menyatakan tidak menerima aplikasi ePuskesmas. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menggunakan metode selain Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) untuk mengukur sejauh mana penerimaan penerapan sistem informasi kesehatan.
TINJAUAN FAKTOR PENYEBAB DISPUTE KLAIM BPJAS PASIEN COVID-19 DI RSU KABUPATEN TANGERANG Dina Munadiatu; Daniel Happy Putra; Puteri Fannya; Nanda Aula Rumana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8143

Abstract

Pemerintah Indonesia menetapkan Covid-19 menjadi fenomena pandemi dengan jumlah kasus dan kematian akibat Covid-19 yang meningkat dengan pesat, diperlukannya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang memadai, dalam proses pengganti pembiayaan/klaim yang dibayarkan pemerintah ke rumah sakit, banyak terjadi kasus dispute pada klaim pasien Covid-19, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pembiayaan di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan pasien Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dispute klaim pada pasien Covid-19, metode penelitian yang digunakan adalah mix method dimana satu buah variable penelitian menggunkan pendekatan kualitatif dan 2 variabel menggunakan pendekatan kuantitatif, dan teknik pengumpulan data adalah observasi, pedoman wawancara dan studi dokumen berupa berita acara hasil verifikasi BPJS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 9 kriteria penyebab dispute klaim pasien Covid-19, berkas dispute yang dianalisis sebanyak 78 data dispute dengan kasus kriteria kode C2-Peserta jaminan Covid tidak sesuai ketentuan dan dapat diidentifikasi kedalam 5 kategori yaitu, pasien konfirmasi dipertanyakan 32%, LOS yang tidak sesuai ketentuan 23%, gejala ringan tanpa sesak dan demam 17%, pasien probable tanpa komorbid dan dengan komorbid 26% suspek tanpa komorbid dan dengan komorbid 2%, Peraturan Mentri Kesehatan No 4344 tentang petunjuk teknis klaim pengganti biaya pelayanan Covid-19 terdapat batas penjaminan ataupun persyaratan pasien tersebut dinyatakan layak atau tidak untuk diklaim pembiayaannya.
Tinjauan Kelengkapan Laporan Operasi Sectio Caesarea Di Rsud Kembangan 2022 Adil Hidayat; Lily Widjaja; Deasy Rosmala Dewi; Puteri Fannya
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 12 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.207 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i12.590

Abstract

Latar Belakang : Laporan Operasi merupakan catatan dokter terkait langkah langkah yang dilakukan saat pembedahan pasien. Laporan operasi harus segera dibuat setelah pembedahan dan dimasukkan dalam rekam kesehatan. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelengkapan pengisian laporan operasi pasien operasi caesar di RSUD Kembangan. Metode : Metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif dengan analisis kuantitatif, untuk menggambarkan kelengkapan pengisian laporan operasi di RSUD Kembangan. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian mengenai Standar Prosedur Operasional pengisian lembar laporan operasi caesar di RSUD Kembangan Jakarta sudah ada, dimana sudah terdapat Standar Prosedur Operasional (SPO) yang mengatur tentang pengisian laporan operasi di RSUD Kembangan tetapi belum semua prosedur terlaksana, 2 point prosedur yang belum terlaksana dimana belum adanya buku catatan yang mencatat laporan operasi yang belum diisi dan pengisian laporan operasi masih dilaksanakan di ruang rawat inap, belum tersedianya buku catatan yang mencatat laporan operasi yang belum diisi. Hasil analisis kuantitatif dari 79 laporan operasi didapatkan kelengkapannya dengan persentase 96,3%. Kesimpulan: Dampak dari ketidaklengkapan laporan operasi yaitu ada beberapa berkas yang tidak lengkap yang tidak dapat dipakai sebagai barang bukti yang sah bila dibutuhkan dipengadilan, menggangu proses keberlanjutan proses pengobatan, bagi pasien bpjs klaim menjadi terhambat, membuat proses kelanjutan pengobatan terganggu karna riwayat pengobatan pasien tidak lengkap, tidak lengkapnya laporan operasi juga berpengeraruh terhadap akreditasi rumah sakit.
Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Typhoid Fever Pada Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Karawang Tahun 2020 Deta Nurfena Nurfena; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi; Puteri Fannya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 4 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3858.684 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i4.363

Abstract

Medical record is a file containing records and documents regarding patient identity, examination, treatment, actions and other services that have been provided to patients. where one of the services provided is the management of patient medical record documents that contain coding of diagnoses and actions given to patients. The implementation of coding disease diagnoses in hospitals is a very important activity, namely by classifying disease diagnoses into several groups for the benefit of reports that the hospital does every month, both for internal reports and external reports and plays an important role in the financing system at the hospital itself. The purpose of this study was to determine the accuracy of the diagnosis code for typhoid fever in inpatients at the Karawang Islamic Hospital. The research methodology was carried out using quantitative descriptive methods, the population was 200 medical records of typhoid fever patients in 2020, with a total sample of 67 samples. The sampling technique used is simple random sampling. How to collect data is done by direct observation. The accuracy of the code obtained is 31 (46%) correct codes and 36 (54%) incorrect codes, the inaccuracy of the code is caused by the medical record professional staff in charge of the coding section who are still not focused and not careful with laboratory results to determine the results of the coding. It is correct and only codes for the H titer, while in determining the diagnosis of typhoid fever, it is seen from the O titer. Suggestions for coding the diagnosis carried out at the Karawang Islamic Hospital are expected that the coding is carried out correctly according to the diagnosis, history, and laboratory results.
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Formulir Assesment Awal Poli Klinik Pasien Rawat Jalan Menggunakan Metode IAR Dinda Melani Safitri; Puteri Fannya; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 4 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3728.935 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i4.371

Abstract

The hospital is one of the health care facilities with various services helping people who have health probems. Medical record is a file that contains records and data related to patient identity, examination results, treatment history that has been given, other actions and services that have been carried out to patients. This study aimed to describe the completeness of filling the initial polyclinic assessment form. The methode of this study was descriptive analysis. The population of this study were the initial assessment of the physiotherapy clinic 312 medical records, surgery poly 177 medical records, and internal medicine clinic 457 medical records. And the sample of this research is 91 medical records. The results showed that from 91 medical records, 70 (77%) of forms is complete and 21 (23%) of forms is incomplete, which consisted of complete patient identification 80 (88%) and incomplete 11 (12%), completeness of important reports/notes 54 (59%) and incomplete 37 (41%), completeness of author authentication 73 (80%) and incomplete 18 (20%), and completeness of good records 72 (79%) and incomplete 19 ( 21%).
Co-Authors -, Muniroh Adham, Yunan Adil Hidayat Afra, Rara Ahmad Rizky Aliyani Aliyani Alvina Amalia Amalia, Isnaini Amirah Syafiqah Zahra Anas Fajry Rhomadon Aneu Rosliana Angela Marsiana Siki Angelina Angelina Anggita Nurul Fadlilah Anisa Dyah Irawati Anisa Nur Safitri Anisa Nur Zulkarina Annida Ariyani Annisa Azzahra, Annisa Aqshal Hidayatullah Armila Astiyana Triadi Athiyyah, Hanifatul Aulia, Ni Wayan Riskita Ayu Hardianti Bagas Saputra Bangga Agung Satrya Betji Nadiana Bissilisin Brigita Natalia Br Surbakti Budi Sunaryo Budiana Gustiara Chresia Ericha Cindi Trisa Olivia Daniel Happy Putra Debbie Friscilla Carolina Manalu Dede Lisda Nurjanah Dede Lisda Nurjanah Delmi Sulastri Dessy Safutri Deta Nurfena Nurfena Dewi Kisaputri Dewi Sartika Dewi, Deasy Rosmala Dila Yuliandini Dina Munadiatu Dina Sonia Dinda Melani Safitri Diva Angelita Diva Sabina Dwi Chandrarika Putri Aulia Dwi Nurul Fadila Edi Kurnianto Endika Rachmad Fadia Eka Septiawati Faiha, Hana Fandhika, Lilin Tata Fani Nur Azizah Fathul Baari Fingky Rizki Wulandari Fiqih Nurhidayah Fretycia Laurenty Gina Sonia Hana Faiha Hardi Arissaputra Ilham Abdurohman Indawati, Laela Iqbal Tri Putra Iqbal, Muhammad Fuad Isnaini Amalia Izmi Novianita Jack Febrian Rusdi Kevin Handynata Khoirunnisa Sabiladina Lasmaria Simorangkir Lilin Tata Fandhika Lily Widjaya Lily Widjaya Lily Widjaya Listania Aisyah Putri Luthfiah Aulia Rachman M. Fuad Iqbal Maeimunah, Siti Magdalena, Selvy Manalu, Debbie Friscilla Carolina Mei Nur Khasanah Melani Aulia Mufida Mordekhai Immanuel Sitorus Muammar Dzachwani Muhamad Al Imran Rangga Putra Muhammad Arif Sutrasno Muhammad Hafiz Zuhri Munazhifah Munazhifah Muniroh Muniroh - Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nabila Zahara Ramadan Nabilah Khairunisa Nanda Aula Rumana Navry Nanda Aprilian Nazira Nur Amalia Nicki Nugrahaningtyas Noviliana, Tiara Nur Fadilah Nur Mawaddah, Nur Nurfena, Deta Nurfena Nurhaliza Putrikama Nurmayantih Nusamina Pulungan Piter Serhalawan, Roi Putri Rafikasani Putri Syaikhu Putri, Listania Aisyah R Gumilar Hadiningrat Rahmawati, Rena Maulina Ramadhana, Nur Fatihah Adlia Ratna Sari Rifda Ulfa Andini Rifqi Fauzan Risma Ayu Fitriyani Risma Sisni Fadilla Rizky Alfiansyah Rizky Khaerunnisa Roi Piter Serhalawan Rosa Patricia Rosfita Rasyid Rosita, Annida Ulfiar Rumana, Nanda Sabiladina, Khoirunnisa Sabina, Diva Safitri, Dinda Melani Salsabella, Pradita Salsabillah Zahrah Hayati Sarah Khonsa Seastama, Komang Cyntia Noviari Selvi Damayanti Shafa Aulia Ananda Hermanto Simorangkir, Lasmaria Siswati Siswati Siswati Sonaria Tambunan Suciyanti Suciyanti Surlialy, Dewi Sutrasno, Muhammad Arif Syahrul Dwi Ramadhani Tantri Wilananda Tedja Gurat Baktina Tri Putra, Iqbal Trideswira Tryandi Rohmadoni Usman, Nadia Salim Bin Vania Rachma Putri Viatiningsih, Wiwik Vitianingsih, Wiwik Wahyudi Prasetyo Widjaja, Lily Widjaya, Lily Winda Febriarini Windiana Mega Sukmawati Wiwik Vitianingsih Yati Maryati Yenni Syafitri Yulia, Noor